Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Pusat Persilatan Han Sang


__ADS_3

Xian tiba di Pusat Silat Han Sang dengan hati yang penuh antusiasme. Di matahari terbenam yang memancarkan cahaya oranye, bangunan-bangunan kayu tradisional dengan atap genting merah berjejer di depannya. Suara gemerisik air terjun di kejauhan memberi kesan tenang di lingkungan ini.


Dia memasuki Pusat Silat dengan langkah hati-hati, merasa diawasi oleh sejumlah mata yang penuh perhatian. Pusat ini adalah tempat berkumpulnya para kultivator terbaik, dan kehadiran Xian yang asing segera menarik perhatian.


Saat dia menjelajahi lokasi tersebut, dia melihat seorang murid yang sedang berdiri di bawah air terjun yang deras. Air terjun ini tampaknya menjadi lokasi latihan yang disukai oleh banyak kultivator di sini. Tubuhnya terkena percikan air dan wajahnya penuh semangat. Murid itu melakukan gerakan silat yang halus dan indah di tengah aliran air yang kuat.


Xian mendekati murid itu dengan rasa ingin tahu yang besar. "Hei, teman," kata Xian dengan ramah, mencoba mengalihkan perhatian murid itu dari latihannya. "Apa yang sedang kamu lakukan di sini?"


Murid itu menghentikan gerakannya sejenak dan tersenyum. Wajahnya basah kuyup karena percikan air terjun. "Saya berlatih di sini untuk meningkatkan kekuatan fisik dan keseimbangan saya, Guru. Air terjun ini memberikan tantangan yang hebat."


Xian tertarik dengan tekad murid ini dan bertanya lebih lanjut, "Apakah kamu memiliki guru silat di sini?"


Murid itu mengangguk dengan antusias. "Ya, Guru Shen adalah guruku. Dia adalah seorang master dalam gaya silat air yang unik."


Xian tersenyum. "Terima kasih atas penjelasannya. Aku adalah seorang perantau yang ingin mempelajari berbagai gaya silat dari berbagai wilayah. Bisakah kamu membawaku ke Guru Shen? Aku ingin meminta izinnya untuk belajar darinya."


Murid itu setuju dan mengantar Xian ke rumah Guru Shen yang berada di tempat yang lebih tinggi. Rumah ini juga memiliki pemandangan yang indah ke air terjun yang menjadi tempat latihan murid-muridnya.

__ADS_1


Setelah berjalan sejenak, Xian dan murid yang membantunya tiba di lokasi air terjun tempat Guru Shen dan murid-muridnya sedang berlatih. Air terjun yang deras menciptakan gemerisik yang mengisi udara, menciptakan atmosfer yang tenang meskipun penuh dengan energi.


Xian melihat sejumlah murid yang dengan tekun berlatih di sekitar air terjun. Mereka melompat-lompat di atas batu-batu besar yang ada di aliran air, melakukan gerakan-gerakan silat yang halus dan indah. Beberapa dari mereka bahkan tampak seperti menari di atas air, seolah-olah mereka menguasai aliran air itu sendiri.


Murid yang mendampingi Xian mengatakan, "Itu adalah latihan dasar dalam gaya silat air kami, Guru. Kami harus mempertahankan keseimbangan kami di atas aliran air yang deras sebagai bentuk latihan fisik dan mental."


Xian terkesan dengan keindahan gerakan mereka dan kemampuan mereka untuk menguasai alam sekitar mereka. Dia melihat satu murid yang tengah berdiri di tengah air terjun sambil mengeksekusi serangkaian gerakan yang rumit. Air terjun membasahi tubuhnya, tetapi dia tampak benar-benar fokus pada latihannya.


Guru Shen sendiri juga berada di tengah para muridnya, memberikan arahan dan koreksi dengan ramah. Dia tampak seperti sosok yang bijaksana, dengan rambut abu-abu panjang yang berkibar-kibar oleh hembusan angin. Ekspresi wajahnya penuh perhatian, dan dia terlihat sangat tenang.


