Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 57


__ADS_3

Bee terkejut dari lamunannya ketika pintu mobil dibagiannya dibuka oleh Zayn yang sudah menggendong putra mereka Rayyan yang tersenyum melihat mommy nya yang tampak bingung.


"Apa kau tidak mau keluar? kau melamun saja sejak tadi bahkan kau tidak keluar mobil hingga sekarang" tanya Zayn heran sambil geleng kepala sambil menyerahkan Rayyan dipangkuan mantan istrinya itu.


Bee menelan ludah, ia pun masih bingung lalu wajahnya memerah merasa malu "Apa aku hanya berhayal? yang tadi itu bukan nyata? astaga....ini memalukan" gumam Bee menggigit bibir bawahnya sambil memeluk Rayyan.


Bee menatap Zayn yang sudah berjalan menjauh ingin masuk ke rumah, ia pun keluar mobil menggendong putranya menyusul langkah lelaki itu, Bee sungguh malu dengan apa yang ia bayangkan tadi bagaimana ia bisa berhayal mencium bibir Zayn dengan liarnya, satu tangannya ia gunakan memegang pipinya yang terasa panas dingin, Rayyan melihat wajah mommy nya yang masih kebingungan lalu anak lelaki itu mencium pipinya hingga Bee tersadar kembali.


"Ah sayang...." ucap Bee membalas ciuman putranya.


Kembali Bee memeluk Rayyan dengan erat, ia masih ingin menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat karena begitu malu.


"Bee.....kau bisa pulang dengan sopir saja, maaf aku tidak bisa mengantarmu, aku sudah ditunggu di rumah sakit" ucap Zayn setelah berganti pakaian.


Bee hanya mengangguk, ia masih malu menatap pria itu.


"Sayang....jangan menyusahkan mommy mu oke, love u" ucap Zayn pada Rayyan sambil mencium gemas pipi anaknya.


Namun siapa sangka kata love you yang diucapkan oleh Zayn pada Rayyan ternyata mempengaruhi Bee yang mendengarnya dengan tersipu malu seakan kata itu tertuju padanya, lagi-lagi Bee merona dibuatnya.


"Bee....kenapa wajahmu merah? kau diam saja sejak tadi, apa kau kepanasan? istirahatlah dahulu, kau bisa minta minum pada pelayan" tanya Zayn kembali heran.


"Tidak....aku tidak GR, enak saja aku baik-baik saja, aku juga tidak sedang malu padamu" jawab Bee cepat.


Zayn mengernyit heran dengan jawaban yang sama sekali tidak nyambung dari bibir Bee membuat Zayn ingin tertawa.


"Bee.....aku rasa kau kurang minum jadi kurang fokus pada pertanyaanku, baiklah aku tidak bisa lama, istirahatlah dulu Rayyan juga belum tidur siang ajaklah dia ke kamar" ucap Zayn lagi sebelum meninggalkan Bee yang menatapnya kesal.


Bee memukul keningnya sendiri "Aku lapar.....sepertinya aku mulai gila sekarang, kenapa keadaan jadi berbalik seperti ini, bukankah dulu dia yang tergila-gila padaku" gumam Bee pada dirinya sendiri, lalu ia memutuskan mengajak Rayyan ke kamarnya.


Bee baru pertama kali masuk ke kamar Rayyan sejak hubungan mereka membaik, perempuan ini kembali merasa sedih ketika melihat begitu banyak photo nya bersama Zayn yang masih terpajang di beberapa sudut ruangan, photo transformasi Rayyan sejak bayi hingga sekarang yang tidak pernah lepas dari pelukan daddy nya, Bee menangis melihatnya.


"Bagaimana bisa aku memisahkan Zayn dari Rayyan jika kedekatan mereka seperti ini? lalu bagaimana pula aku bisa berpisah dari putra ku lagi jika aku kembali meninggalkannya bersama Zayn disini, ya ampun sungguh aku tidak mau" Bee menatap Rayyan yang bermain di atas ranjang.


"Apa tidak terlambat jika aku menolak Akbar sekarang? pria itu baik dan nenek Farida?....ya Allah....aku tidak bisa menyakiti mereka" gumam Bee lagi sambil menatap cincin di jari manisnya.


"Tapi Rayyan juga butuh aku, butuh daddy nya....butuh kami berdua, karena tumbuh dalam keluarga yang terpisah itu tidak enak, ini sungguh membuatku pusing, ini semua karena aku terburu-buru mengambil keputusan, sekarang aku tidak bisa mundur....seandainya aku tahu Zayn mencariku waktu itu, salah pria itu juga kenapa tidak bisa menemukan alamat ayahku, seharusnya dia mencariku sampai ke ujung dunia sekalipun, Zayn.....kau membuatku gila" Bee mengoceh sambil berbaring disamping putranya.


