
Mama Zayn ingin menyusul anaknya namun suaminya menahan sambil menggeleng pelan, ia tahu ini sulit untuk putra semata wayangnya, hanya saja untuk sekarang ia lebih memilih menghargai bibinya agar tidak ada yang curiga, karena acara ini sungguh berarti untuk Akbar dan nenek Farida, ia tidak ingin semuanya hancur biarlah Bee dan Zayn menjelaskan kebenaran tentang hubungan mereka secara perlahan pada Akbar dilain waktu agar tidak terlalu terkejut.
Rafly pun seperti ingin menyusul Zayn namun Mawar berlaku sama ia menahan tangan adiknya seraya menggeleng, tentu ia tidak ingin mengganggu acara yang melibatkan keluarga besar itu yang akan membuat semua orang menjadi curiga nantinya, biarlah menjadi urusan kakaknya saja.
Pada kenyataannya Zayn bukanlah ke toilet, melainkan keluar hotel menuju mobilnya berada ia mengambil kotak P3K yang selalu tersedia didalam mobil, tidak jauh dari sana ada sebuah bangku yang terletak pada taman kecil di samping hotel, Zayn duduk disana pria itu seperti habis menangis bagaimana tidak Zayn bahkan tidak bisa menyebutkan apa yang ia rasa saat ini, hidung dan matanya memerah beberapa kali ia menengadah ke langit guna menetralisir perasaannya.
Tangan Zayn yang satu lagi bergerak membalut luka ditelapak tangannya dengan perban, tanpa ia sadari ia membalutnya tidak dengan benar karena pria itu melakukannya sambil melamun.
"Kau pantas bahagia Bee.....sekarang aku menyadari bahwa Akbar jauh lebih baik daripada aku, bahkan dia sangat jantan melamarmu di depan semua keluarga, berbeda dengan pria pengecut ini yang hanya bisa mengandalkan cinta saja, huh.....aku benar-benar kalah sekarang, kalah oleh diriku sendiri karena terlalu pengecut, aku menikahimu diam-diam dan lebih parahnya menjadikanmu istri kedua, aku pantas untuk ditinggalkan, aku malu pada Akbar" gumam Zayn pada dirinya sendiri.
"Aku harap bisa ikhlas seiring berjalannya waktu, hmmmm sepertinya aku mendapat hukuman menduda seumur hidup" ucap Zayn lagi sambil terkekeh menghibur dirinya sendiri.
Tanpa Zayn sadari Bee menyusulnya keluar, perempuan itu pun menangis pilu mendengar apa yang Zayn ucapkan tadi, ia menghapus airmatanya lalu ikut duduk disamping pria itu seraya mengambil alih balutan luka ditangan Zayn.
Tentu saja Zayn terkejut akan hal itu.
"Bee? kenapa kau keluar?"
Bee tidak menjawab ia terus memperbaiki balutan luka Zayn dengan benar.
"Kau seorang dokter tapi membalut luka saja tidak benar, kau membuatku malu Zayn ini hanya perlu balutan biasa tapi kau tidak bisa"
Ucap Bee pelan fokus pada luka Zayn, pria itu diam saja memperhatikan setelah selesai Bee tidak melepas tangan Zayn, namun Zayn lah yang menarik tangannya lagi sebab matanya tertuju pada cincin yang sudah melingkar di jari manis Bee.
__ADS_1
Bee kecewa ketika Zayn menarik tangannya seakan menghindar.
"Maaf Bee.....masuklah nanti mereka mencarimu, kita bisa menjelaskan pada Akbar dan nenek lain waktu tentang hubungan kita, setidaknya jangan merusak acara malam ini, terimakasih sudah membantu membalut luka ku" ucap Zayn menatap ke lain arah.
Bee menarik tangan itu lagi namun Zayn kembali menariknya "Jauhkan tanganmu Bee....cincin itu seakan menertawakan ku sekarang" ucap Zayn terkekeh.
"Zayn.....maafkan aku" ucap Bee sendu menatap Zayn yang masih melihat kearah lain.
"Hei....kenapa minta maaf, kau pantas bahagia Bee, jangan hiraukan aku....aku akan baik-baik saja, Akbar pria yang baik kau tidak salah memilih calon suami"
"Zayn kenapa kau berubah sekarang?" tiba-tiba saja Bee bertanya seperti itu.
"Aku tidak berubah, aku masih mencintaimu Bee....masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah dari hatiku, tapi takdirlah yang berubah....kau akan menjadi sepupu iparku, bukan di takdirkan menjadi istriku, aku menyadarinya sekarang tidak semua hal bisa ku paksakan termasuk untuk merebutmu setidaknya aku tidak bisa melakukan itu pada Akbar"
"Kau pengecut Zayn" kesal Bee, entah kenapa Bee tidak menyukai sikap Zayn seperti itu.
"Kau jahat padaku" kembali Bee memasang wajah kesal, iya Bee benar-benar kesal ia seperti tidak mengenal Zayn yang sekarang.
"Masuklah nanti mereka akan curiga, aku juga tidak akan lama, Rayyan tinggal di rumah" ucap Zayn lagi.
Bee menggigit bibir bawahnya kesal, tidak tahu apa perempuan ini mengharapkan Zayn merebutnya dari Akbar atau apa namun sungguh Bee tidak suka sikap Zayn yang pengecut seperti ini.
"Kau menyebalkan Zayn" ucap Bee seraya meraih tangan Zayn dan menggigitnya dengan geram.
__ADS_1
"Hei kenapa kau menggigitku?" tanya Zayn bingung.
"Itu untuk sikap pengecutmu" jawab Bee menatap Zayn tajam sambil berdiri ingin kembali pada semua orang yang ia izin untuk ke toilet sebentar namun ternyata ia menyusul Zayn disana.
Zayn hanya menggelengkan kepala sambil mengusap tangannya bekas gigitan perempuan itu.
"Masuklah....jangan membuatku dibunuh karena berbicara pada tunangan orang lain"
Namun siapa sangka Bee kembali menggigit bahu Zayn dengan kesal.
"Bee apa-apaan ini? kau menggigitku lagi" ucap Zayn yang terkejut dan mengusap bahunya yang lumayan sakit.
"Itu karena kau berani mengusirku, aku mantan pacarmu, mantan istrimu, ibu dari putramu....kau memang pria menyebalkan Zayn" ucap Bee geram bahkan tangannya bergerak memukul lengan pria yang kebingungan itu barulang kali sampai hatinya merasa puas.
Dada Bee kempang kempis menahan sedih sekaligus kesal.
"Aku membencimu Zayn"
Ucap Bee tepat di depan wajah Zayn, lalu perempuan itu kembali berjalan cepat masuk kembali ke hotel sambil mengusap airmatanya yang tidak bisa ditahan.
"Aku benci tapi aku juga mencintaimu Zayn masih mencintaimu...." gumam Bee dalam hatinya.
Zayn hanya bisa melihat punggung itu dengan perasaan terluka.
__ADS_1
####
Nah loh....Bee? lanjut ga pemirsah?