Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 69


__ADS_3

Setelah puas bermain dengan Rayyan, Zayn kembali ke kamarnya meneruskan niat untuk mengemasi barang-barangnya sebelum keberangkatan yang dijadwalkan esok hari, pria ini meninggalkan sang putra yang masih bermain bersama neneknya, iya Rayyan tentu saja menginap di kediaman Zayn agar ayahnya puas bermain sebelum pergi meninggalkan tanah air dan menyerahkan sepernuhnya hak asuh Rayyan pada Bee yang akan menikah dua hari lagi. Telah menyelesaikan semua urusan rumah sakit untuk cuti panjang yang ia ambil demi melanjutkan hidup dan pendidikan yang ia yakini bisa mengalihkan perasaannya.


Mengemasi beberapa pakaian saja, ia tidak ingin terlalu banyak membawa barang maupun pakaian yang bisa ia beli saja nanti, sebelum usai ia melirik beberapa figura berisi photonya dan mantan istri yang masih tampak terpajang di atas nakas maupun di beberapa sudut dinding, senyumnya mengembang melihat Bee masih berada dalam pelukannya saat itu.


Ia menanggalkan semua figura, memasukkannya ke dalam sebuah kotak kenangan yang hanya akan tersimpan dalam sejarah pernikahannya saja, pria itu sesekali terkekeh mengingat adegan didalam figura dimana kemesraan masih sangat dekat pada keduanya. Wajah cantik itu kini tak lagi miliknya, Zayn mengusap wajah Bee yang terbungkus kaca seraya tertawa pelan.


"Berbahagialah Bee....aku mengikhlaskanmu sekarang" gumam Zayn seraya menghardikkan bahu, tidak ada pancaran kecewa lagi, tidak ada sudut mata yang basah ketika menatap semua figura yang akan ia simpan selamanya itu.


Zayn tersenyum lalu menutup kotak itu, menyimpannya pada rak lemari pakaian paling bawah. Ia hanya mengambil sebuah figura berisi photonya bersama Rayyan saja yang ia masukkan kedalam koper sebagai pengobat dikala rindu nanti.


******


Hari ini dimana Zayn memantapkan hati meninggalkan tanah air, ia mendapat jadwal penerbangan sore, paginya ia masih bermain dan membawa Rayyan jalan-jalan sebelum mengembalikannya pada Bee yang hari ini sibuk mengadakan acara pengajian sebelum akad nikah esok hari.


Di lain tempat, Bee hanya mengurung diri didalam kamar semua keluarga dan tamu para tetangga berkumpul di ruang tengah mengikuti pengajian dengan baik, semua di atur oleh ibu tirinya yang ingin mengadakan acara tersebut dengan mewah, rumah itu pun di dekor sedemikian rupa agar menandakan bahwa disanalah mempelai perempuan berada.


Meski anak tiri bu Nisa ingin menunjukkan pengaruhnya terhadap Bee karena ia sungguh senang bisa terlibat dalam pesta mewah ini, terlebih Bee tidak punya keluarga lain lagi selain mereka, perempuan yang baru melewati usia kepala empat ini mengatur semua kelangsungan acara pengajian serta keuangan mewakili Bee menjadi tuan rumah itu.


"Kak....." panggil Mawar.


"Iya...." jawab Bee pelan.


"Ayo keluar, pengajiannya sudah dimulai....ayolah jangan seperti ini, aku jadi ragu dengan keputusan kakak jika melihat kakak seperti ini terus" ucap Mawar.


Bee melirik adiknya dengan senyum tipis.


"Apa kau pikir aku gila? tidak Mawar.....aku akan menerima takdirku mulai sekarang, aku hanya merindukan Rayyan saja, mungkin sebentar lagi dia akan diantar kesini, aku akan keluar ketika Rayyan datang saja, kalian bisa lanjutkan acaranya"


"Huh....baiklah, aku tidak bisa memaksa tapi kakak akan baik-baik saja bukan?"


"Tenanglah....aku baik Mawar, lebih baik jika ada Rayyan disini" jawab Bee terkekeh.