******


Malam harinya Bee kembali ke rumah sakit, ia tidak bisa meninggalkan nenek Farida yang sudah ia anggap neneknya sendiri, Akbar setia mendampinginya sedang Erina pulang untuk beristirahat.


Bee berniat ingin membicarakan hubungannya dengan pria itu, namun urung ketika mendapat perlakuan manis dan kata cinta yang tulus dari Akbar, Bee tidak sanggup jika menolaknya sekarang terlebih mereka telah menyiapkan rencana pernikahan dengan matang, sungguh pilihan sulit bagi janda cantik satu ini, berada di antara dua hati dari dua pria yang sama-sama sempurna di matanya, hanya rasa cinta saja yang membedakan, Bee juga berada di pilihan antara putra yang baru satu bulan ini bertemu dengannya dan nenek Farida yang sudah sangat baik selama ini terlebih nenek itu sedang sakit sekarang.


Akbar mendapat telepon dari Erina bahwa mobil yang ia kendarai tengah pecah ban, jadi mau tidak mau Akbar harus menyusul dan membantunya hingga ia kembali meninggalkan calon istrinya untuk menjaga nenek Farida.


"Sayang maaf....aku harus menyusul Erina, kasihan dia"


"Tidak apa-apa, biar aku yang menjaga nenek disini pergilah....." jawab Bee mengiyakan ucapan Akbar.

__ADS_1


"Baiklah....jaga nenek untukku, aku janji tidak akan lama" ucap Akbar lagi.


Bee hanya mengangguk "Berhati-hatilah mengemudi Akbar"


Tidak berselang lama nenek Farida bangun, ia memanggil Bee agar mendekat.


"Nenek mau sesuatu? mau makan apa?" tanya Bee lembut.


"Sayang kapan Zayn kesini? nenek perlu bicara dengannya" ucap nenek Farida tiba-tiba, ia tampak sesak dan lemah.


"Zayn sedang dalam perjalanan dengan bibi Rebecca nek, kata bibi dia memasak makanan kesukaan nenek untuk malam ini" jawab Bee tersenyum.


"Nenek tidak tahu apa nenek bisa bangun lagi untuk besok, nenek sangat ingin makan masakan Rebecca malam ini, kenapa mereka lama sekali? Akbar mana?"


"Akbar sedang menyusul Erina ban mobilnya kempes, jangan berkata yang tidak-tidak nenek akan sembuh dan bisa makan masakan bibi sepuasnya nanti" usap Bee pada tangan yang kian dimakan usia itu.


"Yasmin....jika terjadi sesuatu pada nenek, apa kau akan meninggalkan Akbar?" tanya nenek Farida lagi dengan serius.


"Nek....nenek bicara apa?"


"Bisakah kau mencintai cucuku seperti kau mencintai Zayn nantinya Yasmin?"


Bee terdiam, ia tidak bisa menjawabnya.


"Nenek hanya tidak ingin Akbar kecewa, dia mencintaimu...kau satu-satunya wanita yang mampu membuatnya jatuh cinta Yasmin, berjanjilah jika terjadi sesuatu pada nenek nanti kalian akan tetap menikah"


Bee masih bungkam, ia tidak ingin berjanji lagi pada siapa pun terlebih Bee sudah merasa sulit sendiri ketika terlibat perjanjian dengan mendiang Kasih terdahulu yang membuat hubungannya dengan Zayn menjadi terpisah.


"Tidak tahu firasat nenek jadi tidak enak sejak tahu kau dan Zayn mantan suami istri, nenek berpikir tidak ingin memaksa mu namun nenek juga tidak bisa melihat Akbar kecewa, Yasmin....berjanjilah"


"Maafkan aku nek....aku tidak bisa berjanji untuk takdir yang tidak bisa kita prediksi, aku sudah tidak ingin melakukan perjanjian pada siapapun sekarang nek, aku hancur karena sebuah perjanjian dulunya aku tidak ingin mengulanginya....maafkan aku, nenek jangan berpikir terlalu jauh, kami akan menikah aku dan Zayn sudah berakhir nek....percayalah aku akan melakukan yang terbaik tapi tidak dengan perjanjian apapun"


"Yasmin.....nenek menyayangimu" jawab nenek meraih Bee dan memeluknya.


Pintu terbuka menampilkan Zayn dan mamanya yang membawa kotak makanan yang ia janjikan.


"Ada apa ini? apa bibi sakit lagi? apa yang bibi rasakan?" tanya mama Zayn cemas melihat nenek Farida yang tampat sesak dan kian lemah terlebih Bee sedang mengatur posisi baringnya sekarang.


"Rebecca...kau membawa makanan pesananku?"


"Iya bi....tenanglah bibi membuatku cemas, bibi ingin makan sekarang?" tanya mama Zayn lagi sambil mendekat.


