
Dalam perselisihan yang semakin memanas di kedai senjata bertuah, Xian merasa perlu untuk turun tangan. Dia memahami bahwa tawar-menawar adalah bagian dari budaya pasar, tetapi situasi ini tampaknya akan berakhir dengan ketegangan yang tidak perlu. Dia ingin meredakan ketegangan tersebut dan mencari solusi yang memuaskan untuk semua pihak.
Xian dengan lembut menyela, "Tuan-tuan, saya pikir kita semua ingin mendapatkan kesepakatan yang adil. Mari kita bicarakan ini dengan tenang."
Pedagang dan pembeli lainnya menoleh ke arah Xian, mungkin agak terkejut melihat seorang asing yang mencampuri urusan mereka. Namun, mereka juga tidak menolak berbicara.
Xian tersenyum dan melanjutkan, "Pedagang, saya mengerti bahwa Anda ingin mendapatkan harga yang sepadan dengan kualitas pedang ini. Tapi kita juga harus mempertimbangkan anggaran pembeli yang lain. Bagaimana kalau kita mencoba mencari solusi yang menguntungkan untuk semua pihak?"
Pedagang mengangguk, menunjukkan bahwa dia terbuka untuk mendengarkan saran Xian. Pembeli lainnya juga tampak setuju untuk mendengarkan.
Xian melanjutkan dengan candaan, "Saya mendengar bahwa pedang ini memiliki kekuatan magis yang luar biasa. Mungkin ini adalah pedang yang bisa membuat pemiliknya menjadi penengah yang baik dalam situasi seperti ini."
Percakapan Xian membuat semua orang tersenyum, dan ketegangan mulai berkurang. Mereka kemudian mulai membahas harga secara lebih terbuka dan berdiskusi tentang apa yang akan menjadi kesepakatan yang adil.
Xian, dengan kecerdasan dan humor yang dimilikinya, menciptakan momen lucu saat merancang lelucon tentang harga pedang dan cara mereka bernegosiasi. Semua orang terlibat dalam tawa, dan suasana hati menjadi jauh lebih ringan.
Akhirnya, mereka mencapai kesepakatan yang memuaskan semua pihak. Pedagang setuju untuk memberikan harga yang lebih baik daripada yang awalnya diajukan, dan pembeli lainnya juga setuju untuk membelinya. Semua orang berpisah dari kedai tersebut dengan senyum di wajah mereka, mungkin dengan sedikit pelajaran bahwa tawar-menawar bisa menjadi proses yang lebih menyenangkan daripada konflik.
Xian, yang awalnya datang untuk membeli pedang, pergi dengan rasa puas bahwa dia telah membantu meredakan perselisihan dan menciptakan kebahagiaan di antara orang-orang yang dia temui. Dia meneruskan petualangannya di Kerajaan Han Sang dengan hati yang penuh kegembiraan.
__ADS_1
Setelah perselisihan tawar-menawar selesai dan semua orang telah mencapai kesepakatan yang memuaskan, dua kultivator yang tadinya bertengkar mendekati Xian dengan senyum tulus di wajah mereka. Mereka tampaknya sangat menghargai cara Xian meredakan situasi dengan humor dan kecerdasannya.
Salah satu dari mereka, seorang pria dengan pakaian yang tampak elegan bernama Te Sin, bersabda, "Anda benar-benar luar biasa, Tuan. Anda berhasil membuat situasi yang tegang menjadi begitu menyenangkan. Kami sangat menghargai bantuan Anda."
Xian tersenyum dan bersikap ramah. "Terima kasih, Tuan. Saya hanya ingin membantu menciptakan kebahagiaan di sekitar kita semua. Ini adalah pengalaman pertama saya di Kerajaan Han Sang, dan saya sangat senang bertemu dengan Anda."
Pria kedua, seorang wanita muda dengan mata cerah bernama Lau Ha, bergabung dalam pujian. "Anda benar-benar memiliki bakat dalam hal meredakan konflik. Kami berdua berbicara tentang berbagai senjata untuk dijadikan koleksi kami, dan kami tidak pernah berpikir bahwa pertemuan ini akan berakhir dengan cara yang begitu menyenangkan."
