
Mei dan Xian berjalan berdampingan menjelajahi Pegunungan Terlarang. Mereka berdua telah menjadi teman sejati selama perjalanan ini, dan kebersamaan mereka selalu penuh dengan candaan dan tawa. Hari itu, suasana di sekitar mereka sangat tenang. Pepohonan tinggi di sekitar mereka memberikan naungan dari sinar matahari yang terik, dan suara riak air sungai yang mengalir di dekat mereka menambah ketenangan.
Mei memutuskan untuk menggoda Xian, seperti yang sering dia lakukan. Dengan senyum manis, dia berkata, "Xian, kau tahu, selama perjalanan ini, aku menyadari sesuatu."
Xian menoleh padanya dengan penasaran. "Apa itu, Mei?"
Mei merapatkan dirinya ke Xian, seolah-olah memiliki rahasia besar yang ingin dia ungkapkan. "Aku menyadari bahwa kau sangat tampan, Xian. Banyak wanita pasti akan jatuh cinta padamu jika mereka melihatmu sekarang."
Xian terkekeh mendengar kata-kata Mei. "Mei, kau selalu punya cara untuk membuatku tersenyum. Tapi, kita harus fokus pada tujuan kita, bukan urusan asmara."
Mei berpura-pura kecewa. "Oh, Xian, mengapa kau begitu serius? Tidak apa-apa kan jika kita bersenang-senang sebentar?"
Xian menggelengkan kepala sambil tersenyum. "Kita harus menjaga fokus kita, Mei. Pegunungan ini penuh dengan bahaya, dan kita tidak boleh lengah."
Namun, percakapan mereka tiba-tiba terganggu oleh suara ribut dari kejauhan. Mereka berdua memperhatikan bahwa suara itu semakin mendekat, dan segera, sekelompok kultivator muncul dari belakang pepohonan.
Ketua kelompok itu, seorang pria berjubah hijau dengan tatapan tajam, berbicara kepada Mei dan Xian. "Maaf kami mengganggu, tapi kami sedang mencari sumber energi spiritual yang kuat yang konon ada di dekat sini."
Xian menjawab, "Kami tidak tahu apa yang Anda bicarakan. Kami hanya sedang melewati pegunungan ini dalam perjalanan kami."
Mei menambahkan, "Kami bahkan tidak tahu tentang sumber energi spiritual yang Anda sebutkan."
Pria berjubah hijau itu mengangguk. "Saya mengerti. Maaf atas kebingungannya. Kami akan mencari sendiri. Terima kasih atas kerjasamanya."
Kelompok kultivator itu melanjutkan perjalanan mereka, dan Mei dan Xian melanjutkan perjalanan mereka juga. Namun, sesuatu terasa aneh. Xian merasa bahwa ada yang tidak beres dengan kelompok kultivator tadi.
Mei melihat ekspresi khawatir di wajah Xian dan bertanya, "Ada yang salah, Xian?"
Xian menggelengkan kepala. "Aku tidak yakin, tapi ada sesuatu yang aneh dengan kelompok tadi. Aku merasa seperti mereka menyembunyikan sesuatu."
__ADS_1
Mei mendekati Xian dan berbisik, "Mungkin kita seharusnya mengikuti mereka dengan hati-hati. Siapa tahu, mereka bisa tahu sesuatu tentang Pegunungan Terlarang yang kita tidak tahu."
Xian setuju, dan mereka mulai mengikuti kelompok kultivator tersebut dengan hati-hati, tetapi menjaga jarak agar tidak mencurigakan. Mereka tidak tahu apa yang mereka cari, tetapi mereka merasa bahwa ada sesuatu yang tersembunyi di balik semua ini.
Saat mereka terus mengikuti kelompok kultivator, mereka tiba-tiba mendengar suara suara berisik dan tawa riuh di kejauhan. Mereka memutuskan untuk mendekati sumber suara tersebut dan melihat apa yang terjadi.
Ketika mereka tiba di tempat sumber suara itu, mereka melihat sesuatu yang tidak mereka duga. Kelompok kultivator tadi telah bertemu dengan kelompok lain, dan mereka semua sedang berpesta. Mereka membuka botol-botol minuman keras dan berbicara dengan gembira. Ini adalah pemandangan yang sangat tidak biasa di Pegunungan Terlarang yang dikenal keras dan berbahaya.
Mei berkata dengan heran, "Apa yang sedang terjadi di sini, Xian? Mengapa mereka berpesta di sini?"
Xian tidak tahu apa yang harus dia katakan. Ini adalah kejutan yang tidak dia duga. Mereka berdua diam-diam mengamati kelompok kultivator yang sedang berpesta, mencoba untuk mencari tahu lebih lanjut tentang apa yang sedang terjadi. Salah satu dari kelompok kultivator yang berpesta berbicara dengan suara keras, dan Xian dan Mei bisa mendengar percakapannya.
"Kami telah menemukan sumber energi spiritual yang luar biasa di dalam Pegunungan Terlarang ini," kata salah satu kultivator. "Ini adalah penemuan besar bagi kita semua."
Yang lainnya tertawa dan mengangguk setuju. "Benar sekali! Ini adalah kesempatan langka. Saya tidak sabar untuk mengambil sebanyak mungkin energi spiritual dari sumber ini."
Namun, ini adalah masalah serius. Sumber energi spiritual yang terlalu banyak diekstrak dapat menyebabkan ketidakseimbangan alam dan membahayakan keselamatan Pegunungan Terlarang. Mei dan Xian merasa bahwa mereka harus melaporkan temuan ini kepada Lu Chen dan Pasir Putih segera.
