
Plak.
Zayn hanya bisa tertunduk menahan panasnya bekas tamparan ayahnya.
Mama Zayn hanya bisa menangis mendengar penjelasan dari kisah rumah tangga putra tunggalnya ini, Zayn telah menceritakan semuanya tanpa kecuali setelah mereka melewati prosesi pemakaman Kasih yang dilakukan kemarin.
Keluarga Zayn masih menghormati besannya dengan memakamkan menantu yang terkuak kejahatannya menjelang ajal menjemput itu dengan layak dan baik, keluarga Zayn juga memberikan uang dan rumah sebagai santunan terakhir pada orangtua Kasih sebagai tanda hormat dan menghargai mereka, karena memang sejak satu tahun terakhir Kasih memang tidak menghiraukan orangtuanya, ia sibuk berada diluar negeri bersama kekasihnya padahal Zayn memberikan uang untuk menghidupi mertuanya itu namun tidak pernah diberikan oleh Kasih.
"Aku tidak pernah mengajarkan putraku untuk berbohong apalagi berselingkuh, papa sangat kecewa padamu Zayn....kau menyakiti perempuan baik seperti Bee hanya karena obsesi masa lalumu, jika memang kau tidak bisa melupakannya kenapa kau tidak membicarakan dengan kami yang ternyata hubunganmu dengan Kasih juga tidak baik bahkan sejak baru menikah, papa benar-benar kecewa"
Zayn hanya diam tidak berani membantah.
"Memang benar papa ingin menjalankan wasiat nenekmu dengan baik karena kau putra tunggalku tentu saja kau yang harus menikah dengan Kasih, namun karena kau sendiri yang menyetujuinya hingga papa pikir kau sudah menerima takdirmu untuk menikah dengan Kasih bukan dengan Bee, tapi ketahuilah Zayn papa dan mama tidak pernah memaksamu ketika itu"
Zayn masih saja bungkam, ia membenarkan ucapan ayahnya karena ia menjalani wasiat itu karena rasa hormatnya pada orangtua dan nenek kesayangannya bukan karena dipaksa, ia sama sekali tidak berpikir bisa hancur sendiri seperti ini, terlebih setelah menikah ia tidak bisa membalikkan waktu karena dalam keluarganya tidak ada sejarah perceraian setidaknya itulah alasan Zayn tetap menjalani pernikahan dengan Kasih meski dalam diam mereka sama-sama menjalani kehidupan masing-masing dan tidak berusaha membuka hati pada perempuan yang sudah bergelar almarhumah itu.
"Sekarang kau bukan hanya mengecewakan ku Zayn, tapi kau juga jadi pria pengecut yang tidak bertanggung jawab kau memisahkan Rayyan dari ibu kandungnya, papa tidak bisa berkata-kata lagi sekarang"
Ucap pria paruh baya itu lagi, ia terduduk di sofa dengan menundukkan wajahnya seraya memijat kepala yang terasa pusing.
__ADS_1
"Zayn.....dimana Bee sekarang? kita tidak boleh membiarkan Rayyan berpisah dari ibu kandungnya terlalu lama, kalian bisa rujuk bukan? jangan membuat kesalahan yang kedua, mama yakin Bee melakukan perjanjian itu karena terpaksa, kau pikir mendapat tekanan dari seseorang itu mudah? apalagi tekanan dari wanita licik seperti Kasih, mama dan papa saja bisa terkecoh enam tahun lamanya oleh perempuan ular itu, apalagi Bee perempuan polos dan baik jika tidak diancam oleh sesuatu"
"Astaghfirullah....seharusnya mama tidak menyebut keburukan tentang orang yang sudah meninggal" ucap mama Zayn lagi sambil mengurut dadanya.
Zayn terdiam, ia teringat Bee yang ia tinggalkan sejak hari pertama melahirkan dan mengambil Rayyan tanpa perlawanan dari perempuan lemah itu, ia hanya menceraikan lewat surat saja karena Zayn sama sekali belum menemuinya sejak hari itu karena terlalu larut dalam kekecewaan dan prasangka buruk hingga logikanya mengalahkan perasaan cintanya.
"Aku meninggalkannya di rumah kami ma, dia ku ceraikan lewat surat dan aku belum juga menemuinya sejak Rayyan bersama kita, aku rasa dia masih disana" jawab Zayn mengusap wajahnya sedih.
"Kau benar-benar lelaki bejat Zayn, papa tidak menyangka kau bisa melakukan hal sekejam ini pada perempuan yang bahkan kau puja-puja selama ini, apa itu namanya cinta yang kau sebut-sebut sejak tadi? kau bahkan memisahkan Rayyan sejak hari pertama melahirkan, papa tidak habis pikir Zayn....papa tidak pernah mengajarkan putraku sejahat ini" kembali papa Zayn merasa kesal akan perlakuan Zayn pada Bee, karena kedua orangtua Zayn sangat tahu dan tidak pernah menilai buruk pada Bee selama mengenal perempuan itu.
"Hentikan perdebatan kita, tidak ada gunanya karena akan menghabiskan waktu sia-sia dengan menyesalinya, semua sudah terjadi sekarang kau bisa memperbaikinya Zayn mama tahu kau masih mencintai Bee bukan?"
"Kalau begitu ayo kita jemput dia sekarang kalian bisa rujuk kasihan putramu, kalian bisa memperbaiki hubungan ini karena sudah tidak ada penghalang sekarang"
Ucap mama Zayn semangat dan menggenggam tangan putranya itu, papa Zayn hanya ikut mengangguk setuju.
*****
Zayn merasa gugup sekaligus menahan rindu yang kian membuncah di dadanya, ia sungguh merindukan Bee selama mereka berpisah dua bulan ini, ia merasa menjadi pria paling bodoh karena telah melakukan kesalahan yang kedua kalinya dimana meninggalkan perempuan yang amat ia cintai itu.
__ADS_1
Mama dan Papa Zayn ikut mendampingi sang putra datang ke rumah mewah yang sempat Zayn tinggali bersama Bee yang menjadi saksi romansa percintaan mereka sejak menikah, mama Zayn menggendong cucu kesayangannya sambil tersenyum bahagia mengingat akan bertemu menantu idamannya sejak dulu, terlebih ia sangat bersemangat untuk mempersatukan bayi mungil itu dengan ibu kandungnya.
Mereka masih berdiri di depan pintu rumah besar menunggu sang penghuninya menyambut mereka.
Papa Zayn kembali menekan bel yang sejak tadi belum juga mendapat respon, Zayn semakin gugup dan tidak sabar, senyumnya mengembang ketika pintu terbuka.
"Tuan Zayn" ucap bi Sumi terkejut yang membukakan pintu, wanita paruh baya yang menjadi pelayan setia Bee itu segera menunduk hormat pada ketiga tamu tersebut.
"Mana istriku bi? hmmmm maksudku mana Bee?" tanya Zayn cepat dan bersemangat sambil kepalanya melihat-lihat ke arah dalam rumah.
"Silahkan masuk dulu tuan, maafkan saya tuan...nona nona nona Bee....." ucapan bi Sumi terbata dan menggantung.
"Mana Bee bi? kami datang untuk menjemputnya" jawab mama Zayn juga bersemangat.
Namun raut bi Sumi berubah menjadi sendu seketika.
####
Ayo Bee keluar dong......
__ADS_1