Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Kedatangan di Kerajaan Han Sang


__ADS_3

Ketika Lee Xian tiba di Kerajaan Han Sang, matanya terbuka lebar oleh pemandangan yang begitu berbeda dari tanah kelahirannya. Bangunan-bangunan megah, kuil-kuil indah, dan jalan-jalan ramai dengan orang-orang dari berbagai suku dan klan. Xian merasa bahwa petualangannya baru saja dimulai.


Saat Xian berjalan-jalan di pasar kota yang sibuk, dia mendapati dirinya terpesona oleh berbagai barang dagangan eksotis. Orang-orang berlalu-lalang, dan bahasa yang digunakan pun berbeda dari bahasa yang biasa dia dengar. Namun, semua ini menambah kesan ajaib dari tempat yang baru ini.


Tiba-tiba, ketika Xian sedang memperhatikan sekelompok pemain musik jalanan, dia melihat seseorang yang tampak sangat berbeda dari penduduk lokal. Pria itu memiliki kulit berwarna gelap dan rambut keriting yang mengelilingi wajahnya. Matanya tidak sipit seperti mayoritas penduduk di Kerajaan Han Sang. Xian merasa penasaran dan mendekatinya.


"Selamat siang!" sapa Xian dengan ramah kepada pria itu.


Pria itu tersenyum dan menjawab, "Selamat siang juga, saudara. Apa yang membawamu ke Kerajaan Han Sang?"


Xian menjawab dengan antusias, "Saya adalah seorang petualang dari tanah kelahiran yang jauh. Saya datang ke sini untuk menjelajahi keindahan dan budaya Kerajaan Han Sang. Nama saya Lee Xian, siapa nama Anda?"


Pria itu tersenyum lebar, "Nama saya Jamal. Saya seorang pedagang dari Afrika. Saya datang ke Kerajaan Han Sang untuk mencari peluang bisnis dan mengeksplorasi dunia yang baru."


Mereka berdua mulai berbicara tentang perjalanan mereka masing-masing. Xian menceritakan tentang perguruan silatnya dan bagaimana dia berusaha memadukan seni bela diri dengan filosofi tawa dan kebahagiaan. Jamal tertarik dengan cerita Xian dan berkata, "Suatu hari, saya ingin melihat sekolah persilatan Anda. Apakah saya boleh bergabung?"


Xian tertawa dan menjawab, "Tentu saja, Jamal. Kami selalu menyambut tamu yang ingin belajar dan berbagi pengalaman. Mari kita jadi teman baik dan jelajahi Kerajaan Han Sang bersama-sama!"


Ketika Xian dan Jamal melanjutkan perjalanan mereka di kota yang asing ini, mereka tidak hanya menjelajahi keindahan budaya Kerajaan Han Sang, tetapi juga merasakan kekuatan persahabatan yang dapat mengatasi perbedaan budaya dan latar belakang mereka. Petualangan baru Lee Xian telah dimulai dengan cara yang penuh tawa dan kebahagiaan.


Xian melangkah ke pasar kota yang ramai dengan rasa ingin tahu yang besar. Dia menyaksikan berbagai barang dagangan yang unik, dari senjata bertuah hingga kain-kain berwarna-warni yang dibuat secara kreatif. Orang-orang berbelanja dengan semangat, dan suasana di pasar ini begitu hidup.

__ADS_1


Saat Xian berjalan-jalan di antara para pedagang dan pembeli, dia merasa hangat disambut oleh penduduk lokal. Mereka menyapanya dengan senyum dan sapaan hangat, meskipun Xian adalah seorang asing. Beberapa bahkan menawarkan sampel makanan atau barang dagangan mereka dengan sukarela. Xian merasa senang dengan keramahan dan kebaikan orang-orang di Kerajaan Han Sang.


Saat dia berjalan lebih jauh, dia melihat sebuah warung mie ayam yang terkenal di kota ini. Bau harum kaldu ayam dan rempah-rempah menguar di udara, membuatnya merasa lapar. Tanpa ragu, dia memesan sepiring mie ayam dan duduk di meja yang tersedia.


Saat tungguannya datang, dia mendengar suara canda tawa dan obrolan riang di sekitarnya. Penduduk lokal nampaknya menikmati makan siang mereka dengan penuh kegembiraan. Xian tidak ingin merasa canggung, jadi dia tersenyum dan mengobrol dengan meja sebelah.


"Saya baru tiba di Kerajaan Han Sang. Ini adalah kunjungan pertama saya ke sini," kata Xian.


