Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 29


__ADS_3

"Bee.....astaga aku merindukanmu sayang, kemana saja kau cuti? Kenapa kau cuti mendadak" ucap Dina memeluk temannya yang sudah lama tidak ia jumpai.


Bee hanya tersenyum sipu mendapat pertanyaan tersebut.


"Aku....aku cuti untuk berkunjung ke kota tempat ayah dan adik-adikku saja, aku juga merindukanmu Din....bagaimana selama aku tidak ada? Apa dokter Bayu masuk?" tanya Bee seraya menyelidik, sebab sejak gagal menikah Bee sudah tidak tahu kabar dan kemana dokter Bayu setelah itu.


"Kau tidak tahu? Dokter Bayu sudah tidak disini lagi, dari yang ku dengar mantan pacarmu yang gila itu pindah ke rumah sakit lain di kota sebelah"


"Benarkah?" Bee bernapas lega sekarang, sejak tahu Bayu memegang video tersebut membuat Bee kepikiran takut jika Bayu bisa saja menyebarkannya di rumah sakit ini karena sakit hati, namun hingga sekarang tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari kasus video tersebut, itu artinya Bayu masih punya hati untuk tidak menyebarkannya sebelum pindah ke rumah sakit lain.


"Bee kau tidak apa-apa?" tanya Dina heran karena Bee lama termenung.


"Ah tidak....aku baik-baik saja sekarang, bahkan sangat baik Din...."


"Syukurlah, aku pikir kau belum pulih dari sakit hati gagal menikah dengan dokter brengsek itu, aku masih tidak habis pikir dengan tamparannya di wajahmu waktu itu Bee"


"Astaga Dina....jangan mengingatkan aku tentang itu lagi, pipiku ngilu mengingatnya" kesal Bee, namun percakapan mereka tidak sengaja di dengar oleh Zayn yang baru saja datang ke ruang Anggrek untuk melakukan visit pasien-pasiennya.


"Pipimu kenapa bisa ngilu?" tanya Zayn yang langsung tertarik percakapan itu.


Dina berdiri menunduk.


"Selamat pagi dokter Zayn, ah ini pipi temanku ini pernah mendapat sebuah tamparan keras dari mantan pacarnya yang gagal menikahinya tempo hari, jahat bukan? Untung saja dokter Bayu sudah pindah, kasihan sekali Bee pipinya sampai memar waktu itu" jawab Dina panjang lebar, gadis ini sengaja memberitahu Zayn tentang hal ini, ia pikir itu juga akibat ulahnya Zayn yang juga berada dalam video tersebut.


Bee membesarkan mata menatap Dina kesal, bagaimana temannya ini begitu lancar mengatakan itu pada suaminya.


Zayn melirik Bee tajam seakan minta penjelasan membuat Bee ciut, perempuan itu hanya bisa menggigit bibir bawahnya seraya menunduk.


"Baiklah Dina, terimakasih informasinya....aku ingin visit ditemani temanmu ini boleh?" tanya Zayn pada Dina dengan nada menyindir.


"Tentu saja dokter, bukankah dokter memang tidak mau ditemani siapapun selain temanku ini" jawab Dina sambil tersenyum.


*****


Zayn visit ditemani istrinya seperti biasa, mereka profesional jika di hadapan pasien.


"Aku tunggu penjelasan tentang yang tadi kalian bicarakan di ruang dokter, sekalian map pasiennya" ucap Zayn dengan nada dingin.


Bee hanya mengangguk saja dan Zayn segera berlalu ke ruang dokter.

__ADS_1


"Astaga....ini semua karena Dina, temanku ini memang bocor" gerutu Bee yang segera menyiapkan map pasien yang diminta oleh dokter yang sudah menjadi suaminya dalam diam tersebut.


Bee mengetuk pintu ruangan Zayn, ia masuk perlahan dengan hati dag dig dug cemas bagaimana ia harus menjelaskan tentang hal tersebut, selama pacaran dengan Zayn tidak pernah ia mendapat perlakuan kasar dari lelaki ini bahkan hanya kata kasar pun tidak pernah apalagi mendapat perlakuan fisik yang menyakitkan.


Zayn melihat istrinya masuk, segera ia berdiri menghampiri perempuan yang ia cintai itu seraya mengunci pintu yang sudah dipastikan hanya mereka berdua didalam sana.


"Sayang...." rayu Bee ketika mendapati wajah dingin Zayn menatapnya.


"Kenapa kau tidak bilang jika pria itu menyakitimu?" tanya Zayn tanpa basa basi sambil tangannya membelai pipi cantik milik Bee.


"Itu sudah berlalu Zayn, aku tidak ingin mengingatnya lagi, itu terjadi ketika dia membatalkan pernikahan kami, aku juga tidak tahu kenapa bisa dia menamparku, selama ini ku tahu dia pria baik...." jawab Bee menunduk.


Zayn memejamkan matanya geram, tangannya mengepal kuat karena kesal kenapa baru sekarang ia tahu perbuatan Bayu yang sudah berani menyakiti fisik pemilik hatinya ini.


"Astaga....kenapa kau tidak memberitahuku, jika aku tahu lebih awal mungkin sudah ku bunuh pria gila itu" kesal Zayn.


"Sudahlah....ini juga sudah berlalu, semua itu juga karena mu" jawab Bee sekenanya.


