
Setelah belajar lebih banyak tentang sejarah dan sifat Waru Senjata, Xian merasa semakin yakin bahwa dia harus menguasai senjata ini dengan baik. Dia tahu bahwa dengan kekuatan yang luar biasa juga datang tanggung jawab besar. Oleh karena itu, dia memutuskan untuk mengambil waktu untuk fokus pada pelatihan khusus dengan senjata tersebut.
Xian kembali ke tempat latihan yang biasa dia gunakan, tempat yang luas dengan pemandangan indah ke pegunungan yang hijau. Dia meletakkan Waru Senjata di depannya dan duduk bersila di depannya. Dia mulai meditasi, mencoba untuk menyatu dengan senjata tersebut dan memahami kekuatan yang terkandung di dalamnya.
Saat Xian terfokus dalam meditasi, Waru Senjata tiba-tiba bergetar dan berkilau dengan cahaya kebiruan yang lembut. Xian merasa energi misterius dari senjata itu mengalir melalui dirinya, membawanya ke dalam keadaan trance yang dalam. Dia merasa seperti dia sedang terhubung dengan sejarah panjang senjata ini dan semua pemiliknya yang sebelumnya.
Namun, ketika Xian mencoba memvisualisasikan teknik-teknik yang diajarkan dalam catatan sejarah, dia tiba-tiba merasa sebuah perubahan. Waru Senjata berubah bentuk dengan cepat dan tiba-tiba menjadi sesuatu yang sangat lucu. Senjata tersebut mirip dengan bebek berkepala besar yang mengambang di udara dengan keceriaan.
Xian terkejut oleh perubahan ini dan terhuyung-huyung dari posisinya. Waru Senjata kini berada di depannya, tetapi dalam bentuk bebek yang sangat menggemaskan. Bebek itu mengangkat kepalanya dan mengeluarkan suara seperti bebek sungguhan.
Xian tidak bisa menahan tawa melihat kekonyolan Waru Senjata. "Kamu benar-benar luar biasa, Waru Senjata," kata Xian dengan tawa. "Siapa yang bisa membayangkan bahwa kamu bisa berubah menjadi bebek seperti ini?"
Bebek Waru Senjata melambaikan kaki-kakinya dengan riang, seolah-olah dia senang dengan reaksi Xian. Xian kemudian mendekatinya dengan hati-hati dan mencoba memegangnya, tetapi bebek Waru Senjata meluncur ke udara dengan cepat dan terbang mengitari Xian dengan riang.
Mereka berdua bermain-main sebentar di atas padang rumput yang luas, dengan Xian berusaha mengejar bebek Waru Senjata yang lincah. Meskipun awalnya dia terkejut oleh perubahan ini, Xian segera menyadari bahwa ini adalah bagian dari sifat senjata tersebut. Senjata itu tidak hanya memiliki kekuatan besar, tetapi juga memiliki sisi lucu dan ceria.
__ADS_1
Setelah beberapa saat bermain-main, Waru Senjata kembali ke bentuk aslinya, dan Xian melanjutkan latihannya dengan lebih tekun. Dia tahu bahwa senjata ini akan menjadi sahabat dan teman setianya dalam perjalanan selanjutnya, dan dia siap untuk menghadapi semua kejutan yang mungkin muncul.
Setelah beberapa minggu berlatih dengan Waru Senjata, Xian merasa semakin percaya diri dengan kekuatannya. Dia telah memahami lebih baik bagaimana mengendalikan senjata kuno tersebut dan merasa siap untuk menghadapi tantangan di luar sana yang dapat mengancam perdamaian kota Han Sang.
Suatu hari, kabar tentang seorang kultivator kuat yang mengganggu perdamaian kota mencapai telinga Xian. Kultivator itu dikenal sebagai Zhao Ming, seorang ahli bela diri yang kuat yang telah menciptakan kekacauan di beberapa kota sekitar. Orang-orang mencari bantuan, dan Xian merasa bahwa tiba saatnya untuk menggunakan kekuatannya.
Xian pergi ke lokasi yang dilaporkan sebagai keberadaan Zhao Ming, dan pertarungan pun dimulai. Zhao Ming adalah seorang lawan yang tangguh, dengan teknik bela diri yang mematikan. Namun, Xian telah mempersiapkan diri dengan baik dan mampu melawan serangan-serangan lawannya.
Saat pertarungan semakin memanas, sesuatu yang tak terduga terjadi. Waru Senjata, yang telah bersiap siaga di tangan Xian, tiba-tiba berubah menjadi seorang tokoh komik yang lucu. Waru Senjata mengeluarkan suara tawa yang menggelikan, membuat Zhao Ming bingung.
