
Bulan berikutnya pun berlalu, Bee maupun Zayn masih seperti pasangan lainnya bahagia dan bahagia hanya itu yang tercipta dari kehidupan mereka berdua selama menikah, hanya saja Bee tetap merasa bersalah pada keluarganya, rasa bahagianya hanya ia saja yang menikmati, padahal ia sangaf ingin membuat kedua adiknya ikut bahagia.
Perempuan cantik ini rutin mengirim uang untuk membantu kebutuhan Mawar dan Rafly selama mereka tinggal dirumah ayahnya, mereka sama sekali tidak mencurigai karena Bee mengirim uang bertahap dan tidak dalam jumlah banyak sekaligus, namun sangat cukup untuk biaya hidup dan pendidikan kedua adiknya.
Sampai pada suatu ketika, Bee merasa tidak enak badan namun tetap masuk untuk bekerja, ia masih menyimpan rapat rahasia pernikahannya dengan Zayn, sikap mereka masih biasa-biasa saja jika bertemu di ruangan Anggrek hanya bekerja secara profesional, kecuali di ruang khusus dokter tentunya Bee dan Zayn akan kembali seperti sepasang suami istri jika disana.
"Sayang kau benar tidak apa? atau sebaiknya kau tidak masuk saja hari ini kau bisa istirahat di rumah" tanya Zayn cemas melihat wajah cantik istrinya sedikit pucat dan tampak lesu dari biasanya.
Bee menggeleng pelan "Aku baik-baik saja, sepertinya aku hanya kelelahan saja sayang....aku masuk ya, berhati-hatilah mengemudi" jawab Bee pada suami yang hanya bisa mengantarkannya ke depan pintu gerbang rumah sakit saja seperti biasa, sebab hari ini Zayn akan menghadiri seminar kesehatan yang diadakan di sebuah hotel tidak jauh dari rumah sakit.
"Kau membuatku cemas Bee, lihat wajahmu pucat....kau juga tampak sedang tidak sehat sejak dari rumah, kau juga tidak cerewet dalam beberapa hari ini" ucap Zayn sendu sambil ia meraih kedua tangan istrinya.
"Aku hanya merasa bosan saja, tidak tahu kenapa....sudahlah aku akan terlambat nantinya, aku akan masuk"
"Apa kau mau kita pergi berlibur lagi?" tanya Zayn serius.
"Tidak.....aku hanya bercanda sayang" jawab Bee terkekeh melihat raut suaminya.
__ADS_1
"Baiklah....beritahu aku jika kau butuh sesuatu, jangan paksakan jika badanmu masih tidak enak, kau bisa minta pulang cepat....oke" ucap Zayn kembali dan mencium kening Bee lembut dan mengecup punggung tangan istrinya sebelum Bee keluar dari mobilnya.
"Aku mencintaimu sayang, berhati-hatilah" Bee membalas kecupan itu di rahang berjambang milik suaminya.
Bee melambai tangan pada mobil Zayn sebelum menyeberang menuju rumah sakit, ia mengelus lembut perutnya dengan raut sulit diartikan.
"Aku harus memastikannya, meski belum mendapat menstruasi bulan ini tapi bisa saja siklus ku tidak teratur sejak menikah" gumam perempuan berhijab itu berjalan menuju apotek rumah sakit guna membeli alat uji kehamilan sebelum ke ruangan kerja nya.
Menyembunyikan tespack yang ia beli tadi di dalam saku seragamnya, jantung perempuan ini dag dig dug ketika akan menuju toilet, Bee menarik napas dalam dan melangkah pasti masuk ke dalam toilet yang menjadi tujuannya.
Bee mengikuti prosedur alat uji kehamilan itu, sampai ia merasa cemas ketika akan membaca hasilnya, Bee memejamkan matanya sejenak sebelum hasil alat uji itu terbaca oleh netra cokelat miliknya.
