
Minggu-minggu berlalu, dan suasana di perguruan Persilatan Guyon semakin membaik. Konflik antara kelompok Zhen dan kelompok lainnya sudah menjadi kenangan yang semakin memudar, digantikan oleh kerja sama dan persahabatan yang semakin erat. Cin Xiu, Mei Mei, dan Xian merasa senang melihat perguruan mereka kembali menjadi tempat yang penuh kedamaian dan tawa.
Pada suatu hari, Cin Xiu memutuskan untuk mengadakan pertemuan besar di halaman perguruan. Dia ingin menyatukan semua murid dan mengumumkan rencana-rencana masa depan perguruan. Halaman perguruan dipenuhi oleh murid-murid yang duduk dengan rapi, menunggu dengan antusias.
Cin Xiu, Mei Mei, dan Xian berdiri di depan para murid, dan Cin Xiu berbicara dengan suara yang tenang namun penuh kebijaksanaan. "Terima kasih semua telah bersatu kembali dan bekerja sama untuk menjaga kedamaian di perguruan ini. Kita telah belajar banyak dari konflik yang terjadi, dan saya yakin kita akan semakin kuat dan bijaksana."
Para murid bersorak setuju, dan Cin Xiu melanjutkan, "Sekarang, saya ingin mengumumkan bahwa kita akan mengadakan turnamen persilatan tahunan. Turnamen ini akan menjadi ajang untuk menguji kemampuan kita, berbagi pengetahuan, dan merayakan persahabatan kita. Ini adalah saat yang baik untuk bersaing secara sehat dan menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah perguruan yang damai dan bersatu."
Applause meriah memenuhi halaman perguruan, dan para murid pun mulai membicarakan strategi mereka untuk turnamen yang akan datang. Semangat dan antusiasme terasa begitu nyata di udara.
Setelah pertemuan, para murid berserakan ke berbagai penjuru perguruan, berlatih dan mempersiapkan diri untuk turnamen. Cin Xiu, Mei Mei, dan Xian merasa bangga melihat semangat belajar dan semangat persilatan yang tumbuh di antara murid-murid mereka.
Namun, di balik semuanya, ada satu hal yang masih mengganjal pikiran Cin Xiu. Dia ingin memastikan bahwa semua murid merasa bahwa mereka adalah bagian integral dari perguruan, tanpa merasa terpinggirkan atau tidak dihargai. Karena itu, dia memutuskan untuk mengadakan pertemuan khusus dengan para murid yang mungkin merasa terabaikan.
Suatu sore, Cin Xiu mengumpulkan beberapa murid yang lebih pemalu dan cenderung menghindari sorotan. Mereka duduk bersama di aula kecil, dan Cin Xiu berkata, "Saya ingin mendengarkan pandangan dan ide-ide kalian tentang perguruan ini. Apakah ada yang ingin kalian sampaikan atau usulkan?"
Salah satu murid yang pemalu, seorang gadis bernama Lina, berbicara dengan ragu. "Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya merasa senang karena bisa menjadi bagian dari perguruan ini. Terkadang saya merasa tidak sehebat murid-murid yang lain, tetapi saya belajar banyak dan berusaha untuk menjadi lebih baik setiap hari."
__ADS_1
Cin Xiu tersenyum pada Lina. "Terima kasih, Lina. Ingatlah bahwa setiap murid memiliki keunikan dan potensi mereka sendiri. Jangan pernah merasa bahwa kalian harus menjadi seperti orang lain. Perguruan ini adalah tempat bagi kita semua untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuan kita masing-masing."
Seiring waktu, percakapan berlanjut, dan para murid pemalu mulai merasa lebih percaya diri dan dihargai. Mereka menyadari bahwa perguruan ini adalah tempat yang selalu menerima mereka apa adanya.
Saat matahari mulai terbenam, Cin Xiu merasa optimis tentang masa depan perguruan. Dia tahu bahwa dengan kerja keras, persahabatan, dan semangat persilatan yang kuat, mereka akan dapat menghadapi setiap tantangan yang datang. Dan yang terpenting, mereka akan melakukannya bersama-sama sebagai keluarga besar perguruan Persilatan Guyon yang damai dan bersatu.
