
Setelah melewati ujian pertama di Gerbang Air, Cin Xiu dan teman-temannya melanjutkan perjalanan mereka melintasi hutan yang lebat. Pepohonan tinggi menjulang di atas mereka, menciptakan rerimbunan yang rimbun. Cahaya matahari hanya mampu menembus celah-celah pepohonan, menciptakan pola bayangan yang memukau di atas tanah. Mereka merasa keajaiban alam di sekitar mereka, tetapi juga merasakan kehadiran sesuatu yang misterius.
Saat mereka berjalan lebih dalam ke dalam hutan, mereka mendengar suara-suara aneh di balik pepohonan. Itu seperti bisikan angin, meskipun tidak ada angin yang bertiup. Cin Xiu melihat ekspresi kebingungan di wajah teman-temannya, dan dia memutuskan untuk mengambil inisiatif.
"Kita harus mencari tahu apa yang ada di balik suara ini," kata Cin Xiu kepada teman-temannya. Mereka setuju dan bergerak menuju suara-suara misterius tersebut.
Semakin dalam mereka masuk, semakin kuat suara-suara tersebut. Mereka akhirnya tiba di sebuah pembukaan di hutan, di mana mereka melihat sesuatu yang mengagumkan. Itu adalah kolam air yang berkilauan di tengah hutan. Airnya begitu jernih sehingga mereka bisa melihat ikan-ikan berenang di dalamnya.
Tetapi yang paling mengejutkan adalah apa yang terjadi di sekitar kolam. Ada makhluk-makhluk kecil yang tampak seperti peri bermain di sekitar air. Mereka memiliki sayap yang bersinar-sinar dan baju berkilauan. Mereka berdansa di udara, menciptakan tarian yang indah di sekitar kolam.
Teman-teman Cin Xiu terpesona oleh pemandangan ini, tetapi Cin Xiu merasa ada sesuatu yang aneh. Dia merasa ada kekuatan misterius yang mengalir dari kolam itu. Dan ketika dia mendekatinya, dia melihat wajah seorang wanita cantik muncul di permukaan air.
Wanita itu tersenyum pada Cin Xiu dan berkata, "Selamat datang di Hutan Peri, tempat kami menjaga kekuatan alam yang luar biasa. Kalian adalah tamu pertama yang datang ke sini dalam waktu yang sangat lama."
Cin Xiu dan teman-temannya memperkenalkan diri mereka dan menjelaskan bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju Sembilan Gerbang Menuju Kekuatan. Wanita peri itu mengangguk paham.
"Dalam perjalanan kalian menuju kekuatan, kalian akan menghadapi berbagai ujian dan tantangan," kata wanita peri itu. "Dan kami di sini untuk membantu kalian. Tetapi sebelum kami bisa membantu kalian, kami harus menguji kalian."
__ADS_1
Mereka setuju untuk mengikuti ujian peri tersebut. Ujian itu melibatkan berbagai elemen alam, seperti mengendalikan angin dan memahami bahasa binatang. Setiap teman Cin Xiu diuji secara individual, dan mereka semua berhasil melewatinya.
Namun, ujian terbesar menunggu Cin Xiu. Wanita peri itu membawanya ke kolam air dan berkata, "Cin Xiu, kamu memiliki potensi yang besar, tetapi kamu juga memiliki keraguan yang dalam di dalam hatimu. Kamu harus belajar untuk mengatasi keraguan ini jika kamu ingin mencapai kekuatan sejati."
Cin Xiu merenung sejenak, lalu dia berjalan ke tepi kolam dan memandangi refleksinya di permukaan air. Dia mulai memikirkan semua keraguan dan ketidakpastian yang pernah dia rasakan. Dan kemudian, dia tiba pada suatu keputusan.
Dengan tekad yang kuat, Cin Xiu mencelupkan tangannya ke dalam kolam air yang berkilauan itu. Tiba-tiba, dia merasa energi yang luar biasa mengalir ke dalam dirinya. Dia merasa kekuatan dan keyakinan yang tak tergoyahkan.