Xian merasa terinspirasi oleh dedikasi dan semangat para murid dan Guru Shen. Dia menyadari bahwa ini adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan dirinya sebagai seorang kultivator. Meskipun dia telah melihat banyak hal dalam perjalanannya, dia tahu bahwa dia masih memiliki banyak yang harus dipelajari.


Xian terus memperhatikan latihan para murid dan Guru Shen di bawah air terjun yang deras. Dia merasa semakin tertarik untuk memahami gaya silat air yang unik ini. Setelah beberapa waktu, murid yang mendampinginya tadi menyadari bahwa Xian tengah merenung.


Dia mendekati Xian dengan senyuman ramah. "Bagaimana, Guru? Apakah kamu sudah mendapatkan gambaran tentang apa yang kami lakukan di sini?"


Xian mengangguk. "Ya, saya sangat terkesan dengan latihan dan kesungguhan kalian semua. Ini benar-benar gaya silat yang unik. Saya ingin belajar lebih banyak tentangnya."

__ADS_1


Murid itu tersenyum lebar. "Itu pasti bisa diatur, Guru. Guru Shen selalu terbuka untuk menerima murid-murid baru yang bersemangat belajar."


Mereka berdua mengamati Guru Shen yang memberikan arahan kepada salah satu muridnya tentang cara memperbaiki gerakan tertentu. Guru Shen terlihat sangat tenang dan penuh pemahaman. Terkadang, dia akan menunjukkan gerakan dengan lembut dan berbicara dengan nada lembut untuk memberikan panduan.


Xian pun mulai bertanya-tanya tentang filosofi yang mendasari gaya silat air ini. Dia berpikir bahwa ada lebih banyak hal yang bisa dipelajari selain gerakan fisik. "Apakah gaya silat ini juga memiliki aspek filosofis yang mendalam, seperti yang diajarkan oleh Guru Shen?"


Murid itu mengangguk. "Tentu, Guru. Salah satu prinsip yang kami pegang teguh adalah menjaga keseimbangan dalam segala hal, baik dalam tubuh, pikiran, maupun alam sekitar. Kami percaya bahwa dengan menjaga keseimbangan ini, kita dapat mencapai kebijaksanaan sejati."


Xian mendengarkan dengan seksama. Dia merasa bahwa filosofi ini sesuai dengan ajaran Guyon yang telah dia pelajari sebelumnya. "Ini adalah prinsip yang sangat bijaksana," kata Xian. "Saya ingin sekali belajar lebih dalam tentangnya."


Murid itu tersenyum. "Saya yakin Guru Shen akan senang mendengarnya. Dia sering mengatakan bahwa ilmu silat tidak hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang kebijaksanaan dan kedamaian dalam hati."


Xian mengangguk menghargai. Dia merasa semakin yakin bahwa dia telah menemukan tempat yang tepat untuk mengembangkan dirinya sebagai seorang kultivator. Dia berterima kasih kepada murid yang telah membantunya dan berharap bisa segera belajar langsung dari Guru Shen.


Setelah percakapan dengan murid yang membantunya, Xian merasa semakin yakin bahwa dia ingin belajar dari Guru Shen. Dia berterima kasih kepada murid itu dan memutuskan untuk mencari Guru Shen untuk meminta izin secara langsung.


Xian melangkah menjauh dari air terjun dan mencari-cari keberadaan Guru Shen. Dia melihat beberapa murid yang berkumpul di sebuah tempat, dan dia berasumsi bahwa Guru Shen mungkin ada di sana. Dengan langkah hati-hati, dia mendekati kelompok tersebut.

__ADS_1


Ternyata, dia benar. Di tengah kelompok murid, ada seorang pria yang tampak bijaksana. Rambutnya yang panjang dan abu-abu berkibar-kibar oleh angin, dan matanya yang penuh perhatian memperhatikan setiap gerakan murid-muridnya. Dia juga terlihat sangat tenang, meskipun situasi di sekitarnya cukup kacau dengan suara air terjun yang deras.


__ADS_2