Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 55


__ADS_3

Akbar menepati janjinya untuk kembali ke Indonesia pada hari ini, dari bandara pria ini langsung saja menuju rumah sakit dimana nenek Farida dirawat, Akbar tidak sendiri ia datang bersama adik perempuannya Erina.


Bee baru saja selesai memberi makan nenek Farida, Akbar datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu, pria ini membawa sebuah buket bunga mawar nan indah untuk sang calon istri yang begitu telaten menjaga dan merawat neneknya.


Bee terkejut Akbar datang bersama Erina tiba-tiba, ia sedang tidak sendiri di kamar itu melainkan bersama mama Zayn yang baru saja datang berniat bergantian dengan Bee untuk menjaga nenek Farida agar Bee bisa pulang dan menemui Rayyan, kebetulan Zayn juga berada disana baru saja datang untuk visit bersama seorang perawat yang bertugas.


Akbar langsung menghampiri calon istrinya dengan senyum "Hai calon pengantinku...." ucap pria ini sumringah seraya memberikan buket bunga, Bee hanya bisa membalasnya dengan senyum dan menerima buket bunga itu.


Zayn melihat itu dengan jelas, ia tidak mau terlihat cemburu maka ia pun berpura-pura sedang bicara pada perawat disampingnya untuk terapi yang akan diberikan pada nenek Farida.


"Erina....ya ampun nak kau sudah besar sekarang, bibi merindukanmu kita sangat lama tidak bertemu, bagaimana bisa kau baru datang sekarang?" tanya mama Zayn pada keponakan perempuan suaminya.


"Aku baik bi, maaf baru datang aku baru lulus jadi harus menyelesaikan urusan studi dan ijazahku....sekarang aku resmi menjadi dokter" ucap Erina girang memeluk bibinya.


Kemudian Erina memeluk Bee dan berterimakasih telah merawat neneknya selama ia belum datang, lalu gadis ini memeluk neneknya yang kian lemah dan tampak sesak, gadis itu melirik Zayn yang masih berbicara dengan perawat.


"Kak Zayn....kau mengabaikan ku" ucap gadis itu mendekat.

__ADS_1


"Maaf Erina, aku sedang visit dan harus profesional tentunya meski ini nenekku sendiri" jawab Zayn terkekeh.


Erina tersenyum kemudian tanpa aba-aba ia memeluk Zayn dengan manja, iya Erina dan Zayn sudah seperti adik kakak sejak kecil ketika Erina dan Akbar belum pindah ke Singapura, mereka saudara sepupu yang akur.


Bee melihat bagaimana Zayn dipeluk wanita lain meski itu saudara sepupunya sendiri, giginya gemertak, segera ia mengambil jeruk di atas meja dan memakannya dengan kesal, Akbar duduk disamping Bee sambil mengobrol dengan mama Zayn tentang neneknya.


"Erina....baiklah, aku sudah selesai sekarang lepaskan aku harus visit pasien lainnya" jawab Zayn melepas pelukan Erina dengan pelan.


"Berjanjilah kita akan mengobrol banyak nanti, aku ini bukan anak kecil lagi kak Zayn, aku sudah menjadi seorang dokter sekarang sama sepertimu" jawab Erina ketika Zayn mengusap kepalanya layak anak kecil.


Bee masih tidak berpaling, ia menatap kesal bagaimana Zayn memperlakukan Erina dengan sayang, perempuan ini bahkan tidak menyadari bahwa ia memakan jeruk itu bersama biji-bijinya.


"Enak saja, aku sudah dewasa sekarang.....bahkan aku sudah siap untuk jadi istrimu" jawab Erina enteng.


Uhuk uhuk. Bunyi batuk berasal dari Bee yang tersedak jeruk yang memenuhi mulutnya karena mendengar perkataan calon adik iparnya itu, membuat semua mata tertuju pada Bee yang terlihat canggung.


"Sayang....kau tidak apa-apa? makanlah pelan-pelan" ucap Akbar yang segera memberikan minum pada calon pengantinnya itu.

__ADS_1


Bee meminumnya hingga habis, entah kenapa ia merasa panas dalam mendengar Erina berkata enteng ingin menjadi istri Zayn, tidak berbeda Zayn melihat Akbar memberikan perhatiannya pada Bee sekilas ia melihat buket bunga di atas meja, ia menjadi tidak ingin berlama-lama berada disana menyaksikan Akbar menatap mantan istrinya itu dengan penuh damba.


"Berhenti bercanda Erina, baiklah kita bisa lanjutkan nanti ya....aku harus bertemu pasien lain sekarang" jawab Zayn pada Erina yang kesal.


Zayn segera mengajak perawat yang menemaninya itu untuk segera keluar dan melanjutkan mengunjungi pasien dikamar lain, Erina menatap kesal namun segera tersenyum, ia memilih duduk di samping mama Zayn yang hanya tertawa melihat tingkahnya.


"Bibi....apa kak Zayn belum punya pacar juga hingga sekarang?" tanya Erina tiba-tiba.


Bee kembali harus bersabar mendengar calon adik iparnya itu menanyakan tentang mantan suaminya, ia hanya bisa berpaling ke lain arah hingga ketika ia sudah tidak tahan ia memilih menghampiri nenek Farida dan memperbaiki posisi tidur nenek berusia senja tersebut.


"Erina kenapa kau bertanya tentang pacar Zayn, pria itu sudah berumur bukan waktunya lagi pacaran jadi sekarang sebaiknya kau doakan kakakmu itu segera mendapat jodohnya lagi" jawab mama Zayn tersenyum.


"Bibi......bagaimana jika aku saja yang menjadi jodohnya? aku sudah dewasa sekarang, kak Akbar juga akan menikah, aku mengagumi kak sejak kecil bibi....ayolah jadikan aku menantu mu" ucap Erina serius.


Bee mendengar itu menjadi kesal "Kenapa Erina jadi berubah manja seperti ini? apa dia sengaja memanasi ku, huh....aku benar-benar panas sekarang, itu tidak boleh terjadi....enak saja Erina mau jadi ibu tiri Rayyan, oh aku tidak mau ada ibu lain selain aku untuk putraku, biar saja pria itu menduda seumur hidup, mereka itu masih saudara sepupu sama sekali tidak cocok untuk hubungan lain apalagi sampai menikah" gumam Bee dalam hatinya seraya telinganya tetap fokus mendengarkan percakapan antara Erina, Akbar dan mama Zayn yang duduk di sofa.


####

__ADS_1


Bee cemburu ya? Erina memang masih sepupu Zayn tapi jika menikah sah sah aja ya kan, Erina dokter Zayn pun seorang dokter sepertinya cocok deh....


lanjut yaa


__ADS_2