Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 24


__ADS_3

Zayn bersemangat untuk kembali masuk bekerja setelah lama absen dengan alasan sakit. Bee pun masuk bekerja seperti biasa namun ia tampak lesu dari biasanya, ia masih berpikir tentang perjanjiannya dengan Kasih kemarin, itu artinya ia harus siap menikah dengan Zayn esok harinya yang telah ditentukan oleh Kasih.


Bee masih menerawang apa yang akan terjadi berikutnya, ia seakan tidak bisa terlepas dari Zayn hingga sekarang betapapun ia berusaha menghindar namun tetap saja seolah takdir ingin ia kembali pada Zayn, yang membuat Bee bersedih yaitu mengapa harus menjadi yang kedua.


"Huh......aku membenci ketika ayahku menikah dengan wanita lain meninggalkan ibu dan adik-adikku, sekarang aku pun akan menjadi istri kedua...sungguh ironis nasibku"


"Aku merindukanmu bu...." Bee lembali menangis teringat ibu dan adik-adiknya.


Ia tidak menceritakan ini pada siapapun, biarlah ia sendiri yang menanggungnya, ia juga sudah memberi kabar bahwa ia tidak jadi menikah dengan dokter Bayu pada ayah dan adik-adiknya dengan alasan bahwa dokter Bayu akan melanjutkan pendidikannya di luar negeri.


*****


Zayn datang untuk visit, Bee hanya diam dan bersikap dingin pada pria ini, Bee berpikir Zayn memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkannya. Bee membenci pria itu yang tidak bersikap dewasa menurutnya.


"Hai....temani aku visit?" tawar Zayn, ia menyapa Bee dengan senyum termanisnya.


Bee masih dingin, meski begitu ia tetap mendampingi dokter tampan ini ke kamar pasien, ia tidak ingin ada yang mencurigainya.


"Bee...ayolah jangan diam saja"


"Aku membencimu Zayn" tatap tajam Bee.


"Aku juga mencintaimu" jawab Zayn santai.


"Huh....dasar pria serakah, tidak puas memiliki istri satu" lagi-lagi Bee menyindir Zayn dengan kata-kata pedas.


"Meski kau menjadi istri kedua, tapi kau akan menjadi yang utama bagiku" jawab Zayn masih dengan raut senyum.


"Kalian jahat padaku Zayn, aku memang akan menikah dengan mu tapi tidak akan lama, aku benar-benar muak padamu" kesal Bee.


"Kau akan menjadi istriku selamanya....aku akan menunggumu sampai kau tidak muak lagi"


"Huh.....percuma bicara padamu" Bee ingin keluar dari ruang khusus dokter setelah meletakkan map pasien yang mereka kunjungi tadi.


Namun Zayn menahannya.

__ADS_1


"Kita akan menikah besok, itu artinya aku akan memilikimu seutuhnya, kau milikku Bee....sudah pernah ku katakan bahwa tidak ada pria lain yang boleh menikahimu"


"Iya....kau benar, kau akan mendapatkannya besok Zayn, aku lelah...aku ingin kembali ke bekerja" ucap Bee dengan nada rendah, ia sungguh lelah menghadapi Zayn yang seperti ini.


"Tidak....duduklah disini temani aku menyelesaikan resep pasien" Zayn menuntun Bee kembali duduk di kursi disampingnya.


"Huh kau benar-benar menyebalkan" kembali Bee merasa ingin menangis jika harus berhadapan dengan pria ini.


Zayn terkekeh melihat raut kesal Bee padanya, namun sungguh Zayn merasa sangat bahagia bisa kembali dekat dengan Bee setelah sekian lama karena Bee berencana menikah dengan Bayu kemarin.


"Aku mencintaimu Bee...akan tetap seperti itu"


"Terserah padamu....cepatlah selesaikan ini, aku ingin segera enyah dari hadapan mu"


"Ayolah sayang....tidak bisakah kau lebih lembut pada calon suamimu ini?" goda Zayn.


