
"Oh.....aku mengerti sekarang Zayn, aku rasa ini bisa ku manfaatkan" ucap Kasih dengan senyum penuh arti menatap layar laptop Zayn yang penuh dengan photo kenangan manis pria itu bersama Bee sejak mereka pertama pacaran.
Kasih yang kebetulan pulang ke apartemen Zayn untuk mengambil sesuatu tidak sengaja melihat laptop menyala diruang kerja Zayn, ia melihat jelas wajah seorang gadis yang ia kenal sejak lama itu menghiasi layar laptop suaminya.
Kasih menjadi terniat untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menggapai keinginan terbesarnya sebelum terlepas dari pria seperti Zayn untuk selamanya.
"Baiklah Zayn yang malang, aku akan membuatmu merasakan indahnya cinta kalian kembali, kenapa baru sekarang aku mengetahui ini jika dari dulu mungkin sudah ku remas habis harta orang tua mu yang cerewet itu"
Tidak lama Kasih menghubungi seseorang yang terus membuatnya menggila.
"Hallo....sayang, kau dimana? aku ada kabar baik untuk kita"
Kasih menutup telepon setelah mengetahui dimana pria nya berada.
Tidak lama kemudian Zayn keluar dari kamar mandi, ia menatap penuh tanya kenapa Kasih keluar dari ruang kerjanya yang penuh dengan privasi.
"Kenapa kau kemari?" tanya Zayn datar.
"Aku hanya mengambil sesuatu milikku yang tertinggal disini" jawab Kasih santai.
Zayn hanya mengangguk saja.
"Zayn.....aku rasa kau membutuhkan seorang istri lagi untuk memenuhi kebutuhan mu" Kasih bicara dengan nada sulit diartikan.
"Bukan urusanmu" jawab Zayn datar.
"Aku rasa aku bisa membantu" Kasih berlalu meninggalkan pria ini setelah mengatakan kalimat tersebut.
Zayn memijat kepalanya pusing, ia masih flu, hidung memerah dan matanya yang berair, ia berjalan menuju kamarnya.
Berbaring dengan telentang berbantalkan kedua tangannya, ia menatap langit-langit kamar dengan perasaan rindu yang menyeruak terhadap gadis yang terus ia cintai hingga saat ini.
"Bee.....bisakah kita bahagia? aku tahu kau juga masih menjaga cinta kita, please....jangan terima pria lain, aku bisa gila jika itu terjadi" gumam Zayn pada lampu yang berpijar.
__ADS_1
"Jika saja perceraian menjadi hal biasa dalam keluarga ku, mungkin aku sudah menduda setelah sehari menikah"
"Bee.....kembali padaku, aku akan memperbaiki semuanya, aku menyesal Bee....aku menyesal telah menerima wasiat konyol itu, aku pun sama sepertimu aku juga terluka oleh keadaan ini"
"Aku ingin kau bahagia Bee....bersamaku bukan dengan pria lain"
Zayn bicara seolah-olah ada bayangan Bee disana.
*****
Bee sedang jadwal libur, ia berniat mengajak kedua adiknya pergi ke kota Y untuk menemui ayahnya mengenai permintaan terakhir sang ibunda.
Mereka disambut dingin oleh ibu tirinya, ayah Bee menikah dengan perempuan lain dan meninggalkan ibu Bee beserta ketiga anaknya yang masih kecil ketika itu. Mereka tinggal terpisah berbeda kota.
Ayah Bee tidak bisa berbuat apa-apa sejak keuangannya dikuasai oleh istri keduanya itu, dari pernikahan mereka menghasilkan seorang anak perempuan yang merupakan adik tiri dari Bee yang masih seumuran Rafly.
Bee datang dengan membawa kabar bahwa ibunya telah tiada, dan berharap ayahnya bisa menerima dua adiknya yang masih membutuhkan biaya untuk sekolah, Bee pun akan tetap mengirimkan sisa gajinya untuk ikut membantu adik-adiknya nanti.