Bulan tergantung tinggi di langit, menerangi halaman perguruan Persilatan Guyon dengan sinar peraknya yang lembut. Seiring semilir angin malam yang sejuk, Cin Xiu, Mei Mei, dan Xian duduk di bawah pohon tua yang rindang. Mereka menatap langit yang dipenuhi bintang, merenungkan perjalanan mereka bersama dan masa depan perguruan.
Cin Xiu memulai percakapan, "Sudah hampir satu tahun sejak kita memutuskan untuk membawa perguruan ini kembali ke jalan yang benar. Saya merasa sangat bangga dengan semua kemajuan yang telah kita capai bersama."
Mei Mei mengangguk setuju, "Benar, kita telah mengubah perguruan ini menjadi tempat yang damai dan penuh persahabatan. Semua murid merasa diterima dan dihargai."
Namun, suasana gembira mereka segera terputus ketika mereka mendengar suara langkah yang mendekat. Seorang murid, Chen, datang menghampiri mereka dengan wajah serius.
"Ada masalah, Chen?" tanya Cin Xiu.
Chen menggelengkan kepala. "Ini bukan masalah besar, tetapi ada beberapa murid yang mengeluhkan tentang beberapa tindakan kecil yang tidak pantas dari seorang murid lain, Zhang. Mereka merasa bahwa dia tidak menghormati kode etik perguruan kita."
__ADS_1
Mei Mei mengangkat alisnya. "Kita harus menangani ini dengan bijak. Zhang adalah salah satu murid kita, dan kita harus memberinya kesempatan untuk memperbaiki perilakunya. Apa yang telah dia lakukan?"
Chen menjelaskan bahwa Zhang seringkali mengabaikan aturan kecil, seperti tidak membantu membersihkan tempat latihan setelah latihan, atau bahkan mengambil makanan dari dapur perguruan tanpa izin. Ini mungkin tampak seperti masalah kecil, tetapi perguruan Persilatan Guyon memiliki aturan dan kode etik yang harus diikuti oleh semua murid.
Xian berkata, "Saya setuju dengan Mei Mei. Kita harus berbicara dengan Zhang dan memberinya kesempatan untuk memahami pentingnya aturan dan etika di perguruan kita."
Cin Xiu menambahkan, "Saya akan bicarakan dengan dia besok dan melihat apakah kita dapat mencapai pemahaman bersama."
Pertemuan mereka di bawah bintang-bintang berlanjut dengan berbagai topik. Mereka membicarakan perjalanan Xian ke Kerajaan Han Sang, pengalaman mereka selama beberapa tahun terakhir, dan harapan mereka untuk masa depan perguruan.
Tiba-tiba, Mei Mei berdiri dan melangkah ke tengah lapangan yang terbuka di bawah pohon. "Ayo, mari kita berlatih bersama malam ini. Saya merindukan momen-momen seperti ini."
Cin Xiu dan Xian dengan senang hati mengikuti Mei Mei ke lapangan. Di bawah cahaya bulan, mereka berlatih bersama, memamerkan keterampilan persilatan mereka yang telah terasah selama bertahun-tahun. Gerakan-gerakan mereka begitu indah dan harmonis, seolah-olah mereka menari di bawah bimbingan langit malam.
Malam berjalan dengan tenang, dan saat mereka selesai berlatih, mereka kembali duduk di bawah pohon tua itu. Mereka menghabiskan beberapa saat untuk merenung dan menikmati ketenangan malam.
Kemudian, Cin Xiu berseru, "Lihat! Lintasan bintang jatuh!" Semua tiga mereka menoleh ke atas dan melihat satu bintang jatuh melintasi langit, meninggalkan jejak cahaya yang cemerlang.
__ADS_1
Mereka semua mengungkapkan keinginan mereka saat bintang jatuh itu melewati langit. Mei Mei menginginkan kebahagiaan bagi semua murid perguruan, Xian menginginkan kebijaksanaan untuk menghadapi tantangan di masa depan, dan Cin Xiu menginginkan perdamaian yang langgeng untuk perguruan dan dunia.
Malam pun berlanjut, penuh dengan tawa dan cerita. Di bawah bintang yang bersinar terang, tiga pendekar ini merasa bersatu, dan perguruan Persilatan Guyon terus berkembang sebagai tempat yang damai dan penuh kedamaian.