Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Perjalanan Pulang yang Penuh Tanda Tanya


__ADS_3

Setelah melewati ujian berat di Gua Kristal, Cin Xiu, Xian, Wei, dan Lu Jian merasa lega karena telah berhasil mendapatkan benda suci yang sangat mereka cari. Mereka melangkah keluar dari gua dan disambut oleh matahari terbenam yang merona di langit.


"Kami berhasil," kata Xian dengan senyum lega. "Kini kami memiliki benda suci ini."


Cin Xiu menggenggam benda suci itu dengan erat, merasa energi yang tak terlukiskan mengalir melalui dirinya. Dia merasa bahwa benda suci ini memiliki kekuatan yang luar biasa, dan dia merasa tanggung jawab besar untuk menjaganya dengan bijaksana.


Namun, mereka juga sadar bahwa petualangan mereka belum berakhir. Mereka harus membawa benda suci ini kembali ke desa mereka dan menggunakannya untuk kebaikan semua orang. Tugas itu tidak akan mudah, dan mereka harus berhati-hati.


Mereka mulai berjalan pulang menuju desa mereka yang terletak di pegunungan. Selama perjalanan pulang, mereka berbicara tentang pengalaman mereka di gua dan bagaimana mereka hampir terpecah akibat pilihan sulit yang mereka hadapi.


"Kami hampir kehilangan persahabatan kita," kata Wei dengan serius. "Tapi akhirnya, kita memilih untuk tetap bersama."


Lu Jian mengangguk. "Itu adalah keputusan yang bijaksana. Persahabatan kita adalah salah satu hal terpenting dalam hidup kita."


Saat mereka berbicara, mereka melihat sebuah desa kecil yang terletak di lereng bukit. Ini adalah desa yang mereka kunjungi sebelumnya dalam perjalanan mereka. Mereka memutuskan untuk berhenti sejenak dan menghabiskan malam di desa itu sebelum melanjutkan perjalanan pulang.


Mereka disambut dengan hangat oleh penduduk desa yang mengenali mereka. Mereka diberi makan malam yang lezat dan bercerita tentang petualangan mereka di Gua Kristal. Penduduk desa mendengarkan dengan kagum, dan beberapa dari mereka bahkan bertanya apakah mereka bisa melihat benda suci itu.


Namun, Cin Xiu menggeleng dengan lembut. "Benda suci ini memiliki kekuatan yang besar, dan kami harus menjaganya dengan bijaksana. Kami akan membawa kebaikan kepada semua orang dengan benda ini, tetapi saat ini, itu hanya bisa dilihat oleh kami."

__ADS_1


Penduduk desa mengerti dan memberi mereka tempat untuk bermalam. Mereka tidur dengan nyenyak, merasa aman di antara orang-orang yang baik hati.


Keesokan paginya, mereka melanjutkan perjalanan pulang ke desa mereka. Saat mereka mendaki bukit-bukit yang hijau, mereka merasa udara pegunungan yang segar dan matahari yang bersinar terang. Mereka merasa bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang besar, dan mereka siap untuk membagikan kebaikan yang mereka miliki.


Namun, ketika mereka tiba di desa mereka, mereka disambut oleh pemandangan yang mengejutkan. Desa mereka dalam keadaan kacau, dengan rumah-rumah yang terbakar dan tanah yang terluka. Orang-orang desa berjalan dengan mata lesu, dan mereka tahu bahwa sesuatu yang mengerikan telah terjadi.


Mereka segera bertemu dengan pemimpin desa mereka, seorang pria tua yang dikenal sebagai Bapak Liu. Dia menceritakan bagaimana desa mereka diserang oleh sekelompok penjahat yang datang pada malam hari. Mereka mencuri makanan, membakar rumah-rumah, dan membuat kerusakan yang mengerikan.


Cin Xiu, Xian, Wei, dan Lu Jian merasa sedih melihat penderitaan desa mereka. Mereka tahu bahwa mereka harus menggunakan kekuatan benda suci itu untuk membantu desa mereka pulih dari serangan penjahat itu.


Namun, Bapak Liu memberi tahu mereka bahwa benda suci itu juga telah dicuri oleh penjahat. Mereka telah mengambilnya saat desa mereka dalam keadaan lemah dan tidak berdaya.


