Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas

Ku Lepas Kau Dengan Ikhlas
Chapter 73


__ADS_3

"Kenapa kau menatapku seperti itu?"


"Karena aku mencintaimu" jawab Zayn terkekeh melihat raut Bee memerah.


Bee memukul dadanya pelan dengan manja.


"Zayn.....setelah kita pulang nanti, apa boleh aku bekerja? Aku rindu suasana rumah sakit" ucap Bee dengan ragu.


Tentu saja pria ini menggeleng.


"Tidak....untuk apa kau bekerja? Cukup di rumah saja temani Rayyan, lagipula aku menginginkan anak lagi, kau bisa jadi perawat dikala kami sakit saja" jawab Zayn serius.


Bee menatap Zayn dengan senyum, perempuan ini maju dan mencium bibir suaminya dengan mesra. Mereka tengah berada di dalam bathup yang dipenuhi busa menutupi tubuh polos itu, kembali berciuman dengan lama, aktivitas bercinta kian intim sejak mereka berbulan madu ke negara yang seharusnya Zayn melanjutkan pendidikannya disana namun urung karena harus kembali menjemput kebahagiaannya setelah Akbar menemuinya tepat sebelum keberangkatan.



Bahagia, jangan ditanya sudah pasti keduanya merasakan puncak kebahagiaan yang telah lama tertunda, melewati berbagai rintangan dalam menggapai harapan dimulai dari jadi istri kedua, terlibat salah paham yang panjang hingga pada akhirnya bersatu juga menjadikan Bee sebagai istri satu-satunya tanpa ada penghalang hingga nanti hingga maut memisahkan.


*****


Disana ada yang bercinta, disini ada yang patah hati. Tentu pepatah ini sangatlah pas dengan suasana hati seorang pria yang baru saja gagal menikah beberapa hari lalu.


Akbar kembali ke Singapura tepat setelah berhasil mencegah Zayn berangkat meninggalkan tanah air satu hari sebelum pernikahan. Pria ini mengalah sebab ia menyadari bahwa wanita yang akan ia nikahi tidaklah mengharapkannya, cinta Yasmin hanya untuk sepupunya itu, tidak bisa ia pungkiri demi apapun terlebih seorang anak kecil yang akan ikut menjadi korban jika ia tetap egois ingin memiliki perempuan janda beranak satu itu.


Kini pria ini sangat lega bahwa ia sudah bisa mengikhlaskan apa yang sudah terjadi karena memang pada dasarnya cinta tidak bisa dipaksakan daripada nantinya ia juga yang akan terjebak dalam rumah tangga dimana sang istri masih mencintai pria lain.


Pikirannya tidak sedangkal itu, Akbar memilih pulang ke Singapura meninggalkan mimpi manis di Indonesia, berharap Yasmin nya bahagia dan iapun segera menemukan pengganti yang tepat, entah itu kapan ia pun tidak tahu tergantung hatinya saja nanti.


Kembali bergelut ke dunia bisnis yang membesarkan nama dan kekayaannya, Akbar menyibukkan diri dengan berbagai pertemuan pekerjaan dan membuka cabang hotel baru yang ia menanamkan modal besar disana sebagai pengalihan suasana hatinya yang baru saja gagal menikah. Tidak banyak yang tahu tentang kehidupan pribadinya selain seorang pebisnis dengan segala prestasi dibidangnya, sesekali pria ini menyibukkan diri dengan melukis yang sangat memperbaiki moodnya dikala lelah.


Akbar baru saja ingin pulang dari pertemuan dengan rekan bisnis yang menginginkan mereka bertemu disebuah hotel mewah untuk makan malam.


Pria ini menunggu lift terbuka, ia sibuk dengan ponselnya hingga tidak menghiraukan keadaan sekitar.


Namun tubuhnya merasa limbung seketika menyadari ada seorang perempuan memeluknya dari samping.


"Hei....apa-apaan kau ini?" tanya Akbar bingung seraya melepaskan diri, namun perempuan itu memeluknya erat sekali.


