Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 37


__ADS_3

Zayn datang menemui istri keduanya dengan wajah merah padam, ada kilatan amarah dimatanya ia datang membawa sebuah map ditangannya.


Bee yang tengah berada di kamarnya, perempuan ini sudah mulai merasakan mulas-mulas sejak semalam namun belum terlalu kuat, ia sudah mencoba menghubungi Zayn mengatakan bahwa ia seperti menerima tanda-tanda ingin melahirkan namun tidak mendapat jawaban dari pria itu, karena pada kebenarannya pesan Bee terlebih dahulu diketahui Kasih, tentu saja perempuan itu menghapusnya sebelum Zayn membaca.


Bee tersenyum ketika tahu bahwa suaminya berkunjung siang ini, memperbaiki penampilannya dan segera berjalan berniat menyambut kedatangan Zayn, namun tidak di duga bukan pelukan kerinduan yang ia dapat melainkan sebuah map dilemparkan di atas ranjang.


"Zayn?" ucap Bee terkejut.


"Kau benar-benar jahat padaku Bee, apa ini? kau melakukan perjanjian dengan Kasih sebelum menikah, memang benar aku terkesan memaksamu menikah denganku tapi aku mengira kau sudah menerimanya selama ini dan tidak menyimpan dendam padaku, ternyata aku salah...kau bahkan ingin segera bebas dariku dengan menukar suami dan anakmu sendiri, aku kecewa Bee...aku menikahimu ingin hidup denganmu selamanya tapi apa ini kau menyerahkan aku dan anak kita pada perempuan gila itu, jika kau marah padaku jangan seperti ini Bee....aku memang belum bisa seutuhnya hidup bersamamu karena aku pun terikat perjanjian bahwa aku tidak akan menceraikan Kasih namun aku bisa hidup denganmu selamanya, dan benar pula Kasih membantuku untuk mendapatkanmu dengan membatalkan rencana pernikahanmu dengan dokter Bayu, tapi aku tidak menyangka kau membalasnya dengan ini....." ucap Zayn dengan raut kecewa sekaligus marah.


"Sekarang aku menyadari bahwa kau tidak benar-benar menerimaku selama ini, aku kecewa padamu Bee.....kau ingin bebas dariku, sedang aku sedang berusaha ingin hidup bersamamu selamanya tanpa bayang Kasih lagi, tapi sekarang sia-sia......kau tidak menginginkan aku rupanya"


Bahkan pria itu seperti ingin menangis menagatakannya, Bee tercengang menatap Zayn ia tidak tahu bagaimana prianya ini mengetahui perjanjian itu, ia berpikir Kasih benar-benar ingin menghancurkannya sekarang bahkan belum melahirkan.


"Zayn dengarkan aku dulu.....semua ini ada alasannya, kak Kasih memaksaku Zayn, percaya padaku.....aku tidak berniat seperti ini" jawab Bee terbata, ia pun bingung ingin menjelaskannya dari mana, memang benar semula niatnya hanya menjalani perjanjian itu karena tidak memiliki pilihan lain dan ia pun ingin segera bebas dari kehidupan dua orang yang tidak pernah lepas dari takdirnya ini.


Zayn mengusap wajahnya kasar "Aku kecewa Bee......kau tidak menginginkan aku dan kau juga terpaksa mengandung hanya untuk cepat terbebas dariku dengan menyerahkan anak kita pada Kasih bukan? itu tertuang jelas Bee dalam map ini" ucap Zayn lagi seraya pergi meninggalkan Bee yang belum sempat menjelaskan seseluruhannya.


Perempuan ini menangis tergugu, ia menjatuhkan diri di lantai.


"Kau benar-benar jahat kak Kasih.....kau merampas segalanya dariku, kau akan mengambil anakku sekarang kau juga membuat Zayn membenciku, rencanamu berhasil kak Kasih, aku merugi sejak awal....kenapa kita harus bertemu dalam takdir ini, aku membenci kalian berdua, kalian sama jahatnya, aku sudah berusaha menghindari untuk tidak terlibat dalam kehidupan Zayn lagi, tapi suamimu sendiri yang mengejarku, kau menyeretku dalam pernikahan semu ini sekarang dengan mudahnya kalian merampas semua kebahagiaanku, kalian benar-benar jahat" gumam Bee tersedu-sedu.