"Maksudmu?"


"Iya....dia marah dan membatalkan pernikahan kami karena video kita waktu itu Zayn"


"Huh....apa kau benar tidak tahu tentang video kita di ruang ini?" Zayn kembali menggeleng.


Bee menceritakan tentang video dan bagaimana bisa Bayu menamparnya waktu itu membuat Zayn terdiam, ia langsung teringat akan Kasih yang dengan mudahnya membuat Bayu membatalkan pernikahan dengan perempuan yang mereka perebutkan, sekarang lelaki ini baru mengerti setelah mencerna apa yang sebenarnya terjadi, Zayn menyimpulkan bahwa Kasihlah yang memberikan video itu pada Bayu hingga rivalnya tersebut marah besar dan membatalkan menikahi Bee waktu itu menyebabkan tamparan melayang di pipi istrinya.


"Sayang" panggil Bee pada suaminya yang lama terdiam akan cerita yang ia jabarkan.


Zayn memeluknya erat, lelaki ini ingin sekali meminta maaf dan mengaku bahwa secara tidak langsung ia juga terlibat dalam hal ini.


"Maafkan aku....seharusnya aku menjagamu" hanya ini yang mampu Zayn ucapkan. Ia tidak bisa jujur untuk sekarang, pria ini takut Bee membencinya karena sejatinya dialah yang menyebabkan batalnya pernikahan Bayu dan Bee.


"Sudahlah ini juga sudah berlalu....aku sudah ikhlas, selain kami tidak berjodoh mungkin hikmahnya aku harus bersyukur tidak jadi menikah dengan lelaki yang tega main tangan dengan perempuan" Jawab Bee membalas pelukan suaminya tak kalah erat.


Zayn menatap wajah istrinya dalam, sungguh ia tidak bisa memaafkan apa yang telah Bayu lakukan pada Bee, menyakiti seorang perempuan adalah hal yang sangat buruk bagi seorang lelaki.


"Kenapa menatapku seperti itu, sudah sekarang kau sudah tahu alasan mas Bayu melakukan itu padaku, oke mari kita lupakan...bisa kau melepasku? Map pasien menunggumu" ucap Bee dengan senyum manis setelah memberi kecupan singkat di bibir suaminya.


Zayn tersenyum, bukannya melepaskan tangan yang melingkari tubuh Bee, pria ini malah mempereratnya dan membalas kecupan istrinya lebih dalam, Bee menerimanya dengan sayang, mereka sejenak terlarut dalam sebuah ciuman yang menyalurkan perasaan cinta keduanya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu...aku tidak akan menyakitimu Bee" ucap Zayn mengusap bibir istrinya lembut.


"Aku percaya padamu.... Ayo aku tidak bisa berlama-lama disini"


"Huh....ini menyebalkan, aku ingin kau tetap disampingku, biar saja mereka yang menangani pasien-pasien" jawab Zayn enteng.


"Tidak bisa seperti itu, kita bisa kembali bersama ketika dirumah bukan? ayolah cepat selesaikan resepnya.


Zayn hanya menghela napas kasar, ia kembali duduk di kursinya, Bee mengikutinya. Selama Zayn menulis resep, Bee terus menatap wajah suaminya sambil tersenyum, perempuan itu bahagia bisa menjadi istri Zayn yang ia cintai terlepas apapun alasan mereka bisa sampai bersama.


Bee akan keluar dari ruangan itu karena Zayn telah menyelesaikan resepnya, dengan cepat ia menangkap tubuh istrinya.


" Zayn....ayolah aku mau keluar"


"Tidak secepat itu sayang" jawab Zayn menggoda.


Zayn duduk di atas meja, Pria ini menarik istrinya yang berdiri ingin keluar ruangan, tangannya meraih pinggang ramping Bee dan mengunci tubuh perempuan itu dengan melingkarkan kedua kakinya dipinggang Bee.


Bee menjadi kesal sekaligus enggan untuk berpisah jika Zayn bersikap seperti ini, seakan mereka kekurangan waktu untuk berdua.


Bee tersenyum, ia meraih rahang suaminya dengan gemas. Mereka kembali berciuman lama dan semakin dalam, tangan Zayn mulai tidak bisa dikondisikan, Bee tidak menolak mereka sama-sama terlena akan kemesraan itu, sampai pada sebuah ketukan pintu menghentikan aktivitas mereka.


Tok tok tok.


"Dokter Zayn.....apa kau di dalam?" ucap seseorang yang merupakan suara wanita.


"Kenapa pintunya di kunci?" gumam wanita tersebut ketika tidak mendapat jawaban dari dalam.


Bee dan Zayn sama-sama terkejut dan salah tingkah, dengan cepat Bee melepaskan diri dari suaminya.


"Bagaimana ini?" tanya Bee panik seraya berbisik.


Zayn hanya menghardikkan bahunya cuek, membuat istrinya kesal.


"Biar saja dia tahu" jawab Zayn enteng.


"Dasar pria gila" ucap Bee pelan namun kesal menepuk dada suaminya.


Namun Zayn masih saja mencuri ciuman di pipi istrinya dengan santai bahkan tangannya kembali menarik pinggang Bee mesra.

__ADS_1


Ketukan pintu itu masih saja berbunyi seakan mendesak minta di buka.


__ADS_2