Mata mereka bertemu ketika sang wanita cantik itu menatapnya dengan berbinar bersama senyum manis dari bibir tipis berwarna merah muda, sejenak ia terlarut dan terdiam seakan tersihir oleh tatapan mata bulat wanita asing itu.


Hingga pada beberapa orang lelaki yang tampak mengejar wanita itu berhenti di hadapannya.

__ADS_1


"Sayang.....lihat mereka akan memaksaku pulang" rengek perempuan itu bersandiwara.


Akbar tercengang mendengarnya "Apa?" tanya Akbar tidak habis pikir.


"Maaf nona, ayolah jangan mempersulit kami" mohon seorang lelaki berjas seperti penampilan pengawal.


"Ada apa ini?" tanya Akbar pada mereka.


"Ini suamiku, kalian tidak percaya? Sudah ku bilang, aku tidak akan pulang karena aku sudah menikah, ini suamiku....sayang lihat mereka memaksa ku" rengek wanita itu lagi bersembunyi di dadanya.


Akbar hanya bisa menganga, ia bahkan belum memikirkan apa-apa sekarang.


"Maaf tuan, nona Yasmin harus pulang, ayah dan calon suaminya menunggu"


"Kau ini tuli atau apa? Aku sudah bersuami, kami menikah sebulan lalu.....tidak mungkin aku akan menikah lagi bukan? Yang benar saja, pulang sana katakan pada ayah tiriku itu aku sudah menikah, dia bisa menikmati kekayaan ibuku tanpa menjadikanku budaknya lagi"


Ucap perempuan itu menggebu, membuat Akbar mengernyit heran, sungguh pria ini bingung sekarang.


Dua lelaki itu saling pandang, tidak lama setelah itu mereka menarik paksa nona nya, namun di tepis oleh Akbar tanpa sadar, iya pria ini tidak menyukai ada lelaki yang memaksa seorang perempuan.


"Lepaskan, kenapa kalian memaksa? Bukankah sudah jelas dia bilang tidak ingin pulang, jangan menyakiti wanita dihadapanku, aku bisa mematahkan tangan kalian jika mau" jawab Akbar kesal.


Dua lelaki itu akhirnya mengalah dan pergi.


"Kau siapa? Ayo lepaskan aku, tidak sopan memeluk seorang lelaki asing ditempat umum seperti ini, lagipula jika ada masalah diselesaikan jangan main sandiwara seperti ini" jawab Akbar merapikan kembali jasnya.


Perempuan itu hanya tersenyum saja, ia mengulurkan tangan ingin berkenalan "Kenalkan aku Yasmin Syazaniah, kau pasti orang Indonesia bukan? Aku juga, kita sama merantau disini, jadi terimakasih banyak sudah menyelamatkanku" ucap perempuan itu berbinar.


Akbar tercengang, ia menatap tangan mulus yang mengulur ke arahnya.


"Namamu Yasmin?" bukannya menjabat tangan cantik itu malah pria ini bertanya balik atas nama perempuan itu.


Yasmin menarik tangannya dan mengangguk "Iya, aku biasa dipanggil Yasmin, jika kau tidak suka, kau bisa memanggilku dengan sebutan lain misalnya sayang atau calon istriku" goda Yasmin menaikkan alisnya.


Akbar menelan ludah, bagaimana bisa ada perempuan yang dengan mudahnya berkenalan pada seorang pria asing namun sungguh bar-bar seperti ini.


"Terserah kau saja, minggirlah aku ingin pulang" ucap Akbar geleng kepala seraya kembali menekan tombol lift untuk turun.


Nyatanya Yasmin tidak bergeming, ia masih saja berada disamping pria itu. Lift terbuka Akbar lekas masuk namun disusul Yasmin dibelakangnya.


"Kenapa kau mengikutiku?" tanya Akbar kesal.

__ADS_1


"Tentu saja aku mengikuti calon suamiku kemanapun dia pergi" jawab Yasmin enteng.


"Apa? Hei jangan gila, menjauh dariku" ucap Akbar lagi.


