
Berjalan menyusuri koridor berpegangan tangan dan mengumbar senyum manis dari keduanya, sesekali Zayn mengecup punggung tangan istrinya dengan sayang, membuat Bee menunduk malu sebab mereka berada di rumah sakit sekarang.
Bee ikut ke rumah sakit karena ingin bersilaturrahmi dengan teman-teman sejawatnya dulu, membawa oleh-oleh dari pulang berbulan madu. Perempuan ini merindukan suasana rumah sakit tempatnya bekerja dulu, banyak kenangan tercipta disana dimana awal pertemuannya dengan Zayn setelah lima tahun tidak bersua, menjadi awal dari terciptanya kembali hubungan yang telah lama usai, menikah diam-diam menjadi istri kedua, berhenti bekerja karena tidak ingin kehamilannya diketahui hingga perpisahan pun kembali terjadi. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan bagi mantan perawat tercantik ruang Anggrek ini.
Namun sekarang semuanya seakan tak berarti lagi, bahagia kembali menghampirinya dengan pria yang sama, pria yang pernah menjadikannya yang kedua tapi tidak sekarang Bee lah satu-satunya perempuan yang menguasai lelaki itu mungkin hingga nanti.
"Zayn" panggil dokter Rossa yang tidak sengaja melintasi mereka.
"Ada apa?" tanya Zayn malas.
"Ck.....apa kau mau pamer istri baru disini? Ayo rapatnya akan dimulai bodoh" ucap dokter Rossa terkekeh geli melihat Zayn tidak melepas istrinya barang sebentar.
"Sayang....kau bisa temui teman-temanmu sendiri? Maaf aku harus ikut rapat, tidak akan lama oke...." ucap Zayn pada Bee yang terus tersenyum disampingnya.
"Baiklah....aku bisa sendiri" jawab Bee mengangguk.
"Bee.....mana oleh-oleh ku?" pinta dokter Rossa seraya bercanda.
"Oh maaf....aku lupa dokter" jawab Bee terkekeh, ia memberikan satu souvenir dari kantong yang dibawanya.
"Zayn....jangan pamer kemesraan disini, kau kira kau sendiri yang pengantin baru, aku juga masih pengantin baru" ucap Rossa kesal melihat Zayn mencium puncak kepala istrinya dengan mesra.
Bee menyadari itu hanya bisa mencubit lengan Zayn sambil geleng kepala.
"Baiklah aku tunggu di Anggrek saja" ucap Bee pada suaminya.
Zayn mengangguk, mereka berpisah dimana Zayn dan Rossa berjalan beriringan sambil bercanda tentang kehebohan hubungannya dengan Bee yang berhasil menarik perhatian publik rumah sakit mereka bekerja.
*****
"Bee" panggil Dina heboh ketika menyadari temannya datang menghampiri pekerjaan mereka pagi ini.
Mereka berpelukan, semua mendapatkan oleh-oleh dan makanan yang dibawa Bee kesana.
Mengobrol ringan dan bercanda di sela kesibukan para perawat yang menjalankan tanggung jawabnya pagi ini, Bee merasa iri ia merindukan pekerjaan yang sudah sangat lama ia tinggalkan, tetapi sayang sang suami tidak mengizinkannya bekerja kembali padahal ia sangat ingin kembali bergabung pada pekerjaan mulia itu.
Bee melihat Toni baru saja kembali dari kamar pasien, rasa kesalnya tiba-tiba muncul ketika mengingat bahwa Toni mengetahui bahwa Zayn mencarinya dulu pasca perceraian, namun pria itu tidak memberitahunya akan hal itu.
"Bee....kau datang? Hei kenapa menatapku seperti itu?" tanya Toni heran.
Bee menepuk lengan Toni dengan geram, ia menarik baju pria itu agar duduk di hadapannya.
"Ada apa Bee? Pengantin baru tidak baik mengamuk di pagi hari" ucap Toni tertawa.
