Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 66


__ADS_3

H-7 pernikahan, namun Akbar belum juga bisa pulang ke tanah air karena sesuatu hal terjadi pada perusahaan yang mengharuskan ia tetap disana untuk beberapa hari lagi, Bee tentu tidak mempermasalahkannya sebab persiapan pernikahan mereka diserahkan semuanya pada wedding organizer dimana akad nikah akan dilakukan di kediaman mewah Akbar yang ada di Indonesia, adapun resepsi akan digelar mewah di sebuah hotel berbintang tentunya.


Bee sudah semakin pasrah akan takdirnya, ia tidak lagi memikirkan bagaimana kehidupan yang akan ia tempuh pasca menikah nanti, perempuan ini hanya tertuju pada kebahagiaan putranya seorang.


Begitupun Zayn, pria ini memutuskan akan melanjutkan pendidikan di luar negeri demi menghindari pernikahan mantan istri yang tentu tidak ingin ia hadiri, ia juga tengah menyiapkan hati dan perasaannya berpisah dari putra tercinta dan memberikan hak asuh Rayyan pada Bee seutuhnya untuk ikut menetap di Singapura setelah Bee dan Akbar menikah.


Meski berat hal ini akan dilakukan oleh Zayn, ia tidak ingin menjadi pengacau bagi hubungan Akbar dan mantan istri yang masih sangat ia cintai, terlebih demi kebaikan bersama antar keluarga mereka.


Sedang sibuk melakukan berbagai persiapan untuk tes ujian masuk perguruan tinggi yang menjadi tujuan utama lelaki bermata biru ini akan melanjutkan pendidikan, tiba-tiba Bee memberitahu lewat pesan bahwa Rayyan mengalami demam tinggi naik turun sejak semalam, Bee menjadi khawatir sebab terdapat pula anak tetangga rumahnya juga mengalami hal yang sama, setelah di rawat ternyata si anak menderita demam berdarah.


Zayn bergegas menyusul Bee yang sudah membawa Rayyan ke rumah sakit, benar saja anak itu mengalami gejala demam berdarah yang memang tengah mewabah dibeberapa daerah, terlebih hasil laboratorium Rayyan menunjukkan positif terkena demam berdarah.


Bee tidak berhenti mengompres dan memberi banyak minum pada anaknya setelah berada di ruang rawat terbaik rumah sakit milik keluarga Zayn, perempuan ini merasa rapuh dan terus menangis sejak tadi melihat Rayyan tampak lesu dan tidak banyak bicara seperti biasa.


Bee yang ditemani oleh mama Zayn yang sudah datang terlebih dahulu hanya bisa berharap keadaan Rayyan segera membaik karena telah mendapat penanganan yang maksimal dari dokter anak terbaik rumah sakit tersebut.


Bee melihat pintu kamar rawat Rayyan dibuka oleh seseorang yang ia tunggu sejak tadi, perempuan ini tampak lega setelah matanya menangkap sosok Zayn yang berjalan tergesa, tanpa ia sadari ia pun berlari seperti akan memeluk Zayn karena terlalu cemas memikirkan Rayyan, namun langkahnya terhenti tepat dihadapan Zayn setelah menyadari ada pula sosok perempuan cantik yang juga berjas dokter, yaitu Erina yang muncul dari belakang pria itu.


"Zayn" ucap Bee pelan, tangannya semula ingin meraih tubuh pria ini pun perlahan ia turunkan.


Bee menelan ludah, ia tidak menyukai Zayn datang bersamaan dengan Erina terlebih matanya tertuju pada tangan gadis yang menempel di lengan mantan suaminya itu.


"Bee....bagaimana Rayyan?" tanya Zayn cepat dan segera mendekati putranya yang sedang tidur oleh pengaruh obat.


"Kau periksa saja sendiri" jawab Bee ketus.


Zayn menghela napas, ia tidak habis pikir perempuan itu masih sempat cemburu dalam keadaan seperti ini, iya Zayn tentu sudah hafal raut cemburu Bee yang telah melekat dalam ingatannya.


Erina pun mendekati Rayyan seraya memeriksa bocah aktif itu. Membuat Bee memutar bola mata malas entah kenapa ia tidak menyukai Erina mendekati Rayyan seolah akan menjadi ibu tirinya.


