
"Bee....." panggil Dina teman lama Bee semasa masih bekerja di rumah sakit.
Bee menoleh, ia tidak menyangka di pesta dokter Rossa ia bertemu kembali dengan teman satu profesi nya dahulu di ruang Anggrek. Mereka berpelukan melepas rindu karena sudah sangat lama tidak bertemu.
"Din, aku merindukanmu" ucap Bee mencubit gemas pipi temannya itu.
"Kemana saja kau selama ini Bee? kenapa tidak menghubungiku lagi? aku dengar gosip kau akan menikah Bee apa benar itu?" tanya Dina penasaran.
"Hmmmm iya Din, aku bekerja di Singapura atas rekomendasi lowongan dari Toni, kau benar aku akan menikah lebih dari seminggu lagi aku pasti akan mengundangmu"
"Oh so sweet, kau memang selalu laku Bee.... ha ha ha, kau lihat aku sekarang masih saja belum laku juga, sialan kenapa Toni tidak memberitahu aku jika kau bekerja diluar negeri, jika tahu tidak susah dokter Zayn mencarimu kemana-mana" jawab Dina mengingat ketika Zayn dulu menanyakan keberadaan Bee pada siapapun yang mereka kenal.
Bee mengernyit heran "Apa Zayn juga mencariku pada teman-teman di rumah sakit?"
"Tentu saja bodoh, kau seperti tidak tahu saja mantan mu itu masih tergila-gila padamu dia sudah seperti orang gila karena tidak bisa menemukanmu Bee, padahal istrinya baru saja meninggal waktu itu, semua bergosip tentang dokter Zayn bahwa pria tampan itu sama sekali tidak merasa kehilangan istrinya yang baru meninggal malah sibuk mencarimu kemana-mana seperti orang gila, kau tahu Bee semua orang di rumah sakit jadi tahu hubungan kalian yang sebenarnya adalah mantan kekasih" jawab Dina panjang lebar.
Bee terenyuh mendengar cerita dari sahabatnya ini, memang benar ia tidak mengizinkan Toni memberi tahu siapapun tentang kepergiannya ke Singapura.
"Bukan hanya mantan kekasih Din, tapi juga mantan istri" gumam Bee dalam hati.
"Mana calon suamimu? aku penasaran, kau begitu cepat mendapatkan pengganti setelah ditinggal dokter Bayu" ucap Dina melihat kesana kemari.
"Dia tidak datang Din, aku datang sendiri...." jawab Bee datar.
"Hei.....kau jangan galau dan jangan pula berubah pikiran setelah kau tahu disini juga ada dokter Zayn" ucap Dina tertawa, ia tidak tahu bahwa sebenarnya Bee datang ke pesta itu bersama Zayn dan Erina, Dina memang tidak mengetahui kisah sebenarnya.
Bee hanya tersenyum tipis "Memang dia juga datang?" tanya Bee berpura-pura.
"Tentu saja karena dokter Rossa kan sahabatnya bodoh, hei kau jangan kecewa oke...."
__ADS_1
"Memangnya kenapa?" tanya Bee heran.
"Dokter Zayn datang bersama pacar barunya, dokter Erina.....dokter yang baru satu bulan ini bekerja di rumah sakit, semua bergosip melihat kedekatan mereka jadi kami mengira mereka sudah menjadi sepasang kekasih, hanya menebak saja sih....tapi mereka terlihat akrab sekali jadi tidak heran digosipkan pacaran" ujar Dina tanpa basa basi, ia tidak menyadari raut Bee berubah menjadi merah padam mendengarnya bercerita.
"Benarkah? apa mereka terlihat mesra ketika di rumah sakit?" tanya Bee ingin tahu, ia menggertakkan giginya geram.
"Hmmmm sebenarnya dari yang kulihat dokter Zayn biasa saja, tapi dokter Erina tampak manja dan suka menempel pada dokter Zayn jika di rumah sakit, wajar saja siapa yang tidak tertarik pada dokter tampan yang sekarang menjadi duda itu, tapi herannya dokter Zayn tidak menolak Bee....dia tidak merasa risih dengan sikap manja dokter Erina, aku rasa dia juga menyukainya, oh sayang itu artinya pria itu sudah mulai melupakanmu Bee" jawab Dina tertawa geli.
Bee menjadi kesal melihat Dina tertawa seperti itu.
"Namanya juga lelaki normal Bee, apalagi dia hampir gila kehilanganmu ketika dokter Erina datang dan membawa bahagia baginya kenapa tidak bukan? lagi pula sekarang kalian sudah sama-sama move on sepertinya, kau akan menikah tidak menutup kemungkinan dokter Zayn juga akan menikah" kembali Dina berbicara tanpa basa basi.
"Bisa kau berhenti mengoceh Din, aku bosan mendengar cerita mu" kesal Bee.
