
Ketika mereka terus mencari, Cin Xiu menemukan sebuah buku yang tampak kuno dan terabaikan di rak paling atas. Dia mengambilnya dan mulai membukanya. Buku itu berisi catatan-catatan kuno tentang perguruan, termasuk informasi tentang beberapa murid yang pernah menjadi bagian dari perguruan itu.
Mei Mei melihat bahwa salah satu nama yang tercantum dalam buku itu adalah "Zhang Xue." Mereka mulai membaca lebih lanjut dan menemukan bahwa Zhang Xue adalah murid perguruan pada abad ke-17. Dia dijuluki "Zhang Xue, Pahlawan Yang Terlupakan" karena perannya dalam menghadapi serangan sekelompok penjahat yang kuat yang mencoba menguasai perguruan.
Buku itu menyebutkan bahwa Zhang Xue akhirnya mengalahkan penjahat-penjahat itu dan menyelamatkan perguruan, tetapi dia menghilang tanpa jejak setelah itu. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi padanya setelah peristiwa itu.
"Zhang Xue, Pahlawan Yang Terlupakan," ucap Cin Xiu. "Apakah ini bisa menjadi petunjuk? Apakah kita bisa menghubungkan Zhang Xue dengan Zhang, murid kita yang misterius?"
Xian memikirkan kemungkinan tersebut. "Mungkin ada kaitannya. Tapi kita perlu mencari tahu lebih banyak tentang Zhang Xue dan bagaimana dia terhubung dengan masa lalu Zhang."
Sementara itu, di tempat yang jauh, Zhang sedang duduk di sebuah gua yang tersembunyi. Dia memandangi sebuah gulungan kuno yang telah lama dia bawa. Gulungan itu berisi rahasia besar yang dia sembunyikan dari semua orang, termasuk Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei.
Zhang memikirkan pertemuan dengan murid-murid perguruan tadi. Dia tahu bahwa masa lalunya akan segera terungkap, dan dia merasa semakin terjepit dalam situasi yang rumit. Tapi dia juga merasa bahwa dia harus menjaga rahasia besar yang dia simpan. Rahasia yang bisa mengguncang seluruh perguruan dan mungkin dunia persilatan.
Babak baru dari misteri ini telah terbuka, dan Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei semakin mendekati kebenaran yang selama ini tersembunyi. Di tengah perjalanan mereka untuk mengungkap rahasia masa lalu Zhang, banyak pertarungan dan kejutan yang men
Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei terus mendalami rahasia masa lalu Zhang Xue, pahlawan terlupakan perguruan. Mereka menemukan beberapa catatan yang menyebutkan perjuangan besar Zhang Xue melawan penjahat kuat yang mencoba menguasai perguruan pada abad ke-17. Ketika mereka mencari tahu lebih lanjut, mereka menemukan sebuah petunjuk yang mengarah pada gua tersembunyi di dalam hutan bambu di wilayah perguruan.
Hutan bambu yang lebat menjulang tinggi di atas mereka saat mereka memasuki wilayah yang tak terjamah ini. Cahaya matahari jarang menyentuh tanah, dan udara penuh dengan aroma segar dari dedaunan hijau. Mereka berjalan perlahan melalui hutan bambu, mencari pintu masuk ke gua tersebut.
Cin Xiu memimpin dengan panduan gulungan kuno yang mereka temukan. "Menurut catatan ini, gua tersebut tersembunyi di dalam hutan ini. Kita harus benar-benar berhati-hati, karena tidak ada yang tahu apa yang mungkin kita temui di sana."
Saat mereka mendekati pintu masuk gua yang tersembunyi, mereka melihat tanda-tanda pertarungan di sekitarnya. Pohon bambu yang rusak dan tanah yang terinjak-injak menunjukkan bahwa ada sesuatu yang telah terjadi di sini.
Mei Mei menarik perhatian mereka ke arah beberapa goresan pedang yang terukir di batu di dekat pintu masuk gua. "Ini adalah tanda-tanda pertarungan yang baru terjadi. Seseorang mungkin sudah ada di dalam gua tersebut."
__ADS_1
Xian menggenggam pedangnya dengan erat. "Kita harus siap menghadapi apa pun yang mungkin kita temui di sana. Ini bisa menjadi petunjuk penting dalam perjalanan kita untuk mengungkap rahasia masa lalu Zhang."
Mereka memasuki gua tersebut dengan hati-hati. Di dalam, terdapat lorong-lorong yang gelap dan terbengkalai. Mereka mengikuti jejak-jejak pertarungan yang semakin jelas seiring mereka mendekati pusat gua.
Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah berat mendekati mereka. Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei bersiap untuk bertarung, memegang senjata mereka dengan tegang. Dari kegelapan gua, muncul seorang pria berpakaian hitam, wajahnya tertutup selendang, dan mata tajam yang menyala di baliknya.
Pria itu tersenyum licik. "Jadi, kalian adalah para pencari petunjuk tentang Zhang Xue, bukan?"
Xian berdiri dengan mantap. "Siapa kamu? Dan apa yang kamu ketahui tentang Zhang Xue?"
Pria itu tertawa kecil. "Aku adalah salah satu dari mereka yang mencari petunjuk tentang masa lalu Zhang Xue. Tapi aku tidak akan membiarkan kalian mendapatkannya begitu saja."
Dalam sekejap, pria itu melancarkan serangan kejam dengan pedangnya. Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei harus berjuang keras untuk menghadapi serangan mendadak ini. Mereka menghindari pukulan yang mematikan dan mencoba menggagalkan serangan lawan.