__ADS_1
"Toni....kenapa kau tidak memberitahu ku soal Zayn yang kematian istrinya dan mencariku ketika aku pergi ke Singapura?" tanya Bee kesal.
"Hei nona, kenapa marah padaku, bukankah kau sendiri yang tidak boleh memberitahu siapapun jadi aku hanya menepati janjiku saja" jawab Toni polos.
"Huh...dasar tidak peka, seharusnya kau memberitahuku bodoh, sebab itu pula putraku tidak mendapatkan kasih sayang dari ku satu tahun setengah Toni....kau menyebalkan"
"Maafkan aku Bee.....memang benar dokter Zayn seperti ingin gila karena mencarimu, tapi aku tidak tahu hubungan kalian sejauh ini, lagipula salah dirimu sendiri yang menutupinya bukan, kau tidak bilang padaku kau punya anak Bee...aku kira Rayyan adalah anak dari mendiang istrinya dokter Zayn, jadi jangan salahkan aku...."
Bee terdiam, iya memang benar tidak ada yang tahu hubungannya dan Zayn adalah suami istri siri ketika itu, termasuk Toni ia hanya memberitahu bahwa jika Zayn mencarinya pria ini harus menyembunyikan kebenaran kepergiannya ke Singapura tanpa ada penjelasan lagi.
"Baiklah....sekarang kau sudah menjadi nyonya Zayn, apalagi yang kau marah padaku?" tanya Toni pun kesal.
"Kau benar, semua itu sudah berlalu Toni.....perjalanan kisahku sungguh panjang jika harus dijelaskan"
"Kau bahagia? Jodoh tidak akan kemana teman....sejauh apapun kau pergi pulang mu pada dokter Zayn juga" ucap Toni terkekeh.
"Kenapa bicara mu jadi benar Toni? Apa kau sudah jadi lelaki yang sesungguhnya sekarang?" ucap Bee menatap Toni penuh arti.
"Kenapa menatapku seperti itu? Kau membuatku takut Bee...baiklah mana oleh-olehku?"
*****
"Zayn....hentikan, bagaimana jika ada yang masuk?"
"Biar saja, kita tidak sedang diam-diam lagi Bee" ucap Zayn terkekeh, ia masih mencium bibir istrinya gemas.
"Apa sekarang kau terpaksa?"
"Tidak sayang....kau bebas menciumku sekarang" jawab Bee tersenyum mengelus leher suaminya dengan sayang.
Mereka berciuman panjang, duduk dipangkuan Zayn dengan mesra, Bee sudah tidak canggung apalagi merasa was-was ketahuan sekarang, hubungan mereka resmi tidak ada yang ditutup-tutupi.
"Sayang....ayo pulang saja, kau juga sudah selesai bukan? kasihan Rayyan" ucap Bee membelai wajah Zayn yang menatapnya penuh cinta.
"Baiklah, ayo pulang" ajak Zayn, namun ia heran istrinya tidak bergeming.
Bee tersenyum dan menjatuhkan wajahnya diceruk leher lelaki itu. Membuat Zayn terbesit mengerjai istrinya, ia menggendong tubuh cantik itu seraya berdiri, bukan menggendong hingga keluar namun Zayn meletakkan Bee pada meja di hadapannya dan berlari meninggalkan perempuan yang sudah merasa GR tersebut.
"Zayn" pekik Bee kesal.
"Ayo katanya ingin pulang, kenapa masih disitu?" ucap Zayn terkekeh.
Bee menggigit bibir bawahnya geram, ia meraih tas dan turun dari meja dengan kesal menyusul langkah kaki suaminya yang sudah berjalan duluan meninggalkan ruangan.
__ADS_1
Zayn berhenti dan tersenyum lebar mengulurkan tangannya pada Bee yang berjalan menyusul, Bee ikut tersenyum menyambut tangan suaminya, saling menautkan jari Zayn mengecup punggung tangan istrinya lagi.
