
Keesokan harinya, Bee memantapkan hati mengunjungi rumahnya bersama Zayn yang masih di rawat bi Sumi, Bee ingin memastikan sesuatu disana.
Bee berpelukan dengan bi Sumi yang masih setia menunggui rumah itu, Bee tidak menyangka setelah sekian lama tidak pulang kesana ternyata ia tidak menemukan perubahan apa-apa dengan rumah itu masih sama dengan suasana ketika ia tinggalkan dulu, bi Sumi menceritakan semuanya pada Bee sejak kepergiannya dari rumah itu dimana Zayn sudah seperti orang gila yang setiap pulang ke sana seakan menganggap Bee masih ada di rumah itu padahal tidak.
Bee masuk ke kamarnya, matanya berpendar melihat sekeliling bahwa memang tidak ada yang berubah disana, ia membuka lemari tampak pakaian yang ia tinggalka dulu dan beberapa tampak pula pakaian Zayn disana.
Hatinya kembali sakit, menyadari semuanya tidak berubah namun Bee lah yang berubah sekarang, bahwa perempuan itu sudah tidak bisa kembali pada Zayn meski masih mencintainya sekalipun, sungguh Bee tidak bisa menyakiti pria sebaik Akbar dan nenek Farida, namun entah kenapa sekarang Bee menjadi berat terlebih mengingat putranya yang tidak akan mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya karena tidak bisa bersatu.
Perempuan cantik ini menangis tersedu tersungkur di lantai kamar yang menjadi saksi bisu begitu banyak kenangan manis bersama suaminya terdahulu, menatap ke dinding yang banyak terpasang figura berisi photo mesranya bersama Zayn, seakan photo itu bicara padanya betapa malang nasib perempuan ini, takdir tidak pernah berpihak padanya dan Zayn meski cinta tidak terukur dari keduanya.
"Maafkan aku Zayn, seandainya aku lebih bersabar menunggu disini...."
Bee bergumam dalam tangisnya.
Tidak lama berselang Bee menegakkan wajahnya ketika ada seseorang berdiri di depan pintu bersama seorang anak kecil, Bee menatap lekat wajah anak itu lalu beralih menatap pria yang menggandeng tangan anak tampan yang juga menatap Bee dengan heran.
__ADS_1
"Zayn"
Pria itu hanya mengangguk pelan, Bee berdiri tepat di hadapan Zayn.
"Zayn apa ini putraku? aku bertemu dengannya kemarin Zayn ketika di taman, Zayn benarkah ini putraku?" ucap Bee yang hampir hilang suaranya oleh isak tangis.
Zayn hanya mengangguk seraya melepaskan tangan Rayyan yang tampak bingung, Bee segera meraih tubuh mungil itu dan mendekapnya penuh kerinduan, ia semakin terisak oleh pertemuan itu, Zayn hanya tersenyum tipis matanya ikut berkaca-kaca melihat Bee mencium dan memeluk putra mereka yang terpisah sejak hari pertama lahir.
Semula Rayyan hanya diam dan bingung, namun lama-lama anak itu mulai gerah dan merasa risih diciumi seluruh wajahnya oleh perempuan asing namun wajah cantik itu sering ia pandangi lewat photo.
Rayyan menangis dan ingin meraih daddynya, ia bingung diperlakukan seperti itu apalagi Bee masih saja menangis sejadi-jadinya.
"Iya Bee....Rayyan putra kita" jawab Zayn seraya mengusap sudut matanya yang berair.
"Sayang ini ibu....." ucap Bee membujuk Rayyan yang masih menangis.
__ADS_1
"Mommy.....kau mommy nya Bee, Rayyan memanggilmu mommy" ucap Zayn lagi.
Bee menjadi teringat ketika pertama bertemu anak tampan itu di taman kemarin saat kata yang keluar dari bibir mungil Rayyan memanggilnya mommy. Bee mengangguk cepat ia menatap dan mengusap airmata Rayyan yang terus ingin lepas darinya.
"Iya ini mommy sayang....ini mommy, Rayyan ini mommy sayang lihat mommy nak" ucap Bee penuh harap pada Rayyan agar anak itu bisa meresponnya, namun sayang Rayyan masih menangis dan meraih daddynya.
"Tenanglah Bee.....kalian akan terbiasa nantinya, Rayyan masih terkejut saja saat ini dia tidak pernah di peluk wanita manapun selain mama dan pelayannya, aku harap kau mengerti bukan berarti Rayyan menolakmu" ucap Zayn memberi pengertian seraya mengambil alih Rayyan agar anak itu tenang.
"Zayn....bisakah aku juga memilikinya?" tanya Bee memberanikan diri.
"Tentu saja Bee....Rayyan putramu juga, kau memilikinya bahkan sejak dulu, maaf telah memisahkanmu kita terlibat salah paham yang berbuntut panjang, tapi ketahuilah Rayyan menunggumu selama ini.....sekarang kau kembali meski tidak bersamaku, kau tentu boleh memilikinya, aku tidak akan melarangmu kau ibunya Bee kau bebas jika ingin bersamanya, meski tidak bisa bersama aku juga tidak ingin putraku tumbuh tanpa kasih sayangmu, Rayyan milikmu Bee....milik kita" jawab Zayn sendu.
Entah kenapa Bee merasa Zayn berbeda sekarang, pria itu lebih dewasa dan entah kenapa pula Bee merasa sedih mendengar Zayn seakan mengiyakan bahwa mereka memang tidak bisa bersama lagi.
Bee kembali menangis, ingin rasanya ia memeluk Zayn dan Rayyan sekaligus, tidak berbeda apa yang dirasakan pria itu Zayn merasa tersiksa dengan keadaan pertemuan mereka dalam suasana yang tidak berpihak padanya, ingin sekali ia memeluk Bee dan Rayyan namun bayangan wajah Akbar melintasi pikirannya yang membuat Zayn urung dan tidak akan melakukan itu, andai saja kondisinya sama seperti Bee dan dokter Bayu sudah tentu Zayn akan merebutnya kembali seperti dulu, namun tidak sekarang Akbar bukanlah orang lain ia adalah keluarga Zayn sendiri tentu Zayn tidak ingin menyakitinya meski ingin sekali Zayn merebut kembali mantan istrinya dari pria manapun.
__ADS_1
Daddy Zayn lagi main sama Rayyan.