Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 18


__ADS_3

"Bee....sejak kapan kau disini?" tanya Bayu gugup.


"Mas Bayu jangan marah, itu hanya tergores sedikit, kasihan anak ini....sebaiknya mas Bayu menegur saja dengan baik, tidak harus menamparnya juga" jawab Bee datar.


"Maafkan aku Bee....aku khilaf, aku terburu-buru ingin menjemputmu disini, tapi anak ini menyenggolku"


"Sudahlah.....lepaskan anak ini, kasihan dia"


Akhirnya Bayu melepaskan anak itu demi tidak ingin terlihat jahat dimata gadis pujaannya, namun ia masih kesal dengan kejadian tersebut.


Memang benar Bayu seorang pria yang baik namun ia mempunyai sifat tempramen jika sudah merasa terganggu oleh seseorang yang memancing emosinya. Bahkan ia tidak segan main tangan jika sudah marah, sifat itu hanya tiba sesekali saja jika memang sudah benar merasa terganggu. Bayu belum bisa mengontrolnya dengan baik.


Namun Bee merasa lain dihatinya ketika menyadari bahwa Bayu mempunyai sifat tersembunyi yang bahkan ia tidak pernah melihatnya selama kenal pria itu.


Ia sedikit membandingkan dengan Zayn terdahulu, sejak kenal dan menjalin hubungan bersama Zayn cukup lama, Bee bisa tahu sifat dan karakter mantan kekasihnya itu terlebih mereka juga bertetangga lama sejak Bee masih SMP. Zayn bukan tipe yang suka marah-marah apalagi sampai main tangan pada siapapun Bee mengenalnya dengan baik.


Bahkan Zayn tidak peduli jika barangnya rusak atau hilang oleh temannya, ia akan cepat memaafkan tanpa harus mengumpat atau minta ganti.


Bee merasa Bayu jauh berbeda.


Lama mereka duduk di bangku taman, Bee lebih banyak diam, Bayu menjadi salah tingkah sejak kejadian tadi.


"Bee....apa kau marah padaku?"


"Tidak.....aku hanya lelah, bisa kita pulang sekarang, aku ingin beristirahat" Bee membuat alasan ingin menghindari Bayu untuk hari ini.


"Tapi kita sudah berjanji akan bicara tentang hubungan kita kedepannya"


"Besok saja, aku benar lelah mas Bayu ayo antar aku pulang saja" Bee menatap sayu.


Bayu menghembus napas kasar sebelum mengiyakan permintaan Bee.


*****


Keesokannya Bee dinas sore bersama Dina dan Toni yang menjadi rekan kerja abadinya.


Mereka berbagi tanggung jawab atas pasien yang berada disana. Bee kebetulan mendapat tanggung jawab atas pasien yang berada di kamar no 05 yang berada paling ujung.


Mereka masih bisa bersantai sambil menunggu jam minum obat bagi pasien dan melakukan tindakan keperawatan sesuai jadwal.


Zayn tahu Bee dinas sore itu makanya dia datang lagi setelah pulang untuk mandi dan beristirahat sebentar.


Bee menghindar ketika Zayn datang membawa banyak makanan seperti biasa, ia begitu malas meladeni pria ini.


"Hai....." sapa Zayn pada Bee yang tengah duduk santai dengan temannya Dina.


Bee hanya tersenyum saja.


"Dokter Zayn...." sapa Dina.


"Hai Din, ini ku bawakan makanan" jawab Zayn seraya meletakkan makanan yang ia bawa ke atas meja.

__ADS_1


"Dokter terlalu repot, berat badan ku naik drastis sejak dokter Zayn sering membawakan kami makanan" canda Dina.


Zayn hanya tertawa.


"Hei kenapa diam saja" colek Zayn pada hidung mancung Bee.


Bee menatap kesal, bagaimana Zayn akhir-akhir ini begitu berani menunjukkan sikapnya meski hanya dihadapan Dina saja, bahkan Zayn sering mencuri kecupan di pipi gadis itu jika sedang visit menuju kamar pasien.


Zayn ikut mendudukkan tubuhnya dikursi tepat disamping Bee.


Dina sibuk membuka makanan, Zayn sibuk mendekati Bee sambil berbisik pelan "Aku mencintaimu"


Bee hanya melirik dengan ekor matanya yang tajam. Bee hanya diam tanpa merespon, ia beralih ke kursi yang lain namun tetap saja Zayn mengikutinya.


"Zayn berhenti disitu, kenapa kau selalu saja mengangguku?" kesal gadis itu.


"Terus aku harus mengganggu siapa? mengganggu Toni?" jawab Zayn bercanda.


Bee memutar bola mata malas, Dina hanya geleng kepala melihat tingkah mereka berdua, ia memilih tidak menghiraukan dan fokus mencicipi makanan yang dibawa Zayn tadi.


"Hei.....ayolah" Zayn menarik tangan Bee.


Bee ingin melepasnya namun Zayn lebih kuat menahannya, hingga ia membawa tangan itu ke dadanya.


"Bee....menikah dengan ku" ucap Zayn pelan namun serius.


Bee hanya berdecak kesal, berbeda dengan Dina gadis itu menjadi tersedak ketika kata-kata Zayn terdengar oleh telinganya.


"Oke baiklah.....aku tidak mendengar apapun, aku tidak mau ikut campur, aku akan kedalam menemui Toni" jawab Dina sambil tersenyum canggung dan segera berlalu menyusul Toni yang berada di ruangan tempat mereka beristirahat.


"Berhenti bilang itu Zayn" Bee menatap tajam sambil menaikkan alisnya.


"Lalu aku harus bilang apa? tidak ada yang ingin ku katakan padamu selain kata menikah dan kata cinta untukmu" jawab Zayn membalas tatapan Bee dengan serius dan penuh harap.


"Zayn ayolah...kau semakin mempersulitku akhir-akhir ini, aku sudah menerima lamaran dokter Bayu, mungkin kami akan menikah dalam waktu dekat" jawab Bee berdusta.


Zayn terdiam, tangannya masih tidak melepas jari lentik milik gadis itu.


"Kau ingin aku yang mati atau Bayu yang mati?" Zayn bicara tajam dan serius.


"Zayn......mengertilah" Bee sudah lelah dengan sikap Zayn yang memaksa.


"Jawab aku? kau mau aku membunuhnya jika itu terjadi?"


"Zayn...." Bee menggeleng pelan.


"Pria itu akan mati ditanganku Bee jika sampai kau menikah dengannya, bukan hanya dia tapi berlaku untuk semua pria lain yang berani merebutmu dariku"


"Zayn sudah bercandanya oke....aku ingin memberikan obat sore untuk pasien ku, lepaskan tanganku"


"Biar ku temani" Zayn ikut berdiri setelah Bee berdiri dari duduknya, namun Zayn belum melepaskan genggaman tangannya.

__ADS_1


"Tidak perlu...ini tugasku Zayn, ayo lepaskan tanganku, pulanglah"


"Tidak...aku akan menemanimu disini"


"Terserah kau saja, ayo lepaskan tanganku"


Seakan enggan melepaskan gadis itu, lama mereka saling memandang dengan posisi berdiri, Zayn menarik tangan Bee hingga tubuhnya mendekat segera Zayn mengunci pinggang ramping Bee dihadapannya.


"Zayn....apa-apaan ini, lepaskan aku bagaimana jika ada yang lihat" Bee mencoba berontak.


"Aku tidak peduli.....aku mencintaimu Bee, menikahlah dengan ku"


"Zayn" bentak Bee kesal, ia menggigit bahu pria itu agar terlepas namun tetap saja sia-sia.


"Gigit aku sepuasmu setelah itu jawab iya untuk menikah denganku"


"Kau gila Zayn"


Cup, Zayn mengecup bibir manis gadis itu lagi dan lagi, Bee terdiam, darahnya berdesir mendapat kecupan lembut Zayn.


Entah kenapa, akhir-akhir ini Bee selalu jinak bahkan tidak bisa menolak perlakuan mesra lelaki itu.


Zayn mengambil kesempatan itu ia menarik leher Bee dan mencium bibir itu begitu lembut dan dalam.


"Aku mencintaimu Bee....aku tidak akan pernah lelah mengatakannya sampai kau menerima ku lagi" Zayn berucap pelan namun serius.


Ia melepaskan Bee, mengusap bibir gadis yang mematung itu dengan lembut.


"Aku akan menunggumu disini, kerjakanlah tugasmu"


Bee baru tersadar, ia tidak menjawab namun matanya tampak berkaca-kaca. Ia memutuskan untuk melanjutkan niatnya memberi obat pasien.


Bee mendorong troly tempat obat yang akan diberikan pada pasiennya meninggalkan Zayn yang kembali duduk santai memainkan ponselnya.


Bee mengusap airmatanya yang jatuh, ia sungguh tersiksa dengan sikap Zayn yang kian hari kian membuatnya ragu untuk meneruskan hubungan dengan Bayu.


"Aku juga mencintaimu Zayn" ucap Bee dalam hatinya.


****


Zayn masih asyik main game di ponselnya, ia melihat seseorang berjalan dari ujung kamar pasien menuju keluar, namun sedikit mencurigakan karena pria itu tampak terseok-seok dan memakai masker dan topi.


Hingga matanya tidak sengaja tertuju pada lantai seperti ada tetesan darah.


Tanpa Zayn sadari Bee sudah terlalu lama berada dikamar pasien hanya untuk tindakan pemberian obat saja.


Sampai pada terdengar suara gaduh dan minta tolong dari kamar pasien paling ujung dan Zayn tahu Bee tadi bertanggung jawab dikamar itu.


Tanpa berpikir panjang Zayn berjalan setengah berlari mengikuti jejak tetesan darah, benar saja ketika sampai kamar 05 matanya menangkap seseorang yang ia tunggu sejak tadi sudah terbaring pingsan dengan darah di bagian perut Bee.


Pasien lain yang berada dikamar yang sama hanya bisa berteriak minta tolong.

__ADS_1


Zayn memanggil Bee ternyata Bee telah benar-benar pingsan, dengan wajah memerah Zayn menggendong tubuh kecil gadis itu keluar dari sana dengan perasaan tidak menentu.


__ADS_2