
Zayn meninggalkan Bee yang masih menangis disamping Rayyan, lelaki ini tidak ingin terlarut dalam suasana yang akan membuatnya bertambah rasa sakit, ia sudah berusaha sekuat hatinya untuk menghindari Bee selama ini namun perempuan itu selalu hadir seakan menertawakan Zayn bahwa sekarang lelaki itu tidak bisa berbuat apa-apa.
Rayyan melirik mommy nya, anak ini bediri dari duduknya dan memeluk Bee setelah menyadari perempuan yang telah melahirkannya itu tampak menangis. Bee kembali tersedu mendapat perlakuan manis dari putranya yang belum mengerti apa-apa, Rayyan pun ikut sedih wajahnya sendu tidak seceria tadi.
Mama Zayn masuk menghampiri Bee dan Rayyan, perempuan paruh baya ini seolah mengerti apa yang telah terjadi.
"Bee......hei tenanglah sayang" ucap mama Zayn mengusap punggung Bee.
"Bibi......aku menyesal" tidak di duga ucapan itu pun keluar dari mulut Bee.
"Sayang kau bicara apa? bibi menyayangimu Bee....bibi inginkan yang terbaik untuk kalian semua, seperti inilah jalannya ternyata kau memang tidak ditakdirkan menjadi menantu ku namun kau akan menjadi bagian dari keluarga suami ku, percayalah sayang Akbar pria yang baik Bee....kau tidak perlu menyesalinya pilihanmu menentukan masa depanmu" ucap mama Zayn menenangkan Bee dalam pelukannya.
"Bi......aku mencintai Zayn bi, aku mencintainya, aku tidak tahu akan seperti ini....aku menerima Akbar sebab aku pikir Zayn sudah berbahagia bersama kak Kasih, kasihan putraku bi dia membutuhkan kami berdua bukan tumbuh dari keluarga yang bercerai berai" ucap Bee tersedu.
"Bee.....apa kau pikir Zayn tidak mencintaimu? putraku bahkan mengorbankan kebahagiaannya demi sebuah janji, dulu ia menepati janji menikahi Kasih karena neneknya, sekarang pria itu pun menepati janji untuk tidak mengacaukan hubunganmu dengan Akbar, Zayn juga berada di posisi sulit sekarang Akbar saudaranya Bee....takdir yang mempertemukan mu kembali pada keluarga ini, bukan salah mu juga telah menerima Akbar. Sekarang siapkan hatimu, sudah sangat terlambat jika ingin mundur hari pernikahan semakin dekat, biarlah Zayn mencari jalannya sendiri, percayalah Akbar akan membahagiakanmu mungkin dia jauh lebih baik daripada putraku" kembali mama Zayn memberi pengertian pada ibu dari cucunya itu.
Bee kian menangis, memang benar ia tidak bisa mundur sekarang terlebih jika mengingat Akbar adalah pria baik yang tulus mencintai dan menerima Bee apa adanya, sungguh hati Bee tidak sanggup menyakiti pria sebaik Akbar namun entah kenapa hingga sekarang ia pun masih berharap jika takdir bisa berkata lain, selain masih mencintai pria lain Bee juga berat mempertimbangkan nasib putranya.
__ADS_1
*****
Dua hari berlalu, Bee yang mendapar giliran mengasuh Rayyan pun hanya mengurung diri dirumah, pernikahan yang akan dilaksanakan kurang dari sepuluh hari lagi membuat pikirannya begitu kalut, jika boleh jujur ia ingin pergi saja sejauh mungkin dari rencana itu namun ia sadar itu tidaklah mungkin ia lakukan.
Bee berkali-kali ingin memantapkan hati menerima Akbar, namun hingga kini hatinya masih saja terikat pada Zayn seorang terlebih ketika ia menatap wajah putranya, sekarang perempuan itu hanya bisa diam dan menerima semua takdir yang menghampirinya saja, ia tidak bisa memaksa keadaan yang memang rumit ini terlebih ia pikir Zayn sudah pasrah juga.
Siang itu datang sebuah undangan dari dokter Rossa yang akan menikah dengan Erick sang pelukis temannya Akbar tempo hari, karena Akbar tidak bisa pulang akhir pekan ini terpaksa Bee yang akan hadir mewakili calon suaminya, meski enggan karena Bee yakin Zayn pun akan datang bersama Erina karena mereka teman sejawat di rumah sakit.
******
Bee menjadi gugup dan canggung setelah beberapa hari tidak bertemu dengan pria itu karena kejadian di ruang televisi tempo hari, Bee hanya mengangguk saja ketika Erina menyuruhnya untuk cepat masuk ke mobil.
Sungguh hatinya tiba-tiba kesal karena Erina lah yang duduk disamping kemudi itu artinya Bee akan menyaksikan tingkah Erina manja pada Zayn yang membuat ia tidak menyukainya sama sekali, Zayn mencoba bersikap seperti biasa tidak terlihat canggung.
Benar saja selama perjalanan Erina sibuk berswaphoto sambil menyandarkan kepalanya di lengan Zayn, sesekali ia membuat video dan mengunggahnya di media sosial. Wajah Bee memerah menahan kesal dimana Zayn hanya diam saja dan tersenyum manis meladeni calon adik iparnya itu, meski mereka bersaudara sekalipun Bee tetap cemburu melihat kedekatan mereka.
Zayn sesekali mencuri pandang jandanya yang duduk dibelakang dengan wajah tidak bersahabat, pria ini ingin tertawa rasanya ia tahu sekali itu raut cemburu dari Bee, sedang Bee sendiri membalas tatapan tajam pada Zayn yang ketahuan memandangnya dari kaca spion.
__ADS_1
"Yasmin....kenapa kau diam saja sejak tadi? apa kau kecewa kakak tidak bisa ikut mendampingimu? maafkan pria itu memang sangat sibuk dengan urusannya sebelum mengambil cuti panjang untuk pernikahan kalian, bahkan kakak juga sudah menyiapkan rute pejalanan bulan madu kalian nanti" ucap Erina sambil melihat ponselnya.
"Iya aku sangat kecewa" jawab Bee menekan kata kecewa sambil melirik Zayn yang masih memangdangnya di kaca spion.
Zayn hanya tersenyum saja mendengarnya.
"Kau benar-benar menyebalkan Zayn, jika ingin bermesraan jangan pula dihadapanku seperti ini, apa kau dendam padaku?" Bee mengirim pesan pada ponsel Zayn yang masih fokus mengemudi.
Zayn mendengar ponselnya berbunyi ada tanda pesan masuk, ia membukanya seraya memelankan jalan mobil mereka, ia hanya mengulum senyum membaca pesan chat dari perempuan yang tengah duduk di bangku penumpang itu.
"Siapa?" tanya Erina.
"Bukan siapa-siapa" jawab Zayn singkat, membuat Bee kesal bukan main dengan jawaban itu.
Kembali ia mengetik pesan "Aku mantan kekasihmu, mantan istrimu, ibu kandung dari putramu, perempuan yang masih kau cintai hingga saat ini bahkan hingga nanti. Kenapa kau bilang bukan siapa-siapa? kau pria jahat Zayn....."
Dan mengirimnya lagi pada ponsel pria itu.
__ADS_1