Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Jejak Xiao Ming


__ADS_3

Perjalanan mereka melalui padang pasir yang berbahaya akhirnya membawa Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei ke sebuah gua tersembunyi yang berada di tengah padang pasir. Jejak Xiao Ming yang hilang mengarah ke gua ini, dan ketika mereka memasuki gua itu, mereka menemukan Xiao Ming yang terluka dan lemah.


Xian dengan cepat mendekati Xiao Ming, yang terbaring lemah di dalam gua. "Xiao Ming!" serunya dengan penuh kekhawatiran. "Apa yang terjadi?"


Xiao Ming dengan susah payah mengangkat kepala dan tersenyum lemah ketika dia melihat Xian. "Guru... saya... tersesat..."


Xian merasa lega melihat Xiao Ming dalam keadaan selamat. "Kita akan membawamu kembali dengan selamat, Xiao Ming. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan lagi."


Cin Xiu dan Mei Mei juga mendekati Xiao Ming dengan senyum lega. Cin Xiu berkata, "Kami sangat khawatir tentangmu, Xiao Ming. Tapi sekarang, kamu aman."


Mei Mei dengan riangnya mengambil sebotol air dari perbekalan mereka dan memberikannya pada Xiao Ming. "Minum, Xiao Ming. Kamu pasti merasa haus setelah perjalananmu yang sulit."


Xian mulai merawat luka-luka Xiao Ming dengan hati-hati. "Kamu harus istirahat sebentar, Xiao Ming. Aku akan merawatmu."


Saat Xian merawat luka-luka Xiao Ming, mereka mulai berbagi cerita-cerita guyonan untuk menghibur Xiao Ming. Mei Mei berkata, "Kamu tahu, Xiao Ming, Cin Xiu pernah kehilangan cambuknya dalam perjalanan kultivasi. Itu benar-benar lucu, Guru. Katakan padanya, Guru!"


Cin Xiu dengan malu-malu mengangguk, "Iya, itu benar. Saya harus mencari cambuk saya selama beberapa hari sebelum akhirnya menemukannya di bawah gulingan pasir."


Semua tiga dari mereka tertawa ceria, dan Xiao Ming juga tersenyum meskipun dia masih merasa lemah. Mereka tahu bahwa humor adalah obat terbaik untuk mengatasi situasi sulit.


Xian mulai membicarakan betapa pentingnya menjaga semangat yang ceria dalam menghadapi kesulitan. "Kehidupan ini penuh dengan tantangan, Xiao Ming. Tapi selama kita bisa tertawa bersama dan menjaga semangat yang ceria, kita akan selalu memiliki kekuatan untuk mengatasi segala sesuatu."

__ADS_1


Cin Xiu menambahkan, "Saat kita berhadapan dengan kesulitan, kita harus ingat bahwa persahabatan kita adalah kekuatan kita. Kita selalu akan ada satu sama lain dalam kebaikan dan kesulitan."


Mei Mei dengan riang berkata, "Dan kita akan membuat setiap perjalanan kita menjadi sebuah guyonan yang indah, bahkan jika kita harus menghadapi badai pasir atau makhluk-makhluk aneh!"


Xiao Ming merasa hangat dalam hatinya mendengar kata-kata mereka. "Terima kasih, Guru. Terima kasih, Cin Xiu. Terima kasih, Mei Mei. Aku sangat beruntung memiliki kalian sebagai teman-teman."


Mereka berdua mengangguk dengan senyum. "Kita adalah keluarga, Xiao Ming," ujar Cin Xiu. "Dan keluarga selalu ada satu sama lain."


Setelah memberikan perawatan yang cukup untuk Xiao Ming dan meyakinkan bahwa dia dalam kondisi yang cukup baik, mereka memutuskan untuk istirahat sebentar di dalam gua. Mereka telah melewati banyak bahaya dan tantangan dalam perjalanan mereka, dan mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum selesai. Namun, mereka siap menghadapi apa pun yang akan datang dengan semangat yang ceria dan persahabatan yang kuat.