"Lebih baik jika ada Rayyan atau kak Zayn atau kak Akbar?" goda Mawar.


"Tentu saja lebih baik bersama Rayyan dan Zayn" ucap Bee tanpa sadar, matanya masih fokus pada jendela kamar yang terbuka menampilkan pemandangan lapangan hijau disamping rumahnya.


"Tu kan....kakak sedang tidak baik-baik saja, aku bingung harus apa sekarang kasihan kak Akbar jika istrinya nanti terus mencintai pria lain" gumam Mawar kesal.


"Itu akan berbeda jika sudah menikah nanti, tenanglah aku tidak akan merusak rumah tanggaku karena cinta yang tak sampai ini, jika sudah menikah semua akan berbeda, tentu saja aku akan memperbaiki diri lagi" jawab Bee pelan.


Mawar lega mendengarnya.


"Kau tahu yang terbaik untukmu kak, aku menyayangimu...." peluk Mawar memberi dukungan pada kakaknya.


Bee mengusap tangan adiknya seraya mengembangkan senyum. Tidak lama berselang Rafly menyusul ke kamar Bee memberitahu bahwa ada Zayn dan mamanya yang datang mengantarkan Rayyan.


Bee kembali bersemangat, ia turun tangga dan keluar menemui mantan suaminya yang hanya berdiri di halaman saja, pria itu tidak ingin masuk karena ramai oleh acara prngajian yang hanya dihadiri para kaum hawa saja.

__ADS_1


Bee memeluk Rayyan karena rindu sudah hampir tiga hari anaknya menginap dirumah Zayn. Bee menatap Zayn sendu lalu ia beralih pada mama Zayn yang terus tersenyum padanya.


"Bibi akan bergabung kedalam, jika kalian ingin bicara biar Rayyan bersama bibi saja masuk" tawar mama Zayn karena melihat dari raut Bee yang tampak ingin mengatakan sesuatu pada Zayn.


"Terimakasih bi, ayo sayang masuk sama nenek oke.....mommy akan bicara dengan daddy mu dulu" ucap Bee mencium pipi anaknya lalu memberikannya pada mama Zayn.


Setelah Rayyan dan mama Zayn masuk, Bee kembali fokus pada pria dihadapannya ini.


"Zayn...."


"Aku tidak akan lama Bee, aku hanya mengantarkan mama dan Rayyan saja" jawab Zayn pada intinya.


"Bisa kita bicara di taman samping?" tawar Bee.


"Kau mau bicara apa? bukankah kau sibuk ada banyak tamu di dalam?" elak Zayn lagi.


"Ayolah....sebentar saja" ajak Bee lagi.


Zayn hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki perempuan itu menuju taman samping rumah yang tidak dalam jangkauan tamu.


"Zayn.....apa kau benar-benar akan berangkat?" tanya Bee sendu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Tentu saja....aku titip Rayyan" jawab Zayn singkat seraya menatap ke arah lain.


"Tidak bisakah kau tetap tinggal? bagaimana jika Rayyan mencari mu?"


"Aku bisa meminta Akbar untuk tetap tinggal disini, agar Rayyan tidak kehilanganmu Zayn"


"Hei....suamimu memiliki pekerjaan disana, tentu saja akan membawamu juga tidak mungkin kalian akan berjauhan suami istri, kau ini ada-ada saja" jawab Zayn terkekeh.


"Zayn....." panggil Bee lagi.


"Huh.....berbahagialah Bee, aku akan menepati janji untuk tidak mengacaukan pernikahan kalian, kita akan terbiasa nantinya, Akbar pria yang baik kalian pantas bahagia, aku juga akan menata kembali hidupku" ucap Zayn seraya mengerjapkan matanya menetralisir perasaan yang ingin menangis saat ini.


"Pergilah....pergilah kau memang menyebalkan" kesal Bee, entah kenapa ia sudah menangis saja sekarang.


