
Xian tiba di Kerajaan Han Sang dengan semangat yang membara. Dia telah mendengar banyak cerita tentang kemampuan luar biasa kultivator di wilayah ini, dan salah satunya adalah seorang kultivator yang mampu mengendalikan elemen angin. Xian ingin sekali bertemu dengan orang tersebut dan bertukar pengetahuan tentang persilatan.
Ketika Xian tiba di pusat kota, dia bertanya-tanya ke mana harus pergi untuk mencari kultivator angin tersebut. Saat itu, dia mendengar percakapan dua orang yang sedang berdiri di dekat sebuah taman kota.
"Kau dengar belum? Kultivator angin itu akan berlatih di taman ini hari ini," kata salah satu dari mereka dengan penuh antusiasme.
Xian tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Inilah kesempatannya. Tanpa ragu, dia mengikuti arah yang mereka tunjukkan dan segera tiba di taman kota yang luas. Di sana, dia melihat sekelompok orang yang berkumpul di sekitar seseorang yang tampaknya sangat tenang di tengah-tengah mereka.
Pria itu memiliki rambut panjang yang berkibar-kibar dan pakaian yang melambai-lambai seolah-olah dihembus oleh angin yang tak terlihat. Tidak ada keraguan, inilah kultivator angin yang dia cari.
Xian bergabung dengan kerumunan dan mendengarkan dengan penuh perhatian saat kultivator angin itu menjelaskan konsep-konsep dasar tentang bagaimana mengendalikan elemen angin dalam persilatan. Suaranya tenang dan penuh wibawa, seolah-olah dia bisa merasakan angin yang dia bicarakan.
Setelah penjelasan selesai, kultivator angin itu mulai melakukan demonstrasi. Dia dengan lembut menggerakkan tangannya, dan angin mulai berputar di sekitarnya, menciptakan pola-pola yang indah di udara. Semua orang yang hadir, termasuk Xian, terpesona oleh pertunjukan tersebut.
Saat pertunjukan berakhir, kerumunan berteriak-teriak tepuk tangan sebagai tanda penghargaan. Xian melihat bahwa inilah kesempatannya untuk berbicara dengan kultivator angin tersebut. Dia menghampiri pria itu dengan ramah.
"Permisi, saya adalah Lee Xian. Saya mendengar tentang kemampuan luar biasa Anda dalam mengendalikan angin. Bisakah Anda mengajar saya beberapa hal?"
Kultivator angin itu tersenyum ramah. "Tentu saja, Xian. Saya adalah Wei Feng. Mari kita duduk dan berbicara."
Mereka berdua duduk di bawah pohon rindang di taman itu. Wei Feng mulai menjelaskan lebih dalam tentang konsep-konsep dasar mengendalikan angin dalam persilatan. Xian mendengarkan dengan penuh antusiasme, dan mereka berdua saling bertukar pengetahuan tentang persilatan.
Waktu berlalu dengan cepat, dan mereka menjadi semakin akrab satu sama lain. Wei Feng adalah sosok yang bijaksana dan berpengetahuan luas tentang persilatan. Xian merasa beruntung telah bertemu dengannya dan merasa bahwa pertemuannya dengan kultivator angin ini adalah awal dari petualangan baru yang menarik dalam perjalanannya di Kerajaan Han Sang.
__ADS_1
Api berkobar dengan ganas di pusat kota, dan suasana panik melanda warga setempat. Teriakan dan jeritan kepanikan memenuhi udara, dan asap hitam pekat melingkupi kota. Tapi di tengah kekacauan ini, Xian merasa yakin bahwa inilah saat yang tepat untuk menguji kemampuan kultivator angin yang baru saja dia temui, Wei Feng.
Dengan cepat, Xian melihat arah yang diberikan oleh kerumunan dan bergerak dengan gesit menuju sumber api. Dia bisa merasakan panas yang membakar dari kejauhan, dan jantungnya berdegup kencang ketika dia tiba di tempat kejadian.
Saat Xian tiba di sumber api, dia melihat Wei Feng, kultivator angin, tengah berdiri dengan tenang di tengah kobaran api yang berkobar. Rambut panjang Wei Feng berkibar-kibar seolah-olah ditiup oleh angin yang dia kendalikan, dan dia mengarahkan tangannya ke arah api.
Xian memandangi dengan takjub saat Wei Feng dengan lembut menggerakkan tangannya, dan tiba-tiba angin bertiup dengan hebatnya. Angin itu seperti sabun yang meluncur melalui jari-jari Wei Feng, memadamkan api dengan cepat. Kobaran api mereda, dan dalam waktu singkat, kebakaran berhasil dipadamkan.
Warga yang sebelumnya panik sekarang bersorak dan berterima kasih kepada Wei Feng. Mereka menganggapnya sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan kota dari kehancuran. Wei Feng tersenyum rendah hati dan mengangguk kepada mereka.
