Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 84


__ADS_3

Langit begitu cerah hari ini, secerah hati perempuan yang tengah menikmati masa-masa emas kehamilan yang baru saja melewati trimester pertama dengan berat, iya Bee mengalami mual dan muntah berlebih ditiga bulan pertama kehamilannya sekarang, namun ia bersyukur bisa menikmati masa itu didampingi suami dan keluarga tercinta.


Kehamilan yang sudah memasuki bulan kelima ini Bee benar-benar tidak merasakan lagi mual dan muntah seperti bulan-bulan sebelumnya, mulai berselera makan, bahkan lebih banyak makan hingga badan dan pipinya mulai berisi.


Manja, jangan ditanya Zayn tidak bisa berkutik untuk kehamilan kedua istrinya ini, pria itu mulai mengurangi kegiatan lain selain di rumah sakit yang memang menjadi tanggung jawabnya, tidak lagi menjadi narasumber berbagai seminar kesehatan Zayn benar-benar fokus pada kehamilan Bee saat ini terlebih di trimester pertama pria ini sungguh tidak bisa melihat istrinya menderita mengalami mual muntah berlebih tidak seperti ketika Bee mengandung Rayyan dulu.


Tidak hanya mual muntah berlebih, Bee juga banyak mengalami permasalahan kesehatan lainnya, ia pernah mengalami perdarahan ringan hingga dua kali yang membuatnya diopname dan harus bedrest total berhari-hari, perlu mereka syukuri janinnya masih baik-baik saja hingga keadaan Bee pun semakin membaik seiring berjalan waktu, hal tersebut menjadikan pelajaran berharga bagi Zayn yang tidak ingin menyia-nyiakan cintanya lagi, bagaimana istrinya berjuang dalam keadaan sulit ditiga bulan pertama kehamilan yang benar-benar menyita perhatian dan membuat semua orang menjadi cemas karenanya.


Untuk saat ini, seakan kesulitan itu berganti rasa bahagia dimana baru saja diketahui dari hasil pemeriksaan rutin kehamilan, Bee sedang mengandung bayi perempuan calon adiknya Rayyan, janinnya tumbuh sehat meski banyak hal yang harus dilalui, Rayyan pun sudah mulai menerima kehamilan mommy nya, anak lelaki ini mulai mengerti ia akan menjadi seorang kakak tidak lama lagi, Rayyan juga pandai bermain dengan perut yang mulai membuncit itu.


Bahagia, semua keluarga merasa bahagia bahwa Bee telah melewati masa sulit trimester pertamanya, sekarang bahkan perempuan ini tidak bisa melihat makanan sedikit langsung saja ia berselera untuk memakannya, beruntung mempunyai mertua yang baik dan perhatian layaknya anak sendiri.


"Zayn......" rengek Bee yang mulai membuat Zayn jengkel karena mengganggu tidurnya.


"Apa sayang?" jawab Zayn singkat namun masih terpejam.


"Bangun....ini sudah siang, aku ingin kita masak sarapan berdua, ayolah" ajak Bee lagi menggoyangkan tubuh suaminya dengan sekuat tenaga.


"Bee....aku mengantuk, salah kau juga mengajak ku begadang semalam" jawab Zayn pelan sambil membenamkan wajahnya pada bantal.


Bee mendengus kasar, memang benar semalam Zayn terpaksa mengikuti kemauan Bee yang ingin keliling kota sambil berburu kuliner malam, hingga mereka pulang larut malam, bukan hanya sampai disitu, ketika di rumah Bee pun menyiksa suaminya untuk menemaninya menonton film kesukaannya hingga dini hari tanpa boleh Zayn tidur sedikitpun.


"Sayang....ayolah, aku lapar" rengek Bee lagi.


"Mama juga pasti sudah buat sarapan sayang, kau bisa makan bersama mama saja ya, aku mengantuk sekali, mataku berat...kau lihat sendiri" ucap Zayn membuka matanya sedikit menatap Bee yang mulai ingin merajuk.


"Huh....oke baiklah" ucap Zayn lagi seraya bangkit dari baringnya.


Bee tersenyum puas.


"Ingin ku temani mandi?" tawar Bee terkekeh melihat raut enggan suaminya.


Setelah sarapan sesuai keinginan istri yang sedang hamil, Zayn memeluk Bee yang duduk di pangkuannya di teras kamar mereka yang berhadapan langsung pada sebuah halaman kecil berumput hijau yang memanjakan mata terlebih di hari yang begitu cerah ini.


