
Akbar dan Zayn berpelukan.
"Kau disini juga?" tanya Zayn heran.
"Erick adalah temanku.....kau sendiri? maaf Zayn aku belum sempat mengunjungi paman, kau tahu sendiri aku baru datang tapi harus langsung ke kota x untuk bertemu calon mertua ku" jawab Akbar.
"Aku ke sini karena Rossa, dia pacarnya Erick....aku senang kau pulang kesini kita sudah sangat lama tidak bertemu, baiklah kau harus berjanji akan ke rumah kami jika sudah tidak sibuk lagi"
"Tentu tentu, lagi pula aku harus mengenalkan calon istriku pada keluarga paman, Zayn maaf kami sekeluarga tidak datang ketika istrimu meninggal, nenek sedang di rawat waktu itu"
"Kau sudah tahu ceritanya bukan kenapa berlagak sedih seperti itu, sudahlah.....semua sudah berlalu, kau enak akan menikah sebentar lagi, ternyata jodohmu tidak jauh-jauh dari negara ini juga" Zayn terkekeh.
"Ayolah kau pun juga harusnya sudah move on sekarang, mana Rayyan apa kau tidak membawanya?"
"Jangan tanya Rayyan, aku tidak akan membawanya ke tempat seperti ini aku tidak mau dia terlalu cepat dewasa" mereka sama-sama tertawa.
Berjalan beriringan melihat-lihat koleksi lukisan Erick yang tampak apik menempel di sepanjang dinding pameran.
"Mana calon istrimu? kenapa lama sekali?" tanya Zayn yang penasaran pada sosok perempuan yang saudaranya ini banggakan sejak tadi.
"Yasmin, iya kenapa lama sekali apa memang seperti itu seorang perempuan memakai toilet, aku akan menyusulnya" jawab Akbar.
Zayn mempertajam pendengarannya tentang nama yang baru saja ia dengar dari Akbar, Yasmin bukankah banyak perempuan yang bernama itu pikir Zayn segera ia menepisnya.
"Baiklah...sebaiknya kau susul dia mana tahu dia hilang diculik lelaki lain" canda Zayn.
"Aku akan membunuh pria itu jika ada yang berani menculiknya" jawab Akbar terkekeh.
Akbar menyusul Bee yang sudah terlalu lama berada di toilet.
__ADS_1
Zayn melanjutkan melihat-lihat lukisan pameran Erick, langkahnya terhenti ketika mata biru Zayn menangkap sebuah sketsa wajah yang tidak asing baginya, dadanya terasa sesak seperti susah mendapatkan oksigen, kakinya melaju ke arah lukisan cantik yang menempel di dinding di hadapannya.
Tangan Zayn menyentuh sketsa wajah cantik yang ia yakini itu adalah perempuan yang ia tunggu-tunggu selama ini, dadanya kian sesak menatap lekat wajah tersenyum Bee disana dan pria ini kian mendekat ingin memastikan lukisan itu apa benar adalah Bee nya atau hanya hayalan semata karena sosok perempuan dalam bingkai itu juga memakai hijab dan berhidung mancung seperti mantan istrinya.
Sebuah suara membuyarkan lamunan Zayn.
"Apa kau juga tertarik pada sketsa yang ku buat Zayn? iya itu aku yang melukisnya dia adalah calon istriku Yasmin" ucap Akbar yang sudah berada dibelakangnya.
Zayn berbalik badan namun ketika itu seorang anak kecil berlarian hingga menabrak tubuh pria itu hingga ponsel ditangannya terjatuh, Zayn menunduk dan berjongkok ingin mengambil ponsel itu tepat di depan sebuah sepatu wanita yang berdiri disamping Akbar sepupunya.
Sepatu yang hanya menampakkan bagian depannya saja karena tentu ditutupi oleh gaun yang panjang berwarna navy yang dikenakan oleh perempuan itu.
Zayn berdiri setelah mendapatkan ponselnya, ia semula tersenyum pada Akbar namun senyum itu memudar ketika matanya menangkap sosok perempuan berhijab masih dengan wajah yang sama cantiknya dengan lukisan di dinding itu. Zayn terkejut bukan main dadanya kembali bergetar matanya berkaca-kaca bagaimana bisa Bee nya berada disamping Akbar sekarang.
"Hei kenapa kau menatap Yasmin seperti itu?" tepuk Akbar pada pundak Zayn yang mematung disana.
"Zayn kenalkan ini Yasmin calon istriku yang tadi kita bicarakan....ayolah Zayn kenapa kau diam dan terkejut?" tanya Akbar bingung karena baik Zayn maupun Bee masih sama-sama mematung ditempatnya.
Terlebih sekarang mata mereka bertemu setelah sekian lama, napas Bee tercekat lidahnya kelu seakan mulutnya terkunci akan tatapan mata biru yang masih sama seperti satu setengah tahun yang lalu.
Zayn menatap Bee lekat kemudian beralih pada saudaranya yang mengenalkan Bee sebagai calon istri, takdir seperti apa ini pikir Zayn wanita yang ia tunggu-tunggu sejak lama perempuan yang meninggalkannya tanpa jejak sekarang berdiri tepat dihadapan matanya namun sangat disayangkan dalam takdir yang berbeda.
