
Pertarungan antara Xian dan Jian Feng di Lembah Angin semakin sengit seiring dengan hujan yang semakin deras. Mereka terus melepaskan serangan-serangan kuat yang menggetarkan seluruh lembah. Hujan yang turun membuat lapangan semakin licin, dan air hujan menyatu dengan energi persilatan yang dilepaskan oleh kedua kultivator, menciptakan cahaya yang berkilauan di sekitar mereka.
Tiba-tiba, sebuah bayangan bergerak di antara mereka berdua. Sebuah siluet besar dan berbulu muncul di tengah medan pertempuran yang semakin kacau. Itu adalah seekor kucing besar dengan bulu berwarna hitam dan putih yang mencolok. Kucing itu berjalan dengan santai di antara serangan-serangan energi dan hujan deras, seolah-olah dia adalah pemilik Lembah Angin itu sendiri.
Xian dan Jian Feng sama-sama terkejut oleh kedatangan tiba-tiba kucing besar ini, dan mereka sejenak menghentikan pertarungan mereka. Kucing itu menggelengkan kepala dengan malas, seakan-akan mengungkapkan kebosanan pada pertarungan mereka yang berisik.
"Tsk, kucing bejat ini!" gumam Jian Feng dengan kesal, lalu dia melanjutkan serangannya ke arah Xian.
Namun, kucing itu nampaknya memiliki rencana sendiri. Dengan satu lompatan ringan, dia berada di dekat kaki Jian Feng. Dengan gerakan cepat, dia melompat dan menangkap tali sepatu Jian Feng yang terbuka. Dalam sekejap, kucing itu mulai bermain-main dengan tali sepatu tersebut, melemparkannya ke atas dan mengejar dengan lincah, seolah-olah tali sepatu itu adalah mangsanya.
Jian Feng terkejut dan terganggu oleh tingkah kucing ini. Serangannya menjadi canggung dan kurang terkoordinasi, memberikan keuntungan bagi Xian. Xian tidak bisa menahan gelak tawanya melihat adegan ini. "Hei, Jian Feng, tampaknya kucing ini adalah teman baikku. Kita harus belajar darinya bagaimana cara bersenang-senang di tengah-tengah pertempuran!"
Jian Feng hanya bisa menggerutu, mencoba melepaskan diri dari gangguan kucing. "Aku tidak punya waktu untuk bermain dengan kucing gila ini!"
Namun, kucing itu tidak begitu saja menyerah. Dengan lincah, dia terus mengelilingi Jian Feng dan menghindari setiap serangan yang dilancarkan olehnya. Beberapa kultivator yang menyaksikan adegan ini mulai bersorak dan tertawa melihat pertunjukan yang tak terduga ini.
Suasana pertempuran yang sengit tiba-tiba berubah menjadi adegan komedi yang menghibur. Kucing besar itu, dengan teliti, terus bermain dengan tali sepatu Jian Feng, seolah-olah dia adalah pahlawan dalam pertempuran ini.
Sementara itu, Xian melanjutkan serangannya, sekarang dengan lebih percaya diri karena gangguan yang menyenangkan dari kucing itu. Serangannya menjadi semakin akurat dan kuat, dan Jian Feng mulai merasa tertekan oleh serangan-serangan beruntun yang dilepaskan oleh Xian.
Beberapa menit berlalu, dan akhirnya, Xian berhasil mengalahkan Jian Feng dengan serangan terakhir yang spektakuler. Jian Feng terjatuh ke tanah, kelelahan dan terkalahkan.
Xian menatap kucing besar itu dan berkata dengan senyum, "Terima kasih, kucing bejat! Kamu benar-benar penyelamatku!" Dia kemudian memberi kucing itu sepotong ikan kering sebagai hadiah.
__ADS_1
Kucing besar itu, setelah bermain sebentar dengan tali sepatu Jian Feng, akhirnya menerima hadiah itu dan menghilang ke dalam hujan, meninggalkan Xian dan Jian Feng yang sudah tidak dapat menahan tawanya. Pertarungan yang awalnya serius berubah menjadi momen hiburan yang tak terlupakan di tengah Lembah Angin yang anggun dan penuh misteri.
Setelah kehadiran kucing besar yang tak terduga, pertarungan antara Xian dan Jian Feng berubah menjadi sesuatu yang benar-benar tak terduga. Hujan deras masih turun dengan lebat, dan energi persilatan mereka terus beradu dengan sengit. Namun, suasana di sekitar mereka telah menjadi jauh lebih ceria.
Xian, yang sebelumnya terlihat serius, sekarang tersenyum lebar dan menunjuk ke arah kucing besar itu. "Tinggalkan saja pertarungan, Jian Feng. Sekarang kita punya pelatih yang hebat!"
Jian Feng, yang masih merasa terganggu oleh tingkah kucing itu, hanya bisa menggelengkan kepala dengan frustrasi. "Ini adalah pertarungan serius, Xian! Jangan meremehkan lawanmu."
Namun, Xian dengan gesit mendekati kucing besar itu, berpura-pura menjadi seorang pelatih yang antusias. "Baiklah, kucing besar, mari kita mulai pelatihannya! Pertama, kita akan belajar gerakan tarian yang indah." Dia kemudian mulai melakukan gerakan-gerakan aneh yang tampak seperti tarian di tengah-tengah pertempuran yang semakin liar.
Kucing besar itu, yang tampaknya sangat menyukai perhatian yang diberikan oleh Xian, mulai mengikuti gerakan tarian tersebut. Dia melompat dan berputar-putar dengan lincah, mencoba meniru gerakan yang dilakukan oleh Xian. Tarian aneh ini menciptakan pertunjukan yang unik di tengah-tengah Lembah Angin yang anggun.