Keluarga ayah Bee memang bukan keluarga berada, namun terbilang berkecukupan dengan tingkat ekonomi menengah ke atas karena ayah Bee bekerja sebagai pegawai negeri sipil di kantor kelurahan.
"Bee....ayah setuju mereka tinggal disini, namun ayah tidak bisa menjamin mereka bisa makan enak dan sekolah setinggi-tingginya, karena kau tahu sendiri ayah juga menanggung sekolah adikmu Rina"
"Ayah tidak usah khawatir, aku akan membantu pekerjaan rumah dan bekerja paruh waktu sambil kuliah" jawab Mawar penuh harap.
Sungguh Bee merasa terluka ingin melepaskan adik-adiknya.
"Aku juga tidak akan merepotkan ayah, aku janji...kami hanya menumpang tinggal dan minta ayah membiayai separuh biaya sekolah kami saja agar tidak terlalu berat" jawab Rafly menambahkan..
Mawar dan Rafly sepakat untuk tidak menyusahkan kakaknya lagi, maka dari itu mereka akan menghadapi apapun yang akan terjadi di rumah ibu tirinya.
"Aku juga akan mengirimkan sisa gajiku untuk uang jajan mereka ayah, aku hanya ingin memenuhi permintaan terakhir ibu saja" jawab Bee dengan mata berkaca-kaca.
Akhirnya didapatlah keputusan bahwa Mawar dan Rafly bisa tinggal bersama ayahnya setelah mengurus segala kepindahan sekolah Rafly dan pendaftaran kuliah Mawar dikota tersebut.
__ADS_1
Mereka berpisah dengan keharuan.
"Sayang.....jaga diri baik-baik, bantu ayah dan ibu Nisa untuk pekerjaan rumah, jangan nakal dan merepotkan ayah nantinya" pesan Bee pada adik-adiknya.
Mawar dan Rafly hanya menangis tanpa bisa berkata-kata lagi, mereka berpelukan dan Bee pun ikut pamit pada ayah, ibu Nisa dan adik tirinya Rina.
******
Bee memutuskan untuk pindah kontrakan yang lebih kecil dan murah tentunya, ia akan menyisihkan sebagian uangnya untuk Mawar dan Rafly.
Memang Bee belum terbiasa tanpa adik-adiknya, maka ia lebih sering tidur di kontrakan Dina agar tidak terlalu kesepian.
Bee menjalankan harinya seperti biasa, terbiasa pula ia menghadapi sikap Zayn yang terus saja mendambanya.
Dokter Bayu kian hari kian mendapat lampu hijau dari gadis ini, membuat Zayn terus memutar otaknya agar mereka tidak bisa bersama.
Bee sedang menunggu dokter Bayu di sebuah taman, mereka berjanji temu disana untuk membahas kelanjutan kisah mereka.
Namun Bee tidak sengaja melihat kegaduhan di tepi jalan tidak jauh dari taman.
Bee semula cuek namun ia menatap lekat siapa yang tengah berdebat di pinggir jalan itu, ia memutuskan mendekat dan Bee terkejut ketika melihat Bayu tengah melayangkan sebuah tamparan keras pada pipi seorang anak remaja yang tampak kumuh.
"Ampun tuan....ampuni saya, saya tidak sengaja tuan ampun jangan hukum saya"
Anak remaja tersebut meminta maaf dengan raut ketakutan, Bee masih diam dan melihat tanpa diketahui oleh Bayu.
"Kau pikir dengan meminta maaf bisa mengembalikan ini seperti semula?" tanya Bayu dengan nada marah.
Bee melihat arah yang di tunjukkan oleh Bayu, yang ternyata anak remaja tersebut tidak sengaja menyenggol badan mobil Bayu dengan sepedanya.
"Saya tidak punya uang untuk menggantinya tuan" mohon anak itu.
"Jika tidak punya uang seharusnya kau sadar dan menggunakan matamu dengan benar agar tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain, dasar bocah menjijikkan" umpat kesal Bayu pada anak itu.
__ADS_1
"Mas Bayu....?"
Bayu menoleh ke sumber suara, ia gelagapan dengan hadirnya Bee dibelakangnya.