
Setelah kepergian Xian, Mei Mei dan Cin Xiu mengambil peran kepemimpinan perguruan dengan sangat serius. Mereka tahu bahwa tugas mereka tidaklah mudah, tetapi mereka bertekad untuk menjaga filosofi Guyon tetap hidup dalam perguruan.
Beberapa bulan berlalu, dan selama waktu itu, mereka berdua berusaha keras untuk menjaga perguruan tetap berjalan dengan lancar. Mereka mengadakan latihan rutin, memastikan murid-murid mereka terus berkembang dalam persilatan, dan menjaga semangat kebahagiaan dan tawa tetap hidup di antara mereka.
Namun, ada tantangan-tantangan yang harus mereka hadapi. Salah satunya adalah klan persilatan tetangga yang mulai merasa terancam oleh perguruan Guyon. Mereka merasa bahwa filosofi Guyon yang mendorong kebahagiaan dan tawa adalah hal yang tidak serius dalam persilatan.
Suatu hari, seorang utusan dari salah satu klan persilatan tetangga datang ke perguruan Guyon dengan nada yang sombong. Dia menghadap Mei Mei dan Cin Xiu di aula utama.
"Kalian berdua mungkin menganggap diri kalian sebagai pemimpin di sini, tetapi kalian hanya mengajarkan lelucon dan kebahagiaan. Itu bukan persilatan yang sejati!" kata utusan itu dengan merendahkan.
Mei Mei dan Cin Xiu bertukar pandang, mereka tahu bahwa ini adalah ujian bagi kepemimpinan mereka. Mei Mei dengan lembut menjawab, "Kami percaya bahwa kebahagiaan adalah bagian penting dari persilatan. Itu membuat kami menjadi kultivator yang lebih baik dan lebih seimbang."
Namun, utusan itu hanya tertawa dengan meremehkan. "Kalian hanya anak-anak muda yang belum mengerti dunia sebenarnya. Kalian akan segera belajar bahwa persilatan adalah tentang kekuatan dan ketangkasan, bukan tawa."
Tiba-tiba, suara tawa lebar terdengar di seluruh aula. Semua murid Guyon yang hadir mulai tertawa, bahkan ketawa. Mereka tahu bahwa lelucon dan kebahagiaan adalah salah satu aspek penting dalam persilatan Guyon, dan mereka tidak akan membiarkan orang luar mengubah nilai-nilai itu.
Cin Xiu, yang biasanya pendiam, mulai berbicara dengan tegas, "Kami tidak akan mengubah ajaran Guyon hanya untuk memenuhi pandangan kalian. Persilatan adalah tentang kekuatan, tetapi juga tentang keseimbangan dan kedamaian dalam diri. Kami percaya Guyon adalah cara yang benar."
Utusan itu marah dan mencoba menyerang Cin Xiu, tetapi sebelum dia bisa melangkah lebih jauh, sebuah tangan menahan dia. Itu adalah Mei Mei yang berdiri dengan tenang, tetapi matanya berkilat dengan tekad.
"Kami akan mempertahankan Guyon dengan segala yang kami miliki. Kalian bisa pergi sekarang," kata Mei Mei dengan tegas.
Utusan itu akhirnya pergi dengan wajah yang merah padam dan rasa malu. Mei Mei dan Cin Xiu tahu bahwa tantangan seperti itu mungkin akan terjadi lagi di masa depan, tetapi mereka siap untuk menghadapinya.
Sementara itu, suasana kembali tenang di perguruan Guyon. Murid-murid mereka tetap berlatih dengan semangat, dan lelucon serta tawa tetap menjadi bagian penting dari persilatan mereka. Mei Mei dan Cin Xiu terus menginspirasi mereka untuk menjaga filosofi Guyon tetap hidup, dan mereka merasa semakin kuat sebagai pemimpin perguruan.
__ADS_1
Meskipun Mei Mei dan Cin Xiu berhasil mengatasi tantangan dari klan persilatan tetangga, mereka menyadari bahwa ada tantangan yang lebih besar yang sedang mengintai di luar sana. Mereka mendengar kabar tentang seorang kultivator yang sangat kuat yang telah muncul di Kerajaan Han Sang. Kabarnya, kultivator itu memiliki kekuatan yang luar biasa dan telah mengalahkan banyak lawan dengan mudah.
Tentu saja, Mei Mei dan Cin Xiu merasa tertantang. Mereka ingin membuktikan bahwa Guyon adalah perguruan yang kuat dan mampu menghadapi siapa pun, bahkan kultivator yang sangat kuat sekalipun. Namun, mereka juga khawatir tentang apa yang mungkin terjadi jika mereka menghadapi kultivator tersebut.
Mereka memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang kultivator misterius itu sebelum mengambil tindakan apa pun. Mereka melakukan perjalanan ke kota terdekat dan mulai bertanya kepada orang-orang setempat tentang kultivator itu.
Di salah satu kedai teh, mereka bertemu dengan seorang kultivator tua yang tampaknya tahu banyak tentang kultivator misterius tersebut. Kultivator itu duduk dengan tenang, minum teh, dan tersenyum kepada Mei Mei dan Cin Xiu.
"Kalian pasti datang untuk mencari tahu tentang kultivator misterius, bukan?" tanya kultivator tua itu.
Mei Mei dan Cin Xiu mengangguk. "Kami ingin tahu lebih banyak tentang dia dan mengapa dia datang ke Kerajaan Han Sang," kata Mei Mei.
Kultivator tua itu tersenyum. "Dia disebut Xue Long, dan dia datang ke sini dengan tujuan yang sangat jelas: untuk menguasai Kerajaan Han Sang dan menjadikannya basis kekuatan untuk mencapai ambisinya yang lebih besar."