Pria yang duduk di meja sebelahnya, seorang tukang emas, menjawab dengan senyum, "Selamat datang di sini! Anda akan menemukan bahwa Kerajaan Han Sang adalah tempat yang penuh dengan kejutan dan keindahan."


Wanita di sebelahnya yang tampaknya seorang seniman menambahkan, "Ya, dan makanan di sini juga luar biasa! Anda harus mencoba mie ayam ini, ini adalah salah satu yang terbaik di kota."


Mereka melanjutkan obrolan yang ramah, dan Xian belajar banyak tentang budaya dan kehidupan sehari-hari penduduk Kerajaan Han Sang. Mereka berbagi cerita tentang tradisi, seni, dan bahkan mengajak Xian untuk bergabung dengan mereka dalam merayakan festival lokal yang akan datang.


Saat mereka berbicara dan tertawa bersama, Xian merasa bahwa meskipun dia berada di tempat yang asing, dia telah menemukan teman-teman baru yang ramah dan menyambutnya dengan tangan terbuka. Pertemuan dengan penduduk lokal di pasar ini adalah salah satu momen berharga dalam petualangannya di Kerajaan Han Sang yang baru.


Xian berjalan melewati pasar yang ramai, matahari terik menyinari berbagai barang dagangan yang tersusun rapi di kedai-kedai dan tenda-tenda. Dia tertarik pada sebuah kedai yang menjual berbagai senjata bertuah, pedang-pedang berkilauan dan pisau-pisau yang terlihat sangat kuat.


Seorang pedagang berambut abu-abu yang berjenggot tebal dengan antusias memperkenalkan berbagai senjata kepada Xian. "Selamat datang, Tuan! Anda beruntung datang ke sini. Kami memiliki koleksi senjata bertuah yang luar biasa. Ada pedang-pedang dari berbagai jenis bahan dan kekuatan magis yang berbeda. Anda bisa mendapatkan yang sesuai dengan kebutuhan Anda."


Xian merasa tertarik pada salah satu pedang yang terlihat indah. "Saya ingin melihat pedang ini lebih dekat," ucapnya sambil mengambil pedang tersebut dari rak.

__ADS_1


Dia memegang pedang itu dengan hati-hati, merasakan bobot dan keseimbangan yang sempurna. Ini adalah senjata yang sangat cocok untuknya. Namun, ketika dia bertanya tentang harga, dia kaget oleh angka yang disebutkan oleh pedagang.


"Harga ini terlalu tinggi!" kata Xian dengan nada tegas. "Saya yakin kita bisa mencapai harga yang lebih wajar."


Pedagang mengangkat alisnya, tidak terlalu senang dengan tawaran Xian. "Tuan, ini adalah pedang yang sangat istimewa. Harganya sepadan dengan kualitasnya."


Xian tidak langsung menyerah. Dia tahu bahwa tawar-menawar adalah bagian dari budaya pasar, dan dia ingin mendapatkan pedang tersebut dengan harga yang adil. Mereka terlibat dalam perbincangan yang semakin sengit, dan suara mereka mulai terdengar keras.


Tiba-tiba, seorang pembeli lain yang juga tertarik pada pedang yang sama berdiri di samping Xian. Pria itu tampak tidak sabar dan ingin segera memilikinya.


"Dengar, Tuan, jika Anda tidak mau membeli pedang ini, saya akan melakukannya!" ucap pria tersebut dengan nada tinggi.


Xian tersenyum pada pria itu dengan ramah. "Tentu, Tuan. Saya hanya ingin mendapatkan harga yang adil. Jika Anda ingin pedang ini dengan harga yang disebutkan pedagang, silakan saja."


Pria tersebut segera berbicara dengan pedagang dan setuju untuk membayar harga yang diminta. Dia meraih pedang itu dengan senang hati dan pergi dari kedai tersebut.


Xian tidak terlalu kecewa. Dia tahu bahwa pasar selalu menyediakan berbagai pilihan. Namun, dia juga ingin memberikan pelajaran kepada pedagang tersebut. Dia berbalik kepada pedagang dengan senyum lebar.


"Terima kasih atas waktunya, Tuan. Saya akan mencari pedang yang sesuai dengan anggaran saya. Semoga Anda memiliki hari yang baik!"


Dengan itu, Xian meninggalkan kedai tersebut sambil tertawa, mengangkat semangat dan membuat semua orang yang mendengarnya di pasar tertawa. Kejadian ini menunjukkan bahwa Xian tidak hanya seorang petarung yang ulung, tetapi juga seorang negosiator yang lihai dan tahu bagaimana menciptakan kebahagiaan di sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2