Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 80


__ADS_3

Yasmin menghubungi Fatmawati atau disapa Fatma yaitu teman Rini yang akan membantunya menyewa kost yang murah, di taksi Yasmin lebih banyak diam setelah berjanji temu dengan Fatma langsung menuju kost tersebut.


Sesampainya di sana, Yasmin merasa sangat dihargai oleh Fatma yang bahkan sudah menunggunya sejak tadi, baru berkenalan saja Yasmin merasa nyaman dengan gadis yang mengadu nasib di perantauan tersebut sama baiknya seperti Rini. Mereka mengobrol ringan serta melihat-lihat kost yang akan disewa Yasmin untuk bulan ini menjelang mendapat pekerjaan dan penghidupan yang lebih baik lagi, karena Yasmin sudah bertekad tidak akan pulang ke rumah orangtuanya lagi.


Setelah merasa cocok dan nyaman, Fatma menemani Yasmin membayar uang sewa pada pemilik kost yang merupakan orang melayu, kost kamar yang hanya cukup dihuni satu orang saja, beruntung Yasmin mendapat kamar kost yang bersebelahan dengan kamar Fatma.


"Baiklah Yas, kau bisa istirahat dahulu, aku akan bekerja siang ini..... jika butuh sesuatu jangan sungkan hubungi aku, maaf soal pekerjaan aku belum janji sebab kau tidak punya ijazah, tapi akan ku tanyakan pada atasanku apa ada pekerjaan yang mereka membutuhkan jasa tanpa harus punya ijazah formal"


"Terimakasih banyak Fatma, kau sungguh baik sama seperti Rini, aku senang bisa berteman denganmu, aku akan menunggu kabar darimu semoga saja ada pekerjaan untuk ku, jika tidak aku tidak tahu harus bertahan berapa lama dengan uang sisa gajiku ini" ucap Yasmin sedih.


"Tenanglah, aku akan usahakan mencari pekerjaan untukmu, salah kau juga kabur dari rumah tanpa bekal apa-apa" jawab Fatma terkekeh, gadis ini tahu tentang Yasmin dari cerita sahabatnya Rini, memang benar ketika bertemu Yasmin, Fatma melihat jelas wajah cantik nan mulus perempuan itu layaknya anak orang kaya tidak sepertinya yang terlihat jelas seorang pelayan.


"Sudahlah jangan ungkit darimana aku berasal, kau membuatku kesal mengingat mereka" ucap Yasmin tertawa ketika sekilas ingat ayah dan saudara tirinya yang menguasai seluruh harta ibunya sejak meninggal satu tahun lalu, itu pula penyebab berubahnya kehidupan gadis cantik ini 180 derajat, dimana ia diperbudak oleh ayah dan saudara tirinya selama satu tahun terakhir.


Mereka tidak ingin Yasmin menjadi pewaris, bahkan lelaki tua itu ingin menikahkannya pada pria tua bangka demi kerjasama bisnis yang menguntungkan baginya, beruntung Yasmin bisa melarikan diri serta bertemu Akbar waktu itu hingga ia bisa bebas sampai saat ini.


******


Tidak terasa sudah satu minggu Yasmin hidup mandiri di kost sederhana, ia semakin akrab dengan teman barunya Fatma, ia bersyukur bahwa ia bisa dipekerjakan di restoran tempat Fatma bekerja meski hanya sebagai kurir delivery makanan, karena Yasmin bisa berkendara motor jadi ia tidak kesulitan sama sekali apalagi ia juga sudah hafal semua jalan kota.


Gadis ini bersemangat mengantar pesanan pelanggan demi terus bisa menyambung hidup. Hari ini Yasmin tengah bekerja ditengah teriknya matahari, ia berhenti di lampu merah namun ketika lampu hijau menyala ia kembali menjalankan motornya dengan santai, namun siapa sangka ketika di sebuah tikungan tidak sengaja ia di senggol sebuah mobil mewah yang menyebabkan ia terjatuh dan tersungkur di pinggir jalan.


"Ah......sialan" umpat gadis ini mulai berdiri sambil melihat telapak tangannya yang lecet sebab menahan tubuhnya ketika terjatuh.


"Oh....maaf maaf, aku tidak sengaja" ucap lelaki yang turun dari mobil itu.