"Baiklah.....jaga Rayyan untukku, aku mendoakan kebaikan menyertaimu Bee, aku akan berangkat sore ini" ucap Zayn dengan wajah memerah, matanya kian berkaca-kaca, karena tidak ingin terlarut Zayn segera melangkah meninggalkan Bee menangis disana.


Tidak dipungkiri hatinya hancur ketika melewati perempuan yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya, Bee memalingkan wajah pada saat Zayn melewatinya.


"Kau pengecut Zayn" ucapnya kesal.


Zayn hanya diam, ia meneruskan langkah namun terhenti sejenak ia berbalik arah menatap wajah Bee menangis melihat kearahnya.


Bee melihat itu kian menangis dan tanpa berpikir panjang Bee berlari begitupun Zayn, mereka berpelukan dalam tangis haru.


"Aku mencintaimu Zayn..." ucap Bee tersedu.

__ADS_1


"Aku ingin mendengarnya kali ini" jawab Zayn terkekeh, hidung pria ini memerah menahan tangis, tangannya menangkup wajah cantik jandanya yang akan menjadi kenangan saja nantinya, jempolnya mengusap airmata Bee yang terus mengalir.


"Hiduplah dengan baik" ucap Bee pelan menatap dalam mata biru itu.


Zayn mengangguk "Iya......kau juga harus berbahagia oke"


"Tentu saja aku akan bahagia, meski kau meninggalkanku sekalipun" pukul Bee kesal pada dada bidang Zayn.


"Tidak bisakah kau tetap tinggal? kau pria paling menyebalkan Zayn, kau meninggalkanku berkali-kali...."


"Maafkan aku Bee.....tentu aku tidak bisa melihatmu bersanding besok, jadi aku harus pergi secepatnya bukan"


"Kenapa tidak menculikku saja"


"Akbar akan membunuhku"


"Zayn....." rengek Bee, ia semakin menangis memeluk Zayn erat.


"Tenanglah....." usap Zayn pelan pada pundak Bee.


"Apa kau benar-benar rela aku dimiliki pria lain?"


"Tidak ada pilihan lain" jawab Zayn lagi.


"Aku mencintaimu Zayn, ini kata cinta terakhirku untukmu....mulai besok aku akan menerima Akbar sebagai suamiku"


"Itu yang ku harapkan Bee....berbahagialah, jangan menangis lagi semuanya akan baik-baik saja nanti" Zayn melepas pelukan.


Pria ini sudah tidak bisa menahan tangisnya, berbarengan ia melepaskan tangan Bee lalu dengan cepat ia berpaling dan melanjutkan langkah meninggalkan perempuan itu seraya berjalan setengah berlari menuju mobilnya, tangannya ia gunakan mengusap airmata yang telah jatuh dengan perasaan hancur sehancur-hancurnya.


Melihat Zayn meninggalkannya mematung, Bee melihat mobil itu perlahan menjauh, tangisnya kembali pecah dan tanpa berpikir panjang ia menyusul berlari mengejar mobil Zayn yang kian menjauh.


Bee mengangkat rok gaunnya berlari tanpa alas kaki mengejar mobil Zayn yang meninggalkan komplek perumahan menuju jalan raya.


Zayn melihat Bee di kaca spion, pria ini tidak bisa terus terlarut dalam suasana perasaannya maka ia menancapkan gas mengemudi kencang meninggalkan Bee yang masih berlari mengejarnya. Lelaki ini memantapkan hati untuk tidak melihat ke belakang, ia putuskan menatap lekat kedepan fokus mengemudi menuju Bandara.


"Zayn....." pekik Bee yang sudah lelah, ia tersungkur di pinggir jalan dipersimpangan antara jalan komplek rumahnya dan jalan raya.


"Jangan tinggalkan aku" ucap Bee tersengal dengan tangisnya, tapi nyatanya mobil yang ia kejar itu pun telah menghilang di ujung jalan.


#####


jangan baper ya ini author kasih visualnya Rayyan dan daddy Zayn selama tiga hari bersama sebelum capcusss keluar negeri.



__ADS_1



__ADS_2