Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Kembali ke Perguruan Guyon


__ADS_3

Xian melangkah masuk ke dalam perguruan Persilatan Guyon dengan rasa haru dan antusiasme yang tak terkira. Setelah berpetualang di Kerajaan Han Sang dan menjalani berbagai macam pengalaman, dia sangat ingin bertemu dengan murid-muridnya lagi dan melihat perkembangan mereka. Saat dia mencapai pelataran utama perguruan, dia disambut oleh sekelompok murid yang berdiri berbaris.


Cin Xiu, muridnya yang telah menjadi pemimpin perguruan, mendekati Xian dengan senyum hangat. Dia mengucapkan selamat datang dengan tulus, "Guru Xian, selamat datang kembali ke Persilatan Guyon. Kami merindukan Anda."


Mei Mei, wakil pemimpin perguruan, juga tersenyum dan menyambut Xian dengan penuh kegembiraan, "Kami sangat senang Anda kembali, Guru Xian. Perguruan ini tidak sama tanpa Anda."


Xian tersenyum lebar melihat dua muridnya yang sekarang telah mengambil peran kepemimpinan. Dia merasa bangga melihat bagaimana mereka telah tumbuh dan berkembang. "Terima kasih, Cin Xiu, Mei Mei. Saya juga merindukan kalian semua. Bagaimana keadaan perguruan selama saya pergi?"


Cin Xiu menjawab, "Perguruan berjalan dengan baik, tetapi ada beberapa tantangan yang harus kami hadapi. Kami berharap Anda bisa memberikan kami bimbingan dan nasihat."


Xian mengangguk setuju, "Tentu, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu. Sekarang, bisakah Anda membawa saya bertemu dengan murid-murid yang lain? Saya ingin melihat mereka semua."


Murid-murid yang hadir mengantar Xian ke dalam perguruan. Mereka mengenalkan Xian kepada teman-teman sekelas yang sebelumnya belum pernah bertemu dengan guru mereka. Suasana hangat dan penuh keceriaan terasa di udara saat semua orang saling sapa dan bertukar cerita.


Di sela-sela pertemuan dengan murid-muridnya, Xian juga mencatat perubahan yang telah terjadi di perguruan. Ada lebih banyak tanaman hias dan bunga yang menghiasi halaman, dan pintu masuk perguruan telah dihiasi dengan mural yang menggambarkan kegembiraan dan tawa. Semua itu adalah bukti bahwa murid-muridnya telah menerapkan filosofi Guyon dalam kehidupan sehari-hari mereka.


Saat malam tiba, Cin Xiu dan Mei Mei mengundang Xian untuk bergabung dalam pertemuan para pemimpin perguruan. Mereka ingin mendengar cerita-cerita perjalanan Xian dan mendapatkan pandangan guru mereka tentang masa depan perguruan.


Selama pertemuan itu, Xian merasa begitu bangga dengan murid-muridnya. Mereka telah menjalankan perguruan dengan baik dan mempertahankan semangat kebahagiaan dan tawa yang telah diajarkan olehnya. Tetapi di tengah pertemuan itu, ada seorang murid yang tampak cemas.

__ADS_1


Xian merasa hangat dengan sambutan dari murid-muridnya yang menyambutnya dengan gembira, tetapi ada sesuatu yang tampak tidak beres. Selama pertemuan dengan murid-muridnya, dia memperhatikan ekspresi cemas pada wajah seorang murid yang duduk di sudut ruangan. Murid tersebut adalah Li Wei, salah satu yang paling ceria di antara mereka.


Setelah pertemuan berakhir, Xian memutuskan untuk mendekati Li Wei. Dia melihat bahwa murid itu terlihat sangat tertekan. "Wei, apa yang terjadi? Anda tampak khawatir. Apakah ada sesuatu yang Anda ingin bicarakan?"


Li Wei mengangguk pelan dan mulai berbicara dengan suara yang penuh kecemasan, "Guru Xian, ada masalah yang sedang kami hadapi di perguruan. Saya tidak tahu bagaimana memberitahu Anda, tapi saya merasa Anda perlu tahu."


Xian duduk di samping Li Wei dengan serius, "Silakan berbicara dengan jujur, Wei. Kami adalah keluarga, dan masalah apa pun yang kami hadapi, kita akan hadapkan bersama-sama."