"Cin Xiu, Xian, Wei, Lu Jian, kami membutuhkan bantuan kalian," kata Bapak Liu dengan mata penuh harapan. "Kalian adalah satu-satunya harapan kami untuk mendapatkan kembali benda suci itu dan membantu desa kami pulih."


Cin Xiu, Xian, Wei, dan Lu Jian merasa tekad yang kuat untuk mengembalikan benda suci yang telah dicuri oleh penjahat. Mereka tahu bahwa mereka adalah satu-satunya harapan desa mereka, dan mereka tidak akan mengecewakan penduduk desa yang telah memberikan tempat berlindung dan makan malam yang lezat.


Mereka segera mulai memeriksa bekas-bekas jejak yang ditinggalkan oleh penjahat itu. Cin Xiu, yang memiliki naluri alam yang tajam, melihat bekas-bekas kaki dan mencoba mengidentifikasi jenis sepatu yang digunakan oleh penjahat.


"Dari jejak ini, sepertinya penjahat menggunakan sepatu berat, mungkin sepatu bot," kata Cin Xiu serius. "Mereka harus membawa beban berat, mungkin benda suci itu."

__ADS_1


Xian menambahkan, "Dan sepertinya mereka pergi ke arah pegunungan. Mungkin mereka berencana untuk bersembunyi di sana."


Dengan informasi ini, mereka segera memulai perjalanan mereka untuk mengejar penjahat. Mereka berjalan melewati hutan-hutan yang lebat, mengikuti jejak kotor yang ditinggalkan oleh penjahat. Suasana hutan sangat tegang, dan mereka merasa bahwa mereka sedang diburu oleh sesuatu yang tidak mereka ketahui.


Saat matahari mulai terbenam, mereka memutuskan untuk beristirahat dan berkemah di tepi hutan. Mereka menyalakan api unggun kecil dan mulai memasak makan malam. Selama makan malam, mereka berbicara tentang pengalaman mereka di gua Kristal dan bagaimana kekuatan benda suci itu dapat digunakan untuk kebaikan.


Wei berkata, "Kami harus berhati-hati saat kita menemukan penjahat itu. Mereka mungkin juga memiliki kekuatan yang luar biasa."


Lu Jian menambahkan, "Tapi kita tidak boleh takut. Kami memiliki persahabatan dan tekad yang kuat. Itu adalah kekuatan terbesar kita."


Setelah makan malam, mereka tidur dalam tenda mereka, tetapi tidur mereka tidak nyenyak. Mereka terus terjaga, waspada terhadap bahaya yang mungkin mengancam mereka.


Keesokan paginya, mereka melanjutkan perjalanan mereka, mengikuti jejak penjahat yang semakin jelas. Mereka tahu bahwa mereka semakin mendekati penjahat, dan keinginan untuk mengembalikan benda suci itu semakin kuat.


Saat matahari mencapai puncaknya di langit, mereka tiba di sebuah desa kecil yang terletak di lereng gunung. Mereka bertanya kepada penduduk desa apakah mereka telah melihat penjahat yang mencuri benda suci itu.


Seorang wanita tua yang bijaksana menceritakan bahwa ia melihat sekelompok penjahat lewat beberapa hari yang lalu. Mereka membawa benda suci itu dan terlihat sangat terburu-buru.


"Dia bilang mereka menuju ke arah gua terlarang yang ada di atas gunung," kata wanita tua itu. "Tapi tidak ada yang berani mengikuti mereka ke sana. Gua itu dihuni oleh makhluk-makhluk yang sangat berbahaya."

__ADS_1


Cin Xiu, Xian, Wei, dan Lu Jian tahu bahwa mereka tidak punya pilihan selain pergi ke gua terlarang itu untuk mengembalikan benda suci itu. Mereka mengucapkan terima kasih kepada wanita tua itu dan melanjutkan perjalanan mereka ke arah gunung yang tinggi dan angker.


Mereka tahu bahwa petualangan mereka belum berakhir, dan bahaya besar menanti di dalam gua terlarang itu. Tetapi mereka memiliki tekad yang kuat untuk mengembalikan benda suci itu dan melindungi desa mereka, dan mereka tidak akan menyerah sampai mereka berhasil.


__ADS_2