Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 56


__ADS_3

Karena Akbar dan Erina akan berjaga untuk neneknya, maka Bee meminta izin akan pulang ingin beristirhat serta menemui Rayyan yang jarang bertemu sejak nenek Farida dirawat.


"Biar ku antar" ucap Akbar menawarkan.


"Tidak perlu, aku bisa naik taksi saja.....kau baru datang pasti lelah, jaga nenek nanti dia butuh sesuatu bagaimana" Bee menolaknya dengan halus.


"Baiklah....berhati-hatilah oke, aku mencintaimu Yasmin" ucap Akbar memegang kedua tangan Bee.


"Masih ada aku disini, jangan main cinta-cinta terus kak aku bosan mendengarnya" ucap Erina menimpali, gadis ini sibuk bermain dengan ponsel mahalnya.


Bee memejamkan mata mendengar kata cinta dari Akbar, ia membalas dengan senyuman saja kemudian ia pamit pada nenek Farida dan juga Erina.


Setelah Bee meninggalkan mereka, Erina menatap kakaknya penuh arti "Apa kakak yakin Yasmin akan luluh dan membalas cintamu setelah menikah nanti?"


"Tentu saja.....cinta yang tumbuh dalam pernikahan itu akan menang dari bagaimanapun hebatnya cinta masa lalu,kau masih kecil jangan ikut campur" jawab Akbar mengusap kepala adiknya.


"Aku belum yakin" jawab Erina cuek.


******


Bee berjalan gontai menuju jalan raya untuk mendapatkan taksi, ia menjadi berpikir bahwa jika suatu saat benar Zayn juga akan menikah dengan wanita lain itu artinya Rayyan akan memiliki ibu tiri, sungguh Bee ingin menyangkalnya sekarang perempuan ini tidak rela jika ada perempuan lain berhasil memiliki cinta dari mantan suaminya itu apalagi melihat Zayn menikah lagi dan Rayyan punya ibu tiri.


Bee menggelengkan kepalanya berulang, ia sibuk memikirkan Rayyan dan Zayn hingga tanpa ia sadari perempuan ini terus berjalan kaki menyusur trotoar di pinggir jalan.


"Apa Erina serius dengan perkataannya tadi? kenapa dia tiba-tiba naksir Zayn ketika disini, di Singapura gadis itu bercerita padaku jika menyukai pria di kampus yang sama dengannya, kenapa sekarang berubah? huh aku kesal, meski masih saudara tapi tidak perlu peluk-peluk juga, Zayn juga seperti menikmatinya tadi" umpat Bee selama di perjalanan, ia membayangkan ketika Erina memeluk Zayn di rumah sakit pagi tadi.


"Astaga kenapa aku berjalan sampai kesini?" gumam Bee lagi baru tersadar ia sudah berjalan cukup jauh.


Tidak sengaja ia melihat mobil Zayn yang terparkir di sebuah minimarket tepi jalan, Bee memutuskan menghampirinya, ia melihat sekeliling namun tidak ada Zayn disana, ia yakin Zayn pasti tengah berada di dalam untuk berbelanja.


"Bee?" tanya Zayn heran ketika ia mendapati mantan istrinya itu tengah bersandar di badan mobilnya.


"Zayn kau sudah selesai? kau beli apa? oh kebetulan aku haus sekali, berikan aku minuman itu" ucap Bee seraya mengambil minuman di tangan Zayn.


Zayn hanya bisa menatap heran bagaimana bisa Bee berada disana sekarang.


"Bee....apa kau mengikutiku?" tanya Zayn lagi pada perempuan yang masih menenggak minuman miliknya.


Tidak di duga Bee tersedak dan menyemburkan minuman dimulutnya tepat dihadapan Zayn hingga mengenai kemeja pria itu, Zayn memejamkan matanya dan menghembus napas pelan sambil geleng kepala dan tangannya membersihkan noda minuman berwarna merah itu pada kemeja polosnya.


"Maafkan aku Zayn, ya ampun bajumu jadi kotor" ucap Bee tidak enak hati, ia pun ikut membersihkan kemeja Zayn, namun tiba-tiba Zayn menghentikan tangan cantiknya disana.


"Tidak apa-apa Bee, ini hanya sebuah noda saja nanti juga kering sendiri, maaf jauhkan tanganmu, aku tidak menyukai cincin itu" jawab Zayn melepas tangan Bee yang memang Zayn tidak suka melihat cincin Akbar melingkar jari cantik milik Bee.