Xian menghampiri Wei Feng dengan penuh kagum. "Anda sungguh luar biasa! Kemampuan Anda mengendalikan angin benar-benar mengagumkan."
Wei Feng tersenyum. "Terima kasih, Xian. Ini adalah salah satu contoh bagaimana kita, sebagai kultivator, dapat menggunakan keahlian kita untuk membantu orang lain dan melindungi kota ini."
Mereka berdua kemudian bergabung dengan upacara penyerahan penghargaan yang diadakan oleh warga setempat untuk menghormati Wei Feng atas pengorbanannya. Xian merasa bangga bisa menjadi teman dari seseorang yang begitu berharga bagi komunitas mereka.
Saat upacara selesai, Wei Feng berbalik kepada Xian. "Xian, saya senang kami bisa bertemu dan berbagi pengalaman. Mari kita terus belajar dan tumbuh bersama."
Xian tersenyum dan mengangguk. Mereka berdua tahu bahwa petualangan mereka di Kerajaan Han Sang baru saja dimulai, dan mereka memiliki banyak hal untuk ditaklukkan bersama-sama.
Saat api telah berhasil dipadamkan dan kerumunan mulai mereda, Xian dan Wei Feng duduk di bawah pohon rindang di taman yang sekarang tenang. Wajah mereka masih dipenuhi oleh kegembiraan dan kepuasan karena telah berhasil mengatasi kebakaran yang melanda kota.
Wei Feng memandang Xian dengan senyum ramah. "Saya senang bisa bertemu dengan Anda, Xian. Anda sepertinya seorang yang bersemangat dan penuh antusiasme terhadap persilatan."
__ADS_1
Xian tersenyum balik. "Terima kasih, Wei Feng. Saya juga sangat senang bisa bertemu dengan Anda dan belajar dari Anda. Kemampuan Anda mengendalikan angin benar-benar mengagumkan."
Wei Feng mengangguk. "Persilatan adalah tentang pertumbuhan dan pembelajaran. Dan saya percaya bahwa tawa dan kegembiraan adalah bagian penting dari perjalanan ini. Kita harus bisa tertawa pada diri sendiri dan menikmati setiap momen dalam latihan."
Xian setuju. "Saya selalu percaya bahwa tawa adalah senjata yang kuat dalam persilatan. Tawa bisa mengangkat semangat kita dan mengalahkan kegelapan."
Mereka berdua terus berbicara tentang persilatan, berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka. Tiba-tiba, ide muncul dalam pikiran Xian. "Bagaimana kalau kita mencoba sesuatu? Bagaimana jika kita mencoba memadamkan sisa-sisa api dengan menggunakan angin dan air?"
Wei Feng tersenyum. "Kenapa tidak? Itu adalah ide yang bagus."
Mereka berdua berdiri dan bergerak menuju sisa-sisa api yang masih menyala. Xian berkonsentrasi dan mencoba menghasilkan angin yang kuat untuk memadamkan api, sementara Wei Feng fokus pada mengendalikan arah angin.
Namun, dalam kegembiraan mereka untuk mencoba teknik ini, Xian tanpa sengaja membuat air menyembur dari tangannya sendiri. Air itu menghantam wajahnya sendiri, membuatnya basah kuyup. Wei Feng tidak bisa menahan tawa melihat kejadian ini.
"Maaf, saya tidak tahu air akan menyembur begitu kuat!" kata Xian sambil tertawa terbahak-bahak. Mereka berdua akhirnya melihat humor dalam situasi ini, dan tawa mereka bergema di taman yang tenang.
Warga setempat yang masih ada di sekitar mereka juga ikut tertawa, dan suasana yang tadinya tegang menjadi lebih ringan. Mereka merasa bahwa, meskipun situasinya serius, tawa bisa menjadi alat yang kuat untuk mengatasi stres dan tekanan.
Setelah mereka berhasil memadamkan sisa-sisa api, Xian dan Wei Feng kembali duduk di bawah pohon rindang. Mereka merasa bahwa momen lucu tadi adalah pelajaran berharga bahwa dalam setiap situasi sulit, tawa bisa menjadi sahabat terbaik.
"Mungkin kita seharusnya memasukkan sedikit humor ke dalam latihan kita," kata Xian sambil masih tersenyum.
Wei Feng mengangguk setuju. "Tawa adalah bagian penting dari kehidupan, dan juga dari persilatan. Mari kita terus bersama-sama belajar dan tertawa di sepanjang perjalanan ini."
__ADS_1
Mereka berdua mengangkat gelas kosong mereka sebagai tanda persetujuan, dan kemudian melanjutkan perbincangan mereka tentang persilatan sambil tertawa dan merasa bahagia di bawah sinar matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat.