
Hari demi hari pun berlanjut, tidak terasa sudah satu bulan Bee menyandang status sebagai istri kedua dari pria yang ia cintai, memang benar selama satu bulan penuh Kasih tidak pernah menghubunginya, lagi pula Bee sedikit curiga sebab Zayn tidak pernah pulang ke rumah istri pertamanya seperti yang dibayangkan oleh perempuan ini sebelumnya bahwa mereka akan berbagi suami, namun pada kenyataannya tidak sudah satu bulan Zayn menjadi milik Bee seutuhnya, mereka merjaut asmara yang dulu pernah dirasakan ketika pacaran lima tahun lalu, semuanya indah tidak ada yang berlalu sia-sia.
Zayn dan Bee tidak memikirkan soal anak pada awal kehidupan baru mereka meski Bee terus saja berpikir jika ia berhasil hamil itu artinya perjanjiannya dengan Kasih akan di mulai saat itu juga, ia menjadi heran bahwa istri pertama dari suaminya ini penuh teka teki tidak pernah muncul setelah ia menikah, juga Zayn setiap ia menanyakan soal Kasih pria ini selalu mengelak dengan santai karena memang Zayn sudah tidak memikirkan wanita itu lagi, mereka hanya terlibat perjanjian konyol yang terpenting pria ini selalu mengirim uang yang menjadi kegemaran istri pertamanya itu.
Namun semua ini tidaklah seperti yang dibayangkan oleh Zayn, pada kenyataannya Kasih mulai gerah dengan informasi-informasi mengenai kehidupan bahagia suaminya ini namun ia belum kembali dan masih ingin memantau saja, perempuan ini mulai merasa tidak senang dengan perlakuan Zayn pada Bee yang jauh lebih baik, mulai dari membeli rumah mewah hingga tampak hidup bahagia.
Berbanding terbalik dengan kehidupannya saat ini meski uang terus mengalir, namun akhir-akhir ini Kasih mulai mendapat pengkhianatan dari kekasihnya yang ia tanggung semua biaya tentu dari uang suaminya sebagai upah telah berhasil membuat Bee kembali pada Zayn.
Perempuan ini mulai merasa lain dari sebelumnya ia menjadi cemburu pada Bee yang beruntung di cintai, sedang ia sekarang malah mendapat sebuah pengkhianatan dari sang kekasih yang berselingkuh dengan temannya sendiri.
*****
Bee mengikuti pelatihan dari rumah sakit untuk beberapa hari di sebuah resort tepi pantai, pelatihan khusus tenaga kesehatan yang diadakan oleh rumah sakit demi memajukan lagi kompetensi para tenaga kesehatan yang bekerja disana agar terus memberikan pelayanan maksimal dan profesional tentunya.
Tanpa Bee sadari suaminya terus saja mengikuti kemana ia pergi bahkan ikut menginap di hotel yang sama, lelaki ini seakan enggan berpisah walau hanya beberapa malam saja.
Belum tengah malam ponsel Bee berbunyi, kebetulan perempuan ini belum tidur dan masih membaca beberapa modul pelatihan, Bee satu kamar dengan temannya Dina yang juga mengikuti pelatihan, menginap di sebuah kamar yang terdapat kolam renang di belakangnya yang mengarah ke pemandangan laut lepas.
"Dasar Dina tukang tidur, jam segini sudah pulas...." gumam Bee tersenyum melihat temannya sudah terlelap bersama mimpi.
Ponselnya berbunyi ada pesan masuk, ia mengernyit heran bahwa itu pesan dari suaminya yang menyuruhnya keluar kamar, perempuan ini menghembus napas kasar ia tahu pasti Zayn akan selalu mengikuti kemana ia pergi.
Berjalan pelan agar Dina tidak bangun, ia keluar kamar dan senyumnya mengembang tatkala melihat Zayn berdiri dengan gagahnya disana seraya melambai tangan dengan sebuah buket bunga mawar di tangannya.
Bee menghampiri pria itu dengan senyuman serta pelukan hangat.
__ADS_1
"Sayang kenapa kau bisa ada disini?" tanya Bee heran.
"Memangnya kenapa? istriku disini tentu aku juga harus disini bukan?" jawab Zayn mencium bibir Bee mesra.
"Huh....aku pelatihan hanya beberapa hari saja, kau bisa pulang ke rumah orangtua mu jika tidak ingin tidur sendirian atau bisa pulang ke rumah kak Kasih"
Zayn kembali membungkam bibir istrinya.
