
Kontrak kerja yang ditandatangani oleh Bee di awal kedatangannya ke negara singa putih itu sudah berakhir, namun nenek dan Akbar meminta agar perempuan ini memperpanjang lagi masa kerjanya sebagai perawat pribadi nenek Farida, Bee bukan tidak ingin namun kerinduannya pada Mawar dan Rafly telah membuncah setelah satu tahun tidak pulang ke tanah air.
Lagipula Bee berniat jika kembali ke Indonesia ia ingin menghubungi Zayn untuk memperbaiki silaturrahmi diantara mereka agar ia bisa menjenguk atau bertemu dengan putranya, Bee sudah tidak bisa menahannya ia ingin sekali walau hanya sekedar bertemu dengan bayi lelaki yang bahkan hingga sekarang ia tidak tahu namanya.
Bee tahu meski ia tidak bisa memiliki putranya karena ia pikir Zayn dan Kasih telah merawat bayi itu hingga sekarang, namun begitu ia ingin sekali bertemu dan perempuan ini pun tidak berniat muncul sebagai penghalang bagi rumah tangga mantan suaminya itu, ia hanya ingin ikut menyaksikan pertumbuhan putranya saja.
Ternyata niatnya tidaklah semulus yang ia bayangkan, ia berperang batin dengan dirinya sendiri mengingat kebaikan nenek Farida selama satu tahun ini dan juga Akbar. Pria itu masih menunggu jawabannya untuk menerima niat baik keluarga itu ingin menjadikan Bee sebagai istri dari Akbar, bukan lagi sebagai perawat nenek Farida.
Bee sungguh dilema terlebih nenek Farida jatuh sakit dan harus di rawat di rumah sakit karena bersedih ketika Bee mengutarakan niatnya ingin kembali ke tanah air dan mengakhiri kontrak kerjanya, perempuan ini bingung sekarang ia tidak ingin menyakiti nenek Farida yang telah berharap banyak jika Bee mau menerima Akbar sebagai suaminya.
Nenek Farida tengah tertidur, Bee terus mendampinginya di rumah sakit ditemani Akbar.
"Yasmin.....beristirahatlah, kau bisa pulang biar aku yang menjaga nenek disini bergantian dengan Elsa, aku tidak mau kau ikut sakit nantinya sejak kemarin kau berjaga disini" ucap Akbar memberikan perhatian.
"Tidak.....aku ingin disini, nenek pasti mencariku nanti" jawab Bee pelan, karena memang pada kenyataannya nenek Farida lah yang tidak ingin Bee jauh-jauh darinya.
"Yasmin......maafkan sikap nenek yang tidak boleh kau pulang ke Indonesia, tapi sungguh aku melihat nenek memang menyayangimu" ucap Akbar lagi.
Bee menatap wajah nenek Farida dengan seksama, ia juga menyayangi nenek tua itu dengan tulus sudah seperti keluarga sendiri ia tidak mau nenek kembali sakit seperti ini padahal sudah satu tahun sejak kehadiran Bee sebagai perawat pribadi nenek Farida sangat jarang jatuh sakit, perasaan dan kesehatannya selalu terjaga karena merasa bahagia sejak kehadiran Bee.
Bee terdiam, ia bingung di satu sisi ia ingin kembali ke tanah air meneruskan niat untuk mencoba menemui putranya, di sisi lain ia tidak ingin nenek Farida sakit seperti ini terlebih umur nenek tua itu sudah uzur dan Bee tidak ingin menjadi penyebab jika terjadi sesuatu nantinya.
"Aku juga menyayangi nenek Farida sudah seperti keluarga sendiri, aku lah yang seharusnya meminta maaf karena niatku ingin pulang ternyata berdampak buruk pada kesehatan nenek, aku tidak menyangka ini terjadi" jawab Bee pelan sambil menggenggam tangan keriput yang terpasang infus itu.
"Yas.....jika saja kau menerima ku, mungkin nenek akan sangat bahagia aku masih berharap kau mau menerimaku sebagai pendamping hidup....aku akan membahagiakanmu Yasmin....."
