
Cin Xiu dan teman-temannya telah meninggalkan hutan tempat mereka bertemu dengan Huli Jing. Mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk menemukan artefak kuno yang diyakini dapat menghentikan kejahatan yang mengancam dunia. Namun, mereka tiba di sebuah desa kecil yang tampak sepi dan terlantar.
Desa itu terlihat seperti desa zaman kuno yang ditinggalkan oleh penduduknya. Bangunan-bangunan kayu yang membusuk dengan cepat telah tertutup oleh lumut dan dedaunan. Jalanan yang pernah ramai kini hanya ditandai dengan jejak-jejak reruntuhan.
Cin Xiu dan teman-temannya mencari tanda-tanda kehidupan, tetapi semuanya hampa. Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah cepat di antara reruntuhan. Mereka bersiap-siap untuk bertarung, tetapi yang muncul adalah seorang pria yang tampak sangat lelah.
Pria itu tampak terkejut melihat mereka. "Kalian adalah orang pertama yang saya lihat di sini dalam waktu yang sangat lama," katanya dengan suara serak.
Cin Xiu dan teman-temannya bertanya tentang apa yang terjadi di desa itu. Pria itu menjelaskan bahwa desa ini pernah makmur, tetapi kemudian datanglah seorang penguasa jahat yang ingin menguasai artefak kuno yang ada di desa itu. Dia menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan desa dan memaksa penduduknya pergi.
"Dia telah membuka Sembilan Gerbang Menuju Kekuatan," kata pria itu. "Dan artefak kuno itu adalah kunci untuk membuka gerbang kesembilan yang paling kuat."
Cin Xiu dan teman-temannya tahu bahwa mereka harus menghentikan penguasa jahat ini sebelum dia berhasil membuka gerbang kesembilan. Mereka bersumpah untuk membantu pria itu mengembalikan desa mereka ke keadaan semula.
Mereka menghabiskan beberapa hari membersihkan reruntuhan dan memulihkan desa itu. Penduduk yang dulunya pergi mulai kembali, dan semangat mereka pun tumbuh kembali. Pria itu mengenalkan dirinya sebagai Lao Chen, pemimpin desa, dan mereka menjalin persahabatan yang erat.
Selama waktu itu, Cin Xiu dan teman-temannya mendengar lebih banyak tentang Sembilan Gerbang Menuju Kekuatan. Ini adalah serangkaian ujian yang harus dihadapi oleh seseorang yang ingin menguasai kekuatan sejati. Setiap gerbang mewakili elemen alam yang berbeda dan menguji sifat dan kekuatan individu.
Cin Xiu, Xian, Wei, Lu Jian, dan Zhuang memutuskan untuk menghadapi Sembilan Gerbang ini untuk memperoleh kekuatan yang cukup untuk melawan penguasa jahat. Mereka tahu bahwa mereka harus menjadi lebih kuat jika ingin menghentikan rencananya.
Setelah berbulan-bulan persiapan dan pelatihan, mereka akhirnya siap untuk menghadapi Sembilan Gerbang. Pada bab-bab berikutnya, mereka akan memasuki ujian-ujian ini satu per satu, menghadapi tantangan yang mengerikan dan memperkuat ikatan persaudaraan mereka. Tapi pertanyaan yang tetap menggantung adalah, apakah mereka cukup kuat untuk mengalahkan penguasa jahat dan menyelamatkan dunia?
__ADS_1
Cin Xiu dan teman-temannya telah melakukan persiapan yang luar biasa untuk menghadapi Sembilan Gerbang Menuju Kekuatan. Mereka telah berlatih keras, mengasah keterampilan bertarung mereka, dan semakin mengenal satu sama lain dengan lebih baik. Sekarang saatnya bagi mereka untuk menghadapi ujian pertama dari sembilan, Gerbang Air.
Gerbang Air terletak di tengah hutan yang lebat. Mereka tiba di lokasi itu dengan semangat yang tinggi, siap untuk menghadapi apa pun yang mungkin menunggu mereka. Saat mereka mendekati Gerbang Air, suasana hutan berubah. Angin berhembus perlahan, dan terdengar suara riak air yang tenang.
"Kita harus berjalan melewati Gerbang Air ini bersama-sama," kata Lu Jian, yang memiliki pengetahuan tentang elemen air.
Mereka memasuki Gerbang Air, dan seketika berada di tepi danau yang tenang. Airnya begitu jernih sehingga mereka bisa melihat ikan-ikan kecil berenang di dasarnya. Di seberang danau, mereka melihat seorang wanita muda yang duduk di bawah pohon willow.
Wanita itu tampak damai dan tenang, tetapi ada sesuatu yang misterius dalam matanya. Dia tersenyum pada Cin Xiu dan teman-temannya saat mereka mendekat.
"Selamat datang di Gerbang Air, tempat ujian pertama dari Sembilan Gerbang Menuju Kekuatan," katanya dengan suara lembut.