Xian merasa senang dengan pujian mereka dan dengan cepat menawarkan, "Mungkin kita bisa melanjutkan obrolan ini dengan makan siang bersama. Saya ingin belajar lebih banyak tentang budaya dan kehidupan di Kerajaan Han Sang."
Kedua kultivator tersebut dengan senang hati menerima undangan Xian. Mereka berjalan bersama menuju sebuah restoran terdekat yang terkenal dengan hidangan lokalnya.
Saat makan siang mereka berakhir, mereka saling tersenyum dan merasa bahwa mereka telah menemukan teman-teman baru yang tak terduga di Kerajaan Han Sang. Pertemuan yang awalnya dimulai dengan perselisihan berakhir dengan persahabatan yang kuat.
Mereka berdua berterima kasih kepada Xian atas kecerdasan dan humornya, dan Xian juga merasa bersyukur atas kesempatan ini. Dia tahu bahwa petualangannya di Kerajaan Han Sang akan lebih berwarna dan berkesan dengan adanya Te Sin dan Lau Ha di sisinya. Dengan hati yang penuh kegembiraan, mereka merencanakan petualangan mereka bersama di tanah yang baru ini.
Setelah makan malam yang enak bersama Te Sin dan Lau Ha, Xian merasa begitu bersemangat untuk menjelajahi lebih jauh keindahan Kerajaan Han Sang. Dalam suasana yang penuh kegembiraan, mereka keluar dari restoran dan memasuki jalan-jalan kota yang masih ramai meskipun sudah malam.
Mereka berjalan-jalan di antara bangunan-bangunan megah yang dihiasi lampu-lampu berwarna, menciptakan pemandangan yang spektakuler. Xian tidak bisa menahan kagumnya terhadap arsitektur dan keindahan kota ini.
__ADS_1
Lau Ha, yang selalu energik dan penuh semangat, berkata dengan ceria, "Kerajaan Han Sang memang memiliki pesona yang unik. Setiap sudutnya penuh dengan sejarah dan budaya. Ini adalah tempat yang sempurna untuk mengeksplorasi!"
Te Sin menambahkan, "Saya setuju. Dan dengan Anda di sini, Xian, semuanya menjadi lebih menyenangkan."
Xian tersenyum dan menjawab, "Saya juga merasa beruntung telah bertemu dengan kalian berdua. Kalian benar-benar teman yang hebat."
Mereka melanjutkan perjalanan mereka sambil tertawa, bercanda, dan berbagi cerita. Mereka mampir di beberapa toko kecil yang masih buka, melihat-lihat barang-barang antik, senjata-senjata bertuah, dan barang-barang kerajinan tangan lokal.
Saat mereka melewati sebuah kuil kecil yang indah, Xian memutuskan untuk berhenti sejenak untuk memberikan penghormatan. Te Sin dan Lau Ha mengikuti contoh Xian dengan sopan, dan mereka semua merasa tenang di tempat yang suci ini.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan mereka dan sampai di sebuah taman yang indah dengan kolam besar di tengahnya. Pemandangan bintang-bintang di langit malam menambahkan pesona pada tempat ini.
Lau Ha, yang gemar bermain-main, berkata, "Kenapa kita tidak mencoba bermain-main dengan air di kolam ini? Ini pasti akan menjadi pengalaman yang seru!"
Xian dan Te Sin tertawa dan setuju. Mereka mengambil off sepatu mereka, berguling-guling di atas rumput, dan akhirnya bermain-main di air dengan riang. Percikan air terbang ke udara, dan mereka tertawa dengan keras seperti anak-anak kecil.
Saat malam semakin larut, mereka memutuskan untuk kembali ke tempat penginapan mereka. Perjalanan pulang diisi dengan cerita-cerita lucu tentang pengalaman mereka hari ini.
Setibanya di penginapan, mereka semua merasa bahwa hari ini adalah hari yang luar biasa. Mereka merasa bersyukur telah menemukan satu sama lain di tanah yang baru ini dan merasa yakin bahwa petualangan mereka di Kerajaan Han Sang akan menjadi lebih berwarna dengan kehadiran teman-teman baru mereka.
__ADS_1
Dengan hati yang penuh kebahagiaan, mereka semua pergi tidur dengan mimpi-mimpi indah tentang petualangan yang akan datang.