Bee menatap mata hitam pria itu, ia melihat kesungguhan disana, namun tidak tahu kenapa Bee masih berat mengiyakannya, bukan masalah cinta saja namun perempuan ini sungguh takut untuk berkomitmen lagi dalam rumah tangga, entah Bee masih belum bisa move on dari cinta nya terdahulu atau apa tidak ada yang bisa menebak hati perempuan nan kian cantik dari hari ke hari.
"Maafkan aku tuan Akbar, aku hanya butuh waktu untuk menjawabnya....entahlah aku saja tidak tahu apa yang terjadi dengan hatiku saat ini" jawab Bee kembali menunduk.
"Aku akan menunggu jawabanmu.....andai saja kau menjawab iya sekarang, kita bisa menikah besok" ucap Akbar tersenyum.
Bee menatap Akbar dengan menautkan alisnya.
"Ayolah aku hanya bercanda....jangan tegang seperti itu Yas, tapi sungguh aku serius ingin menikahimu.....oh seandainya saja perempuan ini mau" ucap Akbar terkekeh sambil berjalan keluar.
Bee tersenyum mendengarnya, tidak dipungkiri memang Bee merasa Akbar adalah pria yang baik dan perhatian, sangat menyayangi keluarga nya tegas dalam pekerjaan dan tidak bertele-tela jika mengerjakan sesuatu.
Ada terbesit di hati Bee ingin menerima pinangan Akbar, namun hatinya begitu berat mengatakannya terlebih jika ia menyelam lebih dalam hatinya masih terikat pada satu pria yaitu Zayn saja bahkan sejak dulu, Zayn pria pertama cinta pertama pacar pertama suami pertama namun tidak selamanya, takdir memang tidak ada yang tahu. Mungkin saja takdir Bee bersama Akbar untuk terakhir kalinya belum ada yang bisa menebaknya namun Bee menghargai perasaan Akbar padanya hingga saat ini.
__ADS_1
Nenek Farida terbangun ia meraih tangan Bee dan memanggil nama perempuan yang tengah termenung itu.
"Yasmin...."
"Oh....apa nenek terbangun karena aku?" tanya Bee lembut.
Nenek Farida menggeleng pelan, ia menggenggam tangan Bee seperti ingin bicara sesuatu.
"Yasmin...."
"Iya nek aku disini, tenanglah....."
"Yas, nenek sudah sangat tua dan sakit-sakitan pula nenek sangat menyayangi kedua cucu nenek karena hanya mereka yang nenek punya disini, sayang......bisakah kau menerima cucu nenek yang nakal itu? Akbar mencintaimu Yas, nenek tidak pernah melihatnya jatuh cinta pada wanita selama nenek membesarkannya hingga saat kau datang, lihatlah dia menjadi pria yang hangat sekarang pandai bercanda dan tidak kaku lagi seperti dulu. Kehadiranmu mengubah cucuku sayang"
Bee masih diam, ia tidak membantah.
"Yasmin, nenek sangat berharap kau mau menjadi istri Akbar, dia akan membahagiakan mu nak....nenek sama sekali tidak keberatan dengan status janda mu, nenek ingin kau menjadi cucu menantu nenek bukan lagi sebagai perawat yang kami gaji"
Bee masih bungkam, namun matanya sudah mengeluarkan cairan bening yang sejak tadi ia tahan, sungguh Bee tidak sanggup menolak jika nenek Farida sudah bicara seperti ini terlebih Bee melihat jelas raut nenek itu yang serius menginginkannya.
"Nek....aku bukan tidak mau, aku hanya merasa tidak layak saja, tuan Akbar masih lajang dia pria baik dan sukses, tuan Akbar tidak pantas mendapatkan seorang janda miskin seperti aku ini" ucap Bee membalas genggaman tangan nenek Farida.