Mereka meninggalkan tempat tersebut dan kembali melanjutkan perjalanan mereka ke arah yang berlawanan dengan kelompok kultivator yang sedang berpesta. Mereka berdua merasa khawatir tentang dampak dari eksploitasi berlebihan terhadap sumber energi spiritual tersebut, dan mereka tahu bahwa mereka harus berbuat sesuatu.
Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat, Mei dan Xian akhirnya tiba di perkemahan Pasir Putih. Mereka segera mencari Lu Chen dan menceritakan apa yang mereka lihat di dalam Pegunungan Terlarang.
Lu Chen mendengarkan dengan serius. "Ini adalah situasi yang serius," katanya. "Sumber energi spiritual di Pegunungan Terlarang adalah salah satu aset alam yang paling berharga, dan eksploitasi berlebihan bisa berakibat fatal."
Dia berpikir sejenak sebelum melanjutkan, "Kami harus bertindak cepat. Kita akan berangkat menuju lokasi sumber energi spiritual tersebut besok pagi. Kita harus melindunginya sebelum terlambat."
Mei dan Xian merasa lega bahwa mereka telah memberi tahu Lu Chen, dan mereka siap untuk tugas yang akan datang. Ini adalah awal dari konflik yang lebih besar dalam cerita mereka, di mana mereka harus melindungi kekayaan alam Pegunungan Terlarang dari kelompok kultivator yang serakah. Dan sifat karakter mereka yang jelas, komitmen untuk menjaga keseimbangan alam, akan menjadi pendorong utama dalam pertarungan mereka selanjutnya.
Mereka berdua tidur dengan tenang di perkemahan Pasir Putih, menunggu fajar menyingsing dan perjalanan berikutnya yang akan membawa mereka lebih dalam ke dalam misteri Pegunungan Terlarang.
__ADS_1
Mei dan Xian terus berjalan melalui Pegunungan Terlarang, menuju lokasi sumber energi spiritual yang mereka temui sebelumnya. Suasana di antara mereka terasa tegang, terutama setelah mengungkapkan temuan mereka kepada Lu Chen dan Pasir Putih. Mereka menyadari betapa pentingnya melindungi sumber energi spiritual tersebut untuk menjaga keseimbangan alam.
Namun, meskipun ada ketegangan dalam misi mereka, Xian tidak bisa menahan diri untuk tidak menggoda Mei. Dia selalu menemukan kesempatan untuk melontarkan lelucon atau mengganggu Mei dengan tingkah konyolnya. Ini adalah salah satu sifat karakternya yang jelas, selalu mencoba membuat situasi menjadi lebih ringan bahkan dalam saat-saat sulit.
Saat mereka berjalan melewati hutan yang rimbun, Xian tiba-tiba mencegat langkah Mei dan berdiri di depannya dengan tangan terlipat di dadanya. "Hei, Mei," kata Xian dengan senyum genit di wajahnya, "Apakah kamu tahu bahwa aku memiliki kekuatan yang luar biasa?"
Mei mendengus ringan. "Oh, tentu. Kekuatanmu untuk membuat lelucon yang tak lucu."
Xian tertawa. "Tidak, tidak, aku serius! Aku punya kekuatan yang bisa membuatmu terkesima."
Mei melirik dengan skeptis. "Oh, ya? Dan apa kekuatan ajaibmu itu?"
Xian mendekatkan wajahnya ke wajah Mei, membuatnya merasa sedikit gugup. "Ini," katanya dengan lirikan mata yang cerdik, lalu dengan cepat mencium pipi Mei sebelum melangkah mundur dan tertawa.
Mei terkejut dan merasa pipinya memanas. Dia mendengus kesal. "Xian, berhenti dengan kelakuanmu yang konyol itu."
Tetapi Xian masih terus tertawa. "Apa, kamu tidak suka dengan kekuatan superku?"
Mei menggelengkan kepala, tetapi dia juga tersenyum kecil. Xian selalu bisa membuatnya tersenyum, bahkan dalam situasi yang penuh tekanan seperti ini.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan suasana di antara mereka menjadi lebih ringan. Percakapan mereka berubah menjadi obrolan santai tentang kehidupan mereka sebelum mereka bergabung dengan Pasir Putih, tentang impian mereka dan apa yang mereka harapkan dari masa depan.
Namun, saat matahari mulai terbenam dan mereka mendekati lokasi sumber energi spiritual, ketegangan kembali muncul di antara mereka. Mereka tahu bahwa tugas mereka sangat serius, dan mereka harus fokus pada pekerjaan mereka untuk melindungi sumber ini.
Mereka akhirnya mencapai lokasi sumber energi spiritual itu, dan apa yang mereka lihat membuat mereka tercengang. Kelompok kultivator serakah yang mereka temui sebelumnya telah mulai mengekstrak energi spiritual dengan cara yang sangat tidak bertanggung jawab. Mereka telah menciptakan perangkat besar yang mengekstrak energi spiritual dari tanah dan mengirimkannya ke wadah besar.
Lu Chen, yang telah tiba lebih awal dengan Pasir Putih, sudah berada di sana. Dia mengamati situasi dengan serius dan memandang Mei dan Xian ketika mereka tiba. "Mereka telah melakukan banyak kerusakan," kata Lu Chen dengan nada marah. "Kami harus menghentikan mereka sebelum terlambat."
Dengan hati-hati, Mei, Xian, dan Pasir Putih bersiap untuk memasuki pertarungan melawan kelompok kultivator serakah itu. Ini adalah konflik besar yang akan menguji sifat karakter mereka yang jelas, tekad mereka untuk melindungi alam, dan kekuatan mereka sebagai kultivator.
__ADS_1