Yasmin masih fokus dengan tangannya yang mulai perih, matanya melihat motor yang sudah ikut terbaring membuat beberapa makanan pesanan pelangggan menjadi tumpah dan tercecer di sana. Matanya terbelalak melihat semua makanan itu.


"Ah ya ampun...... habislah aku" ucap Yasmin memegang kepalanya, lalu ia beralih manatap tajam pada pria di hadapannya itu.

__ADS_1


"Yasmin?" ucap Akbar setelah melihat jelas wajah gadis pelayan yang ia usir dari rumahnya beberapa waktu lalu, wajah cantik itu masih sama meski sedikit memerah terkena sinar matahari.


Yasmin membuka helmnya, ia menatap kesal pada Akbar yang sudah menabraknya.


"Oh..... tuan Akbar yang jahat, rupanya kau masih mengenaliku? bukankah kau bilang jika kita bertemu kita harus bersikap seperti tidak saling mengenal, kau menabrakku tuan lihat pekerjaanku hancur hari ini, tanganku lecet dan berdarah" ucap Yasmin kesal.


"Maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja.... apa kau bekerja jadi tukang delivery sekarang?" tanya Akbar polos.


"Oh.....sombong sekali kau tuan, iya aku bekerja jadi pengantar makanan apa kau tidak senang? apa kau pikir aku tidak bisa hidup tanpa bantuanmu? aku bisa bertahan hidup meski modal awalnya dari uang mu" jawab Yasmin ketus.


Akbar berdecak, ia tidak menyangka bahwa hidup di kota besar namun merasa dunia ini begitu sempit, bagaimana bisa ia kembali bertemu dengan gadis menyebalkan baginya beberapa waktu lalu.


"Bagus..... aku senang melihatmu masih bernyawa hingga saat ini, baiklah aku minta maaf atas kejadian ini" jawab Akbar santai, ia mengeluarkan beberapa lembar uang untuk mengganti rugi makanan yang tumpah itu.


Yasmin menatap kesal, namun dengan cepat ia menyambar uang itu tentu saja ia akan mendapat masalah nanti jika tidak di ganti rugi, lagipula uangnya juga sudah menipis gajian pun tentu masih sangat lama.


"Jika bukan karena kau pernah menampungku, sudah ku lapor polisi untuk kejadian ini" ucap Yasmin pada Akbar yang hanya menghardikkan bahu cuek.


*****


Baru seminggu bekerja, ia sudah dipecat karena dianggap teledor dan tidak berhati-hati di jalan. Yasmin sedih, ia tidak tahu harus kerja di mana lagi setelah ini, sungguh ia dilema, uangnya menipis kebutuhan makannya terus berlanjut dan haripun telah berganti yang mana sewa kost akan kembali melilitnya jika awal bulan belum membayar tentu saja ia harus pergi dari sana.


Sempat terbesit ingin pulang karena sudah merasa putus asa, ia pikir hidup mandiri di luar tanpa bekal apa-apa akan mudah ternyata tidak, kota besar biaya hiduppun lebih besar sedang ia tidak menghasilkan, uang Akbar tentu akan habis sebelum akhir bulan.


Namun ia sungguh tidak ingin pulang jika keadaannya masih sama, ia akan kembali menjadi budak dan pesuruh oleh ayah dan saudara tirinya yang tidak tahu malu bahkan Yasmin sama sekali tidak dianggap keluarga oleh mereka, benar saja sejak kematian sang ibu ayah tirinya mengaku pada rekan bisnis dan teman-temannya bahwa ia hanya memiliki satu putri saja yang artinya Yasmin tidak termasuk, tidak ada yang membelanya di sana, semua berpihak pada ayah tiri yang hanya memanfaatkannya saja terlebih saudara tirinya juga merampas semua haknya di rumah itu.


"Apa yang harus aku lakukan? ijazahku tidak bisa ku gunakan karena di tahan oleh pria tua tidak tahu diri itu" gumam Yasmin kesal, ia kabur dari rumah hanya dengan sehelai pakaian dibadan saja. Beruntung ia bisa mengadu pada teman sekolahnya sebelum bertemu Akbar. Sekarang ia malu untuk mengadu ke sekian kalinya.


