Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Penculikan dan Ancaman


__ADS_3

Pagi itu, matahari terbit di atas desa Qinglian, memberikan sinar hangat kepada desa kecil yang damai. Desa itu dikepung oleh pegunungan hijau dan hutan lebat, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Semua warga desa hidup dengan kedamaian, dan perguruan Qinglian adalah bagian penting dari komunitas ini.


Lee Xian, pemimpin perguruan Qinglian, adalah seorang pria muda yang bijak dan berkepribadian kuat. Dia telah mencapai tingkat Kultivator Kosmik, dan perguruan ini telah berkembang pesat di bawah kepemimpinannya. Saat ini, dia sedang berada di halaman perguruan, berlatih teknik kultivasi bersama murid-muridnya.


Namun, saat suasana damai masih terasa di desa Qinglian, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras yang memecah kesunyian pagi itu. Semua mata segera tertuju pada sumber suara tersebut. Di kejauhan, mereka melihat kelompok penjahat bersenjata lengkap mendekati desa. Mereka mengancamkan dan memaksa beberapa warga desa untuk memberikan Batu Giok Qinglian yang dipegang oleh Lee Xian.


Xian segera menyadari bahwa ancaman ini tidak bisa diabaikan. Dia mendekati kelompok penjahat itu dengan langkah mantap, diikuti oleh murid-muridnya yang siap beraksi.


"Pelindung desa ini, Lee Xian," kata Xian dengan suara tegas, "Apa yang kalian inginkan?"


Pemimpin kelompok penjahat, seorang pria bertubuh besar dengan tatapan tajam, menjawab dengan nada meremehkan, "Kami ingin Batu Giok Qinglian, Xian. Dan jika kau tidak memberikannya, desa ini akan musnah dalam waktu singkat."


Xian melihat ke sekitar dan melihat murid perguruan Qinglian yang terkejut dan cemas. Dia tahu bahwa tidak hanya Batu Giok Qinglian yang berada dalam bahaya, tetapi juga keamanan desa dan kehidupan penduduknya.


Dalam momen ketegangan itu, murid-murid Xian, termasuk Cin Xiu dan Mei Mei, mengelilingi Xian. Mereka siap untuk bertarung jika diperlukan.


"Kalian adalah penjahat yang berbahaya, dan saya tidak akan menyerahkan Batu Giok Qinglian kepada kalian," ujar Xian dengan tekad yang kuat. "Kami akan melindungi desa ini dengan segala yang kami miliki."


Sebelum kelompok penjahat tersebut bisa merespon, tiba-tiba terdengar suara tawa riang dari Cin Xiu, salah satu murid Xian.


"Hey, apakah kalian pernah mendengar tentang kultivator yang masuk ke bar bersenjata?" kata Cin Xiu sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Semua orang memandang Cin Xiu dengan rasa bingung.


"Kultivator masuk ke bar bersenjata?" tanya pemimpin penjahat dengan nada heran.


Cin Xiu mengangguk dengan serius. "Tentu saja! Karena ketika kultivator masuk ke bar, bar tersebut menjadi 'bersenjata' dengan senyum dan kebahagiaan!"


Mendengar guyonan Cin Xiu, suasana di sekitar mulai melunak. Bahkan beberapa penjahat tersenyum tipis, walaupun dengan rasa canggung.


Xian memanfaatkan momen ini untuk melanjutkan, "Kami di perguruan Qinglian memegang prinsip kedamaian dan perlindungan. Kami tidak akan menyerahkan Batu Giok Qinglian, tetapi kita bisa mencari solusi yang adil."


Pemimpin penjahat mulai mempertimbangkan tawaran Xian. Setelah beberapa percakapan yang panjang, akhirnya mereka sepakat untuk meninggalkan desa Qinglian dalam damai tanpa merusaknya.


Seiring matahari terus terbit di langit biru, penduduk desa Qinglian pun menghela nafas lega. Pertarungan sengit berhasil dihindari, dan kedamaian kembali menghiasi desa mereka.


Cerita tentang pertarungan sengit ini mengajar semua orang di desa Qinglian bahwa kebijaksanaan dan kebijakan adalah kunci untuk menjaga kedamaian, bahkan dalam situasi yang paling sulit.