"Apakah kamu berpikir ini saat yang tepat untuk lelucon?" tanya Zhao Ming dengan wajah bingung.
Waru Senjata, yang kini berpakaian seperti tokoh komik dengan hidung merah besar dan sepatu yang besar, terus melucu dan membuat tingkah kocak. Ini membingungkan Zhao Ming, yang akhirnya terganggu oleh tawa dan keceriaan yang terus-menerus. Xian memanfaatkan momen ini dengan bijaksana, menggunakan teknik-tekniknya dengan baik.
Akhirnya, Xian berhasil mengalahkan Zhao Ming dengan tawa dan kebahagiaan. Meskipun pertarungan itu serius pada awalnya, Waru Senjata telah mengubahnya menjadi pertarungan yang penuh dengan keceriaan. Xian memenangkan pertarungan bukan hanya dengan kekuatannya, tetapi juga dengan filosofi tawa dan kegembiraan yang telah dia pelajari dari senjata kuno itu.
__ADS_1
Setelah pertarungan berakhir, Xian membantu Zhao Ming untuk pulih dan mengubah jalan hidupnya. Dia memberikan nasihat kepada Zhao Ming tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuatan dan kebahagiaan dalam hidup. Zhao Ming akhirnya berterima kasih kepada Xian dan berjanji untuk menggunakan kekuatannya dengan bijaksana.
Setelah pertarungan itu, Xian kembali ke kota Han Sang sebagai pahlawan yang disambut meriah oleh penduduk kota. Mereka tahu bahwa kekuatan Xian bukan hanya dalam kemampuannya bertarung, tetapi juga dalam cara dia menginspirasi kebahagiaan dan tawa di tengah-tengah kehidupan yang penuh tantangan.
Setelah pengalaman dengan Zhao Ming, Xian akhirnya berhasil mengendalikan Waru Senjata dengan baik dan memanfaatkannya untuk melindungi kota Han Sang dari ancaman. Senjata kuno tersebut menjadi sahabat dan mitra setianya dalam menjaga perdamaian.
Setelah pertarungan melawan Zhao Ming, Xian kembali ke penginapannya dengan perasaan puas. Dia tahu bahwa Waru Senjata adalah anugerah yang luar biasa, meskipun memiliki sisi lucu dan tak terduga. Saat dia meletakkan senjata itu di mejanya, dia tidak bisa menahan tawanya mengingat perubahan bentuk Waru Senjata yang menggemaskan.
Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi. Waru Senjata tiba-tiba berbicara dengan suara yang kocak, "Terima kasih, tuan. Anda telah memberi saya kebahagiaan dengan tawa dan kegembiraan Anda. Sekarang, saya siap menjadi senjata yang setia dan lucu."
Xian terkejut dan terduduk di atas tempat tidurnya. Waru Senjata telah berbicara! Namun, dia segera tersenyum dan menjawab, "Tidak masalah, Waru Senjata. Kita berdua adalah tim yang tak terpisahkan. Mari kita bersama-sama menjaga perdamaian dan kebahagiaan di kota ini!"
Waru Senjata, yang sekarang berbentuk pedang kuno lagi, berkilauan dengan persetujuan. Itu adalah awal dari kemitraan yang kuat antara Xian dan senjata kuno yang unik ini.
Dengan Waru Senjata di sisinya, Xian terus menjalani kehidupannya di kota Han Sang. Dia menjadi pelindung yang setia bagi penduduk kota dan menghadapi berbagai ancaman dengan keberanian dan kebijaksanaan. Meskipun dia adalah seorang kultivator yang kuat, dia selalu mengingat filosofi tawa dan kegembiraan yang diajarkan oleh Waru Senjata.
__ADS_1
Kota Han Sang pun menjadi tempat yang damai dan ceria, di mana penduduknya hidup dengan rasa aman dan bahagia. Xian dan Waru Senjata terus menjaga perdamaian itu, sambil sesekali memberikan sentuhan keceriaan dengan penampilan lucu Waru Senjata.
Dalam perjalanan hidupnya yang panjang, Xian dan Waru Senjata terus bersama, menjadi legenda yang dihormati di seluruh negeri. Mereka tidak hanya melindungi fisik, tetapi juga memelihara kebahagiaan dan tawa di hati semua orang yang mereka temui. Itulah warisan yang mereka tinggalkan, yang akan dikenang selamanya.