
Mei, Xian, dan Thio Ling melangkah dengan hati yang penuh semangat menuju Kerajaan Salju, tempat mereka akan menghadapi Roh Salju dan misi berbahaya mereka untuk membawa kedamaian kembali ke kerajaan itu. Mereka telah mempersiapkan diri dengan baik setelah belajar pengetahuan dasar kultivasi dan elemen-elemen alam dari Lu Chen, seorang kultivator yang bijaksana.
Perjalanan mereka menuju Kerajaan Salju adalah petualangan panjang yang memerlukan ketahanan dan ketangguhan. Mereka melintasi hutan lebat, melewati sungai-sungai yang deras, dan mendaki gunung-gunung yang tinggi. Selama perjalanan, mereka terus berbicara satu sama lain, membagikan cerita dan kenangan mereka, dan semakin mendekatkan hubungan mereka.
Percakapan mereka sering kali penuh dengan tawa dan keceriaan. Xian yang cerdik sering membuat lelucon yang membuat Mei dan Thio Ling tertawa terbahak-bahak. Thio Ling, dengan semangatnya yang penuh gairah, sering kali menjadi sumber semangat bagi mereka semua. Dan Mei, dengan kepemimpinan dan pengetahuannya yang bijaksana, memberikan arah dan tujuan dalam perjalanan mereka.
Suasana alam sekitar mereka juga mempengaruhi perasaan mereka. Mereka berjalan di antara pepohonan rindang yang tinggi, mendengar nyanyian burung-burung, dan merasakan sinar matahari yang hangat di wajah mereka. Di malam hari, mereka berkemah di bawah langit yang penuh dengan bintang, berbagi cerita dan impian mereka di bawah cahaya rembulan.
Namun, tidak semuanya selalu indah. Mereka juga menghadapi berbagai rintangan dan bahaya selama perjalanan mereka. Salah satu kali, mereka harus berhadapan dengan serangan sekelompok binatang buas yang lapar. Mei, Xian, dan Thio Ling harus bekerja sama untuk melindungi diri mereka dan mengusir binatang-binatang tersebut.
Selama insiden tersebut, Thio Ling yang penuh semangat tiba-tiba terperangkap di atas pohon tinggi setelah mencoba untuk menghindari serangan binatang buas. Mei dan Xian bekerja sama untuk menyelamatkannya dengan mengejar binatang-binatang itu. Kekuatan dan keterampilan baru yang mereka peroleh selama pelatihan mereka bersama Lu Chen sangat berguna dalam mengatasi situasi tersebut.
Setelah berhari-hari perjalanan yang melelahkan, mereka akhirnya tiba di perbatasan Kerajaan Salju. Mereka melihat pemandangan yang cukup suram; tanah yang terluka oleh kekuatan Roh Salju, pohon-pohon mati yang dipenuhi es, dan cuaca yang dingin menusuk tulang.
Namun, mereka tidak berhenti. Dengan tekad yang kuat, mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ibu kota Kerajaan Salju, di mana mereka berharap untuk menemukan petunjuk tentang keberadaan Roh Salju.
Tapi apa yang menunggu mereka di ibu kota adalah kejutan yang tidak mereka duga. Ketika mereka tiba di sana, mereka disambut oleh sebuah kelompok pejuang berkepala salju yang dipersenjatai dengan kekuatan es yang kuat. Salah satu dari mereka, seorang wanita dengan mata biru dingin dan rambut perak, berbicara dengan tegas kepada Mei, Xian, dan Thio Ling.
"Kalian tidak boleh masuk ke ibu kota ini tanpa izin dari Ratu Salju," kata wanita itu dengan suara dingin. "Kami harus memastikan bahwa kalian bukan ancaman bagi kerajaan kami."
__ADS_1
Mei, Xian, dan Thio Ling merasa tertegun oleh situasi ini. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Bagaimana mereka bisa membuktikan bahwa mereka datang dengan niat baik dan tujuan yang mulia? Dan apa yang sebenarnya terjadi dengan Kerajaan Salju yang mereka lihat?
Pertanyaan-pertanyaan ini memenuhi pikiran mereka saat mereka berdiri di depan gerbang ibu kota yang megah. Misi mereka untuk menghentikan Roh Salju mungkin lebih sulit daripada yang mereka kira.
Tetapi satu hal yang pasti, ketiganya tidak akan pernah menyerah. Dengan kekuatan persahabatan dan tekad yang kuat, mereka siap menghadapi semua rintangan dan bahaya yang akan mereka temui di dalam Kerajaan Salju yang misterius ini.
Mei, Xian, dan Thio Ling merasa tertegun oleh penampilan kelompok pejuang berkepala salju yang bersenjatakan kekuatan es di depan gerbang ibu kota Kerajaan Salju. Namun, mereka tidak merasa terancam, karena niat mereka selalu tulus untuk membantu Kerajaan Salju mengatasi ancaman Roh Salju yang misterius.
Mei, sebagai pemimpin kelompok, memutuskan untuk berbicara dengan wanita berambut perak yang tampaknya menjadi pemimpin kelompok pejuang tersebut. Dia mendekati wanita itu dengan hati-hati dan berbicara dengan nada yang tenang, "Kami adalah kultivator dari Perkumpulan Pasir Putih, dan kami datang untuk membantu Kerajaan Salju melawan Roh Salju yang telah mengancam keamanan kerajaan ini. Kami tidak bermaksud menciptakan masalah."