Saling diam dan meresapi perasaan masing-masing Bee yang meringkuk nyaman di leher Zayn seraya tangan suaminya terus bertengger mengusap-usap lembut perutnya yang mulai merasakan gerakan-gerakan manja dari si calon buah hati, Bee bersyukur pada akhirnya lelaki ini juga yang menjadi suaminya saat ini, memeluk dan menjaganya seperti saat ini, Zayn memberikan perhatiannya penuh tidak seperti ketika ia mengandung Rayyan dulu yang rumah tangga mereka rawan konflik, meski tidak diungkit lagi namun bersyukur adalah hal yang utama bagi mereka sekarang bisa bersatu salam ikatan cinta dan pernikahan impian mereka sejak dulu, cinta pertama dan terakhir bagi keduanya berharap hanya maut yang bisa memisahkan.

__ADS_1



******


Berbeda nasib dengan Zayn dan Bee yang terus merasa berbunga dari hari ke hari, Akbar malah harus direpotkan dengan ulah Yasmin yang membuatnya harus bangun pagi-pagi sekali untuk menemui semua pelayan rumahnya sebelum gadis itu terbangun dan berulah lagi yang akan membuat Akbar malu nantinya jika ketahuan bahwa mereka tidur di kamar yang sama semalam.


Setelah semua pelayan perempuan ia suruh berkumpul hari itu membuat mereka heran karena tidak biasanya seperti itu, jika harus berkumpul itupun dilakukan oleh Elsa bukan majikannya ini secara langsung.


Wajah Akbar benar-benar lain hari ini, semua menyadari bahwa pria itu terlihat berbeda dipagi buta.


"Baiklah.... hari ini aku izinkan kalian libur, belanja dan nikmatilah hari ini sepuas kalian, pulanglah ketika sore" ucap Akbar yang mampu membuat semua pelayan tidak menyangka akan diliburkan bersamaan seperti ini, biasanya mereka libur bergiliran mengikuti jadwal. Entah apa yang ada dibenak mereka bertanya-tanya heran kenapa tiba-tiba saja majikan bujangan ini menyuruh mereka libur satu hari penuh.


"Tuan Akbar, anda tidak sedang bercanda bukan? bagaimana bisa kami libur semua, siapa yang akan mengurus rumah dan memasak hari ini?" tanya Elsa mencoba mencari alasan.


"Tidak perlu, aku bisa makan di luar.... ini kesempatan langka bukan? jadi jangan banyak bertanya, lekas pergi dan pulanglah ketika sore" jawab Akbar serius.


Tidak ada yang berani membantah, semua diam dan kembali ke kamar mereka masing-masing untuk bersiap berlibur dan menghibur diri dari penatnya rutinitas sebagai pelayan. Rini sudah bersenang hati untuk hari ini, ia tidak mau memikirkan alasan kenapa sang majikan tiba-tiba berbeda hari ini, ia berniat akan berkunjung ke kost Yasmin, ingin mengajak gadis malang itu makan siang dan jalan-jalan bersama agar Yasmin tidak terlalu stress sendirian di kost.


Tanpa ia sadari, bahwa gadis yang akan ia ajak makan enak dan jalan-jalan tersebutlah yang menjadi alasan kenapa mereka diliburkan hari ini.


*****


Akbar menatap setengah kesal pada Yasmin, mungkin jika bukan karena gadis itu ia tidak harus meliburkan semua pelayan secara paksa.


Yasmin menggeliat, ia merasa perutnya terasa diaduk-aduk seperti ingin muntah. Ia terbangun dengan cepat ia beranjak dari ranjang hendak berlari ke kamar mandi dan sama sekali belum menyadari ia berada di mana sekarang.


Akbar menghalangi jalannya ke kamar mandi, Yasmin membelalakkan mata menatap wajah Akbar yang ia anggap sebagai mimpi semalam.


Ingin berkata sesuatu namun rasa ingin muntahnya lebih menguasai Yasmin saat ini hingga ia tidak bisa menahannya sampai ia muntahkan saja pada dada Akbar yang berada di hadapannya, muntah Yasmin begitu banyak mungkin karena efek alkohol semalam.


Akbar kembali memejamkan mata dengan perasaan kesal bukan main.


"Apa-apaan kau ini" umpat Akbar merasa jijik dengan muntahan di dadanya.


Yasmin menutup mulutnya.

