Lee Xian, Kultivator Guyon

Lee Xian, Kultivator Guyon
Perjalanan Menuju Gunung Es


__ADS_3

Angin sejuk berembus lembut di antara pepohonan saat Xian dan murid-muridnya memulai perjalanan mereka menuju Gunung Es yang legendaris. Matahari terbit dengan cahaya yang lembut, memancarkan sinar keemasan yang memantulkan warna-warni daun yang berguguran di sepanjang jalan. Mereka mengenakan pakaian yang tebal dan hangat, tetapi Mei dan guru bun bun tetap merasa khawatir tentang cuaca yang semakin dingin.


Mei Mei, yang biasa dipanggil Mei, berjalan di samping guru bun bun, berkata dengan nada cemas, "Apakah kita membawa cukup banyak pakaian hangat, Guru Bun Bun?"


Guru bun bun, yang mengenakan jubah tebal dan topi berbulu, mengangguk dengan serius. "Tentu saja, Mei. Kami sudah mempersiapkannya dengan baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."


Namun, Mei masih terlihat cemas. "Saya mendengar bahwa suhu di Gunung Es bisa turun sangat rendah, bahkan di musim panas. Apakah kita akan bisa bertahan?"


Xian, yang memimpin rombongan, berbalik dan tersenyum menghibur. "Tenang saja, Mei. Kami akan berada di sana untuk saling membantu. Selain itu, perjalanan ini juga akan menjadi bagian dari kultivasi kita. Kita harus belajar beradaptasi dengan lingkungan yang keras."


Mereka melanjutkan perjalanan mereka melalui hutan yang rimbun, melewati sungai yang mengalir jernih dan bebatuan yang tertutup lumut. Xian, yang selalu penuh semangat, terus berbicara tentang keindahan alam di sekitar mereka dan mengajarkan murid-muridnya untuk menghargainya.


Saat siang menjelang, cuaca semakin dingin, dan mereka harus melewati area yang terbuka dengan angin yang kencang. Mei, yang menggigil, berkata, "Sungguh, aku merasa seperti aku akan berubah menjadi es jika cuaca terus seperti ini."


Xiu, salah satu murid yang selalu ceria, mencoba menghibur. "Jangan khawatir, Mei. Ini hanya bagian dari petualangan kita. Kami akan belajar mengendalikan elemen dan menjadikannya bagian dari kultivasi kita."


Mei tersenyum tipis. "Kamu benar, Xiu. Kita tidak boleh menyerah begitu saja."


Ketika matahari mulai tenggelam, mereka tiba di perkemahan yang telah mereka siapkan sebelumnya. Api unggun yang hangat segera menyala, dan mereka semua berkumpul di sekitarnya untuk menghangatkan diri.


Xian mengeluarkan beberapa alat masak dari tasnya dan mulai memasak makan malam. Dia berbicara sambil tersenyum, "Ini adalah saat yang sempurna untuk belajar memasak dengan alam. Makan malam di bawah langit terbuka di Gunung Es adalah pengalaman yang tak terlupakan."


Mereka semua membantu dalam persiapan makanan, dan sambil menunggu, mereka bercerita tentang petualangan mereka sejauh ini. Guru bun bun menceritakan tentang pertempurannya dengan seekor rubah ekor-sembilan yang mencuri makanan mereka satu malam, dan semua orang tertawa terbahak-bahak mendengarnya.


Setelah makan malam yang lezat, mereka semua berkumpul di sekitar api unggun. Mei berkata, "Ini adalah pengalaman yang menarik, meskipun dinginnya cuaca. Saya merasa kita semakin kuat dengan setiap tantangan yang kita hadapi."

__ADS_1


Xian mengangguk setuju. "Benar sekali, Mei. Besok kita akan melanjutkan perjalanan kita dan mencapai puncak Gunung Es. Itu adalah tempat di mana kita akan menguji ketahanan dan kultivasi kita yang sejati."


Malam itu, mereka tidur dalam tenda mereka dengan harapan dan semangat yang tinggi untuk hari-hari yang akan datang di Gunung Es yang misterius. Meskipun cuaca semakin dingin, kehangatan persahabatan mereka membuat mereka merasa hangat di hati.


Puncak Gunung Es menyambut mereka dengan pemandangan yang begitu memukau. Mereka berdiri di tengah hamparan salju yang luas, di bawah sinar matahari yang terik namun sejuk. Angin gunung yang sejuk membelai wajah mereka, mengingatkan mereka akan kebesaran alam semesta.


Xian, yang berdiri di depan mereka, memandang pemandangan dengan penuh kekaguman. "Selamat datang di puncak Gunung Es, tempat di mana kita akan menguji kultivasi kita dengan cara yang unik. Ini adalah lingkungan yang sangat cocok untuk kita memperdalam pemahaman kita tentang alam dan kultivasi."


Mei, yang masih merasa sedikit kedinginan, tersenyum. "Pemandangannya begitu indah, Guru Xian. Kami siap untuk belajar."


Xiu, yang selalu antusias, bertanya, "Apa yang akan kita pelajari di sini, Guru Xian?"


Xian menjelaskan, "Kita akan mempelajari teknik-teknik kultivasi yang hanya dapat diajarkan di lingkungan alam semacam ini. Kekuatan alam akan membantu kita memahami bagaimana berinteraksi dengan alam dan elemen."


Mereka memulai pelatihan dengan latihan pernapasan yang dalam, mengambil energi dari udara yang segar di Gunung Es. Xian mengajarkan mereka bagaimana mengendalikan aliran energi dalam tubuh mereka dengan lebih baik, membuat mereka semakin kuat dan terhubung dengan alam.