Li Wei menghela nafas dan menceritakan masalah yang mereka hadapi. "Beberapa bulan yang lalu, seorang murid baru bergabung dengan perguruan ini. Namanya Yan Fei. Dia adalah seorang kultivator yang sangat berbakat, tetapi dia juga sombong dan suka menciptakan konflik. Dia telah menciptakan masalah dengan banyak murid lainnya, bahkan dengan Cin Xiu dan Mei Mei."


Xian mendengarkan dengan serius. Dia tahu bahwa perguruan ini adalah tempat yang harus dijaga agar tetap harmonis dan penuh kebahagiaan. "Apakah ada konflik yang serius yang terjadi akibat tingkah laku Yan Fei?"


Xian merasa prihatin. Dia ingin melihat perguruan ini tetap menjadi tempat yang penuh dengan kebahagiaan dan tawa, seperti yang diajarkan oleh Guyon. "Terima kasih, Wei, telah memberi tahu saya tentang masalah ini. Kami harus mencari cara untuk mengatasi situasi ini bersama-sama. Bagaimana menurutmu kita bisa menghadapi masalah ini?"


Li Wei memikirkan sejenak dan kemudian berkata, "Mungkin kita bisa mengadakan pertemuan dengan Yan Fei dan mencoba berbicara dengannya. Saya pikir dia mungkin tidak benar-benar menyadari bagaimana tingkah lakunya telah mempengaruhi semua orang di perguruan."


Xian mengangguk setuju, "Saya pikir itu adalah langkah yang baik. Mari kita berbicara dengan Yan Fei dan mencoba memahaminya. Saya yakin kita bisa menemukan cara untuk membawa harmoni kembali ke perguruan ini."


Setelah berbicara dengan Li Wei, Xian merasa lebih memahami situasi yang tengah dihadapi oleh perguruan Persilatan Guyon. Meskipun dia sangat senang bisa kembali dan melihat murid-muridnya, dia juga sadar bahwa ada tantangan yang perlu diatasi agar perguruan tetap menjadi tempat yang penuh dengan kegembiraan dan tawa.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan Li Wei, Xian merasa perlu segera mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh perguruan Persilatan Guyon. Dia mengundang Cin Xiu dan Mei Mei untuk bergabung dengannya dalam pertemuan dengan Yan Fei.


Mereka bertiga pergi mencari Yan Fei yang biasanya latihan di halaman belakang perguruan. Saat mereka tiba di sana, mereka melihat Yan Fei tengah berlatih sendirian, melepaskan serangan-serangan mematikan ke arah pohon-pohon di sekitarnya.


Xian mendekati Yan Fei dengan sikap tenang dan penuh kebijaksanaan. "Yan Fei, bisakah kita berbicara sebentar?"


Yan Fei berhenti berlatih dan menoleh ke arah mereka dengan ekspresi sombong. "Apa yang kamu inginkan?"


Cin Xiu mencoba menjelaskan dengan sopan, "Kami ingin berbicara tentang beberapa masalah yang telah timbul di perguruan akhir-akhir ini, Yan Fei. Ada beberapa ketegangan dan konflik yang perlu diatasi."


Yan Fei tertawa meremehkan, "Apa, kalian ingin menghentikan saya berlatih hanya karena ada beberapa murid yang tidak bisa mengikuti?"


Mei Mei menyela, "Ini bukan hanya tentang masalah latihan, Yan Fei. Beberapa murid merasa tidak nyaman dengan sikap Anda dan itu telah menciptakan ketegangan di antara kami."


Xian menambahkan, "Kami ingin mencari solusi bersama-sama, Yan Fei. Kami ingin menjaga perguruan ini sebagai tempat yang penuh dengan kebahagiaan dan tawa, seperti yang diajarkan oleh Guru Guyon."


Yan Fei menghela nafas dan melihat ekspresi serius di wajah mereka. Setelah sejenak berpikir, dia akhirnya mengangguk setuju, "Baiklah, saya akan mendengarkan apa yang ingin kalian katakan. Tetapi saya tidak tahu mengapa saya harus berhenti berlatih hanya karena beberapa orang tidak bisa mengikutinya."


Xian memberikan senyuman hangat, "Terima kasih, Yan Fei. Mari kita berbicara tentang bagaimana kita bisa mencapai kesepakatan bersama dan menjaga perguruan ini tetap harmonis."

__ADS_1


Mereka duduk bersama untuk berbicara dengan Yan Fei, berusaha untuk mencari solusi yang akan mengatasi konflik di perguruan Persilatan Guyon. Meskipun mereka belum menemukan solusi yang tepat, mereka setidaknya telah membuka pintu untuk berbicara dan bekerja sama untuk mengatasi masalah yang ada.


__ADS_2