"Yasmin, kau bisa istirahat biar aku dan kak Zayn yang akan menjaga Rayyan sekarang, jika kau ingin pulang ajaklah bibi agar kalian bisa beristirahat dirumah" ucap Erina.


"Erina, aku ibunya mana bisa aku beristirahat sedang putraku lagi terbaring disini kau ini ada-ada saja, aku ini seorang perawat jadi tentu aku akan mendampingi putraku hingga sembuh, aku tidak lelah sama sekali" jawab Bee kesal.


"Oke baiklah.....kau bisa tenang Yasmin, aku tidak memaksamu, Rayyan akan baik-baik saja"


Bee hanya mendengus kesal, ia memutuskan untuk duduk di sofa bersama mama Zayn yang hanya tersenyum dan geleng kepala melihat raut kesal Bee disana.


Zayn hanya diam saja, ia terus mencium tangan mungil yang terpasang infus itu dengan sayang, beruntung Rayyan sudah tidak demam dan anak tampan ini pun masih terpejam.


******

__ADS_1


Malam tiba, Bee tersenyum ketika Erina telah pulang bersama neneknya Rayyan kini hanya tinggal ia bersama lelaki itu saja yang menjaga putranya malam ini, meski Erina juga ingin tidur disana namun dengan cepat Bee menolaknya secara halus.


Setelah memastikan Rayyan telah beristirahat dengan baik, Bee memberikan selimut pada Zayn yang telah berbaring di sofa, iya pria ini akan tidur di sofa sedang Bee akan tidur bersama Rayyan diatas ranjang pasien.


"Pakailah selimut, kau akan kedinginan nanti" ucap Bee pada Zayn.


Mereka tidak banyak bicara sejak siang tadi, keduanya hanya fokus pada Rayyan dan perasaan masing-masing.


"Terimakasih" jawab Zayn tersenyum.


Lama Bee menatap pria dihadapannya ini, ia merasa de javu teringat saat dulu ketika Zayn menjaganya dirumah sakit akibat luka tusukan pasien yang melarikan diri, dulu pria ini pemaksa dan banyak bicara namun tidak sekarang, Bee tidak menemukan lagi sosok Zayn yang bersikap seenaknya seperti dulu mereka bekerja ditempat yang sama.


Zayn memakai selimut dan kembali fokus pada ponselnya, Bee menjadi kesal bahwa pria ini tidak menghiraukannya sama sekali.


"Tidak bisakah kau lepas dari ponsel ini? kau bahkan tidak menyapa ku sejak tadi" ucap Bee tiba-tiba merampas ponsel Zayn.


"Bee? ayolah....berikan aku sedang butuh ponselku sekarang, kau kenapa sejak tadi marah-marah terus?"


"Tidak" jawab Bee santai sambil berdiri melarikan ponsel Zayn.


Zayn pun berdiri ingin mengambil ponselnya, Bee menarik ulur ponsel itu dengan raut jahil seraya memainkan alis matanya yang cantik seperti semut beriring.


Zayn hanya terkekeh, ia memasukkan Bee dalam kamar mandi lalu mengambil ponselnya seraya menutup pintu.


"Zayn apa-apaan kau ini? Zayn keluarkan aku" pekik Bee dari dalam.


"Salahmu sendiri, kenapa mengambil ponselku padahal aku sedang membutuhkannya, kau bisa bermalam didalam kamar mandi saja bukankah kau suka berada disana dalam waktu yang lama?" goda Zayn tersenyum.


Bee kesal, ia berniat mengerjai pria itu sekarang. Bee tidak menjawab lagi ia diam dan tiba-tiba saja Zayn mendengar bunyi jatuh dari dalam kamar mandi.


Zayn mendengar itu menjadi panik "Bee? kau baik-baik saja? bunyi apa itu?" tanya Zayn dibalik pintu.


Tidak mendapat jawaban pria ini langsung saja membuka pintu kamar mandi tanpa berpikir panjang.


"Bee? astaga......" Zayn menjadi cemas melihat Bee tergeletak dilantai.


