
Bee pulang dijemput suaminya dengan raut lesu tidak bergairah, membuat Zayn heran dan meyakini bahwa istrinya sedang tidak baik-baik saja sekarang, pria ini meraba kening Bee namun tidak merasakan apapun, karena memang Bee tidaklah demam.
"Sayang...kau tidak demam tapi kenapa kau tampak lesu dan pucat, hei apa kau baik-baik saja? sayang bicaralah apa yang kau rasakan?" tanya Zayn cemas melihat Bee yang hanya menyandarkan kepalanya di bangku samping kemudi sambil menatap sendu suaminya dengan raut sulit diartikan.
Bee hanya menggeleng, ingin menangis rasanya ketika perempuan ini menatap lekat wajah suami yang pada kenyataannya adalah milik perempuan lain, Bee menangkap tangan Zayn dan mengecupnya lama.
"Aku mencintaimu Zayn...kau percaya itu?"
"Ayolah sayang, kau membuatku takut kau tidak seperti biasanya Bee katakan padaku jika kau merasa ada sesuatu" jawab lelaki itu membalas tatapan sang pujaan hati.
"Aku baik-baik saja Zayn, kita bisa bicara di rumah nanti ayo jalan....aku pusing ingin cepat sampai rumah"
Zayn menghembus napas panjang dan akhirnya pertanyaan-pertanyaan yang akan ia ajukan pada Bee yang terlihat berbeda itu ia simpan untuk dibicarakan di rumah saja.
*****
Zayn menggendong tubuh mungil istrinya menuju kamar, Bee meringkuk nyaman menyembunyikan wajahnya di dada sang suami.
Sesampainya dikamar "Kau ingin dimandikan?" tanya Zayn menggoda.
"Tidak....aku bisa mandi sendiri sayang" jawab Bee turun dari gendongan suaminya yang segera ia masuk ke kamar mandi.
Kembali perempuan ini menangis dibawah guyuran shower, dadanya terasa sesak ia tidak tahu bagaimana reaksi Zayn jika ia jujur akan kehamilannya saat ini, ia tahu suaminya pasti akan sangat bahagia karena memang itulah keinginan pria ini sejak dulu menikah dengan Bee dan mempunyai keturunan yang banyak.
Namun perempuan ini sedih mengingat wajah istri pertama Zayn yang telah menjadi alasan kenapa hubungan rumit itu tercipta sekarang, dan ia yakin Kasih akan kembali tidak lama lagi, wanita itu sulit dimengerti ia bisa saja muncul kapan saja dan mengambil semua kebahagiaan yang Bee rasakan saat ini, meski tidak dipungkiri bahwa karena Kasih lah semua bahagia ini tercipta.
Selesai mandi, Bee masih memakai jubah handuk ingin menuju ruang ganti baju namun Zayn masih berada di kamar dan menatapnya penuh arti dan mendekat pada tubuh perempuan yang tercium wangi sabun tersebut.
__ADS_1
"Sayang kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Bee tersenyum tipis.
Zayn meraih pinggang ramping istrinya, mencium leher Bee yang sangat wangi.
"Ayolah katakan padaku, aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja Bee....aku sangat tahu betul istriku ini, katakan apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?" tanya Zayn lagi.
"Zayn.....sebenarnya aku, aku, aku...." jawab Bee ragu tangannya bermain di dada sang suami untuk menghilangkan kegugupannya.
"Apa sayang katakan padaku? jangan ada rahasia" ucap Zayn dengan tidak sabar.
"Aku.....aku hamil" jawab Bee menunduk.
"Apa?" Zayn membesarkan matanya.
Bee mengangguk pelan namun belum berani menatap netra biru suaminya.
"Sayang....benarkah?" tanya Zayn lagi.
Bee kembali mengengguk dalam pelukan, ia tersenyum sekaligus merasa sedih melihat reaksi bahagia Zayn akan berita itu.
"Hei....ini berita bahagia Bee kenapa malah kau tampak lesu dan tidak bersemangat, apa kau tidak senang mengandung anakku?" tanya Zayn serius ketika telah menurunkan Bee dari pelukannya.
Bee menggeleng cepat "Tidak Zayn....tidak seperti itu, aku bahagia mengandung anakmu sayang....aku hanya pusing saja" jawab Bee pelan.
Zayn mengembangkan senyum dan kembali memeluk istrinya dengan gemas.
"Aku sangat bahagia Bee....kau tahu aku menginginkan ini sejak dulu, terimakasih sayang....kau satu-satunya perempuan yang memberikan kebahagiaan dalam hidupku selain mama, aku ingin kau melahirkan banyak anak untukku" ucap Zayn lagi seraya mengecup kening Bee dengan lembut.
__ADS_1
Bee tersenyum mendengarnya, ia melihat jelas raut bahagia pria itu, Bee menjadi tidak ingin berpisah jika sudah seperti ini, perempuan cantik itu meraih bibir suaminya dan mencium lembut memberikan seluruh perasaannya.
"Baiklah....sayang, kau harus beristirahat sekarang katakan padaku jika kau menginginkan sesuatu, mengidam sesuatu misalnya? suamimu ini akan siaga menjaga dan selalu siap untuk mu dalam hal apapun" ujar Zayn menggendong tubuh mungil Bee menuju ranjang, membaringkan dan membelai wajah Bee dengan raut bahagianya.
"Aku hanya ingin kau disini saja Zayn, aku tidak menginginkan apapun....hanya kau saja, iya pria ini saja" jawab Bee penuh makna membalas tatapan suaminya.
"Aku mencintaimu Bee, aku akan selalu ada untukmu" Zayn berucap kemudian mengecup bibir Bee lembut.
"Zayn....bagaimana dengan pekerjaan ku?"
"Hmmm....mulai saat ini kau tidak ku izinkan bekerja lagi, aku tidak ingin istriku kelelahan bukankah aku sudah cukup kaya? jadi ku mohon lupakan tentang pekerjaan, kau hanya perlu menikmati ini semua dan menunggu ku pulang....itu saja"
Bee mengangguk "Iya...lagi pula aku tidak mungkin bekerja sedang perutku akan membesar nantinya yang akan membuat semua orang terkejut"
Zayn terkekeh "Makanya ayo kita go publik saja, jadi tidak akan ada yang terkejut nantinya"
"Kau pikir kita selebriti go publik segala" cubit gemas Bee pada hidung suaminya.
******
Keesokan harinya Bee memutuskan tetap masuk bekerja untuk berpamitan dengan teman-teman seperjuangannya di ruang Anggrek, ia tidak ingin berhenti begitu saja dan hari ini ia berniat memberi pelayanan terakhirnya sebagai perawat terbaik disana sebelum benar-benar berhenti bekerja.
Senyumnya terus mengembang menuju ruang Anggrek pagi ini namun belum juga sampai langkahnya harus berhenti ketika dihadang oleh seseorang yang telah lama tidak menemuinya sekarang ia benar-benar kembali, Bee menelan ludah senyumnya hilang begitu saja.
"Kenapa menatapku seperti itu Bee? kau tidak senang aku kembali? apa kau masih belum puas menikmati suamiku? seperti yang kau lihat aku kembali sekarang, kau tentu belum melupakan tentang kita bukan?"
####
__ADS_1
lanjut?