Wanita itu menjelaskan bahwa mereka harus menghadapi ujian yang akan menguji keberanian dan ketenangan mereka. Mereka harus menyeberangi danau ini tanpa menggunakan perahu atau jembatan. Airnya tenang, tetapi mereka tahu bahwa ada sesuatu yang tidak terlihat di dalamnya yang akan menguji mereka.
Cin Xiu dan teman-temannya mengadakan pertemuan singkat untuk merencanakan strategi. Mereka harus berenang ke seberang danau satu per satu. Xian yang kuat secara fisik akan pergi pertama kali, diikuti oleh Zhuang, yang memiliki keterampilan berenang yang hebat. Wei akan membantu mereka dengan bantuan tongkat kayu untuk menjaga keseimbangan mereka. Lu Jian akan menjadi yang terakhir karena dia memiliki pengetahuan tentang elemen air dan dapat mengidentifikasi ancaman yang ada.
Cin Xiu dan teman-temannya terpaku ketika Xian tiba-tiba terseret oleh arus yang kuat dan lenyap di bawah permukaan air yang tenang. Mereka berteriak khawatir, tetapi samar-samar, mereka mendengar suara Xian yang mengatakan agar mereka tidak khawatir.
"Jangan khawatirkan aku! Ini bagian dari ujian!" kata Xian dengan suara yang keras, meskipun suaranya seperti datang dari kedalaman danau.
Mendengar itu, Cin Xiu dan yang lainnya merasa lega. Mereka tahu bahwa Xian adalah seorang pejuang yang sangat kuat dan tidak akan mudah dikalahkan oleh ujian ini.
__ADS_1
Meskipun melihat teman-temannya berjuang keras, Lu Jian tahu bahwa ujian ini adalah bagian dari perjalanan mereka menuju kekuatan yang lebih besar.
Dia memasuki air dengan hati-hati, merasakan ketegangan di udara. Tapi tiba-tiba, sesuatu yang aneh terjadi. Air di sekelilingnya mulai bergetar dan membentuk gambar-gambar samar. Gambar-gambar itu tampak seperti kilatan kenangan, kilas balik dari masa lalu. Lu Jian melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak kecil, bermain di tepi sungai dengan kakaknya, yang telah meninggal dalam suatu kecelakaan.
Dia melihat momen-momen indah itu dengan detail yang luar biasa, setiap ekspresi wajah kakaknya, setiap tawa, dan kebahagiaan yang mereka bagikan. Dan kemudian, gambar-gambar itu berubah, menunjukkan momen-momen kesedihan dan kehilangan. Lu Jian merasa air mata mengalir di pipinya saat dia teringat betapa besar rasa kehilangan itu dalam hidupnya.
Tetapi meskipun kilas balik itu begitu kuat, Lu Jian tahu bahwa dia harus tetap fokus pada tugasnya. Dia menyelam lebih dalam ke dalam air, menjauh dari kilas balik tersebut. Dan kemudian, dia merasa sesuatu yang aneh di bawah kakinya. Itu adalah sebuah pintu bawah air.
Dengan perasaan penasaran, Lu Jian menyentuh pintu itu, dan tiba-tiba dia merasa terseret ke dalamnya. Dia berada dalam dunia bawah air yang indah, dengan tanaman laut yang berkilauan dan ikan-ikan yang berenang di sekitarnya. Di kejauhan, dia melihat makhluk yang tampak seperti naga laut.
Makhluk itu mendekati Lu Jian dengan lembut, dan dia merasa kedamaian dan kebahagiaan yang luar biasa. Makhluk itu membawanya berkeliling di dunia bawah air, menunjukkan padanya keindahan alam bawah laut yang luar biasa. Lu Jian merasa seperti dia telah menemukan tempat yang benar-benar magis.
Tetapi kemudian, dia diingatkan tentang ujiannya. Dia harus kembali ke dunia di atas dan menyelesaikan ujian ini. Makhluk itu membawanya kembali ke pintu di dasar danau, dan dengan perasaan berat, Lu Jian mengambil langkah keluar.
Saat dia mencapai permukaan air, dia melihat teman-temannya yang menunggu dengan cemas. Mereka bersorak riang ketika Lu Jian muncul dari air, berhasil melewati ujian Gerbang Air.
Setelah mereka semua berhasil menyeberangi danau, wanita misterius itu kembali tersenyum pada mereka. "Kalian telah melewati ujian pertama dengan sukses," katanya. "Kekuatan kalian semakin bertambah, tetapi tantangan yang lebih besar menanti di depan. Kalian harus tetap bersatu dan kuat."
Mereka memberi hormat pada wanita itu sebelum melanjutkan perjalanan mereka. Mereka telah berhasil melewati Gerbang Air, dan sekarang mereka tahu bahwa mereka siap menghadapi ujian-ujian yang lebih besar di masa depan.
Cin Xiu dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka ke Gerbang-Gerbang berikutnya, tanpa mengetahui apa yang menanti mereka. Tetapi mereka telah membangun ikatan yang kuat satu sama lain, dan mereka siap menghadapi segala tantangan yang mungkin datang dalam perjalanan mereka menuju kekuatan yang lebih besar.
__ADS_1