Setelah berhasil menghindari pertarungan langsung dengan kelompok penjahat, Xian dan murid-muridnya segera berkumpul di halaman perguruan Qinglian untuk merencanakan strategi dalam menghadapi musuh yang kuat. Mereka duduk bersila di sekitar meja besar yang terletak di bawah pohon rindang, sementara embun pagi masih membasahi dedaunan di sekitar mereka. Udara sejuk dan segar memberikan semangat dalam menghadapi tugas mereka yang sulit.


Xian memimpin pertemuan dengan serius. "Kita harus memiliki rencana yang baik dalam menghadapi musuh ini. Mereka telah menunjukkan niat jahat mereka, dan kita tidak bisa meremehkan mereka."


Cin Xiu, yang duduk di sebelah Xian, menambahkan, "Benar, kita harus memikirkan strategi untuk melindungi Batu Giok Qinglian dan desa kita."

__ADS_1


Saat itu, Mei Mei, murid yang cermat dan bijaksana, menyampaikan ide strategisnya, "Saya pikir kita harus membuat barikade pertahanan di sekitar Batu Giok Qinglian. Dengan cara ini, kita dapat memperlambat mereka dan memungkinkan kita untuk mengatur serangan balasan yang lebih baik."


Xian mengangguk setuju, "Baik, itu adalah ide yang bagus. Kita akan mengatur barikade dan mengatur pasukan pengamanan di sana. Selanjutnya, kita harus mencoba berkomunikasi dengan kelompok penjahat dan melihat apakah kita bisa mencapai kesepakatan yang adil."


Murid-murid Qinglian yang lain juga memberikan masukan mereka. Beberapa menyarankan untuk menggunakan ilmu kultivasi mereka dengan bijak, sementara yang lain menyarankan untuk mencari titik lemah musuh.


Saat mereka berdiskusi, Xian mulai menggambar peta desa dan mengidentifikasi titik-titik strategis yang perlu dijaga. Cin Xiu dan Mei Mei berbicara tentang teknik kultivasi yang bisa digunakan untuk memperkuat pertahanan mereka. Suasana pertemuan tersebut menjadi semakin serius dan fokus.


Di luar jalur cerita utama, Cin Xiu tiba-tiba mengambil sebuah batang jerami dan mulai berjongkok di depan Mei Mei.


"Dengarkan, Mei Mei, aku punya sebuah teka-teki untukmu. Jika kau dapat menjawabnya, maka aku akan mengajarimu trik kultivasi rahasia yang kuat," kata Cin Xiu dengan senyum misterius.


Mei Mei melihat batang jerami itu dengan serius dan menjawab, "Tentu, aku suka tantangan. Silakan tanyakan teka-tekimu."


Cin Xiu mengajukan pertanyaan, "Apa yang dimiliki oleh semua orang, tetapi bisa diberikan kepada orang lain?"


Mei Mei memikirkan pertanyaan tersebut dengan seksama, lalu tersenyum lebar, "Jawabannya adalah 'kata-kata'."


Cin Xiu terkejut oleh cepatnya Mei Mei menjawab teka-teki tersebut. "Benar sekali! Kamu pintar, Mei Mei. Aku akan mengajarkanmu trik kultivasi rahasia nanti."


Pertemuan strategi berlanjut dengan tekad yang kuat. Mereka merencanakan segala detail dengan hati-hati, termasuk komunikasi dengan kelompok penjahat dan bagaimana mereka akan merespons setiap kemungkinan situasi.

__ADS_1


Ketika pertemuan selesai, semua murid Qinglian merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi ancaman yang datang. Mereka meninggalkan tempat tersebut dengan tekad untuk melindungi desa Qinglian dan Batu Giok Qinglian, tanpa harus terlibat dalam pertarungan sengit jika memungkinkan.


Malam menjelang, pohon rindang di halaman perguruan Qinglian menjulang di bawah langit yang penuh bintang. Semangat untuk menjaga kedamaian dan keadilan di desa itu tampak tercermin di mata setiap murid dan Xian. Mereka siap menghadapi apa pun yang akan datang.


__ADS_2