Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Pertemanan Baru


__ADS_3

Para murid baru duduk melingkar di bawah langit malam yang cerah, siap untuk berbagi pengalaman mereka sejak pertama kali tiba di Sekolah Persilatan Guyon. Mereka merasa lebih dekat satu sama lain setelah beberapa kegiatan lucu sebelumnya, dan mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang teman-teman mereka.


Xian duduk di antara mereka dengan senyuman lembut di wajahnya. "Pengalaman adalah guru terbaik," kata Xian. "Mari kita berbagi cerita-cerita kita, sehingga kita dapat belajar satu sama lain dan mendukung perjalanan kita di sini."


Para murid baru mulai berbicara satu per satu. Mereka menceritakan pengalaman mereka, dari perasaan gugup saat pertama kali tiba hingga momen-momen ketika mereka merasa telah menemukan saudara-saudara dalam persaudaraan Guyon.


Salah satu murid baru, Mei, menceritakan tentang perasaan kagumnya saat pertama kali melihat bangunan indah sekolah ini. "Saya datang dari desa terpencil, jadi melihat gedung-gedung megah ini sungguh luar biasa bagiku," ujarnya dengan penuh semangat. "Saya merasa seperti dunia baru telah terbuka untuk saya."


Xiao berbagi pengalaman tentang ketegangan yang dia rasakan saat pertama kali bertemu dengan Xian. "Saya pikir dia adalah sosok yang sangat serius dan ketat," katanya dengan senyuman. "Tapi ternyata dia adalah orang yang penuh humor dan peduli kepada kita semua."


Pengalaman-pengalaman ini membantu para murid baru untuk lebih mengenal satu sama lain dan merasa lebih dekat. Mereka merasa bahwa mereka memiliki banyak kesamaan dalam perasaan dan pengalaman mereka sebagai murid baru.


Tiba-tiba, Wei, yang sebelumnya memainkan peran "Pangeran Kupu-Kupu" dengan serius, memutuskan untuk berbicara. Dia akhirnya menghentikan perannya yang aneh dan dengan senyuman cerah di wajahnya, dia mulai menceritakan pengalamannya saat pertama kali tiba di perguruan ini.


"Dulu, saya sangat gugup," kata Wei sambil tertawa. "Saya bahkan tidak tahu apakah saya harus berpakaian seperti Kupu-Kupu atau tidak!" Semua orang terbahak-bahak mendengar pengakuan jujur Wei.


Wei melanjutkan dengan menceritakan bagaimana dia hampir tersesat di taman perguruan pada hari pertamanya. "Saya berjalan-jalan tanpa arah dan akhirnya berakhir di dekat kolam yang besar. Saya pikir itu adalah kolam renang, jadi saya ingin berenang di sana." Para murid baru tertawa lebih keras mendengar cerita itu.


"Saya akan berenang di sana, tetapi seorang kakak kelas yang baik hati memberi tahu saya bahwa itu adalah kolam ikan koi dan bukan kolam renang," ujarnya dengan senyum kikuk. "Saya hampir saja berakhir dengan ikan-ikan itu!"


Cerita-cerita lucu Wei membuat semua orang merasa lebih dekat dan meredakan ketegangan yang ada. Mereka menyadari bahwa semua orang, bahkan yang tampak serius, memiliki sisi lucu dalam diri mereka.


Malam berlanjut dengan tawa dan cerita-cerita yang berbagi pengalaman mereka. Para murid baru merasa lebih dekat satu sama lain, dan ikatan persaudaraan mereka semakin kuat. Mereka tahu bahwa mereka memiliki teman-teman yang akan mendukung mereka dalam perjalanan mereka di Sekolah Persilatan Guyon, dan mereka merasa sangat beruntung.

__ADS_1


Malam berlanjut dengan semangat dan kebahagiaan yang semakin menguat. Para murid baru merasa semakin akrab satu sama lain, dan suasana persaudaraan semakin erat.


Mereka bermain beberapa permainan sederhana yang memicu tawa dan kekompakan. Ada permainan ketawa, permainan menyebut nama, dan bahkan permainan tim yang memperkuat kerjasama mereka. Setiap permainan diikuti dengan tawa dan senyum yang tulus.


Saat malam semakin larut, Wei, yang sebelumnya telah menjadi pusat perhatian dengan perannya yang aneh sebagai "Pangeran Kupu-Kupu," akhirnya berhenti berlebihan dan berbicara dengan tulus kepada teman-temannya yang baru.


"Dari tadi saya berusaha membuat semua orang tertawa dan bahagia," kata Wei dengan suara tulus. "Saya ingin kita semua merasa nyaman dan santai di sini. Tidak ada yang perlu merasa canggung atau gugup."


Semua orang mendengarkan dengan penuh perhatian, menghargai kejujuran dan niat baik Wei. Mereka tahu bahwa Wei adalah teman yang baik dan lucu.


