Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 87


__ADS_3

"Tuan Akbar....." ucap Yasmin terkejut ketika tangannya ditarik paksa oleh lelaki yang Yasmin tidak tahu sejak kapan datangnya.


"Ayo ikut aku" ajak Akbar dengan langkah cepat.


Yasmin menahannya.


"Tidak bisa tuan, kenapa tiba-tiba? bagaimana dengan kak Adnan? dia sedang berada di toilet" jawab Yasmin bingung.


Pada kenyataannya Yasmin tengah berada di sebuah mall besar berniat akan menonton bioskop berdua Adnan, mereka telah membeli tiket namun masih punya waktu sekitar satu jam lagi baru akan dimulai pemutaran film yang akan mereka tonton, berencana mengobrol sambil ngopi santai menunggu waktu masuk bioskop, Yasmin menunggu di sebuah caffe sendirian sebab Adnan sedang ke toilet sementara Yasmin memesan kopi.


Namun tiba-tiba saja datang seorang lelaki berpakaian jas lengkap menarik tangannya kasar keluar dari salah satu caffe mall tersebut.


Iya pria itu Akbar, lelaki ini baru saja selesai meeting bersama rekan kerjanya tepat di restoran sebelah caffe tempat Yasmin ingin minum kopi bersama Adnan. Akbar tidak sengaja melihat ke arah meja caffe yang transfaran menampilkan kedua karyawan restorannya di sana, di mana Yasmin tersenyum malu kala Adnan bicara padanya, entah apa yang mereka bicarakan hingga menyebabkan keduanya tampak begitu akrab dan sesekal tertawa bersama.


Entah mendapat perintah dari mana Akbar mengambil kesempatan ketika Adnan sedang ke toilet. Pria ini langsung saja menghampiri dan menarik paksa tangan gadis cantik yang memakai baju berwarna putih itu keluar dari sana dengan langkah tergesa membuat Yasmin merasa terkejut sekaligus heran.


"Tuan Akbar, lepaskan aku kita mau kemana?"


"Kenapa kau begitu cerewet, ikut saja perintahku" jawab Akbar kesal.


"Apa? tuan Akbar kau kenapa? aku sedang bersama kak Adnan, nanti dia mencariku" tahan Yasmin lagi yang masih bingung.


"Sejak kapan dia jadi kakakmu?" tanya Akbar lagi.


"Apa maksudmu?" Yasmin bertambah bingung.


"Kenapa kau memanggilnya begitu?"


"Kak Adnan maksudmu? iya karena dia lebih tua dariku, semua pelayan memanggilnya begitu ketika di restoran" jawab Yasmin polos.

__ADS_1


"Ck..... tidak pantas, ayo" tarik Akbar lagi, tidak terasa mereka sudah berada di parkir mobil.


Akbar melepaskan tangan Yasmin membuat gadis itu mengaduh kesakitan sambil mengusap pergelangan tangannya yang memerah.


"Maafkan aku" ucap Akbar.


"Tuan Akbar bisa jelaskan kenapa membawaku ke sini?" tanya Yasmin heran.


"Hmmm...... aku, aku.... maksudku" ucapan Akbar menggantung, ia pun tidak tahu harus menjawab apa sekarang, tingkahnya menjadi canggung.


"Huh.....kau benar-benar aneh tuan Akbar, baiklah jika tidak ada yang ingin kau katakan aku akan kembali ke dalam nanti kak Adnan bingung mencariku yang tiba-tiba menghilang" jawab Yasmin geleng kepala seraya meninggalkan Akbar ingin berjalan kembali ke dalam mall.


Akbar terdiam, ia menggertakkan gigi menatap punggung Yasmin yang menjauh karena merasa kesal sendiri ia memukul kuat badan mobilnya dengan raut kesal. Lalu ia pun kembali berlari menyusul Yasmin dan kembali menarik tangan perempuan itu dengan kasar menuju mobil lagi.


Yasmin terkejut "Tuan Akbar, sakit.... apa-apaan ini?" Yasmin mencoba berontak namun sia-sia.


