
Menikmati angin bertiup yang menyapu wajah cantiknya, perempuan berhijab ini menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan, tidak dapat dipungkiri ia begitu merindukan suasana dan udara yang sudah satu tahun tiga bulan tidak ia nikmati.
Bee bersyukur masih diberi kesehatan dan tidak kekurangan apapun ketika kembali ke tanah air dua hari yang lalu, setelah menemui keluarganya di kota sebelah, Bee memutuskan untuk mengunjungi kota dimana kisahnya dan Zayn bermula, ia ingin sekali mengunjungi rumah mewah yang sudah menjadi miliknya yang tengah di rawat bi Sumi, namun hatinya belum siap untuk itu.
Sedang duduk menikmati angin sore di hari yang cerah pada bulan April di sebuah taman yang tidak jauh dari rumah sakit tempatnya dulu bekerja, langit biru terang meski tidak secerah hatinya saat ini, memejamkan mata sejenak membayangkan bahwa nasibnya akan berubah tidak lama lagi.
Namun siapa sangka ia membuka mata dengan terkejut ketika sebuah bola mengenai kakinya, ia mengernyit heran dan mengambil bola tersebut tidak lama berselang seorang anak lelaki berusia satu setengah tahun menghampirinya seraya tangannya ingin meraih bola ditangan Bee.
Bee tersenyum "Hei sayang apa kau sedang mengejar bola ini?" tanya Bee tersenyum.
Namun anak lelaki yang baru mulai aktif berlari itu menatapnya lekat, semula ia mencoba meraih bola namun sekarang terdiam dan melangkah mendekati Bee dengan heran.
"Mommy?" hanya itu yang terucap.
Senyum Bee memudar mendengarnya, deg deg deg hatinya bergetar ketika mendengar suara dari anak lelaki mungil itu namun segera ia tepis.
"Hei apa kau kehilangan mommy mu nak? Oh kau sendirian? Mana orang tuamu? Apa kau tersesat?" tanya Bee mulai gusar ketika menyadari bahwa anak itu seorang diri tanpa ada yang mengawasinya.
Bee meraih dan menggendongnya sambil berdiri melihat kesana kemari mencari jika ada orangtua dari anak itu yang mencari namun tidak ada sama sekali yang menghamipiri mereka.
Anak itu masih diam menatap lekat wajah cantiknya yang masih bingung.
Tidak lama datang seorang perempuan berpakaian khas pelayan dan seorang lelaki berpakaian sopir pribadi.
"Oh....tuan muda, ternyata kau disini kami mencemaskan mu maafkan bibi nak, semua ini gara-gara paman Saipul" ucap perempuan itu seraya meraih tubuh anak lelaki tersebut dari gendongan Bee.
Bee hanya tersenyum saja.
__ADS_1
"Kenapa kau menyalahkan ku? Seharusnya kau menjaga tuan muda jangan sampai lengah untung tidah hilang jika tidak mati kita" jawab pria berpakaian sopir.
"Terimakasih banyak nona sudah menjaganya, saya salah sudah lengah ya ampun untung kau tidak apa-apa tuan muda, aku bisa mati berdiri jika kau hilang" ucap pelayan itu memeluk anak lelaki itu cemas.
"Tidak masalah, lain kali berhati-hatilah jangan dibiarkan main tanpa pengawasan anak ini belum mengerti apa-apa bagaimana jika dia ke jalan raya atau kemana itu sangat berbahaya" jawab Bee mengusap punggung anak itu dengan senyum.
"Sekali lagi terimakasih banyak nona, kami mengaku salah" ucap pria yang bernama Saipul.
"Maaf sebelumnya, apa ibunya tidak ikut mengawasi anak ini bermain?" tanya Bee.
"Oh.....maafkan kami nona telah merepotkanmu, tuan muda tidak memiliki ibu dia hanya memiliki daddy nya saja, karena tuan sedang ada urusan maka kami yang menjaganya bermain, tadi tuan yang menemani putranya ini bermain disini" jawab pelayan itu seadanya.