"Aku sudah terlanjur menyebutmu suamiku didepan mereka tadi, jadi tidak salah bukan aku akan pulang bersamamu?"


"Apa?"


"Iya....aku tidak punya tempat tinggal, uangku juga sudah habis, rumah sewa ku juga sudah berakhir aku tidak tahu harus kemana lagi selain ikut denganmu, hanya kau yang ku kenal, kita sama-sama orang Indonesia bukan? Kasihanilah aku, please...." ucap Yasmin memohon.


"Kau mengenalku? Hey kita baru saja bertemu jangan sok akrab, aku tidak suka pada perempuan yang terlalu berani, kita tidak saling kenal jadi menjauh dariku" tatap tajam Akbar.


"Ayolah tuan Akbar, jangan tegang....aku mengenalmu dari majalah bisnis ayah tiriku, jadi itu pula alasan kenapa aku berani bersandiwara seperti tadi sebab aku tahu kau juga orang Indonesia yang pasti bisa menyelamatkanku" jawab Yasmin lagi.


Akbar tidak berkata-kata lagi, ia keluar lift dengan raut dingin dan langkah besar menuju parkiran mobilnya.


"Hei kenapa kau masih mengikutiku?" tanya pria ini kesal ketika Yasmin ikut masuk mobilnya.


"Bukankah sudah ku katakan alasannya tadi, jadi kenapa bertanya lagi? Ayolah....kasihani aku, kita berasal dari negara yang sama, lagipula apa kau tega meninggalkan perempuan yang tengah kesulitan?"


"Kau banyak bicara, keluar dari mobilku" usir Akbar.


"Tidak mau....aku ingin pulang bersama mu, jadikan aku pembantumu atau budakmu sekalipun tapi jangan tinggalkan aku tuan....aku mohon, aku tidak punya siapa-siapa disini, ibuku meninggal satu tahun lalu, aku hidup dibawah kaki ayah tiriku baru kali ini aku bisa bebas, dia ingin aku menikahi teman kerjanya yang sudah tua bangka, aku lari dari rumah dan tidak sengaja menemukanmu disini, bantu aku setidaknya karena kita berasal dari Indonesia, aku mohon....." ucap Yasmin sambil menangis.


Mendengar itu tentu saja Akbar merasa kasihan, akhirnya ia menghembus napas kasar dan perlahan menjalankan mobilnya.


"Yes....terimakasih tuan Akbar yang tampan dan baik hati, suami idamanku....." ucap Yasmin tanpa malu meraih pipi Akbar dan menciumnya gemas.


Pria ini membelalakkan mata, mobilpun berhenti mendadak karena terkejut.


"Apa-apaan kau ini, kenapa menciumku?" tanya Akbar kesal.


"Karena kau sungguh menggemaskan tuan, ketahuilah aku mengagumi mu sejak di dalam majalah, kau sungguh berkharisma, aku bahkan memimpikanmu menjadi suamiku kelak, tidak ku sangka takdir mempertemukan kita hari ini, aku sungguh bahagia selain bisa lepas dari ayah tiriku aku juga tidak menyangka bertemu denganmu disini, kau lelaki impianku tuan Akbar" jawab Yasmin menatap wajah pria kebingungan itu dengan berbinar.


"Menjauh dariku, awas jika kau berani menyentuhku lagi....jika tidak kau akan ku usir" jawab Akbar tajam sambil geleng kepala kesal, baru pertama ia menemukan wanita berani seperti ini.


"Baiklah tuan Akbar ku sayang, jangan marah....nanti bisa saja kau jatuh cinta padaku, kau akan malu jika pernah menolakku seperti ini" jawab Yasmin terkekeh.


Akbar hanya melirik tajam, perasaannya dijungkir balikkan oleh seorang perempuan asing yang tidak tahu asal usulnya hari itu.


#####

__ADS_1


Sabar membawa berkah ya Akbar, hilang Yasmin satu, ehhhhh dapat Yasmin yang lain lebih agresif lagi....ckckckck.


__ADS_2