Tiba-tiba ia merasa ada cairan mengalir dibetisnya, ia merasa mulas lagi dan lebih kuat dari sebelumnya.


"Astaga.....aku mau melahirkan"


"Zayn....." pekik Bee namun segera ia tersadar bahwa Zayn pasti telah pergi.


Bee berdiri dengan sisa tenaganya, airmata yang terus mengalir membuatnya merasa menjadi wanita yang paling menyedihkan sekarang, ia keluar kamar dan beruntung bi Sumi segera melihatnya.


"Nona?"


"Bi....sepertinya aku mau melahirkan, ketubanku sudah mulai merembes, bisa bibi panggilkan taksi"

__ADS_1


Bi Sumi mengangguk namun ia berhenti dan bertanya sejenak "Kenapa tidak kita hubungi saja tuan Zayn nona? bukankah baru saja dia dari sini mungkin belum jauh"


Bee menggeleng "Tidak perlu, ayo cepatlah sekalian tolong ambilkan tas peralatan bayi sudah ku siapkan di dalam kamarku, aku sudah lebih mulas sekarang" jawab Bee pelan.


Bibi itu segera menjalankan perintah majikannya tersebut, dalam perjalanan ke rumah sakit Bee mendapat panggilan dari madunya Kasih.


"Ada apa? kau senang sekarang kak Kasih? ketahuilah aku akan melahirkan sekarang, ini yang kau inginkan bukan? ayo segera akhiri ini aku sudah benar-benar lelah dengan permainanmu, ambil saja semuanya dariku jika perlu kau juga bisa membunuhku" jawab Bee dingin dengan nada putus asa, ia bahkan memejamkan matanya sambil menahan mulas yang kian mendera.


Bi Sumi, mengusap pinggang Bee lembut dan bersahaja demi mengurangi rasa nyeri perempuan yang menjadi majikannya itu yang seharusnya lebih baik di lakukan oleh sang ayah dari bayi, karena dukungan dan sentuhan sang suami lebih bisa mempercepat proses kelahiran.


Tanpa menunggu jawaban dari Kasih, Bee lebih dulu mematikan teleponnya, ia benar-benar lelah sengan semuanya.


"Sabar nona.....jangan stress, kau akan melahirkan kasihan bayimu jika ibunya stress kau bisa sulit persalinan nanti" bi Sumi menenangkan.


Bee hanya diam dan menahan rasa sakit pada pinggangnya yang kian terasa, ia hanya bisa menarik napas dalam dan menghembuskan pelan agar bisa mengontrol rasa nyerinya.


*****


Kasih merasa di untungkan karena sang mertua tengah berada di luar kota, jadi ia bebas bersandiwara melahirkan tanpa didampingi mertuanya.


Kasih mempersiapkan tas peralatan bayi, ia akan menyusul Bee ke rumah sakit dan berniat memberikan kabar bahwa ia melahirkan pada sang mertua setelah bayi Bee sudah ditangannya.


Zayn masih tidak mengetahui istrinya tengah berjuang ingin melahirkan putranya, pria ini frustasi dan tengah kacau memikirkan rasa kecewanya terhadap perempuan yang ia cintai namun tidak menginginkannya begitu pikir Zayn, pada kenyataannya Kasih sudah mempengaruhi pikiran Zayn dengan terus menyudutkan Bee dalam perjanjian itu.


Di rumah sakit, tepatnya di ruang bersalin Bee masih terus menangis hingga semua dua bidan yang menanganinya pun merasa frustasi karena sejak tadi Bee belum juga bisa meneran dengan benar.


"Ayolah nyonya anda harus bersemangat, kasihan bayimu jika kau masih tidak meneran dengan benar" ucap salah satu bidan memberikan semangat pada Bee yang masih stress memikirkan Zayn.


"Iya nona ayo jangan seperti ini, kasihan putramu terus berada di jalan lahir.....semangatlah semua masalah akan ada solusinya, jangan mengorbankan putramu yanh tidak bersalah" bi Sumi ikut menyemangati.