"Jangan sebut nama itu jika kita berdua, aku akan disini menemanimu, mana bisa aku terpisah dari perempuan yang terus saja membuatku gila ini" jawab Zayn memeluk Bee dengan penuh cinta.
Bee menerima buket bunga dari suaminya dengan senyum "Terimakasih....jadi sekarang pergilah ke kamar mu ini sudah mau larut, nanti Dina terbangun dan kita bisa ketahuan"
"Enak saja, jika aku kembali ke kamarku kau juga harus ikut" jawab Zayn lagi menarik pinggang Bee hingga tubuh mereka menempel.
"Zayn....Dina bisa curiga aku tidak berada dikamar" rengek Bee pada Zayn dengan tatapan memohon.
Bee merasa gemas, ia meraih tengkuk suaminya dan berciuman adalah hal yang bisa menaklukan pria ini, terlarut dalam perasaan sama-sama mendamba berciuman kian dalam dan intens hingga tanpa mereka sadari telah berada di pinggir kolam renang yang tidak besar itu.
Dan benar saja kaki Bee tidak bisa menopang lagi ketika sudah mencapai bibir kolam, Zayn yang terus menempel pun tidak bisa menjaga keseimbangan hingga mereka berdua terjatuh ke dalam riak air.
Sama-sama tertawa namun segera bungkam ketika mereka melihat ke arah pintu kamar yang Dina berada disana, Zayn menangkap tubuh istrinya dan Bee tentu saja meraih manja leher suami yang ia cintai, saling menatap penuh cinta merapatkan kening mereka.
"Aku mencintaimu Zayn" ucap perempuan ini dengan senyum seraya mengecup singkat bibir lelaki itu.
Buket bunga yang semula Bee pegang pun sekarang sudah terbuyar memenuhi kolam, tampak romantis memang pasangan ini, Zayn tidak menjawab lewat kata-kata pria ini menjawab lewat ciuman bibir yang menjadi adegan favorit mereka ketika merajut kebersamaan, Bee menerimanya dengan tak kalah mesra.
__ADS_1
Bahagia tentu saja keduanya merasa bahagia, tidak peduli rasa dingin yang menjalar, mereka menghangatkannya dengan berciuman yang kian dalam dan menggila, hingga suara Dina memanggil Bee membuat keduanya terkejut.
Bee terkejut ketika Dina berjalan setengah sadar ke arah depan pintu yang terbuka.
Zayn menyelam untuk bersembunyi.
"Bee? kenapa kau berenang malam-malam?"tanya Dina heran namun tampak setengah mengantuk.
" Aku....aku....aku mencari kalungku yang terjatuh, kau tidur saja lagi maaf jika aku mengganggu tidurmu Din, ayolah kembali tidur saja aku tidak apa-apa" jawab Bee terbata.
"Benarkah tidak perlu bantuanku?"
Dengan cepat Bee menggeleng "Tidak....tidak....kau tidur saja lagi, ini sudah dapat, aku akan naik sebentar lagi"
"Oh...baiklah, cepatlah keringkan badanmu kau bisa masuk angin berendam hampir tengah malam seperti ini Bee" jawab Dina kembali menguap seraya berjalan masuk kembali ke kamar.
"Apa itu tadi? sepertinya Bee berendam di kolam bunga oh aku pasti sedang bermimpi" gumam Dina yang sudah tidak bisa menahan kantuknya dan berlabuh kembali pada kasur empuk itu.
Zayn kembali ke permukaan dan memeluk pinggang istrinya lagi sambil terkekeh geli.
"Kau lihat ini ulahmu....." ucap Bee gemas mencium bibir lelaki itu lagi dan lagi, membuat Zayn kian bergairah tangannya sudah bergerilya pada bagian tubuh Bee yang lain sampai suara lenguhan terdengar dari bibir manis perempuan ini.
"Ayolah sayang kita kembali ke kamarku saja, Dina pun sudah tidur, kita bebas sekarang, ku mohon....aku tidak bisa tidur tanpa perempuan ini, jika tidak kita tidak akan keluar dari sini, kau ingin bercinta di alam terbuka? sepertinya menyenangkan" ucap Zayn membujuk Bee seraya menggoda dengan tangannya memberi kode pada dada sang istri.
Meski kesal namun Bee tidak bisa menolaknya, ia mengangguk pelan membuat pria itu kegirangan dan segera mereka keluar dari kolam menuju kamar Zayn yang hanya berjarak satu kamar saja dari kamar Bee dan Dina.
__ADS_1
####
lanjut ya....jangan lupa jejaknya