Kultivator tua itu mengangguk. "Xue Long adalah lawan yang sangat kuat, tetapi janganlah terlalu takut. Dia bukanlah musuh yang tak terkalahkan. Kalian memiliki kekuatan dalam persilatan Guyon dan filosofi yang kuat. Jika kalian bersatu dan mempercayai ajaran Guyon, kalian dapat menghadapinya."
Mei Mei dan Cin Xiu merasa sedikit lega mendengar kata-kata kultivator tua itu. Mereka tahu bahwa mereka memiliki tugas berat di pundak mereka, tetapi mereka juga tahu bahwa mereka memiliki tekad dan semangat untuk menghadapinya.
Mereka berterima kasih kepada kultivator tua tersebut dan kembali ke perguruan Guyon dengan semangat yang baru. Mereka tahu bahwa tantangan yang lebih besar sedang menunggu mereka, tetapi mereka siap menghadapinya dengan penuh keyakinan.
Di perguruan Guyon, mereka berkumpul dengan murid-murid mereka dan berbicara tentang Xue Long. Mereka menjelaskan bahwa persilatan Guyon adalah tentang keseimbangan dan kebahagiaan, dan mereka harus tetap memegang prinsip-prinsip itu ketika menghadapi kultivator kuat seperti Xue Long.
Murid-murid mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, dan mereka bersumpah untuk tetap setia pada ajaran Guyon. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka akan penuh dengan ujian dan rintangan, tetapi mereka yakin bahwa mereka dapat mengatasi semuanya dengan bersama-sama.
Sementara itu, di kerajaan Han Sang, Xue Long melanjutkan perjalanannya untuk menguasai wilayah tersebut. Dia tidak menyadari bahwa di perguruan Guyon, Mei Mei, Cin Xiu, dan para murid mereka telah bersatu dan siap untuk menghadapinya. Pertarungan besar antara dua kekuatan yang sangat berbeda akan segera terjadi, dan masa depan perguruan Guyon dan Kerajaan Han Sang akan ditentukan oleh hasil pertarungan itu.
__ADS_1
Saat Mei Mei, Cin Xiu, dan para murid Persilatan Guyon bersiap menghadapi ancaman Xue Long, suasana di perguruan menjadi semakin tegang. Mereka tahu bahwa pertarungan dengan kultivator kuat tersebut akan menjadi ujian terbesar mereka, dan mereka perlu mempersiapkan segalanya dengan matang.
Para murid mulai meningkatkan latihan mereka, fokus pada teknik-teknik khusus yang mereka butuhkan untuk menghadapi Xue Long. Cin Xiu dan Mei Mei berperan sebagai instruktur, memberikan panduan dan nasihat kepada murid-murid mereka.
"Saat kita menghadapi Xue Long, kita harus memahami bahwa kekuatannya jauh di atas kita," kata Cin Xiu saat memberikan pengajaran. "Tetapi kekuatan bukanlah satu-satunya faktor dalam pertarungan. Kita memiliki filosofi Guyon yang akan membantu kita tetap tenang dan fokus."
Mei Mei menambahkan, "Kita juga harus berpikir cerdas. Kita perlu memahami kelemahan dan kebiasaan Xue Long. Itu adalah satu-satunya cara kita bisa mengalahkannya."
Selama latihan, terkadang ada ketegangan di antara para murid. Mereka merasa tertekan oleh harapan yang tinggi dan ketakutan akan kegagalan. Namun, Mei Mei dan Cin Xiu selalu berada di sana untuk memberikan semangat.
"Saya tahu bahwa ini adalah tugas yang sulit, tetapi saya percaya pada kemampuan kalian," ujar Mei Mei sambil tersenyum. "Kita adalah keluarga, dan kita akan melalui ini bersama-sama."
Sementara para murid bersiap, Xian merenungkan pengalaman dan petualangannya selama waktu yang ia habiskan menjelajahi Kerajaan Han Sang. Dia tahu bahwa saatnya untuk kembali ke perguruan dan memberikan dukungan moral kepada murid-muridnya.
Ketika Xian kembali ke perguruan, dia disambut oleh murid-muridnya dengan penuh semangat. Mereka memberi tahu Xian tentang persiapan mereka untuk menghadapi Xue Long, dan Xian merasa bangga melihat semangat mereka.
"Kalian adalah harapan masa depan persilatan Guyon," kata Xian dengan bangga. "Saya tahu bahwa kalian dapat menghadapinya dengan penuh keberanian dan kebijaksanaan."
Saat persiapan semakin mendalam, mereka juga menerima dukungan dari orang-orang di sekitar perguruan. Penduduk setempat memberikan makanan dan peralatan yang diperlukan untuk persiapan mereka. Mereka merasa terharu oleh dukungan ini dan berjanji untuk tidak mengecewakan harapan orang-orang yang mereka cintai.
Suasana di perguruan menjadi semakin bersemangat. Setiap hari, para murid berlatih dengan keras, menajamkan teknik dan keterampilan mereka. Mereka juga terus memahami filosofi Guyon, menjaga keseimbangan dan kebahagiaan dalam setiap tindakan mereka.
Namun, sementara perguruan bersiap untuk konfrontasi besar, Xue Long juga terus mengumpulkan kekuatan. Dia memiliki pasukan pribadi yang sangat kuat, dan mereka telah mempersiapkan strategi untuk menghadapi Guyon.
Tingkat ketegangan semakin meningkat seiring dengan mendekatnya hari konfrontasi. Pertarungan besar yang akan menentukan masa depan perguruan Guyon dan Kerajaan Han Sang semakin mendekat, dan semua mata tertuju pada Mei Mei, Cin Xiu, dan para murid Guyon yang akan menghadapinya.
__ADS_1