"Dia menginginkan mu Yasmin, kau perempuan terpilih yang mampu membuka pintu hati pria itu selama ini....Akbar akan membahagiakanmu sayang, jangan lihat masa lalu Yas.....sudah saatnya kau bahagia bersama masa depanmu sayang, luka itu akan sembuh jika kau mengizinkan seseorang untuk mengobatinya"
Bee lagi-lagi terdiam dalam tangisnya, ia membenarkan semua ucapan nenek Farida terlebih tentang jika ia mengizinkan Akbar untuk mengobati luka masa lalunya maka luka itu akan sembuh, iya tentu saja sembuh karena tidak ada luka yang abadi jika kita mau membuka hati. Bee menjadi tahu sekarang permasalahan hatinya saat ini setelah nenek Farida memberikan ia nasihat.
"Benar.....luka itu akan sembuh jika aku mengizinkan seseorang untuk mengobatinya, itulah yang menjadi masalah hatiku selama ini bukan karena tidak bisa move on namun karena luka itu tidak ada yang menutupnya" gumam Bee dalam pikirannya.
"Yasmin.....nenek tidak mau memaksamu sayang, namun sebagai orangtua nenek menyanyangimu dan ingin yang terbaik untuk mu sayang apa kau tidak mau bahagia? Sudah saatnya kau mendapatkan pendamping hidup yang akan melindungi dan menafkahimu jadi tidak perlu bekerja lagi kau bisa membina masa depan yang lebih baik lagi, jika tidak mulai dari sekarang kapan lagi Yasmin? Cinta itu akan hadir seiring waktu percaya pada nenek"
Lagi-lagi Bee tidak menyangkalnya, ia membenarkan semua ucapan nenek Farida yang tentu sudah sangat berpengalaman dalam hidup.
Bee menangis memeluk nenek Farida, entah mungkin karena merasa terbuka pikiran dan hatinya mendengar orang tua itu memberinya nasihat.
Bee mengangguk menatap nenek Farida, ia pun tidak tahu kenapa ia melakukan itu.
"Yasmin apa arti dari anggukan mu ini sayang?" tanya nenek Farida bersemangat bahkan nenek tua itu merasa sehat dan kuat untuk duduk, Bee terkejut segera membantu nenek itu untuk duduk bersandar pada kepala ranjang.
"Akbar....." pekik nenek Farida.
__ADS_1
"Nenek?" tanya Bee bingung dengan raut bahagia nenek Farida.
"Akbar.....kemana kau pria nakal? Ayo cepat masuk jika tidak Yasmin akan berubah pikiran" pekik nenek Farida kembali dengan semangatnya.
Bee tidak menyangka hanya dengan anggukan saja membuat nenek itu tampak sehat dan bahagia, sungguh ia tidak bisa menarik ulur lagi anggukan kepalanya.
Akbar masuk kesana dengan raut bingung.
"Ada apa nenek teriak-teriak nanti tambah sakit, aku sedang menelepon di luar? Kenapa nenek tampak sehat sekarang?" tanya Akbar bingung.
"Dasar pria bodoh, nenek berhasil membuat wanita ini menerima mu Akbar, kemana saja kau....Yasmin menerima mu kau dengar itu?"
Bee masih mematung disana, ia sungguh tidak menyangka ini terjadi.
"Apa nek? Menerima apa?"
"Menerima kau sebagai calon suaminya bodoh, Yasmin mau Akbar, dia mengangguk dan menerima pinanganmu" ucap nenek bersemangat.
"Apa?" tanya pria itu syok sambil melirik Bee disampingnya.
"Yasmin? Apa nenek bercanda?" tanya Akbar memastikan.
Bee hanya bisa mengangguk lagi, ia tidak tahu harus bilang apa sekarang ia pun bingung.
"Yasmin jangan hanya mengangguk, aku belum puas jika tidak kau bilang dari bibir mu apa benar yang di ucapkan nenek? Atau kalian hanya mengerjaiku saja?"
"Iya tuan Akbar.....aku aku aku mau menjadi istrimu" ucap Bee terbata, meski ragu ia tetap mengatakannya.
#######
jreng jreng jreng
bonus weekend
siap-siap potek hatinya daddy Zayn jika tahu ini terjadi, aduh......gimana yaa lanjut ga ini pemirsahhhhhh?
judul part ini "di singapura ada yg berbunga, di indonesia ada yang masih menunggu, aduh......berat"
dukung terus, stay tune love u all.....
__ADS_1