Bee menelan ludah, ia menjauhkan tangannya disana lalu menatap Zayn bergantian dengan cincin yang ada di jari manisnya.


"Maafkan aku" ucap Bee menunduk.

__ADS_1


"Sudahlah.....kenapa kau bisa ada disini?" kembali ke pertanyaan awal.


"Oh....itu aku, aku.... aku mau pulang, aku merindukan Rayyan, karena banyak melamun aku juga tidak tahu ternyata sudah berjalan sejauh ini"


"Kenapa tidak di antar calon suamimu?"


Bee terdiam, ia tidak menyukai kata itu.


"Akbar lelah, jadi biar dia menjaga nenek saja aku akan pulang dengan taksi" jawab Bee pelan.


"Ooo baiklah, apa aku boleh duluan? aku sudah ditunggu di rumah sakit satunya lagi" Zayn berniat ingin pamit karena ia tidak ingin berlama berada dengan mantan istrinya itu yang semakin membuatnya tidak bisa bangkit.


Bee kesal bukan main mendengar Zayn ingin pergi begitu saja, lama ia tertunduk dengan mata berkaca-kaca hingga Zayn ingin masuk mobil karena ia pikir Bee tidak menanggapi ucapannya.


Baru ingin membuka pintu mobil Zayn berhenti oleh sebuah suara parau dari perempuan yang berada dibelakangnya.


"Apa kau memang sudah melupakanku Zayn? apa kau tidak mencintaiku lagi? apa secepat ini? kau terus menghindariku, kau bahkan tidak menawari mengantarku pulang, kaki ku lelah berjalan sejauh ini, aku kira kau masih peduli padaku, aku ini ibu dari putramu...aku juga mantan istrimu, dulu kau mencintaiku dengan gila, kau bahkan memaksa ku kembali padamu meski kau sudah menikah, kenapa sekarang kau begitu berubah, setidaknya antarlah aku pulang terlebih dahulu aku ini perempuan yang pernah menjadi bagian dari hidupmu, apa hanya karena Akbar bersaudara denganmu kau menjadi hilang simpati padaku? bagaimana jika aku diculik? atau aku tidak mendapat taksi? bisa saja aku diganggu preman disini sepi" ucap Bee panjang kali lebar mengeluarkan isi hatinya.


Zayn mendengar itu menjadi galau sekaligus ingin tertawa dibuatnya, pria itu berbalik badan menghadap Bee lagi sambil mengulum senyum.


"Sepi darimana Bee? kau tidak lihat disini sangat ramai, taksi pun berlalu lalang tanpa henti, preman juga tidak ada di kawasan ini kau tidak lihat disamping minimarket ada kantor polisi? jadi siapa yang berani menculikmu?" jawab Zayn terkekeh.


Bee melihat sekeliling, ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya merasa malu wajahnya kian memerah, bukan hanya malu telah mencurahkan isi hati namun juga karena alasannya tidak tepat sasaran.


"Baiklah aku tidak bisa lama Bee, maafkan aku" ucap Zayn menggoda Bee yang masih tertunduk malu sekaligus kesal.


Zayn berlagak ingin kembali membuka mobil.


"Aku hanya bercanda, ayo masuk biar ku antar kau pulang....mana bisa aku membiarkan wanita yang ku cintai pulang dengan taksi sendirian"


Bee menjadi tersenyum mendengarnya, hatinya berbunga namun tidak lama senyumnya pudar ketika Zayn kembali berkata "Apalagi wanita ini akan menjadi iparku, aku tidak mau dibunuh Akbar karena mengabaikanmu disini"


*****


Di perjalanan, Zayn hanya diam saja membuat Bee berpikir Zayn keberatan mengantarnya pulang.


"Apa kau keberatan mengantarku pulang?" tanya Bee tiba-tiba.


"Tidak" jawab Zayn singkat.


"Tu kan jika tidak keberatan kenapa jawabnya seperti itu? kenapa kau diam saja sejak tadi?" tanya Bee dengan ketus.


"Jadi aku harus bagaimana Bee? Memegang tanganmu? menciummu? menggodamu atau aku menculikmu ke hotel seperti dulu? jangan membuatku salah paham Bee, setidaknya aku sudah berusaha untuk menahannya sekarang, aku harus tahu batasan di antara kita" jawab Zayn sedikit kesal karena sejak tadi Bee hanya bisa memojokkannya saja.


