Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Murid-Murid Baru


__ADS_3

Matahari pagi perlahan naik di langit biru di atas perguruan Qinglian, menerangi pepohonan hijau dan hamparan padang rumput yang mengelilingi gedung-gedung perguruan. Suasana pagi yang segar dipenuhi dengan suara burung bernyanyi dan angin sejuk yang berhembus lembut. Ini adalah tempat yang damai dan indah, di mana ilmu kultivasi dan kedamaian batin menjadi fokus utama.


Lee Xian, pemilik perguruan Qinglian, telah kembali setelah sekian lama berpetualang di dunia luar. Dia melangkah masuk ke gerbang perguruan dengan senyuman di wajahnya, merasa bersyukur untuk kembali ke rumah yang dia cintai. Segerombolan murid baru yang telah menunggu di halaman perguruan dengan penuh semangat menyambut kedatangan Xian dengan aplaus dan tepuk tangan yang meriah.


"Selamat kembali, Guru Xian!" seru salah satu murid baru dengan senyuman lebar.


"Guru Xian, kami sangat menantikan pelajaran Anda!" tambah murid yang lain dengan semangat.


Xian tertawa geli, "Terima kasih, teman-teman. Saya juga sangat merindukan kalian semua. Mari kita mulai pelajaran kita."


Xian memimpin murid-murid baru ke ruang pelajaran utama. Ruangan itu luas dan terang, dengan lantai kayu bersih dan jendela-jendela besar yang memungkinkan cahaya matahari masuk dengan leluasa. Di tengah ruangan terdapat karpet merah besar tempat murid-murid dapat duduk bersila.


Xian berdiri di depan mereka dan memulai pelajarannya. Dia menjelaskan tentang energi internal, bagaimana mengumpulkannya, dan teknik-teknik meditasi yang dapat membantu mereka mengontrol energi dalam tubuh mereka. Dia memberikan contoh-contoh praktis dan memberikan bimbingan yang teliti kepada setiap murid yang mencoba teknik-teknik tersebut.


Selama pelajaran, suasana menjadi semakin serius, dan murid-murid mencoba sangat keras untuk mengikuti petunjuk Xian. Tapi Xian tahu betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara serius dan canda dalam perjalanan kultivasi. Dia memutuskan untuk mengambil pendekatan yang lebih ringan.


"Sekarang, teman-teman, saatnya untuk sedikit guyonan," kata Xian dengan senyum cerah di wajahnya. "Kamu tahu, dalam perguruan Qinglian, kami memiliki filosofi sederhana: tertawa adalah obat terbaik. Jadi, mari kita lakukan latihan guyonan sebentar."

__ADS_1


Xian memulai dengan menceritakan beberapa cerita lucu dan lelucon yang membuat murid-murid tertawa. Mereka mulai merasa lebih santai dan ceria. Xian kemudian menjelaskan bahwa dalam kultivasi, kebahagiaan dan ketenangan pikiran juga merupakan bagian penting dari pertumbuhan spiritual.


"Seringkali, kita terlalu serius dalam mencari kekuatan dan kebijaksanaan," kata Xian. "Tapi jangan lupa bahwa kita juga harus menikmati perjalanan ini. Hidup adalah anugerah, dan kita harus menjalani setiap momen dengan bahagia."


Murid-murid baru mengangguk setuju, dan suasana pelajaran berubah menjadi lebih ringan dan riang. Mereka mulai memahami bahwa kultivasi bukan hanya tentang meningkatkan kekuatan fisik, tetapi juga tentang pertumbuhan spiritual dan kebahagiaan.


Setelah pelajaran selesai, murid-murid baru berdiri dengan senyuman di wajah mereka. Mereka merasa bersemangat untuk melanjutkan perjalanan kultivasi mereka di perguruan Qinglian. Xian melihat kebahagiaan di wajah mereka dan merasa puas.


"Selamat datang di perguruan Qinglian," kata Xian dengan penuh semangat. "Kami akan berjalan bersama dalam perjalanan kultivasi ini, dengan ringan, canda, dan kebahagiaan sebagai sahabat kita. Mari kita mulai perjalanan ini dengan hati yang gembira."