"Zayn kau tidak apa-apa? ayolah jangan sebut kau juga menyukainya meski pandangan pertama, kau akan ku bunuh ayolah jangan menatap calon istriku seperti itu aku cemburu" kembali Akbar bersuara memecah keheningan diantara mereka bertiga.
Bee segera menunduk, matanya sudah memerah menahan tangis.
"Aku hanya tidak menyangka bahwa Yasmin yang kau maksud adalah perempuan ini Akbar....." jawab Zayn ambigu.
Baru saja Akbar akan berbicara lagi, Erick datang memanggilnya.
__ADS_1
"Baiklah Yasmin, kau bisa berkenalan dengan Zayn, jangan takut dia masih sepupuku jadi tidak akan berani macam-macam padamu aku akan kesana sepertinya Erick membutuhkan ku" ucap Akbar pada bee yang hanya bisa mengangguk mengerti.
Akbar meninggalkan mereka berdua disana, Bee memberanikan diri mengangkat wajahnya menatap pria yang sudah menjadi mantan suaminya itu.
Zayn menggeleng pelan dengan mata berkaca-kaca "Bagaimana bisa ternyata Yasmin yang dimaksud Akbar adalah Yasmin yang ini, Bee ku....cintaku, mantan istriku, ibu dari putraku, kau menghilang tanpa jejak, aku mencarimu kemana-mana untuk meluruskan kesalahpahaman diantara kita hingga hanya keputusasaan yang datang, tapi sekarang kau hadir Bee.....kau hadir disini dengan gelar baru sebagai calon istri lelaki lain lebih tepatnya Akbar saudaraku sendiri, aku masih ingin menyangkal bahwa kau adalah perempuan yang mirip saja namun sekarang aku sadar bahwa ini memang nyata, kau mendapat penggantiku begitu cepat menandakan bahwa memang kau sudah tidak menyimpan namaku lagi di hatimu, aku menyadarinya sekarang....selamat Bee kau akan menjadi bagian dari keluarga ku" ucap Zayn begitu terluka hingga mata merahnya sudah tidak bisa menahan butiran bening itu lagi, ia mengusapnya seraya berlalu keluar dari ruangan yang menyesakkan dadanya.
Zayn berjalan keluar sambil membuka kancing bagian atas kemejanya yang ia rasa begitu sempit dan mencekik lehernya, dadanya kempang kempis menahan rasa sakit yang luar biasa malam ini, tidak disangka perempuan yang ia cari selama ini telah berlabuh pada lelaki lain. Sungguh pertemuan yang menyakitkan.
Bee pun sama sesaknya, ia melihat punggung yang dulu biasa tempatnya bersandar itu menjauh, Bee tidak berpikir lama ia mengejar Zayn keluar ruangan.
"Zayn....." panggil Bee pada pria yang mengepalkan tangan baru saja meninju badan mobilnya sendiri.
Zayn melihat Bee menyusulnya.
"Maaf Bee, jangan hiraukan aku.....masuklah nanti Akbar mencarimu, aku hanya terkejut dan tidak menyangka saja bahwa perempuan yang bernama Yasmin yang Akbar maksud adalah kau, seharusnya akulah yang merasa malu aku yang meninggalkan mu lebih dulu, ini pertemuan yang membuatku gila Bee menjaulah, aku tidak tahu apa aku bisa menahan untuk tidak memelukmu sekarang" ucap Zayn memalingkan wajah, biar bagaimanapun ia menyadari bahwa Bee meninggalkannya karena kesalahannya sendiri.
"Zayn...." hanya itu yang terucap dari bibir Bee yang sudah menangis sejak tadi.
Bee tidak menyangka bahwa sepupu Akbar yang ditinggal mati oleh istrinya itu adalah Zayn mantan suaminya sendiri, Bee mengetahui cerita itu dari Akbar, perempuan ini kian sesak ketika menyadari Zayn lah yang Akbar maksud, itu artinya Zayn seorang diri sekarang dan membesarkan putranya tanpa seorang ibu.
"Zayn.....maafkan aku"
"Tidak Bee, masuklah jangan terlalu lama berada dengan pria pengecut ini bagaimana jika aku memelukmu sekarang? kau akan melihat Akbar membunuhku malam ini juga, masuklah aku sudah tidak bisa menahannya, aku merindukan mu Bee...sangat merindukanmu, aku mencarimu selama ini aku ingin rujuk denganmu dan memulai semuanya dari awal membesarkan putra kita, perempuan licik itu telah menerima hukumannya dia telah tiada Bee, seharusnya kita bersatu sekarang orangtuaku sudah mengetahui semuanya semua menginginkanmu, tapi sekarang sepertinya itu hanya anganku saja lagi, aku tidak mungkin merebutmu dari Akbar, aku akan pulang sekarang, aku tidak bisa meninggalkan putra kita terlalu lama" ucap Zayn lagi seraya membuka pintu mobil dan segera berlalu dari sana mengemudi kencang menuju jalan pulang.
Bee kian menangis disana "Zayn....." sambil memegang dadanya.
####
Hayooo bingung kan si Bee nya, huh takdir memang kejam ya gaessss.
__ADS_1
ini visualnya Akbar.