
Sinar bulan purnama menerangi gurun pasir yang meluas seperti permadani emas. Pasir bersinar terang, menciptakan pemandangan yang spektakuler. Xian dan kelompoknya berdiri di bawah sinar bulan yang terang, dengan mata mereka memandang musuh lama mereka yang telah menghadapi mereka dalam pertarungan sengit.
Lao Shen, pemimpin musuh lama, mengangkat wajahnya yang sombong. "Waktunya bagi kami untuk mengakhiri ini, Xian. Kami akan mengambil Batu Giok Qinglian, dan kau tidak akan bisa menghentikan kami."
Xian mengangguk dengan tekad. "Kau bisa mencoba, Lao Shen. Tapi kami akan selalu melindungi apa yang kami cintai."
Pertarungan dimulai di bawah sinar bulan yang terang. Energi kultivasi memenuhi udara, dan gerakan tubuh serta mimik muka tokoh-tokoh ini mencerminkan tekad dan keberanian mereka. Mei Mei meluncur di atas pasir, cambuk saktinya berputar dengan kecepatan kilat, dan dia dengan gemetar menghindari serangan musuh. "Kami akan membuktikan bahwa senyum adalah senjata terkuat!"
Cin Xiu mengayunkan cambuk saktinya dengan gesekan yang cepat dan mematikan, menciptakan hujan serangan yang mematikan. "Kita tidak akan pernah menyerah! Senyum adalah cara kita menghadapi kemarahan."
Ming Lan bersorak dan menyeringai, menghindari serangan musuh. "Inilah saatnya untuk menunjukkan kepada mereka kekuatan humor. Senyum adalah senjata terkuat kami."
Pertarungan menjadi semakin sengit di bawah sinar bulan purnama yang terang. Pasir terbang ke udara, menciptakan pemandangan yang menakjubkan. Xian harus menghadapi Lao Shen, pemimpin musuh lama yang sangat kuat. Mereka bertarung dengan kekuatan penuh mereka, dan sinar bulan purnama yang bersinar menerangi pertarungan mereka.
Saat pertarungan mencapai puncaknya, salah satu murid Qinglian, Xiao Yu, yang selalu dikenal sebagai sosok yang ceria dan tidak terduga, mulai meluncur di antara musuh-musuh mereka. Dia menggunakan trik kultivasi "gerakan bodoh" yang sangat lucu, meniru gerakan yang tidak masuk akal dan membuat musuh terkejut. Xiao Yu menciptakan peluang bagi Xian untuk menyerang Lao Shen.
__ADS_1
Xian mengambil kesempatan ini dan dengan cepat mengarahkan serangan kuat ke arah Lao Shen. Dalam sekejap, Lao Shen terjatuh, dan mereka berhasil mengalahkan pemimpin musuh lama mereka. Lao Shen dan kelompoknya menerima hukuman mereka dan akhirnya meninggalkan gurun pasir, meninggalkan Batu Giok Qinglian di tangan tim Xian.
Di luar jalur cerita utama, adegan ringan terjadi saat murid-murid Qinglian merayakan kemenangan mereka di bawah sinar bulan purnama yang indah. Mereka menggunakan humor dan guyonan sebagai cara untuk merayakan kemenangan mereka, menjalani filsafat perguruan guyon mereka.
Pertarungan di bawah sinar bulan purnama itu membuktikan kembali bahwa bersama-sama, dengan semangat perguruan guyon, mereka dapat mengatasi setiap tantangan yang ada. Kemenangan mereka di bawah bulan purnama yang terang adalah bukti dari kekuatan senyum dan tawa yang selalu mereka pegang teguh dalam perguruan mereka.
Setelah pertarungan yang panjang dan sengit di bawah sinar bulan purnama, gurun pasir yang panas sekarang menjadi saksi kemenangan tim Xian. Pasir yang bersinar seperti emas terbentang di bawah sinar matahari yang kembali muncul setelah malam yang intens. Pasir terkumpul di sana-sini, menandakan pertarungan hebat yang baru saja berakhir.
Xian dan murid-muridnya berdiri di tengah-tengah gurun yang teduh oleh sinar matahari yang terbit. Mereka merenungkan kemenangan mereka, dan wajah mereka bercahaya dengan kegembiraan dan kebanggaan. Mei Mei menyeringai dan berkata, "Kami melakukannya, saudara-saudara! Kami berhasil mengalahkan musuh lama kami dan menyelamatkan Batu Giok Qinglian."