Wanita berambut perak itu tetap waspada, tetapi dia mendengarkan penjelasan Mei dengan cermat. "Kami memerlukan izin Ratu Salju untuk memasuki ibu kota," lanjutnya dengan tegas.
Setelah mendengarkan penjelasan Mei, wanita berambut perak itu tampak ragu. Dia berbicara dengan suara lembut, "Saya adalah Erlina, kapten dari Pasukan Salju. Kami bertugas untuk melindungi kerajaan ini dari segala ancaman. Tapi Roh Salju telah menjadi lebih kuat dan lebih ganas, dan kami merasa terjebak dalam situasi yang sulit."
Thio Ling, yang selama ini tertahan untuk berbicara, akhirnya menyampaikan dengan penuh semangat, "Kami datang dengan niat baik. Kami telah melalui pelatihan yang ketat dan kami memiliki kemampuan yang cukup untuk membantu dalam pertempuran melawan Roh Salju. Kami tidak ingin melihat kerajaan ini jatuh ke tangan musuh."
Xian, dengan tipikalnya yang cerdik, menambahkan, "Kami juga membawa pesan dari Lu Chen, seorang kultivator tua yang telah menjelajahi dunia ini selama puluhan tahun. Dia meminta kami untuk membantu Kerajaan Salju dan menghentikan ancaman Roh Salju."
Erlina merenung sejenak. Akhirnya, dia mengangguk dan berkata, "Saya akan membawa kalian ke istana untuk bertemu dengan Ratu Salju. Dia yang akan membuat keputusan akhir. Tapi, saya harus memperingatkan kalian, istana ini adalah tempat yang penuh misteri, dan Ratu Salju adalah sosok yang sangat kuat dan bijaksana."
__ADS_1
Dengan diizinkan memasuki ibu kota, Mei, Xian, dan Thio Ling diiringi oleh Erlina menuju istana Kerajaan Salju. Saat mereka berjalan melintasi jalanan yang dipenuhi salju dan menuju ke arah istana yang megah, mereka merasakan suasana yang mencekam dan misterius.
Sementara itu, di luar ibu kota, ada sesuatu yang sedang berkembang. Seorang kultivator misterius bernama Shiro, yang juga berusaha melawan Roh Salju, telah memutuskan untuk memantau gerakan Mei, Xian, dan Thio Ling dari kejauhan. Dia adalah salah satu individu yang pernah berhadapan langsung dengan kekuatan Roh Salju dan selamat. Kini, dia berharap dapat mengetahui lebih banyak tentang keberadaan Roh Salju melalui tindakan kelompok dari Perkumpulan Pasir Putih.
Sementara itu, di dalam istana Kerajaan Salju, Mei, Xian, Thio Ling, dan Erlina akhirnya tiba di hadapan Ratu Salju, seorang wanita cantik dengan mata biru yang dingin dan rambut perak yang panjang. Ratu Salju duduk di atas takhta yang indah dan menyambut tamu-tamu baru dengan tatapan tajam.
"Kalian datang ke Kerajaan Salju dalam waktu yang sulit," kata Ratu Salju dengan suara yang tenang namun tegas. "Ancaman Roh Salju semakin meningkat, dan kami perlu bantuan siapapun yang bersedia membantu."
Mei menjelaskan lagi misi mereka dan menawarkan bantuan mereka untuk melawan Roh Salju. Dia merinci kemampuan kultivator mereka dan menunjukkan tekad mereka untuk membantu Kerajaan Salju.
Ratu Salju memandang mereka semua dengan hati-hati. "Kalian memiliki tekad yang kuat," katanya akhirnya. "Tapi sebelum kalian dapat membantu kami, kalian harus menjalani ujian di Kuil Salju."
Erlina menjelaskan bahwa Kuil Salju adalah tempat suci di Kerajaan Salju, tempat di mana kultivator yang ingin membantu Kerajaan harus menjalani ujian untuk membuktikan niat baik mereka. Ujian tersebut melibatkan konfrontasi dengan elemen Salju, yang akan menguji kekuatan dan keberanian mereka.
Dengan hati-hati, Mei, Xian, dan Thio Ling menerima tantangan ini. Mereka menyadari bahwa mereka harus melewati ujian ini untuk membuktikan bahwa mereka adalah sekutu yang layak bagi Kerajaan Salju.
Sementara itu, di luar istana, Shiro melanjutkan pemantauannya. Dia tahu bahwa perjalanan mereka baru saja memasuki babak baru yang penuh dengan misteri dan bahaya. Dia bertekad untuk menjaga Mei, Xian, dan Thio Ling agar tetap aman dan mengungkap rahasia di balik Roh Salju.
Di dalam istana yang mewah dan megah, Mei, Xian, dan Thio Ling bersiap-siap untuk menjalani ujian di Kuil Salju. Mereka tahu bahwa misi mereka untuk melawan Roh Salju akan menjadi lebih sulit daripada yang mereka bayangkan, tetapi dengan tekad yang kuat dan persahabatan yang erat, mereka siap menghadapinya.
__ADS_1