Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 59


__ADS_3

Zayn menjemput Rayyan, karena giliran pria inilah yang akan menghabiskan waktu bersama putranya setelah dua hari bersama mantan istri, kebetulan Zayn juga tengah libur weekend, Zayn berniat ke kebun binatang mengajak putra tercinta berdua saja, ia tidak ingin mengajak Bee tentu saja karena sudah menjadi tanggung jawabnya atas permintaan Akbar agar tidak sering bertemu apalagi dekat dengan calon istri sepupunya itu.


Zayn sudah berpakaian santai nan casual, dengan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya ia melesat mengemudi menuju kediaman mantan istrinya untuk menjemput Rayyan, Zayn merasa gugup sebab sudah dua minggu ia sangat jarang bertemu Bee sejak kepergian Akbar ke Singapura, ia memang selalu menghindar, sekarang ia tidak tahu kenapa jantungnya begitu gugup bukan hanya Rayyan yang ia rindukan namun juga perempuan itu masih sangat menguasai hatinya hingga saat ini, namun sayang sekali mereka tidak berjodoh dalam waktu yang lama.


Keluar dari mobil dan menekan bel agar penghuni rumah besar itu keluar menandakan ada tamu sedang menunggu untuk dibukakan pintu, tidak lama pintu pun dibuka oleh bi Sumi.


"Tuan sudah datang? silahkan masuk tuan, nona sedang bersiap" ucap bi Sumi.


Zayn mengangguk dan tampak heran "Bersiap? apa Bee akan pergi? bersama siapa?" tanya Zayn ingin tahu.


"Bukankah pergi bersama tuan mengajak tuan muda Rayyan ke kebun binatang?" tanya balik bi Sumi.


Zayn mengernyitkan dahi, ia merasa tidak mengajak Bee ikut serta, sudah jelas di pesannya bahwa ia hanya akan membawa Rayyan saja menikmati kualitas waktu bersama putra tercinta di akhir pekan.


Belum juga Zayn ingin bertanya lagi, Bee turun tangga bersama Rayyan yang sudah tampan yang siap bermain, Zayn menatap mantan istrinya itu dengan lekat dimana Bee mengenakan pakaian yang ia beli dulu, iya Bee mengenakan busana semasa ia masih menjadi istri kedua pria itu.


Zayn menelan ludah menatap bagaimana cantiknya perempuan yang sedang menggendong putranya, ia menjadi terbayang ketika wajah cantik itu menghampirinya dengan mesra ketika dulu namun segera ia tepis saat Bee sudah berdiri dihadapannya.


"Bee kau mau kemana?" tanya Zayn lagi.


"Kenapa bertanya bukankah kita akan bermain ke kebun binatang" jawab Bee enteng.


"Maafkan aku....maksudku aku akan pergi bersama Rayyan saja" jawab Zayn merasa canggung.


"Aku akan ikut, Rayyan bukan hanya mau bermain denganmu saja, aku ibunya dia akan mencariku nanti jadi daripada kau repot nantinya, aku sudah berbaik hati untuk meluangkan waktu untuk ikut pergi bersama kalian hari ini" jawab Bee cuek.


Zayn kehabisan kata-kata, jika begini bagaimana ia bisa menolaknya.


"Baiklah sepertinya kau sudah siap ayo kita berangkat sekarang, ajak bi Sumi juga...." jawab Zayn pasrah.

__ADS_1


"Bi Sumi tidak bisa meninggalkan rumah ini, akhir pekan waktu keluarganya berkunjung datang kesini, ayo kenapa kau lama sekali"


"Ooo begitukah, baiklah...ayo" jawab Zayn mengusap tengkuknya kian canggung jika akan pergi berdua saja.


Bee dengan santainya masuk ke mobil, membuat Zayn menelan ludah ia harus bersiap untuk menahan perasaannya jika pergi berdua seperti ini, sungguh menyiksa bagi Zayn dimana ia tidak bisa berbuat semuanya seperti dulu, mencium dan memeluk perempuan itu dengan entengnya jika saja wajah Akbar tidak datang membayanginya.