Xian, Cin Xiu, Mei Mei, dan Xiao Ming telah beristirahat sebentar di dalam gua tersembunyi ketika tiba-tiba terdengar langkah-langkah berat mendekati pintu gua. Mereka dengan cepat bersiap-siap, mengambil posisi bertahan di depan pintu gua, siap menghadapi siapa pun yang mungkin masuk.


Xian dengan serius menghadapinya, "Siapa kalian, dan mengapa kalian ingin mengambil Xiao Ming?"


Pemimpin penjahat itu tersenyum licik. "Kami tidak punya waktu untuk bicara. Serahkan dia, atau kalian akan mati."


Cin Xiu dan Mei Mei juga siap bertindak. Cin Xiu dengan cambuk sakti di tangannya siap untuk bertarung, sementara Mei Mei mengeluarkan pedangnya. Xiao Ming yang lemah masih terlindungi di belakang mereka.


Xian berkata, "Kami tidak akan pernah menyerahkan Xiao Ming kepada penjahat seperti kalian. Kami akan melindunginya dengan nyawa kami."


Pertempuran segera pecah, dan gua yang sempit menjadi saksi pertarungan sengit. Penjahat-penjahat itu menggunakan keterampilan kultivasi mereka dengan lihai, dan Xian dan murid-muridnya harus bertarung dengan bijak untuk melawan mereka.

__ADS_1


Cin Xiu menggunakan cambuknya dengan gesit, melilitkan cambuknya ke sekeliling penjahat-penjahat, menciptakan angin putaran yang kuat yang membuat mereka terjatuh. Mei Mei bergerak dengan cepat, menghindari serangan penjahat dan menyerang dengan pedangnya yang berkilat. Xian menggunakan keterampilan kultivasinya untuk mengendalikan energi dan melepaskan serangan energi yang kuat.


Pertarungan berlangsung sengit, dan penjahat-penjahat tersebut tidak menyerah dengan mudah. Mereka terus berusaha untuk mendapatkan Xiao Ming, tetapi Xian dan murid-muridnya tetap bertahan dengan tekad yang kuat.


Di luar jalur cerita utama, terdapat kejutan ketika Xiao Ming tiba-tiba menunjukkan bakat kultivasi yang luar biasa. Meskipun dalam keadaan lemah, dia mampu menggunakan keterampilan kultivasinya untuk melindungi dirinya sendiri. Dengan gerakan yang halus, dia menghasilkan kilatan energi yang memukau, menghalangi serangan penjahat.


Pemimpin penjahat itu terkejut dan marah. "Anak itu memiliki bakat kultivasi yang luar biasa! Tangkap dia!"


Namun, Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei tidak akan membiarkan itu terjadi. Mereka bekerja sama dengan lebih baik lagi, melindungi Xiao Ming dengan tekad dan semangat yang tak tergoyahkan. Pertarungan terus berlanjut, dan akhirnya, penjahat-penjahat itu terdesak dan terpaksa mundur.


Pemimpin penjahat itu berkata dengan marah, "Kali ini kami akan pergi, tapi ingatlah, kita akan kembali!"


Setelah penjahat-penjahat itu pergi, Xian, Cin Xiu, Mei Mei, dan Xiao Ming dapat bernapas lega. Mereka telah berhasil melindungi Xiao Ming dari ancaman yang serius. Xian mendekati Xiao Ming dan bertanya dengan penuh perhatian, "Apakah kamu baik-baik saja, Xiao Ming?"


Xiao Ming tersenyum lemah, "Terima kasih, Guru. Saya merasa aman berada di sini bersama kalian."


Cin Xiu menepuk bahu Xiao Ming dengan penuh semangat, "Kamu adalah bagian dari keluarga kami, Xiao Ming. Kami akan selalu melindungi kamu."


Mei Mei dengan riangnya berkata, "Dan kita akan membuat setiap perjalanan kita menjadi sebuah guyonan yang indah, bahkan jika kita harus menghadapi penjahat-penjahat seperti tadi!"


Mereka semua tertawa bersama, merayakan kemenangan mereka dan memperkuat ikatan persahabatan mereka. Mereka tahu bahwa pertempuran mungkin belum berakhir, tetapi dengan semangat yang ceria dan tekad yang kuat, mereka siap menghadapi apa pun yang akan datang.

__ADS_1


__ADS_2