Selama hari-hari mereka di puncak Gunung Es, mereka juga mempelajari bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang keras. Mereka mempelajari cara membuat tempat perlindungan sederhana dari es dan salju serta cara mencari makanan di alam liar.


Guru bun bun, yang sebelumnya merasa cemas tentang perjalanan ini, menemukan dirinya semakin kuat dan bijaksana di Gunung Es. Dia berbicara dengan Xian tentang pengalamannya, "Saya selalu merasa bahwa alam adalah guru terbaik kita. Saya merasa begitu terhubung dengan alam di sini, dan itu memberi saya lebih banyak kebijaksanaan."


Xian mengangguk setuju. "Benar sekali, Guru Bun Bun. Alam memiliki banyak pelajaran yang berharga untuk kita pelajari. Ini adalah langkah penting dalam perjalanan kita menuju pemahaman yang lebih dalam tentang kultivasi dan kehidupan."


Malam-malam mereka di puncak Gunung Es diisi dengan percakapan yang mendalam tentang kultivasi, alam, dan kehidupan. Mereka menghabiskan waktu bersama-sama di bawah langit yang penuh bintang, mengagumi keindahan alam semesta, dan merasakan kedekatan yang mendalam dengan satu sama lain.


Dengan setiap hari yang berlalu, mereka merasa semakin dekat dengan alam dan semakin dekat dengan diri mereka sendiri. Gunung Es telah mengajarkan mereka banyak pelajaran tentang ketahanan, kebijaksanaan, dan koneksi dengan alam. Mereka tumbuh tidak hanya sebagai kultivator yang lebih kuat, tetapi juga sebagai individu yang lebih bijaksana dan terhubung dengan alam semesta yang luas.

__ADS_1


Malam telah tiba dengan suhu yang semakin merosot, dan bulan yang terang menerangi hamparan salju di Gunung Es. Xian dan murid-muridnya telah menyiapkan diri untuk latihan berikutnya, yang akan berlangsung di bawah air terjun beku yang terkenal dengan energi kultivasi yang kuat.


Mereka berjalan bersama-sama menuju air terjun, yang terlihat seperti tirai es yang megah di malam itu. Suara gemuruh air yang membeku mengisi telinga mereka saat mereka semakin mendekat. Meskipun suhu sangat rendah, semangat mereka tetap tinggi.


Xian berbicara sambil tersenyum, "Ini adalah salah satu tempat paling magis di Gunung Es. Di sinilah kita akan merasakan energi kultivasi yang kuat dari air terjun ini."


Mei, yang awalnya merasa cemas dengan dinginnya air terjun, berkata, "Saya tidak sabar untuk mencoba, Guru Xian."


Guru bun bun mengangguk setuju. "Kami telah mempersiapkan diri dengan baik, dan kami siap menghadapi tantangan ini."


Mereka berdiri di bawah air terjun yang membeku, merasakan semburan air dingin yang seolah-olah menusuk hingga tulang. Namun, mereka tidak menyerah. Mereka memulai latihan pernapasan dalam dan fokus pada energi alam yang mengalir melalui mereka.


Xian, yang berdiri di tengah-tengah mereka, memimpin latihan tersebut. "Biarkan energi air terjun ini memasuki tubuh kita. Rasakan setiap aliran energi yang masuk ke dalam kita."


Mereka memulai dengan perlahan, mengatur pernapasan mereka untuk mencocokkan denyut energi air terjun. Awalnya, Mei dan guru bun bun merasa kedinginan, tetapi seiring berjalannya waktu, mereka merasa tubuh mereka semakin hangat dan nyaman.


Xiu, yang selalu penuh semangat, berkata sambil tersenyum, "Saya merasa seperti kita sedang berkolaborasi dengan alam semesta ini, Guru Xian. Ini adalah pengalaman yang luar biasa."


Xian mengangguk setuju. "Betul sekali, Xiu. Kultivasi bukan hanya tentang latihan fisik, tetapi juga tentang konektivitas dengan alam. Air terjun ini adalah salah satu guru terbaik kita."


Malam berlalu dengan mereka terus berlatih di bawah air terjun yang membeku. Semakin lama, mereka merasakan energi alam semakin mengisi tubuh mereka. Meskipun suhu terus turun, mereka tidak merasakan kedinginan. Mereka merasa begitu terhubung dengan alam dan energi yang mengalir melalui mereka.


Setelah sesi latihan yang panjang, mereka kembali ke perkemahan mereka dengan tubuh yang terasa segar dan penuh energi. Api unggun yang hangat menyambut mereka, dan mereka duduk bersama-sama di sekitarnya untuk menghangatkan diri.


Mei tersenyum puas. "Saya tidak pernah membayangkan bahwa latihan di bawah air terjun beku bisa seindah ini. Terima kasih, Guru Xian."

__ADS_1


Xian tersenyum. "Ini adalah pengalaman yang berharga, Mei. Kita akan melanjutkan perjalanan kita dengan energi yang lebih besar dan pemahaman yang lebih dalam tentang kultivasi."


Malam itu, mereka tidur dengan nyenyak dalam tenda mereka, menantikan hari-hari berikutnya di Gunung Es yang misterius. Mereka tahu bahwa setiap pengalaman di tempat ini akan membawa mereka lebih dekat pada pemahaman yang lebih dalam tentang kultivasi dan alam semesta yang luar biasa.


__ADS_2