Cin Xiu menambahkan, "Kemenangan ini adalah bukti dari semangat perguruan guyon kita. Kami tidak pernah menyerah dan selalu menggunakan senyum dan tawa sebagai senjata terkuat kami."
Xian dengan tenang mengangguk dan berkata, "Tepat sekali, Ming Lan. Kami harus merayakannya dengan cara kita." Dia lalu memandang murid-muridnya dengan tulus. "Kalian semua telah luar biasa. Kami adalah perguruan yang percaya pada kekuatan humor dan senyum. Sekarang, mari kita tunjukkan kepada mereka betapa kuat senyum dan tawa kita."
Di luar jalur cerita utama, para murid Qinglian memutuskan untuk mengadakan pesta kecil di bawah sinar matahari yang terbit. Mereka mengumpulkan pasir menjadi tempat duduk dan menghidupkan api unggun kecil di tengah-tengah mereka. Mereka berbagi cerita dan guyonan, saling tertawa dan merayakan kemenangan mereka dengan sukacita.
__ADS_1
Saat mereka duduk di sekitar api unggun, Xiao Yu, murid Qinglian yang terkenal dengan trik "gerakan bodoh," memulai serangkaian gerakan lucu yang memicu tawa dari teman-temannya. Mereka menari dengan gembira di bawah sinar matahari yang cerah, dan suasana penuh dengan tawa dan kegembiraan.
Kemenangan mereka adalah hasil dari kerja sama dan semangat perguruan guyon mereka. Mereka telah mengatasi musuh-musuh mereka dengan senyum dan tawa, membuktikan bahwa humor adalah senjata terkuat yang mereka miliki. Pesta kecil mereka adalah cara sempurna untuk merayakan kemenangan mereka dan menjalani filsafat perguruan guyon mereka. Dengan Batu Giok Qinglian kembali aman dan musuh lama mereka dikalahkan, mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan lebih kuat dan penuh semangat daripada sebelumnya.
Setelah kemenangan yang mempesona di gurun pasir yang panas, Xian dan kelompoknya duduk bersama di bawah sinar matahari yang terik. Mereka merenungkan pelajaran yang mereka peroleh dari pertarungan tersebut, sambil membiarkan pasir panas mengalir di antara jari-jari mereka.
Cin Xiu mengangguk dan berkata, "Kemenangan ini adalah bukti bahwa kita tidak boleh pernah mengabaikan kekuatan humor dan senyum. Dalam kehidupan yang sulit, senyum adalah senjata yang kuat."
Mei Mei menambahkan, "Kita juga belajar dari Zhang Wei, murid baru kita yang mengejutkan kita semua. Dia telah membuktikan bahwa kita tidak boleh menghakimi seseorang dari penampilan awalnya."
Xian tersenyum dan berkata, "Kita telah memahami dua pelajaran yang sangat berharga hari ini. Pertama, senyum adalah senjata terkuat kita dalam menghadapi tekanan dan pertarungan. Kedua, kita tidak boleh pernah meremehkan potensi seseorang berdasarkan penampilan awal mereka."
Ming Lan mengangguk dan berkata, "Saya setuju, Xian. Kita harus selalu terbuka untuk belajar dari orang lain, terutama dari yang lebih muda daripada kita. Dan kita harus selalu menjaga semangat perguruan kita yang percaya pada kekuatan humor dan senyum."
Saat mereka merenungkan pelajaran ini, matahari terus bersinar cerah di atas kepala mereka, menciptakan suasana yang penuh semangat. Mereka merasa lebih dekat satu sama lain setelah pertempuran yang sulit, dan mereka tahu bahwa bersama-sama, mereka dapat menghadapi segala tantangan yang ada di depan.
__ADS_1
Xian akhirnya berdiri dan melambaikan tangan, mengundang murid-muridnya untuk bergabung dengannya. Mereka membentuk lingkaran kecil di tengah-tengah pasir yang panas dan bersinar di bawah sinar matahari. Mereka tertawa dan bersulang untuk kemenangan mereka, merayakan semangat perguruan guyon mereka yang selalu berpegang pada humor dan senyum.
Pesta kecil mereka berlangsung hingga matahari terbenam, dan mereka meninggalkan gurun pasir dengan semangat yang lebih tinggi dan keyakinan bahwa bersama-sama, mereka dapat menghadapi setiap rintangan dan mencapai perdamaian dan kebahagiaan yang mereka impikan. Mereka telah tumbuh sebagai individu dan sebagai tim, dan pelajaran dari pertempuran itu akan selalu mereka pegang erat dalam perjalanan mereka ke depan.