Pada kenyataan Yasmin adalah lulusan universitas ternama di Singapura, ia bisa meraih pendidikan tinggi karena sang ibu masih berkuasa, ia pun sempat menjalani pendidikan S2 nya namun terhenti ketika ibundanya meninggal dunia, semua di ambil alih oleh sang ayah tiri yang ketika menikah dengan ibunya juga membawa anak gadis seumuran Yasmin dari pernikahan sebelumnya. Yasmin kurang beruntung karena ia merupakan anak tunggal, jadi tidak ada saudara yang membelanya saat ini.

__ADS_1


"Poor Yasmin, semua gara-gara tuan Akbar gila itu kenapa dia mengusirku? sekarang dia membuatku dipecat, apa begitu dendamkah dia padaku?" gumam gadis ini lagi mengusap rambutnya kasar, terbiasa hidup mewah sedari kecil, namun ketika bertemu susah Yasmin sama sekali tidak mengeluh, namun jika keadaan sudah seperti ini ia harus bagaimana lagi, hidup harus berlanjut itu artinya uangpun harus segera dihasilkan.


Di lain tempat, Akbar pun sedang termenung di kamarnya dengan posisi berbaring telentang berbantalkan kedua tangannya menatap langit-langit kamar yang polos, pikirannya tertuju pada sosok perempuan yang ia tabrak hampir satu minggu lalu, iya sejak menabrak Yasmin lelaki ini terus terpikir akan nasib gadis itu.


Memang Akbar tidak mengetahui secara pasti latar belakang Yasmin yang pernah ia tolong, sebab pria ini tidak suka mencampuri yang bukan urusannya.


Namun sekarang, ia merasa kasihan pada gadis itu, ia teringat wajah cantik yang memerah karena terik matahari membuktikan Yasmin adalah gadis pantang menyerah setelah ia usir, ternyata gadis itu tidak pulang melainkan tetap memilih hidup mandiri dan bekerja jadi apa saja termasuk kurir delivery makanan, padahal pekerjaan itu akrab dengan seorang pria.


Lelaki ini mengingat seragam yang dipakai Yasmin, ia berniat memesan makanan dari restoran tersebut, berbekal ponsel pintarnya ia menemukan nomor telepon restoran tersebut dan memesannya. Tidak lama berselang kurir makanan itu datang, ia turun sendiri untuk menerima dan membayarnya membuat semua pelayan heran majikannya tidak pernah memesan makanan secara delivery apalagi makanan kualitas restoran biasa, namun hari ini Akbar tampak berbeda, ia bergegas turun ketika petugas delivery itu datang.


Namun sungguh sayang, bukan Yasmin yang menjadi kurir incarannya, tapi seorang kurir pria, entah kenapa Akbar menjadi kecewa akan hal itu, padahal ia berharap Yasmin yang datang mengantarkan makanan itu, tentu saja Akbar berniat menawarkan sesuatu yang lebih baik dari pekerjaan itu.


"Maaf.....apa kau mengenal kurir yang bernama Yasmin? maksudku, biasanya nona Yasmin yang mengantarkan pesanan ke sini" tanya Akbar sedikit berbohong.


"Oh....maaf tuan, nona Yasmin sudah diberhentikan dari pekerjaannya karena sebuah kejadian yang membuat pelanggan marah dan tidak tepat waktu" jawab kurir itu polos sambil menerima uang dari Akbar.


"Begitukah? sejak kapan?" selidik Akbar.


"Sejak ia ditabrak satu minggu lalu dan membuat makanan pesanan pelanggan menjadi tumpah, meski di ganti namun pelanggan terlanjur kecewa hingga bos kami marah dan memecatnya, begitu ceritanya tuan" jawab pria itu seadanya.


Akbat terkejut, dari penjelasan kurir tersebut itu artinya dialah orang yang menyebabkan gadis itu kehilangan pekerjaan.


"Baiklah terimakasih informasinya, kau bisa pergi.....ambil saja kembaliannya" ucap Akbar.


Setelah masuk kembali ke rumah, Akbar memanggil semua pelayan.


"Ini makanan untuk kalian, makanlah sepuasnya" ucap Akbar memberikan beberapa kotak makanan yang ia pesan tadi.


Membuat semua pelayan heran, majikan mereka tidak pernah seperti ini sebelumnya, Akbar tidak menghiraukan mereka sebab ia langsung kembali ke kamarnya dengan wajah dingin seperti biasa.

__ADS_1


"Ada apa dengan tuan Akbar?" Elsa bertanya-tanya dalam hati.


__ADS_2