"Apa kau cemburu? oh ayolah sayang kau akan menikah, biarkan dokter Zayn juga bahagia Bee...kasihan dia sudah ditinggal mati istrinya, sudah hampir gila mencari mu kemana-mana, sekarang ada sosok perempuan yang akan menggantikan mu di hatinya kenapa tidak....aku setuju mereka terlihat serasi, pasangan yang sedang hits di akun gosip rumah sakit, cantik dan tampan....oh aku iri" Dina terkikik geli melihat wajah Bee yang bertambah merah.
"Kau membuatku haus Dinaaaaaa" pekik Bee pada telinga gadis tersebut.
"Oh....sepertinya aku kekurangan oksigen" gumam Bee pada dirinya sendiri.
Bee masih menunduk menatap gelas yang baru saja ia habiskan isinya di atas meja, ia berdiri sendiri tidak lama Dina menyusulnya.
"Bee....lihat itu dokter Zayn" tunjuk Dina pada Zayn dan Erina yang tengah asyik mengobrol sesama teman dokter mereka yang juga tampak hadir menikmati pesta.
Pada kenyataannya ketika mereka sampai di hotel tempat pesta dokter Rossa, Bee memisahkan diri dari Zayn dan Erina agar hatinya tidak terlalu sakit melihat calon adik iparnya itu dekat dengan Zayn, kebetulan banyak bertemu teman sejawat yang juga berada di pesta termasuk Dina.
Matanya menatap tajam wajah Zayn dan Erina yang tertawa pada temannya.
"Aku benar bukan? dokter Erina sangat cantik tidak kalah darimu Bee, jadi wajar dokter Zayn juga tertarik padanya, mereka sangat serasi menurutku" ucap Dina tanpa bersalah.
__ADS_1
"Aku rasa kau perlu minum Din, agar tidak sakit tenggorokan mu bicara tentang mereka saja sejak tadi" ujar Bee sambil menyodorkan gelas ke mulut Dina.
Tidak lama setelah itu, samar-samar Bee mendengar percakapan antara Erina dan teman-teman dokter mereka yang berdiri tidak jauh dari Bee dan Dina berada.
"Jika sudah cocok, harus tunggu apalagi bukan? tentu aku juga ingin menikah seperti dokter Rossa, ya kan kak Zayn?" ucap Erina sambil menyandarkan kepalanya pada lengan Zayn.
Bee menjadi geram, bagaimana Zayn tidak merasa keberatan diperlakukan mesra oleh Erina, Bee memasang pendengaran yang tajam akan pembicaraan mereka.
"Zayn......benarkah kalian akan menikah? secepat ini? jadi benar gosip yang beredar" tanya dokter Andre heran.
"Apa kau mendoakanku menduda seumur hidup?" canda Zayn.
"Tentu saja kami akan menikah setelah kakakku menikah, niat baik tidak bagus jika ditunda" jawab Erina tersenyum menatap Zayn.
"Menikah? apa mereka akan menikah?secepat ini? apa karena ini Zayn bersikap dingin padaku? tapi Akbar tidak cerita tentang Erina menginginkan Zayn, lalu kenapa tiba-tiba seperti sudah berencana menikah juga? apa yang tidak ku ketahui dari hubungan kalian Zayn? apa benar ucapan Dina tadi? hubungan mereka bersemi ketika di rumah sakit?" gumam Bee bertanya-tanya dalam hatinya.
Dadanya sesak melihat pemandangan dihadapannya ini, melihat Zayn juga tersenyum manis meladeni Erina berbicara tentang pernikahan, mata perempuan ini sudah berkaca-kaca, ia merasa sulit untuk bernapas begitu banyak pertanyaan hinggap di kepalanya tentang hubungan Zayn dan Erina.
Zayn sesekali melirik Bee dan Dina yang tidak jauh darinya berdiri, pria itu mencoba bersikap biasa namun siapa sangka Erina yang semula hanya menyandarkan kepala pada lengannya saja, kini sudah lebih dekat dan menempel Zayn meraih pinggang ramping perempuan itu hingga mereka tampak sangat mesra.
Bee melihat jelas tangan lelaki itu memeluk mesra sepupunya, bagaimana itu tidak pernah dilakukan Zayn pada perempuan manapun. Airmata Bee jatuh seketika Erina mencium pipi mantan suaminya seraya menekan layar ponsel untuk berselfie ria bersama teman-teman dokter mereka.
Hingga Bee kehilangan keseimbangan, perasaannya entah bagaimana sekarang hanya dia yang tahu. Dadanya kian terasa sempit seperti terhimpit beban besar.
"Bee....kau tidak apa-apa? hei kau kenapa Bee?" tanya Dina yang melihat raut pucat temannya itu.
Bee tidak menjawab, tubuhnya terasa lemas dan kakinya seperti kehilangan pijakan sampai pada tubuhnya luruh tidak bisa menahan lagi, iya Bee jatuh ke lantai kehilangan kesadarannya.
Semua mata tertuju pada sosok perempuan cantik yang tiba-tiba saja jatuh pingsan dengan gelas kosong di tangannya yang ikut terjatuh hingga menimbulkan suara pecah yang menarik perhatian semua tamu disana.
__ADS_1
######
bersambung.....