Bee tidak ingin mengganggu mereka, ia duduk di sofa tepat disamping Zayn yang tengah sibuk dengan ponselnya, perempuan ini melirik Zayn sedang melakukan apa dengan ponsel itu, dan ia menggigit bibir bawah setelah sekilas membaca nama perempuan yang tengah chat bersama Zayn.


"Hei....kenapa kau mengintip?" tanya Zayn.


"Tidak...." jawab Bee singkat sambil berpaling.


Kemudian hening, mama Zayn hanya bisa menatap sendu Zayn dan Bee sambil menyuapi nenek Farida, perempuan paruh baya itu sangat menyayangkan kisah putranya dan Bee berakhir seperti ini, sungguh ia sangat bahagia jika saja Zayn dan Bee sepasang suami istri sekarang, mereka terlihat serasi dan menggemaskan sebagai pasangan muda yang tampan dan cantik, namun ia masih bersyukur hubungan mereka baik bahkan akan menjadi keluarga tidak lama lagi.

__ADS_1


Nenek Farida menjadi kian sesak, Zayn memeriksanya namun dihentikan oleh tangan tua itu.


"Zayn....nenek ingin bicara padamu"


"Nenek sedang sesak, tenangkan dulu jangan terburu-buru aku disini mendengar nenek ingin bicara apa?" tanya Zayn lembut.


Bee dan mama Zayn tampak cemas karena nenek Farida tampak berbeda sekarang, kian sesak dan pucat padahal baru selesai makan.


Nenek Farida memegang tangan Zayn "Sayang....kau juga cucu nenek, nenek menyayangimu sama seperti Akbar dan Erina, maukah kau berjanji sesuatu pada nenek?"


"Nenek ini bicara apa? aku tidak mengerti, istirahatlah dahulu atur napas dan tenangkan diri nenek oke..." Zayn mencoba menenangkan, sedang Bee sudah bisa menebak arah pembicaraan nenek itu.


"Tidak Zayn, nenek merasa jika nenek sudah sangat tua mana tahu tidak akan berumur panjang lagi, nenek minta padamu tentang kebahagiaan Akbar nak..."


"Nenek ayolah jangan bicara seperti ini"


"Zayn....berjanjilah jika terjadi sesuatu pada nenek kau tidak akan mengacaukan pernikahan Akbar dan Yasmin"


"Nek....?" tanya Zayn bingung, ia menatap Bee yang sudah menangis sambil memalingkan wajah.


"Zayn...nenek tahu kau hanya menghormati nenek tua ini saja jika tidak mungkin kau sudah merebut kembali Yasmin dari lelaki manapun termasuk saudaramu sendiri Akbar, nenek minta padamu jangan lakukan itu Zayn, jangan rebut Yasmin dari Akbar jika nenek telah tiada"


"Nek....apa yang nenek bicarakan? merebut apa? aku sama sekali tidak berniat seperti itu" jawab Zayn.


"Sayang berjanjilah pada nenek, jika kau tidak akan mengacaukan hubungan Yasmin dan Akbar, kau tidak akan merebut Yasmin darinya, berjanjilah Zayn" ucap nenek Farida serius di sela sesaknya.


Zayn menatap Bee, dan perempuan itu menggeleng seakan memberi isyarat untuk tidak berjanji apapun.


"Nenek percaya padaku tidak? aku tidak akan mencampuri hubungan mereka nek, aku sudah ikhlas sekarang, mereka saudaraku....jadi nenek jangan pikirkan itu oke, ayo nenek butuh istirahat jangan banyak bicara dulu" Zayn kembali menenangkan.


Bee dan mamanya hanya bisa menangis dengan percakapan itu.


"Tidak sebelum kau berjanji pada nenek untuk satu hal itu"


"Nek...." ucap Zayn frustasi.


"Ayo Zayn....nenek akan mati sia-sia, berjanjilah kau tidak akan merebut Yasmin dari saudaramu" desak nenek Farida.


Bee menggeleng lagi menatap Zayn, lelaki itu menarik napas dalam kemudian mengangguk pada nenek Farida.


"Aku berjanji nek" jawab Zayn singkat dengan mata berkaca-kaca setelah sekilas melirik Bee yang terus menggeleng tidak boleh.


"Nenek senang mendengarnya, nenek akan tidur dengan tenang malam ini, nenek mendoakan semua yang terbaik untuk kalian, kau akan mendapatkan jodoh yang lebih baik lagi Zayn, biarkan Akbar bahagia bersama Yasmin" ucap nenek tersenyum puas.


"Kau benar-benar jahat Zayn" gumam Bee dalam hatinya yang kian menangis, seakan peluang untuk kembali bersama pun kian diperkecil.


######


kok gitu sih nenek Farida, 11 12 ni sama neneknya Zayn yang dulu bikin mereka terjebak dengan Kasih, lah sekarang akbar.

__ADS_1


bingung authornya. apalagi readers kalo gini.


ga papa lah ya yang penting di lanjut aja dulu.


__ADS_2