Bee masih saja menangis, ia merasa putus asa dan sedih tidak didampingi siapapun saat melahirkan, ia teringat dua adiknya dan suami yang baru saja marah padanya.


Seharusnya ia bahagia sekarang, didampingi Zayn dan keluarganya namun pada kenyataannya tidak Bee harus berjuang sendiri sekarang, bi Sumi dan bidan itu benar ia harus tetap bersemangat jika tidak ingin terjadi apa-apa pada putranya.

__ADS_1


Menarik napas dalam, berbekal pengetahuannya tentang teori meneran saat melahirkan Bee melakukannya saat rasa nyeri itu muncul, dan benar saja usahanya berhasil dan terdengar sebuah tangis melengking dari sang putra yang berhasil lahir selamat.


Entah bagaimana perasaannya saat ini, harus bahagia atau bersedih karena tentu saja Kasih perempuan yang membuat hidupnya terasa lebih malang itu telah berada di luar ruangan menunggu kelahiran putranya.


"Ya ampun putramu tampan sekali nyonya, selamat ya" ucap bidan itu setelah membersihkan tubuh dan memotong tali pusat si bayi ia letakkan di dada ibunya.


Air mata Bee kembali berderai, ia sungguh tidak ingin menyerahkan makhluk mungil itu pada siapa pun sekarang setelah kulit mereka saling bersentuhan, dimana sang putra dengan lucu mencari ****** susunya sambil menganga.


"Bagaimana bisa aku menyerahkan putraku, aku tidak mau.....Zayn tolong aku, aku tidak mau seperti ini" gumam Bee dalam hati, perasaannya tiba-tiba berubah saat bertatap muka dengan bayi laki-laki bermanik cokelat sama persis seperti bola matanya.


Tanpa sepengetahuan Bee ternyata bi Sumi menghubungi tuannya mengabarkan bahwa istrinya telah melahirkan dengan selamat.


Zayn kalang kabut, ia sungguh menyesali pertengkarannya dengan Bee tadi siang yang menyebabkan ia tidak mengetahui keadaan Bee yang sebenarnya, segera ia menyusul ke rumah sakit dengan mengemudi kencang, sampai disana ia heran bahwa Kasih sudah berada disana lebih dulu, kembali pikiran negatifnya menghampiri bahwa ia yakin Bee memang sudah siap untuk menyerahkan bayinya pada Kasih terbukti perempuan itu lebih memilih mengabari Kasih lebih dulu daripadanya sendiri yang suami sekaligus ayah dari si bayi.


"Zayn kau sudah datang?" tanya Kasih santai.


Zayn hanya diam.


"Hei....putra kita telah lahir sayang, aku akan mengabari mama sebentar lagi...." ucap Kasih lagi sambil tersenyum puas.


Tidak lama seorang bidan menggendong bayi itu dari ruang bersalin ingin menuju ruang khusus penyinaran bayi agar lebih hangat sebelum diberikan pada ibunya.


"Maaf apa itu bayiku? maksudku bayi nyonya bernama Bunga Yasmin?" tanya Zayn memastikan.


"Iya tuan...apa tuan suami nyonya Yasmin? putramu akan disinari sebentar sebelum diserahkan pada ibunya"


"Boleh aku menggendongnya? aku akan mengazaninya sebentar" jawab Zayn berbinar.


Bidan itu mengangguk dan menyerahkan bayi mungil tersebut ke gendongan Zayn dan mengarahkannya pada sebuah ruangan khusus tempat bayi itu akan di sinari.


Kasih melihat jelas raut bahagia Zayn akan bayi itu.


"Rencanaku tepat sekali, bayi itu memang penyelamat hidupku....Zayn tidak akan meninggalkanku jika aku menerima dan merawat bayinya dengan baik, apalagi mertuaku yang cerewet itu pasti tidak bisa berkutik jika tetap menganggap akulah ibu dari bayimu Bee....kasihan sekali Bee yang malang" gumam Kasih melihat punggung Zayn menjauh.

__ADS_1


*****


lanjut yaaaa


__ADS_2