Segera ia menggendong tubuh cantik itu menuju sofa dan membaringkannya pelan, Zayn menepuk-nepuk pipi Bee dengan lembut.


"Apa kau takut aku mati?" tanya Bee yang sudah tidak bisa menahan senyumnya.


"Kau mengerjaiku?" tanya Zayn kesal.

__ADS_1


"Kau juga mengerjaiku....satu sama" jawab Bee tertawa.


Zayn memutar bola mata dan menghela napas panjang.


"Oke baiklah, sekarang sudah sangat malam tidurlah kau pasti lelah menjaga Rayyan sejak pagi" jawab Zayn ingin menghindar.


Bee menarik tangannya "Zayn...." panggil Bee pelan.


"Hmmm? ada yang ingin kau bicarakan?" tanya Zayn membalas tatapan sendu wanita itu.


Bukannya menjawab, Bee meraih leher Zayn dan membenamkan bibirnya pada bibir pria itu dengan lembut dan berperasaan, Zayn memejamkan mata mendapat perlakuan tidak terduga mantan istrinya.


"Aku mencintaimu Zayn" ucap Bee pelan seraya mengusap bibir lelaki yang masih menjadi dambaan hatinya hingga saat ini.


Seperti inilah perasaan Bee sebenarnya jika sudah berdekatan dengan pria yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya, ia seakan lupa diri akan siapa ia sekarang yang telah diikat oleh Akbar dalam sebuah ikatan pertunangan bahkan hari pernikahan pun sudah semakin mendekat.


Zayn membalas tatapan Bee tidak kalah sendu, ia meraih wajah Bee dengan kedua tangannya lalu berkata dengan mata berkaca-kaca "Aku juga mencintaimu Bee....maaf jika aku banyak salah padamu ketika kita masih bersama, berbahagialah bersama Akbar, aku berjanji tidak akan mengacaukannya, ku serahkan Rayyan sepenuhnya padamu. Aku akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri jadi tentu aku tidak bisa menghadiri pernikahan kalian, lagipula aku tidak akan sanggup melihat kau dimiliki pria lain secara resmi dihadapanku nanti. Kita harus benar-benar menerima bahwa kita sudah tidak berjodoh, maaf jika aku banyak salah. Akbar mengirim pesan padaku dia akan pulang lusa nanti"


Bee menangis tersedu memeluk Zayn dengan erat "Tidak bisakah kau menculikku saja sekarang, batalkan saja pernikahan itu lagi pula Akbar lelaki baik pasti dia akan mengerti Zayn....aku tidak mau, ku mohon jangan pergi bisakah kau tidak meninggalkan ku lagi? bisakah kita bersama lagi? ayolah Zayn, jangan jadi pengecut aku tahu kau tidak akan bisa kehilangan ku bukan? ayo Zayn bicara pada Akbar....." ucap Bee tersengal dalam tangisnya dibalik pelukan Zayn.


Zayn menjadi heran ketika Bee menangis tersedu dalam tidurnya, Zayn berdiri dari sofa menghampiri perempuan yang masih terpejam memeluk putranya erat di atas ranjang dengan airmata berlinang.


"Bee?" panggil Zayn pada perempuan itu seraya menggoyangkan pundaknya.


"Zayn......" hanya itu yang terucap dalam igauan Bee yang belum membuka mata.


Zayn kembali heran dan mencoba membangunkan Bee dari mimpi buruk yang mungkin menghampiri mantan istrinya ini.


"Bee, ayo bangun kau kau kenapa?"


Bee tersentak ketika Rayyan menggeliat dalam pelukannya, namun anak itu tidak terbangun Rayyan kembali tidur membelakangi mommynya. Bee duduk dengan napas tersengal ia menatap Zayn yang berdiri disampingnya.


Bee turun ranjang dan berhambur memeluk Zayn dengan erat kembali menangis tersedu membuat Zayn mengernyit heran lagi.


"Bee....apa kau mimpi buruk? hei....tenanglah aku disini" tanya Zayn mengusap punggung Bee pelan.


"Zayn.....jangan tinggalkan aku"


######


cuma mimpi pemirsahhhhhhh

__ADS_1


__ADS_2