Beberapa kultivator yang menyaksikan adegan ini terkekeh dan bersorak, menyukai sisi kocak dari pertarungan yang seharusnya serius ini. Mereka tidak dapat menahan tawanya saat Xian dan kucing besar itu terus berdansa di bawah hujan deras dan kilatan petir yang sesekali menerangi langit.
Sementara itu, Jian Feng mencoba untuk mengabaikan adegan tersebut dan fokus pada pertarungan. Namun, serangan-serangan Xian semakin kuat dan akurat, seolah-olah dia telah menemukan kekuatan baru dalam kekacauan ini. Kucing besar itu terus bermain-main dengan Xian, membuatnya semakin terinspirasi.
Kucing besar itu menjawab dengan antusias, melompat dan berputar dengan lincah, mencoba meniru gerakan yang rumit. Hujan deras yang turun di atas mereka terasa seperti aksesori pertunjukan yang dramatis. Pertarungan mereka tidak lagi tampak seperti pertarungan mematikan, tetapi lebih seperti pertunjukan tarian aneh di tengah-tengah alam liar.
Akhirnya, Xian menyelesaikan tariannya dan memberikan tepuk tangan gemuruh kepada kucing besar itu. "Hebat sekali, kucing besar! Kamu adalah murid yang luar biasa."
Kucing besar itu dengan bangga mengangguk, seolah-olah dia benar-benar mengerti apa yang terjadi. Namun, pertunjukan mereka tidak berlangsung terlalu lama. Xian kembali fokus pada pertarungan dan dengan serangan terakhir yang kuat, ia berhasil mengalahkan Jian Feng.
Jian Feng terjatuh ke tanah, kelelahan dan terkalahkan. Xian, masih tertawa terbahak-bahak, berjalan ke arahnya. "Terima kasih, kucing besar. Kau benar-benar mengubah pertarungan ini menjadi momen yang tak terlupakan!"
__ADS_1
Kucing besar itu mengangguk dengan puas, lalu menghilang ke dalam hujan yang semakin mereda. Xian dan Jian Feng, yang sekarang sudah tidak lagi merasa tertekan oleh pertarungan, tersenyum satu sama lain. Mereka mungkin adalah musuh bebuyutan, tetapi pengalaman aneh ini telah membawa mereka bersama dalam momen kegembiraan yang unik.
Setelah momen hiburan yang unik dengan kucing besar, Xian dan Jian Feng kembali fokus pada pertarungan mereka. Mereka berdiri saling berhadapan, masing-masing mengeluarkan energi persilatan dengan kekuatan penuh. Hujan deras yang masih turun di atas mereka menciptakan suasana yang semakin dramatis, dan kilatan petir sesekali memotong langit gelap.
Jian Feng menatap Xian dengan tekad yang kuat. "Ini saatnya kita menentukan pemenang, Xian."
Xian mengangguk, wajahnya serius. "Benar, mari kita akhiri ini."
Dengan cepat, keduanya meluncurkan serangan-serangan dahsyat mereka satu sama lain. Gelombang energi yang kuat terjadi ketika serangan mereka bertabrakan, menciptakan suara gemuruh yang menggema di seluruh Lembah Angin. Mereka bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, melompat, menghindar, dan menghindari serangan lawan.
Selama pertarungan itu, kucing besar yang sebelumnya telah menjadi 'teman' Xian masih duduk dengan tenang di pinggir medan pertempuran. Dia tampaknya menikmati pertunjukan ini dan bahkan sesekali menggelengkan kepala dengan puas, seolah-olah memberikan dukungan diam kepada Xian.
Tapi akhirnya, setelah serangkaian pertukaran serangan yang cepat, Xian berhasil mendapatkan keuntungan. Dengan serangan terakhir yang kuat, ia mengirimkan Jian Feng terbang ke belakang dan terjatuh ke tanah dengan keras. Pertarungan itu berakhir, dan Xian keluar sebagai pemenang.
Xian, yang masih bernapas dengan berat setelah pertempuran yang sengit, menghampiri Jian Feng yang terkapar di tanah. "Ini adalah pertarungan yang hebat, Jian Feng. Kamu adalah lawan yang tangguh."
Jian Feng, meskipun terkapar dan lelah, tersenyum dengan menghormat. "Kamu adalah seorang kultivator yang luar biasa, Xian. Kamu pantas menjadi pemenang."
Mereka berdua saling memberi hormat, mengakhiri pertarungan ini dengan sportivitas yang tinggi meskipun intensitas pertaruhannya begitu besar.
Setelah pertarungan, Xian duduk di atas rumput yang basah oleh hujan, dan kucing besar itu mendekatinya. Kucing itu tampaknya mengenali bahwa Xian adalah pemenangnya, dan dengan lembut, dia menggosokkan kepala besar dan berbulu itu di kaki Xian.
Xian tersenyum dan merasa terharu oleh gestur tersebut. Dia kemudian memberi nama kucing besar itu "Angin," sebagai kenangan atas pertarungannya di Lembah Angin. "Selamat datang, Angin. Kita akan menjadi teman-teman yang hebat."
__ADS_1
Kucing besar itu, yang sekarang memiliki nama sendiri, hanya mengangguk dan duduk di sebelah Xian. Mereka duduk bersama di tengah Lembah Angin yang hening setelah pertempuran sengit itu, sebagai teman dan pemenang yang telah melewati pengalaman unik bersama.
Sementara itu, hujan deras masih turun, membersihkan medan pertempuran yang telah berubah menjadi pertunjukan tarian dan persahabatan. Di Lembah Angin yang anggun dan misterius ini, kisah Xian dan Angin akan dikenang sebagai salah satu yang tak terlupakan dalam dunia persilatan China yang legendaris.