"Alhamdulilah...." hanya itu terucap dari bibir perempuan ini sebelum senyumnya kembali redup.
Bee terduduk di atas closed dan lama menatap alat uji itu dengan raut sedih sekaligus bahagia, entah bagaimana rasanya jadi perempuan yang berada di posisi Bee saat ini, ia sungguh bahagia menerima anugerah kehamilan yang hadir di dua bulan pernikahannya, namun juga ia merasa sedih dan kecewa akan takdir hidupnya jika ia mengingat wajah Kasih istri pertama suaminya yang lambat laun akan kembali dan menagih janji yang sudah ia tanda tangani sebelum menikah, meski itu terpaksa namun janji tetaplah sebuah janji.
Bee kembali memejamkan matanya sejenak, airmata terus mengalir, tangannya yang satu ia gunakan mengusap perutnya yang masih rata.
__ADS_1
"Apa ini sudah saatnya menghitung mundur perjanjian itu? kenapa bisa seperti ini, seharusnya aku bahagia sekarang, Zayn pasti akan sangat senang dengan berita ini, kak Kasih kenapa kau harus hadir dengan perjanjian itu, bagaimana bisa kau membiarkan ku merasakan kasih sayang suamiku dalam dua bulan ini tanpa hadirmu, namun kau akan kembali mengambilnya nanti bukan hanya satu namun dua sekaligus suami dan anakku, apa itu tidak terlalu kejam? kenapa kau melakukan ini padaku kak Kasih, kenapa kau mengajakku dalam pernikahan rumit ini, bagaimana jika aku tidak bisa memberikan apa yang menjadi perjanjian kita, aku tidak bisa kak Kasih....ini anakku, aku tidak mau"
Gumam Bee sambil menepuk dadanya yang terasa sesak, memang di awal ia terpaksa dan menandatangani perjanjian itu dengan perasaan marah sekaligus kecewa karena tidak ada pilihan lain, namun seiring perjalanan pernikahannya Bee merasa berhak bahagia meski hanya sebagai istri kedua, namun pada kenyataannya ia hanya sebagai perempuan penghasil anak saja bagi pasangan tersebut.
Hingga ia merasa kehamilannya saat ini tidak lain tidak bukan untuk Kasih, istri pertama Zayn meski tidak tahu alasannya namun ia yakin bahwa perempuan yang telah menjebaknya dalam cinta lama ini akan kembali menemui dan merebut kembali kebahagiaan yang baru saja ia cicipi hanya dua bulan saja.
Pada kenyataannya semula memang Bee tidak merasa keberatan akan perjanjian itu sebab hanya hamil, melahirkan dan memberikan anaknya pada istri pertama Zayn adalah hal yang gila namun akan ia lakukan untuk terlepas dari keduanya, namun berbeda ketika Bee sudah merasakan kembali cintanya yang bersemi pada sang suami, dan sekarang benar-benar hamil, perempuan ini menjadi sedih dan tidak rela jika memberikan anaknya pada Kasih dan menepati perjanjian itu sekaligus mengakhiri pernikahan tersebut seperti yang tertuang dalam perjanjian konyol yang dibuat oleh Kasih.
"Bee.....kau masih lama di dalam? aku juga butuh ke toilet Bee cepatlah keluar" pekik Dina sahabatnya di depan toilet.
Bee menghapus airmatanya, membasuk wajah agar tidak terlihat sedang menangis, segera ia sembunyikan lagi tespack ke dalam sakunya.
"Bee apa kau sakit? wajahmu pucat dan kau juga tampak lesu?" tanya Dina ketika Bee keluar.
"Tidak....aku hanya tidak enak badan saja, aku juga sembelit jadi BAB ku berdarah makanya aku merasa lesu" jawab Bee berdusta.
"Baiklah, awas aku sudah tidak tahan" Dina cepat-cepat masuk ke toilet.
__ADS_1
Bee menghembus napas kasar dan kembali pada pekerjaannya agar tidak ada yang curiga.