Saat pertarungan berlangsung, Cin Xiu mulai merasa bahwa pria itu memiliki teknik pedang yang mirip dengan Zhang Xue. "Dia memiliki gaya bertarung yang mirip dengan Zhang Xue. Mungkin dia tahu sesuatu tentangnya!"
Xian berteriak kepada pria itu, "Katakan padaku apa yang kamu tahu tentang Zhang Xue! Ini adalah kesempatanmu untuk berbicara sebelum kita terpaksa menggunakan kekerasan!"
Pria itu tertawa sambil menghindari serangan Xian. "Kalian belum siap untuk tahu kebenaran. Zhang Xue adalah bagian dari rahasia besar perguruan ini. Dan aku tidak akan membiarkan kalian mendapatkan informasi tersebut dengan mudah."
Tetapi Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei tidak akan mundur. Mereka terus bertarung, mencoba membuat pria misterius itu mengakui apa yang dia ketahui. Tapi pertarungan semakin sulit, dan mereka semakin terdesak.
Saat Xian dan pria misterius itu terlibat dalam pertarungan pedang yang sengit, Cin Xiu mencoba menggali lebih dalam ke dalam ingatan mereka. Dia ingat teknik-teknik yang diajarkan oleh Zhang dan berusaha menggunakannya untuk mengatasi serangan lawan. Dalam keadaan yang sulit, Cin Xiu mulai menggabungkan teknik-teknik tersebut dengan keahliannya sendiri.
Mei Mei, di sisi lain, berusaha mencari peluang untuk menggagalkan pria misterius tersebut. Dia menggunakan senjata panah dan belati dengan gesit, menciptakan gangguan yang membuat lawan mereka kehilangan fokus sejenak.
__ADS_1
Ketika pertarungan terus berlanjut, Xian mengeluarkan serangan akhirnya dengan segenap kekuatan yang dia miliki. Pedangnya bersinar terang dan meluncur menuju pria misterius itu. Namun, pria itu berhasil menghindarinya dengan sejengkal.
Pria misterius itu tertawa di tengah kebingungan. "Kalian bukan lawan yang buruk, tetapi kalian masih belum siap untuk tahu kebenaran. Zhang Xue adalah bagian dari rahasia yang sangat besar. Dia telah hidup selama berabad-abad, mengumpulkan pengetahuan dan kekuatan yang tidak bisa kalian bayangkan."
Cin Xiu memerintahkan teman-temannya untuk berhenti sejenak. "Berbicaralah, siapa kamu dan apa hubunganmu dengan Zhang Xue? Kami hanya ingin tahu kebenaran tentang masa lalunya."
Pria misterius itu merenung sejenak, dan akhirnya, dia mengangguk. "Aku adalah salah satu murid Zhang Xue. Aku belajar di bawahnya selama puluhan tahun. Zhang Xue adalah seorang kultivator yang luar biasa, memiliki pengetahuan tentang keabadian dan kekuatan yang menakjubkan."
Dia melanjutkan, "Tapi Zhang Xue tidak hanya mencari keabadian untuk dirinya sendiri. Dia ingin menggunakan pengetahuannya untuk melindungi perguruan dan dunia persilatan dari ancaman yang lebih besar. Tapi itu semua berubah saat dia menemukan rahasia yang tersembunyi di dalam gua ini."
Pria misterius itu menjelaskan bahwa di dalam gua tersembunyi sebuah artefak kuno yang dapat memberikan kekuatan luar biasa kepada siapa pun yang menguasainya. Namun, kekuatan tersebut juga sangat berbahaya dan bisa digunakan untuk tujuan jahat.
Zhang Xue, setelah menemukan artefak tersebut, mulai terobsesi dengan kekuatan itu. Dia mengabaikan ajaran perguruan dan mulai mencari cara untuk menguasai kekuatan tersebut sepenuhnya. Pertarungan pecah di antara murid-murid perguruan yang setia dan Zhang Xue yang terobsesi.
Akhirnya, pertarungan itu menyebabkan kehancuran perguruan dan melukai banyak orang. Zhang Xue menghilang bersama artefak tersebut, meninggalkan perguruan dalam keadaan hancur.
Pria misterius itu menyelesaikan ceritanya. "Saya adalah satu-satunya yang selamat dari perguruan itu. Saya telah mencari artefak tersebut untuk mencegahnya jatuh ke tangan yang salah. Tapi sejauh ini, saya belum berhasil menemukannya."
Xian, Cin Xiu, dan Mei Mei mulai memahami sekarang. Mereka menyadari bahwa mereka harus membantu pria misterius ini menemukan artefak tersebut sebelum jatuh ke tangan yang salah.
Pertarungan yang awalnya sengit telah berubah menjadi diskusi yang serius. Pria misterius itu setuju untuk bekerja sama dengan mereka, dan mereka bersama-sama meninggalkan gua tersebut untuk melanjutkan pencarian mereka.
Tapi yang tidak mereka ketahui adalah bahwa ada pihak lain yang juga mencari artefak tersebut, dan mereka akan menghadapi banyak rintangan dan bahaya dalam perjalanan mereka. Keberanian dan tekad mereka akan diuji, dan kebenaran tentang masa lalu Zhang Xue akan semakin mendekati.
Demikianlah, cerita ini terus berlanjut, dengan misteri yang semakin mendalam dan konflik yang semakin kompleks. Bagaimana kisah mereka akan berakhir? Hanya waktu yang akan memberikan jawabannya.
__ADS_1