"Zayn" bentak Bee.


"Kenapa? aku benar bukan? kau tahu sayang....aku bahkan tidak sabar menunggu besok, atau kita menikah hari ini saja?"


"Kaulah penyebabnya" jawab Zayn seraya berbisik.


Membuat Bee merinding merasakan hangatnya napas calon suami yang mengenai wajahnya.


Bee bungkam, ia begitu malas meladeni Zayn yang terus menggodanya.


"Bagaimana jika setelah pulang nanti kita bertemu ayahmu?"


Bee terdiam, ia menatap Zayn dengan sendu.


"Tidak Zayn, kita akan menikah secara siri aku tidak ingin diketahui oleh ayah dan adik-adikku, aku tidak ingin mereka tahu bahwa aku akan menjadi istri kedua mu" ucap Bee menunduk.


"Bee....aku tulus ingin menikahimu, meski caranya terkesan memaksa, aku juga tidak ingin menjadikan mu yang kedua tapi aku ingin orangtuamu mengetahui ini"


Bee kembali menggeleng.

__ADS_1


"Aku tidak bisa mengecewakan mereka Zayn terlebih kau tahu sendiri aku baru saja batal menikah dengan dokter Bayu"


"Baiklah.....aku tidak ingin memaksa, tapi percayalah Bee aku bahkan berniat menikahimu untuk menjadi satu-satunya wanita dalam hidupku sampai tua nanti, urusan Kasih biar menjadi urusanku, aku tidak bisa menjelaskan bagaimana hubungan kami selama ini, perlu kau tahu bahwa kami hanya di atas kertas saja, aku hanya butuh waktu untuk menyelesaikan ini"


Bee tidak bisa berkata-kata, ia tidak tahu mana yang harus ia percaya, Kasih atau Zayn.


"Ayolah....jangan bersedih, kita akan menikah Bee....bukankah menjalani hubungan yang halal akan sangat menyenangkan nantinya, astaga....ayo kita menikah sekarang saja, aku tidak sabar ingin bahagia bersamamu Bee..." ucap Zayn berbinar.


Bee pun melihat kesungguhan dari pria ini, Bee menerbitkan senyum tipis dari bibirnya.


Zayn tidak bisa hanya melihat saja, ia meraih wajah gadis itu dan kembali membenamkan bibirnya disana.


"Zayn" Bee melepas kasar tautan bibir mereka.


"Apa? jika kau tidak mau..ayo kita menikah sekarang, agar aku memiliki akses sebebasnya" Jawab Zayn enteng.


Bee memukul dada pria ini, tanpa sadar ia pun tersenyum mendengarnya, Zayn memeluk Bee dengan penuh perasaan.


"Astaga....Zayn hentikan, bagaimana jika kita kembali di rekam?"


"Rekam? apa maksudmu?" tanya Zayn heran, memang Zayn belum mengetahui tentang video itu.


"Kau tidak tahu tentang video itu?" Bee pun merasa heran bahwa Zayn tidak mengetahuinya, ia berpikir bagaimana bisa Kasih memiliki video itu dan video itu pula yang menyebabkan batalnya ia bersatu dengan dokter Bayu.


"Sudahlah....lupakan, ayo cepat kerjakan resep ini, aku akan kembali ke meja perawat terlalu lama disini mereka akan curiga nantinya"


"Biar saja mereka tahu, aku tidak berniat menutupinya" jawab Zayn santai.


"Kau gila, aku akan menjadi istri keduamu Zayn, aku akan dipandang telah merebut suami orang nantinya, aku tidak mau....kita harus tetap diam, aku malu Zayn" ucap Bee sendu.


Zayn jadi merasa bersalah akan takdir wanita yang ia cintai ini.


"Baiklah...yang penting bagiku sekarang ini adalah besok hari pernikahan kita" Zayn tersenyum.


Bee hanya bisa menghembus napas kasar.

__ADS_1


__ADS_2