Wanita peri itu tersenyum bangga pada Cin Xiu dan berkata, "Kamu telah melewati ujian ini dengan sukses. Kamu sekarang memiliki kekuatan untuk mengatasi segala tantangan yang mungkin datang dalam perjalananmu."
Perjalanan Cin Xiu dan teman-temannya ke Sembilan Gerbang Menuju Kekuatan tidak hanya diwarnai dengan ujian dan konflik, tetapi juga dengan momen-momen kecil yang penuh empati dan keindahan. Salah satu momen seperti itu terjadi ketika mereka tiba di sebuah desa kecil di lereng pegunungan.
Desa itu terletak di dekat perkebunan bunga sakura yang mekar indah. Bunga-bunga sakura bermekaran dengan warna merah muda yang cerah, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Cin Xiu dan teman-temannya terpesona oleh keindahan alam di sekitar mereka.
Mereka memutuskan untuk tinggal sebentar di desa itu untuk istirahat dan menikmati keindahan bunga sakura. Desa itu adalah tempat yang damai, dan penduduknya ramah dan hangat. Mereka disambut dengan senyum oleh penduduk desa, yang dengan suka rela membantu mereka menemukan tempat untuk menginap.
Saat menjelajahi desa, Cin Xiu dan teman-temannya bertemu dengan seorang gadis muda bernama Mei. Mei adalah penduduk desa yang energetik dan penuh semangat. Dia memperkenalkan mereka pada kehidupan di desa dan mengajak mereka menjelajahi perkebunan bunga sakura.
__ADS_1
Saat berada di perkebunan, Cin Xiu dan teman-temannya terpesona oleh kecantikan bunga sakura yang mekar. Mereka berfoto bersama di bawah pohon-pohon sakura yang bermekaran, menciptakan kenangan yang tak terlupakan.
Namun, di balik senyum Mei, Cin Xiu merasa ada sesuatu yang mengganggu. Dia melihat ekspresi sedih di mata Mei, meskipun gadis itu mencoba untuk menyembunyikannya. Cin Xiu memutuskan untuk berbicara dengannya.
"Mei, apakah ada yang mengganggumu?" tanya Cin Xiu dengan lembut.
Mei terdiam sejenak, lalu dia mengakui, "Saya mencintai seseorang yang telah pergi untuk mengikuti perjalanan mereka menuju Sembilan Gerbang Menuju Kekuatan. Saya merindukannya setiap hari, dan saya tidak tahu kapan dia akan kembali."
Cin Xiu merasa empati pada Mei. Dia mengerti betapa sulitnya menjalani kehidupan yang menunggu seseorang yang dicintai pergi untuk mengejar mimpinya. Dia berbagi cerita tentang perjalanannya dan ujian yang telah dia dan teman-temannya hadapi.
"Kita semua memiliki orang yang kita cintai dan hal-hal yang kita rindukan," kata Cin Xiu. "Tetapi perjalanan kita juga membantu kita tumbuh dan menjadi lebih kuat. Mungkin suatu hari nanti, orang yang Anda cintai akan kembali, dan Anda akan bersama-sama lagi."
Mei tersenyum lembut, dan dia merasa lega telah berbicara dengan Cin Xiu. Mereka menjadi teman yang dekat selama sisa waktu Cin Xiu dan teman-temannya tinggal di desa itu. Mei bahkan mengajarkan mereka beberapa tarian tradisional desa yang indah, yang menjadi momen yang penuh kegembiraan.
Ketika tiba waktunya untuk melanjutkan perjalanan mereka, Mei mengucapkan selamat tinggal dengan air mata di matanya. Cin Xiu dan teman-temannya meninggalkan desa itu dengan hati yang hangat dan kenangan yang indah tentang cinta di balik bunga sakura.
Perjalanan mereka terus berlanjut, dan di setiap Gerbang Menuju Kekuatan yang mereka lewati, mereka mengumpulkan pengalaman dan kebijaksanaan yang akan membantu mereka dalam ujian-ujian mendatang. Dalam perjalanan mereka, mereka juga menghargai momen-momen kecil yang membuat hidup ini indah, dan mereka belajar untuk merasakan empati terhadap orang-orang yang mereka temui di sepanjang jalan.
__ADS_1