
Yasmin terbangun dari tidur lelapnya karena merasa sangat lapar, ia mengerjapkan mata berkali-kali guna menetralisir penglihatannya tentang kamar yang tidak asing baginya, ia melihat sekeliling dan benar saja ia tidak sedang bermimpi bahwa ia berada di kamarnya bersama Rini sekarang.
"Aku kenapa bisa kembali ke sini lagi? bukankah aku sedang diusir? atau ini mimpi....tidak ini benar-benar nyata, kamar ini masih sama. Lalu siapa yang membawaku kembali?" tanya Yasmin pada dirinya sendiri dalam kebingungan.
"Ah.....nanti saja berpikirnya, aku lapar sekali" gumamnya lagi sambil berdiri dari ranjang berniat ingin keluar kamar menuju dapur.
Baru saja melangkah terpaksa ia berhenti ketika suara Rini memanggilnya dari arah kamar mandi.
"Yasmin.....kau sudah sadar?"
"Apa maksudmu sadar? memangnya aku pingsan?"
"Ck......dasar tukang tidur, kau mau kemana?" tanya Rini terkekeh melihat raut kusut dari Yasmin.
"Aku lapar...... tapi kebetulan kau sudah ada, aku ingin bertanya kenapa aku bisa ada di rumah ini lagi sekarang?" tanya Yasmin serius.
"Oh itu, tentu saja tuan Akbar yang membawamu kembali..... lagipula aku juga merasa heran, dia yang mengusirmu dia pula yang membawamu kembali ke sini. Kami tidak ada yang berani bertanya tentang itu" jawab Rini seadanya.
"Huh.....menyebalkan, tadi saja mengusirku bukan main kenapa bisa dia membawaku lagi ke rumah ini, aku saja tidak sadar apa-apa" ucap Yasmin memainkan bibirnya.
"Dasar bodoh, untung tuan Akbar jika pria jahat bagaimana? kau tidur seperti orang mati Yasmin, bagaimana jika kau diperkosa atau dibunuh? makanya jangan tidur sembarangan" ucap Rini kesal menepuk lengan Yasmin.
"Jika diperkosa akan ada rasanya Rin, ha ha ha.... sudahlah aku sedang tidak fokus membahas kejadian tadi, aku sangat lapar"
Yasmin memilih berlalu dari kamarnya melanjutkan niat ingin makan di dapur, ia sudah tidak menghiraukan Rini mengoceh tentangnya, memang benar Yasmin tidak ingin berpikir keras bagaimana bisa Akbar menemukannya dan membawa kembali ke rumah itu, ingat wajah Akbar saja ia sudah sangat kesal sebab pria itu mengusirnya dalam keadaan sangat tidak baik tanpa pakaian dan juga uang.
__ADS_1
Berjalan santai menuju dapur, ia bersyukur ketika melihat jam di dinding sudah menunjukkan tengah malam hingga bisa dipastikan semua orang telah tidur termasuk sang majikan.
Makan dengan lahap, Yasmin benar-benar kalap dengan semua makanan yang masih tersisa banyak di dapur tanpa menghiraukan keadaan sekitar.
"Kenyaaang......" ucap Yasmin tersenyum puas ketika perutnya yang lapar telah terisi dengan penuh.
Yasmin ingin berdiri dari meja makan, namun sungguh ia terkejut ketika mendapati seorang pria berdiri bersandar di badan kulkas sambil bersedekap dada memandangnya dengan tatapan tajam.
"Tu.... Tuan Akbar?" ucap Yasmin terbatah, ia menelan ludah kasar berpikir sejak kapan pria itu berdiri di sana.
"Apa? kelaparan? kenapa tidak bisa makan di luar? tidak punya apa-apa bukan? makanya jika masih ingin makan enak, bekerjalah dengan baik jangan banyak tingkah yang membuatku muak" ucap Akbar sambil memalingkan wajahnya seraya membuka kulkas mengambil air minum.
"Aku rasa aku sudah bekerja dengan baik, tapi tuan sendiri yang tiba-tiba mengusirku dan sekarang aku dibawa kembali ke sini, aku juga bingung padamu..... kadang baik kadang jahat nanti kembali baik lagi, terus jahat lagi. Huh untung kau pria tampan dan kaya raya, jika tidak......" ucap Yasmin tanpa takut.
