Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Pertemuan yang Menentukan


__ADS_3

Cin Xiu, Xian, Wei, dan Lu Jian melanjutkan perjalanan mereka melalui hutan yang suram. Mereka merasa semakin dalam hutan, suasana semakin mencekam. Pepohonan yang tinggi menaungi mereka, membuat seolah-olah mereka berada di dalam terowongan hijau yang tak berujung. Cahaya matahari kesulitan menembus rerumputan yang lebat, meninggalkan mereka dalam kegelapan.


Dalam perjalanan mereka, Cin Xiu membuka percakapan, "Kita harus berhati-hati. Seseorang atau sesuatu telah mengirim musuh-musuh tadi malam. Ada kemungkinan besar ada yang ingin menghalangi kita."


Xian mengangguk setuju, "Benar. Pedang sakti ini sangat berharga, dan banyak yang ingin mendapatkannya. Kita harus terus waspada."


Mereka berjalan beberapa jam lagi, melalui hutan yang sunyi, ketika tiba-tiba mereka mendengar suara tangisan lemah. Mereka saling bertukar pandang dan mengikuti suara itu. Saat mereka mendekati sumber suara, mereka menemukan seorang pria yang terluka parah, tergeletak di antara semak-semak.


Pria itu tampak lemah dan pucat. Cin Xiu dan teman-temannya segera mendekatinya dan membantu pria itu duduk. "Siapa kau? Apa yang terjadi padamu?" tanya Cin Xiu dengan lembut.


Pria itu mengeluarkan suara parau, "Nama saya Zhuang. Saya seorang petualang yang tersesat di hutan ini. Saya diserang oleh makhluk-makhluk buas. Tolong, tolong selamatkan saya."


Teman-teman Cin Xiu saling pandang, dan mereka tahu bahwa mereka tidak bisa meninggalkan pria itu dalam keadaan seperti ini. Mereka memberinya air minum dan merawat luka-lukanya.


Setelah beberapa saat, Zhuang mulai membaik. Dia memandang Cin Xiu dan teman-temannya dengan penuh rasa terima kasih. "Terima kasih atas pertolongan kalian. Kalian adalah orang-orang baik."


Cin Xiu tersenyum, "Tidak perlu berterima kasih. Kami hanya melakukan apa yang benar. Sekarang, bisakah kau memberi tahu kami mengapa kau berada di sini dan apa yang kau cari?"

__ADS_1


Zhuang ragu sejenak, lalu akhirnya bercerita. "Saya mencari sebuah artefak kuno yang konon tersimpan di dalam hutan ini. Artefak itu diyakini memiliki kekuatan yang luar biasa, dan saya ingin menggunakannya untuk kebaikan. Tapi saya diserang oleh makhluk-makhluk buas yang menjaga hutan ini."


Cin Xiu dan teman-temannya bertukar pandang lagi. Mereka tahu bahwa pencarian mereka dan pencarian Zhuang memiliki tujuan yang sama: mencari kekuatan yang luar biasa untuk digunakan demi kebaikan. Mereka memutuskan untuk membantu Zhuang dalam pencariannya.


"Mungkin kita bisa bekerja sama," kata Wei, "Dengan begitu, kita bisa mencapai tujuan kita lebih cepat."


Zhuang mengangguk dengan penuh semangat. "Saya sangat bersyukur atas tawaran bantuan kalian. Saya yakin dengan kekuatan dan keberanian kalian, kita bisa mencapai artefak itu bersama-sama."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke dalam hutan, kali ini dengan seorang teman baru di samping mereka. Meskipun mereka belum tahu apa yang menunggu di depan, mereka memiliki satu tekad yang kuat: untuk mencari kekuatan yang mereka butuhkan untuk melindungi dunia dari kejahatan yang mengintai.


Cin Xiu, Xian, Wei, Lu Jian, dan Zhuang terus berjalan melalui hutan yang semakin lebat. Mereka memperhatikan setiap suara dan gerakan di sekitar mereka, karena mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian di dalam hutan ini. Namun, suasana alam sekitar mereka tampak tenang, hampir seakan-akan hutan itu sendiri merasa tenang dengan keberadaan mereka.


Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak. Mereka membuka bekal mereka dan berbagi cerita tentang petualangan mereka sebelum bertemu. Zhuang bercerita tentang perjalanan soliternya dan alasan mengapa dia mencari artefak kuno tersebut.


Cin Xiu mendengarkan dengan seksama, dan dia merasa ada kedalaman dalam mata Zhuang yang membuatnya percaya bahwa pria itu tidak sekadar mencari kekuasaan untuk dirinya sendiri. "Kami juga mencari artefak kuno," kata Cin Xiu akhirnya, "Kami percaya itu adalah kunci untuk menghentikan kejahatan yang sedang mengancam dunia ini."


Zhuang mengangguk, "Kemungkinan besar kita memiliki tujuan yang sama, meskipun jalan yang kita tempuh berbeda."

__ADS_1


Saat malam semakin larut, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka. Tapi tak lama setelah mereka bergerak, mereka mendengar suara aneh dari semak-semak di dekat mereka. Itu adalah suara seperti desiran angin, tetapi sangat halus, hampir seakan-akan angin itu memiliki suara sendiri.


Mereka segera bersiap-siap untuk pertarungan, menggenggam senjata mereka. Tiba-tiba, dari balik semak-semak itu, muncullah makhluk hutan yang aneh. Makhluk itu mirip dengan serigala, tetapi lebih besar dan berbulu hitam pekat. Namun, yang paling mencolok adalah matanya yang bercahaya dalam kegelapan, seolah-olah mereka memiliki kehidupan sendiri.


Makhluk-makhluk ini, yang dikenal sebagai "Huli Jing" atau "Rubah Hutan," adalah makhluk mitos yang diceritakan memiliki kekuatan gaib dan dapat berubah wujud menjadi manusia. Mereka adalah penjaga hutan ini, dan mereka tidak senang dengan kedatangan Cin Xiu dan teman-temannya.


Makhluk-makhluk itu melingkari Cin Xiu dan teman-temannya, matanya berkilat-kilat. "Apa yang kalian lakukan di hutan kami?" suara yang terdengar dari mulut makhluk itu terdengar menakutkan.


Cin Xiu berbicara dengan tenang, mencoba menjelaskan tujuan mereka, "Kami mencari artefak kuno yang konon disimpan di dalam hutan ini. Kami tidak bermaksud mencelakai hutan ini atau makhluk-makhluk yang menjaganya."


Huli Jing itu bertukar pandang sejenak, seolah-olah mereka berkomunikasi dengan pikiran mereka sendiri. Akhirnya, salah satu dari mereka, yang tampak lebih tua dari yang lainnya, melangkah maju. "Kami akan membiarkan kalian melanjutkan perjalanan kalian," katanya, "Tapi hanya jika kalian berjanji bahwa kalian tidak akan menggunakan artefak itu untuk tujuan jahat."


Cin Xiu dan teman-temannya segera setuju, bersumpah bahwa mereka hanya akan menggunakan kekuatan artefak itu untuk kebaikan. Dengan demikian, Huli Jing itu melepaskan mereka dan membiarkan mereka melanjutkan perjalanan mereka.


Mereka melanjutkan perjalanan mereka melalui hutan, tetapi sekarang dengan perasaan yang berbeda. Mereka telah bertemu dengan makhluk mitos yang menjaga hutan ini dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam. Mereka juga semakin mendekati tujuan mereka, artefak kuno yang diyakini dapat menghentikan kejahatan yang mengintai dunia.


Namun, pertemuan dengan Huli Jing hanyalah awal dari petualangan mereka. Di bab-bab berikutnya, mereka akan menghadapi lebih banyak tantangan dan kejutan yang akan menguji tekad mereka untuk melindungi dunia dari kejahatan yang mengancam.

__ADS_1


__ADS_2