Deg deg, kembali Bee merasa sakit di dadanya mendangar bahwa anak itu tidak memiliki ibu.
"Baiklah maaf aku banyak bertanya, lain kali berhati-hatilah....anak ini sedang aktif bermain" ucap Bee lagi.
Bee melambai tangan dan tersenyum, namun anak lelaki itu hanya membalas dengan tatapan yang sama.
Kemudian Bee dikejutkan oleh sebuah es krim didepan matanya, senyumnya mengembang ketika Akbar menampilkan wajahnya disana.
"Kau sudah kembali? Kenapa lama sekali hanya untuk membeli es krim?" tanya Bee.
"Minimarketnya sedang ramai, jadi antrian kasirnya panjang, ayo dimakan nanti meleleh seperti hatiku" ucap Akbar tersenyum.
Bee hanya terkekeh, mereka duduk dibangku itu menikmati sore ditemani es krim yang baru saja dibeli oleh Akbar.
******
__ADS_1
Akbar, Erina dan nenek Farida menempati rumah pribadi mereka jika sedang berkunjung ke Indonesia, rumah besar dan mewah yang hanya di huni oleh para pelayan ketika mereka kembali ke Singapura.
Merencanakan pertemuan dua keluarga disana untuk melamar resmi Bee pada orang tuanya, nenek Farida juga telah mengabari keponakannya bahwa ia sudah berada di Indonesia dan akan menikahkan Akbar disana.
Akbar mempunyai salah satu teman yang merupakan seorang pelukis dan seniman asli Indonesia, temannya akan mengadakan pameran lukisan dalam dua hari ini dan ia memberi kehormatan bagi Akbar untuk menampilkan satu lukisan hasil sketsa nya untuk dipamerkan juga disana, Akbar tentu menghargai permintaan teman sesama hobinya itu maka ia akan memberikan sebuah lukisan sketsa wajah cantik perempuan berhijab yang ia kagumi diam-diam ketika calon istrinya masih menjadi seorang perawat pribadi neneknya di Singapura.
Iya lukisan sketsa wajah Bee yang berbingkai indah menempel di dinding pameran itu di bawah lukisan tertulis 'Be Mine' yang mengandung arti begitu dalam bagi si pelukisnya.
Di rumah sakit, Zayn mengernyit heran bahwa ada sebuah undangan pameran lukisan di meja ketika ia sedang menulis resep pasien disana, tidak lama dokter Rossa pun bergabung didekatnya.
"Undangan siapa ini?" tanya Zayn.
"Itu undangan untukmu bodoh, aku yang memberi kehormatan untuk kau datang juga kesana, ayolah....dia teman pria ku sekarang, dia juga ingin mengenal teman-temanku" jawab dokter Rossa yang merupakan teman sekaligus sejawat Zayn di rumah sakit.
"Aku malas, kau ajak saja yang lain" jawab Zayn cuek.
"Enak saja....ini undangan exsklusif Zayn, kau bisa mengajak pacarmu jika mau, ayolah hargai aku kali ini Zayn kami baru saja bisa dekat dan mengenal satu sama lain apa salah nya kami juga ingin mengenal teman masing-masing? Hanya kau dan dokter Rani yang ku ajak" jawab dokter Rossa panjang lebar membujuk Zayn untuk ikut datang ke pameran lukisan pacar barunya.
"Baiklah....aku akan datang, dengan Rani tidak buruk juga jika dia tidak mengajak suaminya" jawab Zayn terkekeh.
"Tentu saja Rani mengajak suaminya, kau bisa membawa pacar baru mu kesana Zayn itupun jika ada, ha ha ha....dulu kau menertawaiku tidak punya pasangan sekarang kau sendiri yang menjadi duda lapuk"
"Bisa diam tidak kau...." kesal Zayn pada Rossa seraya menyumpal mulut perempuan itu dengan kertas resep.
####
Lanjut tidak?
__ADS_1
jangan lupa jejaknya.....