"Jika tidak apa?" tatap Akbar tajam seraya mendekati wanita itu.
"Tuan....tenanglah, jangan marah nanti cepat tua, aku tidak bermaksud menyinggungmu, hanya saja benar bukan kau mengusirku lalu membawaku lagi kemari, aku yakin kau lelaki bertanggung jawab bahkan sudah sampir satu bulan kau mengizinkanku tinggal dan bekerja di sini, aku sangat berterimakasih...."
Hening, Akbar hanya menatap wajah dan bibir yang mengoceh itu saja tanpa berkedip.
"Hanya saja, jika tuan berniat mengusirku seperti tadi ada baiknya jika tuan memberiku uang untuk bertahan hidup di luar sana, lagipula aku sudah bekerja bukan? meski belum genap satu bulan tapi janganlah mengusir seorang wanita tanpa bekal apa-apa, untung saja aku tidak mati kelaparan, jika itu terjadi kaulah orang yang paling berdosa dan akan ku hantui seumur hidupmu" ucap Yasmin panjang lebar.
Akbar tidak bisa berkata-kata lagi menghadapi perempuan ini, ia hanya bisa geleng kepala kesal bahwa Yasmin sama sekali tidak merasa bersalah atas ucapannya hingga ia di usir siang tadi.
"Ck.....dasar wanita aneh, baiklah jika itu yang kau inginkan, besok temui aku di ruang kerja. Kita selesaikan masalah yang kau ucapkan barusan" ucap Akbar tidak ingin berlama lagi berhadapan dengan Yasmin.
__ADS_1
Yasmin masih bingung dengan ucapan itu, hingga ia menarik lengan baju Akbar yang sudah mulai menjauh darinya.
"Tuan, apa maksudmu?"
Akbar merasa kesal lengan bajunya ditarik tanpa sopan, ia pun menepis kuat tangan mulus Yasmin dari tubuhnya, namun siapa sangka karena terlalu keras bagi tubuh Yasmin yang mungil hingga gadis itu pun hendak terjungkal ke belakang, namun dengan sigap Akbar menangkap tubuhnya sampai mereka benar-benar seperti sedang berpelukan.
Mata mereka bertemu, saling menatap satu sama lain.
Deg deg deg. Jantung keduanya berdegup, tidak hanya Yasmin namun juga Akbar, iya Akbar merasa lain pada jantungnya ketika menatap mata indah Yasmin dalam keadaan tubuh mereka bersentuhan, lama saling menatap lama dalam keheningan dan remangnya lampu dapur yang hanya menyala separuh ruangan.
Sampai Akbar menyadari apa yang terjadi pada keduanya itupun menjadi salah tingkah hingga tanpa berpikir lelaki ini melepaskan tangannya dari pinggang Yasmin, karena belum siap untuk berdiri sendiri akhirnya gadis itu jatuh ke lantai.
"Ahhhhh...." pekik Yasmin menatap kesal Akbar.
Akbar terkejut, namun seulas senyum mengejekpun terbit dari bibir pria dingin itu.
"Maaf....kau bisa berdiri sendiri" ucap pria itu sambil berlalu dari sana.
"Dasar pria kejam, sudah mengusirku tadi, membiarkan aku kelaparan, sekarang enaknya dia menjatuhkanku" umpat Yasmin kesal melihat punggung Akbar menjauh.
Yasmin memegang dadanya sebelum berdiri.
"Huh.....getaran itu bahkan sudah ku rasakan sejak melihat wajahnya di sampul majalah, tatapannya benar-benar mendebarkan" gumam Yasmin tersenyum sendiri.
###
__ADS_1
Maaf ya slow up, soalnya author sibuk persiapan perlengkapan baby, hi hi hi.
Lanjut ya...... sekarang kita ikutin Akbar-Yasmin dulu, nanti baru digabungin sama si Zayn-Bee lagi ya, biarkan Zayn-Bee bahagia dulu dengan kehamilan kedua dan lucunya Rayyan yang belum mau punya adik.