"Bee....bagaimana jika kita mengajak Erina? maksudku agar Akbar tidak salah paham kita pergi berdua seperti ini"


"Tidak boleh" jawab Bee kesal.


"Kenapa tidak boleh?"


"Tidak boleh ya tidak boleh, ini waktu Rayyan bermain bersama mommy dan daddy nya saja lagi pula aku belum resmi menikah jadi tidak perlu izin siapapun" jawab Bee sambil mencium putranya.


Zayn terkekeh, ia tahu Bee sedang cemburu.


"Zayn......" ucap Bee merengek manja menatap kesal lelaki itu.


"Aku hanya bercanda....." Zayn terkekeh kembali melihat raut cantik yang kian menggemaskan di matanya.


Mereka melaju dengan pelan, Rayyan mulai mengantuk dan tertidur dipangkuan ibunya, karena jarak ke kebun binatang cukup jauh dari rumah Bee, Zayn hanya diam saja dengan jantung berdendang ria menahan perasaan cinta yang terus ada untuk perempuan itu.


"Zayn....."


"Iya...." jawab Zayn melirik sekilas.


"Apa kau menyukai Erina?"


"Kenapa bertanya seperti itu? Erina gadis yang cantik, sebagai lelaki normal tentu saja aku menyukainya" jawab Zayn seraya menggoda.

__ADS_1


"Zayn" bentak Bee hingga Rayyan terkejut namun segera Bee mengusap punggung kecil itu hingga terlelap lagi.


"Apa? apa aku salah bicara? aku sendiri diapun sendiri" jawab Zayn cuek.


"Tidak boleh"


"Hei kenapa kau tidak boleh?" tanya Zayn tersenyum.


"Aku tidak mau kau jadi iparku nantinya, kalian itu bersaudara tidak cocok jika menikah" jawab Bee kesal.


"Apa kau cemburu? jadi siapa yang cocok menikah dengan ku? apa itu kau? ayolah Bee kau akan menjadi iparku juga nantinya, aku tidak mungkin menduda seumur hidup" ucap Zayn melirik Bee yang bertambah kesal.


Bee memukul lengan Zayn dengan geram.


"Kau menyebalkan, aku memang mendoakan mu untuk menduda seumur hidup aku tidak rela jika Rayyan punya ibu tiri"


"Bukankah Rayyan juga akan punya ayah tiri?" tanya Zayn berbalik arah.


Bee terdiam, lalu ia menatap Zayn sendu.


"Zayn....."


"Tenanglah Bee....Rayyan akan baik-baik saja nanti, mungkin memang sudah nasibnya untuk mempunyai dua ibu dan dua ayah, kita tidak bisa merubahnya sekarang selain saling menerima keadaan masing-masing, aku akan bahagia jika kau menikah dengan Akbar nanti, dia pria yang tepat untuk membahagiakanmu" ucap Zayn tak kalah sendu, ia bahkan tidak tahu bagaimana dengan hatinya nanti jika memang Bee resmi menikah dengan Akbar.


Bee terdiam, ia mengusap matanya yang sudah basah, ia tidak ingin melanjutkan percakapan itu yang kian mengarah ke rencana pernikahannya dengan Akbar.


Sampai mereka tiba di kebun binatang, Rayyan yang sudah terbangun pun sangat girang ketika memasuki area dimana banyak berbagai jenis hewan yang berada disana, Zayn menggendong putranya menuju kandang rusa, mereka memberi makan rusa-rusa yang Rayyan tidak takut sedikitpun.


Bee melihat itu menjadi tersenyum, ia bahagia hari ini bisa pergi berdua untuk menemani Rayyan bermain, Bee tidak bisa membayangkan jika ia menikah dengan Akbar nantinya, meski Akbar menyayangi dan menerima Rayyan namun tetap tidaklah sama seperti Zayn selaku ayah kandungnya, sungguh Bee tidak ingin kebersamaan ini cepat berlalu terlebih Rayyan masih dalam usia tumbuh kembang yang seharusnya diasuh oleh kedua orangtua nya.

__ADS_1


__ADS_2