"Aku mencintaimu" ucap pria ini dengan berbinar.
"Aku akan mendengarnya setiap hari" jawab Bee terkekeh.
Mereka melanjutkan langkah beriringan menuju jalan pulang.
******
Di lain negara dan waktu, Yasmin yang sangat berterimakasih pada Akbar meski diangkat menjadi pelayan saja di rumah besar nan mewah tersebut, perempuan cantik nan pemberani ini tidak keberatan ia senang bisa mendapat tempat tinggal sekarang meski hanya jadi pembantu daripada harus menjadi budak bisnis oleh ayah tirinya.
Elsa merasa heran pada majikannya Akbar yang lagi-lagi terjebak pada perempuan cantik bernama Yasmin untuk yang kedua kalinya. Perempuan ini tidak terlalu suka pada Yasmin karena sikap Yasmin yang tidak tahu sopan santun, terlalu berani pada Akbar sekalipun, sangat berbeda dengan Yasmin yang ia kenal sebelumnya yang mampu membuat Akbar jatuh cinta.
"Huh....apa dia tidak pernah sekolah? sikapnya sungguh liar, tidak pantas berada disini meski jadi pelayan sekalipun" gumam Elsa kesal melihat Yasmin sedang bernyanyi riang gembira sambil mengelap kaca jendela ruang kerja Akbar.
"Hei nona Elsa, kenapa kau berdiri disana? apa kau sedang mengawasiku? tenanglah aku tidak akan mencuri apapun di sini" ucap Yasmin tersenyum miring melihat Elsa berdiri seperti sedang memantau pekerjaannya.
"Bagus jika kau menyadari itu, awas saja jika ada yang hilang berarti kau pelakunya" jawab Elsa dingin seraya berlalu dari sana.
"Kenapa wanita menyebalkan itu tidak menyukaiku? apa dia merasa kalah saing denganku? atau dia iri melihat ada pembantu yang cantik seperti ku? nona Elsa, nona Elsa.....pantas saja belum laku hingga sekarang" gumam Yasmin kesal menatap punggung Elsa yang menjauh.
Wanita ini meneruskan tarian dan nyanyiannya sambil membersihkan ruangan kerja Akbar, sampai pada suara dan tariannya berhenti ketika matanya menangkap sebuah lukisan yang berada di dinding yang hampir tertutup gorden.
Yasmin mendekat, ia menatap lekat sketsa wajah cantik perempuan berhijab yang ada di lukisan, Yasmin menyentuhnya dengan senyum dan kagum ia mengernyit heran ketika melihat sebuah tulisan dibawahnya 'My Yasmin'.
"Yasmin? apa wanita ini juga bernama Yasmin? Cantik....apa dia pacarnya tuan Akbar?" tanya Yasmin heran dalam hatinya.
"Jangan pernah menyentuh barang yang ada di sini selain pekerjaanmu" ucap seorang pria dibalik pintu dengan nada dingin.
Yasmin tersentak, ia berbalik badan dan melihat wajah Akbar terlihat tidak suka ketika ia menyentuh lukisan itu.
"Tuan Akbar? maaf aku tidak bermaksud...." ucapannya menggantung.
"Keluarlah jika sudah selesai, sudah ku peringatkan jangan sembarang menyentuh barang-barangku" Akbar menyela dengan nada marah.
Yasmin menelan ludah.
"Baik.....tapi ketahuilah, wanita di lukisan itu cantik sekali, apa kau melukisnya?"
"Keluar ku bilang" ucap Akbar lagi.
"Oke....oke....kenapa marah-marah hanya soal lukisan, apa dia pacarmu.....huh baik baik, aku akan keluar jangan menatapku seperti itu, kau menakutkan tuan Akbar" gumam Yasmin terkekeh mendapat tatapan tajam pria ini.
__ADS_1
#####
Diantara dua Yasmin. hi hi hi lanjut yaa pemirsah.