"Baiklah jika kau terpaksa mengantarku pulang, turunkan aku disini saja" jawab Bee tidak kalah kesal, ia pikir Zayn tidak akan sanggup jika ia sedang merajuk.


Zayn hanya diam saja dan terus mengemudi.

__ADS_1


"Ayo turunkan aku" kembali Bee menantang.


Zayn menepikan mobilnya.


"Baiklah....kau bisa naik taksi dari sini, maafkan aku Bee" ucap Zayn sendu.


Bee tidak menyangka Zayn benar-benar ingin menurunkannya disana, padahal Bee hanya menggertak saja.


"Kau pria jahat" ucap Bee seraya membuka pintu mobil, dengan ragu ia menurunkan satu kakinya keluar.


Zayn hanya menghembus napas kasar seraya memijat keningnya, ia pusing Bee menjadi menyebalkan sekarang.


"Kenapa belum turun? katamu kau ingin diturunkan disini?" tanya Zayn heran ketika melirik perempuan itu ternyata Bee kembali pada posisinya duduk dan menutup kembali pintu mobil.


"Tidak mau....." jawab Bee singkat namun mata melirik tajam pada Zayn.


Akhirnya pria itu terkekeh melihat wajah wanita yang sangat ia cintai itu hanya mengerjainya saja.


"Mau turun tidak?" tanya Zayn menggoda.


"Tidak mau ya tidak mau.....lanjutkan mengemudinya, aku sudah sangat rindu putraku" jawab Bee mencari alasan.


Hening, Bee masih suka mencuri pandang pria disampingnya itu, hingga lamunannya buyar ketika Zayn menghentikan mobilnya.


"Kenapa berhenti?" tanya Bee bingung.


"Kita sudah sampai Bee, aku hanya mengantarmu saja....kau bisa membawa Rayyan pulang bersamamu diantar sopir saja oke....." jawab Zayn setelah mereka sampai di rumah mamanya.


Bee memukul Zayn dengan geram, ia mengacak-acak rambut pria itu.


"Bee...apa yang kau lakukan?" Zayn bingung mendapat serangan mendadak itu.


"Kau memang menyebalkan Zayn, kenapa aku masih saja mencintaimu hingga sekarang, aku benci sikapmu yang pengecut ini, kenapa kau berubah, kenapa tidak merebut ku saja seperti kau merebutku dari dokter Bayu, kau menyebalkan, aku lelah mencintai pria seperti ini, aku benci aku benci aku benci, awas jika kau menikah lagi, awas saja jika Rayyan punya ibu selain aku, aku akan membunuhmu Zayn, aku mengutukmu agar kau menduda seumur hidup, kau hanya boleh mencintaiku saja, kau hanya boleh menikah denganku saja, jika aku menikah dengan Akbar nanti jangan kau menyesal, itu artinya kau harus siap menduda seumur hidup Zayn, seumur hidup titiiiiiiik" Entah apa yang merasuki Bee hari ini, ia seperti ingin gila rasanya berada disamping pria pengecut yang masih terpatri dihatinya hingga saat ini namun takdir tidak memihak mereka.


Bee bahkan menangis tersedu setelah mengatakannya dengan dada naik turun, Zayn mendengar jelas apa yang baru saja perempuan itu katakan, ia menghentikan tangan cantik itu memukul dadanya hingga mata mereka bertemu.


"Aku mencintaimu Zayn....." ucap Bee sendu menatap mata biru pria itu.


Zayn hanya diam saja, tangannya menghapus airmata Bee dengan lembut.


"Maafkan aku Bee...."


Tanpa di duga Bee meraih wajah Zayn dan mencium bibir pria itu dalam, Bee merasa sudah tidak waras sekarang, iya Bee mencium bibir itu dengan rakus seakan menumpahkan kekesalannya pada sebuah ciuman yang seharusnya tidak terjadi, Zayn tidak menolak tentunya hingga mereka sama-sama terlarut dalam perasaan yang sama mendamba satu sama lain.


Sampai pada adegan itu terhenti ketika mendapat ketukan pintu mobil dari seseorang.


######

__ADS_1


Hayo....panjang kali lebar kan bonus weekend nya? biar puassss baca sampai merem melek deh, wahhhhh Bee berani juga ternyata.


Gimana ya selanjutnya?


__ADS_2