__ADS_1


"Tuan.....tuan Akbar? kau kah ini?" Yasmin masih merasa heran.


"Kau pikir siapa? hantu?" kesal Akbar lagi.


"Tuan....maaf bagaimana bisa aku di sini? bukankah aku sedang di hotel? lalu mana pria yang membeliku?" tanya Yasmin tanpa menghiraukan bekas muntahannya yang mengotori dada Akbar.


"Mana ku tahu"


"Atau jangan-jangan tuan sendiri yang membeliku semalam?" oceh Yasmin lagi bertanya-tanya heran.


"Enak saja, tidak sudi ku membeli gadis bodoh seperti mu, jika tidak bisa mabuk jangan mabuk, kau selalu saja membuatku sial, minggir" jawab Akbar menggeser tubuh Yasmin agar ia bisa ke kamar mandi.


Yasmin yang baru saja mengumpulkan kesadarannya, ia benar-benar bingung sekarang kenapa ia bisa berada bersama Akbar pagi ini.


"Tuan.....tuan..... maaf aku masih ingin bertanya" ucap Yasmin lagi sambil menerobos masuk ke kamar mandi di mana Akbar telah bertelanjang dada dan membersihkan diri di bawah guyuran shower.


Yasmin lagi-lagi menutup mulutnya.


"Kau.... dasar gadis tidak tahu sopan santun" Akbar menunjuk Yasmin dengan kesal bahwa gadis itu berani masuk kamar mandi.


"Tuan maafkan aku, aku tidak sengaja aku hanya penasaran saja kenapa bisa aku bersamamu saat ini? bukankah semalam seorang pria telah membeliku? atau ah..... apa kau meniduriku semalam?" tanya Yasmin terkejut.


Akbar merasa kesal, ia menarik kasar tangan Yasmin mendekat ke arahnya hingga mereka sama-sama basah oleh air yang terus mengguyur.


"Kau dengar baik-baik, kau semalam telah berbuat bodoh ingin menjual diri dan berani minum alkohol hingga pagi ini pun kau merasa gila seperti semalam, asal kau tahu saja Yasmin..... aku menyelamatkanmu dari pria hidung belang yang belum tentu akan membayarmu seperti yang kau harapkan, seharusnya kau berterimakasih, ketahuilah aku tidak sudi menidurimu" ucap Akbar serius, mata mereka menyatu. Yasmin terkejut mendengar perkataan itu keluar dari Akbar.


Lama saling mengunci tatapan di sela guyuran air hangat yang telah membuat Yasmin pun basah karenanya.


"Benarkah? apa kau melihatku ingin menjual diri semalam? iya aku memang berniat seperti itu tuan Akbar, ketahuilah kau menyelamatkan ku dari pria semalam tidak membuatku senang, aku kecewa sekarang bahwa niatku tidak berhasil"


Akbar terdiam mendengarnya.


"Seharusnya kau tidak membawaku ke sini, biarkan saja aku menjual diri, ini urusanku tuan lagi pula apa pedulimu..... darimana kau tahu dia tidak akan membayarku? tentu saja aku akan dibayar karena aku masih gadis, kenapa kau menggagalkannya, mencari pelanggan kaya itu sulit. Huh...... jika aku tidak pantas menjual diri, lalu aku harus bertahan hidup dengan apa? apa kau berpikir aku lebih cocok mengemis saja untuk mendapatkan uang? ketahuilah tuan Akbar, uang ku sudah hampir habis, aku tidak punya pekerjaan lalu aku akan makan dengan apa? ini kota besar, aku tidak punya siapa-siapa untuk kembali, aku hanya punya modal tubuhku saja, kenapa kau menggagalkan rencanaku?" Yasmin berkata serius dan mulai menangis terisak, ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Akbar tidak tahan mendengarnya, ia meraih tubuh Yasmin dan memeluknya erat. Entah kenapa ia tidak menyukai perempuan ini berkata seperti itu.

__ADS_1


"Kenapa kau melakukannya tuan Akbar, bukankah kau tidak peduli padaku? aku bukan siapa-siapa bagimu, kau sudah mengusirku dari sini, seharusnya kau tidak seperti ini, jangan membuatku salah paham, aku sudah tidak mengganggumu lagi, aku tidak membuatmu jengkel lagi, aku sudah pergi jauh dari rumah mu ini sesuai yang kau perintahkan" ucap Yasmin dalam dekapan Akbar.


Akbar hanya diam, namun tidak juga melepas pelukannya.


__ADS_2