Xian juga memberikan kata-kata penyemangat. "Saudara-saudara, malam ini adalah awal dari perjalanan kita bersama di Sekolah Persilatan Guyon. Kita adalah satu keluarga, dan kebahagiaan kita adalah prioritas kami di sini."


Semua orang bersorak dan mengangguk setuju. Mereka merasa seperti satu keluarga baru yang memiliki hubungan yang kuat.


Para murid baru saling memeluk satu sama lain, merayakan persaudaraan mereka yang baru. Mereka tahu bahwa persahabatan ini akan mendukung mereka dalam perjalanan mereka untuk menjadi kultivator yang lebih baik.


Malam yang ceria itu semakin menyenangkan ketika Xian dan guru-guru lainnya memasuki ruangan untuk mengenalkan diri kepada para murid baru. Mereka berdiri di depan para murid, wajah-wajah mereka dipenuhi senyum hangat.


Xian dengan senyum cerahnya menambahkan sentuhan humor ke dalam kata sambutannya. "Oh, dan saya ingin mengucapkan selamat datang kepada 'Pangeran Kupu-Kupu' kami," ujarnya, mengacu pada peran aneh Wei yang telah membuat semua orang tertawa sebelumnya.


Semua orang tertawa, termasuk Wei yang merasa diterima dengan baik. Dia tahu bahwa perguruan ini adalah tempat yang penuh dengan kebahagiaan dan persahabatan.


Setelah kata sambutan resmi selesai, Xian berdiri di tengah mereka, senyum cerah di wajahnya. "Hari ini, kita akan belajar melalui teka-teki," katanya dengan antusiasme. "Teka-teki adalah cara yang menyenangkan untuk mengasah pikiran kita, dan itu juga merupakan bagian dari pelajaran kita tentang kegembiraan dan kreativitas."

__ADS_1


Para murid duduk dengan penuh perhatian, siap untuk menerima tantangan dari guru mereka yang penuh humor ini.


Xian mulai dengan teka-teki pertamanya. "Baiklah, mari kita mulai dengan yang sederhana. Teka-teki pertama: 'Apa yang bisa Anda pegang tetapi tidak Anda lihat, dan jika Anda lepaskan, itu akan jatuh?'"


Seorang murid, Chen, segera mengangkat tangan. "Saya tahu jawabannya, guru Xian!" ujarnya.


Xian tersenyum dan memberikan izin kepada Chen untuk menjawab. "Baik, Chen, apa jawabannya?"


Chen menjawab dengan yakin, "Jawabannya adalah udara. Kita bisa merasakannya, tetapi kita tidak bisa melihatnya, dan jika kita lepaskan, itu tidak akan jatuh."


Semua orang di lapangan mengangguk setuju, dan Xian memberikan pujian kepada Chen. "Benar sekali, Chen! Anda sangat cerdas."


Xian melanjutkan dengan teka-teki berikutnya. "Teka-teki kedua: 'Apa yang bisa menjadi besar atau kecil, tergantung dari sudut pandang Anda, dan juga dapat mengangkat semangat kita?'"


Para murid berpikir keras untuk mencari jawaban yang tepat. Salah satu murid, Xiao, tiba-tiba tersenyum lebar. "Saya tahu ini, guru Xian!" ujarnya dengan semangat.


Xian mengangguk dan memberi Xiao kesempatan untuk menjawab. "Baiklah, Xiao, apa jawabannya?"


Xiao menjawab, "Jawabannya adalah tawa! Tawa dapat menjadi besar atau kecil, tergantung seberapa keras kita tertawa, dan itu juga dapat mengangkat semangat kita."


Xian memberikan tepuk tangan meriah kepada Xiao. "Sangat benar, Xiao! Anda memahami filosofi Guyon dengan baik."


Teka-teki berlanjut, dan Xian terus menguji kemampuan para murid untuk berpikir kreatif dan melihat dunia dengan sudut pandang yang berbeda. Setiap teka-teki membawa senyum dan kebahagiaan kepada para murid, dan mereka semakin menghargai pentingnya kegembiraan dalam belajar.

__ADS_1


Setelah sesi teka-teki selesai, Xian mengajak para murid untuk berdiskusi tentang pelajaran yang mereka dapatkan dari teka-teki tersebut. Mereka membahas bagaimana tawa dan kreativitas dapat membantu mereka mengatasi tantangan dalam ilmu silat dan kehidupan sehari-hari.


Hari itu berakhir dengan suasana yang penuh semangat dan kebahagiaan. Para murid merasa lebih dekat satu sama lain, dan mereka tahu bahwa pembelajaran di Sekolah Persilatan Guyon tidak hanya tentang keterampilan fisik, tetapi juga tentang perkembangan mental dan emosional.


__ADS_2