Akbar tidak menjawab ocehan Yasmin, ia terus memaksa gadis itu masuk mobil dan segera meninggalkan mall.


Yasmin merogoh ponselnya dalam tas, menghubungi Adnan yang tengah kebingungan mencari Yasmin di caffe.


Akbar melirik tajam ketika Yasmin bicara dengan Adnan di telepon.


"Tuan bicaralah sebenarnya apa maksudmu membawa paksa aku keluar mall seperti ini?"


"Kau dipecat" jawab Akbar singkat.


"Apa? dipecat apa?" Yasmin kembali kebingungan.


"Dipecat dari restoranku"

__ADS_1


"Apa? apa maksud tuan, aku belum mengerti" ucap Yasmin lagi.


"Aku tidak menyukai jika ada pekerja ku yang tidak profesional, cinta lokasi ataupun berkencan sesama pegawai seperti yang kau lakukan hari ini" jawab Akbar dingin.


"Apa restoran itu punyamu?"


Akbar mengangguk.


"Ck......tuan Akbar, kenapa kau jadi seperti ini? kami bekerja secara profesional ketika di restoran, kami tidak melanggar aturan, ini kencan diluar jam kerja tuan.... lagi pula ada banyak pegawai yang cinta lokasi bahkan sampai menikah, kenapa kau tidak melarangnya? kenapa disaat aku mendapatkan lelaki yang baik padaku, ingin mengenalku lebih jauh, kak Adnan pria yang baik, bukan kami saja yang berkencan ada beberapa pegawaimu yang lain pun terlibat hubungan spesial sekarang, peraturan yang aneh" celetuk Yasmin geleng kepala.


Akbar menghentikan mobilnya mendadak.


"Keluar dari mobilku.... kau memang wanita yang menyebalkan" tatap tajam Akbar.


"Tidak mau..... kau yang memaksaku ikut denganmu, sekarang seenaknya menurunkan ku di jalan, kau yang menyebalkan tuan Akbar.... sudah pecat aku tanpa alasan jelas, sekarang ingin menurunkan aku di sini kau memang jahat" Pekik Yasmin seraya menggigit lengan Akbar dengan kesal.


"Aaaah.... beraninya kau menggigitku?" Akbar mengaduh memegang lengannya.


Yasmin sudah merasa sangat kesal, ia gigit lagi dan lagi hingga mereka terlihat bergumul di dalam mobil yang terparkir di tepi jalan.


"Yasmin hentikan, astaga kenapa jadi geli" ucap Akbar tanpa sadar, ia terus menghindar namun tidak dilepaskan begitu saja oleh Yasmin.


Akbar ingin tertawa rasanya dengan adegan menggelikan itu. Pria ini menangkap tangan Yasmin hingga mereka bertatap wajah dan mata mereka saling bertemu.


Akbar tersenyum lalu meraih bibir Yasmin, ia mengecupnya lembut, Yasmin memejamkan matanya, dadanya berdegup kencang mendapat perlakuan Akbar yang tiba-tiba. Akbar belum melepaskan Yasmin, ia memegang leher Yasmin dengan kuat dan memperdalam ciumannya. Yasmin tidak menolak namun tidak juga menghindar.


Karena merasa sesak, Yasmin melepas paksa membuat Akbar kembali tersenyum. Pria itu mengusap lembut bibir Yasmin dalam hening.


Yasmin merasa malu, wajahnya semerah tomat. Gadis itu menggigit bibir bawahnya lalu berpaling dan kembali pada posisi duduk yang benar, Yasmin terdiam ia menatap keluar jendela seraya menggigit jari merasa malu luar biasa.

__ADS_1


"Ya Tuhan..... kenapa dia menciumku? aku malu" gumam Yasmin dalam hati.


Mereka masih hening, Akbar kembali menjalankan mobilnya perlahan sesekali ia melirik Yasmin di samping kemudi, pria ini juga tidak menyangka ia kembali menggilai bibir manis Yasmin.


__ADS_2