Setelah pelajaran yang penuh semangat pada hari pertama, murid-murid baru perguruan Qinglian mulai memasuki rutinitas latihan kultivasi mereka. Pagi hari adalah saat yang paling cocok untuk berlatih, ketika matahari terbit dan suasana masih segar. Mereka berkumpul di halaman perguruan, dikelilingi oleh pepohonan hijau yang memberikan bayangan yang nyaman.


Murid-murid baru mengikuti instruksi Xian dengan teliti. Mereka duduk bersila di atas karpet merah dan menutup mata mereka. Suasana menjadi tenang, hanya terdengar suara angin sepoi-sepoi yang melalui cabang-cabang pepohonan di sekitar mereka.


Saat latihan berlangsung, Xian berjalan di antara murid-murid, memberikan bimbingan yang lembut. Dia memberi tahu mereka bagaimana mengendalikan energi dalam tubuh mereka dan merasakan aliran energi yang mengalir dengan tenang. Wajah murid-murid mulai terlihat lebih tenang, dan ada ketenangan dalam gerakan mereka.


Selama latihan, Xian terus mengingatkan mereka untuk menjaga keseimbangan antara kedisiplinan dan kebahagiaan dalam perjalanan kultivasi. "Kultivasi bukan hanya tentang mencapai kekuatan yang tinggi," kata Xian. "Ini juga tentang menemukan kedamaian dalam diri kita dan mengembangkan kebahagiaan batin."

__ADS_1


Setelah beberapa waktu, latihan meditasi selesai, dan murid-murid baru membuka mata mereka dengan perlahan. Mereka merasa segar dan bugar setelah latihan tersebut.


Sambil berbicara dengan murid-muridnya, Xian mendengar kabar dari Cin Xiu dan Mei Mei, yang telah pergi untuk mengejar tingkat kultivasi yang lebih tinggi. Mereka mengirim pesan tentang kemajuan mereka dan memberikan semangat kepada murid-murid baru.


"Saudara-saudara," kata Cin Xiu dalam pesan, "meskipun perjalanan kultivasi bisa sulit, ingatlah bahwa setiap langkah membawa kita lebih dekat ke puncak kemajuan. Tetaplah berfokus pada tujuanmu dan nikmatilah perjalanan ini."


Mei Mei juga menambahkan, "Kami yakin kalian akan menjadi kultivator yang hebat. Jangan ragu untuk bertanya kepada Guru Xian jika kalian memiliki pertanyaan atau kesulitan."


Murid-murid baru tersenyum dan merasa terinspirasi oleh kata-kata Cin Xiu dan Mei Mei. Mereka merasa terhubung dengan sesama kultivator dan merasa semakin termotivasi untuk melanjutkan perjalanan mereka.


Selama beberapa minggu berikutnya, latihan kultivasi berlanjut dengan tekun. Murid-murid baru mulai merasakan energi dalam tubuh mereka semakin kuat, dan mereka mengalami perkembangan dalam mengendalikan energi mereka. Suasana di perguruan Qinglian menjadi semakin harmonis, dengan murid-murid yang saling mendukung satu sama lain dalam perjalanan kultivasi mereka.


Xian senang melihat kemajuan murid-muridnya dan merasa bangga dengan semangat mereka. Dia tahu bahwa perjalanan ini masih panjang, tetapi dengan disiplin, kebahagiaan, dan dukungan satu sama lain, mereka akan mencapai puncak kultivasi mereka.


Pagi itu, matahari terbit dengan indahnya di perguruan Qinglian, dan murid-murid baru berkumpul di halaman perguruan untuk latihan kultivasi. Mereka duduk bersila di atas karpet merah, siap untuk memulai pelajaran mereka dengan Xian.


Xian berdiri di depan mereka dengan senyuman ramah di wajahnya. "Hari ini kita akan melanjutkan pelajaran tentang teknik dasar kultivasi," kata Xian. "Mari kita mulai dengan latihan meditasi. Ingatlah untuk bernapas dengan perlahan dan dalam, dan biarkan pikiran Anda tetap fokus."

__ADS_1


Semua murid-murid baru mengikuti petunjuk Xian dengan tekun. Mereka menutup mata mereka dan mulai melakukan latihan meditasi dengan perlahan. Suasana menjadi tenang, dan hanya suara angin yang berbisik lembut yang terdengar di sekitar mereka.


__ADS_2